Akses Pasar

Sorotan terbaru dari Tag # Akses Pasar

Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, Sucifindo Ekspansi ke Jepang Internasional
Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 14:10 WIB

Perkuat Akses Pasar Global dan Dukung Energi Berkelanjutan, Sucifindo Ekspansi ke Jepang

Jepang, katakabar.com - Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dengan memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan. Ekspansi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara PT Sucopindo (Persero) dan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama. Direktur Utama PT Suconfindo (Persero), Sandry Pasambuna, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “Sucofindo berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia,” kata Sandry. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang TIC, Sucofindo memiliki peran penting dalam mendukung implementasi regulasi pemerintah, memastikan kepatuhan industri, serta memperkuat infrastruktur mutu nasional. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan TIC Indonesia. Direktur Operasi PT Sucofindo (Persero), Dani Pramantyo, menimpali kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global. “Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” jelas Dani. Selain memperkuat akses perdagangan, PT Sucofindo (Perseoro) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau. Dalam ajang International Biomass Expo di Tokyo Big Sight, Jepang, Sucofindo menegaskan kapabilitasnya yang 68 laboratorium, 29 kantor cabang, serta 93 titik layanan di seluruh Indonesia. “Sucofindomemiliki kapabilitas dalam memastikan biomassa kelapa sawit memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pasar global, serta memperkuat rantai pasok energi berkelanjutan,” terang Sandry. Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang semakin ketat. Lebih lanjut, PT Suconfindo (Persero) juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Melalui langkah ini, PT Sucofindo (Persero) tidak hanya memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Ke depan, PT Sucofindo (Persero) optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekspor, penguatan industri nasional, maupun pengembangan ekosistem energi berkelanjutan. “Sucofindo) siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tutup Sandry.

Perluas Akses Pasar UMKM Sawit, BPDP Promo Industri Sawit Halal di Pameran Halal Indo 2025 Sawit
Sawit
Minggu, 28 September 2025 | 16:31 WIB

Perluas Akses Pasar UMKM Sawit, BPDP Promo Industri Sawit Halal di Pameran Halal Indo 2025

Tangerang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP dorong hilirisasi,.dan perluas akses pasar produk berbasis sawit dengan ikut di Pameran Halal Indo 2025, yang digelar oleh Kementerian Perindustrian pada 25 hingga 28 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD, Tangerang. Pameran Halal Indo 2025 ini ajang internasional mempertemukan berbagai pelaku industri halal, mulai dari produsen makanan-minuman, kosmetik, fashion, hingga lembaga keuangan syariah. Kehadiran BPDP di ajang ini bukan hanya sebagai sarana komunikasi publik, tetapi sebagai bentuk nyata dukungan terhadap UMKM untuk masuk ke ekosistem industri halal global. Di pameran ini, BPDP menghadirkan booth edukasi yang diisi oleh 6 UMKM mitra binaan, yakni Smart Batik, Jayanti Batik, Rumah Tamadun, Cambiacraft, Kopontren Ponpes Al-Amin Dumai, dan Politeknik LPP Yogyakarta. Para UMKM ini menampilkan berbagai produk inovatif berbasis sawit, mulai dari kerajinan, fashion, hingga produk turunan pangan halal.

Bantu Akses Pasar UMKM, Sampoerna dan INOTEK Luncurkan Program 'SEMANGAT' Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 Mei 2024 | 12:23 WIB

Bantu Akses Pasar UMKM, Sampoerna dan INOTEK Luncurkan Program 'SEMANGAT'

Jakarta, katakabar.com - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia (SUI)”, bersama Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) meluncurkan inisiatif pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM bertajuk “SMEs Market Acceleration & Global Access Tap-in Program” (SEMANGAT). Pemberdayaan UMKM pada program SEMANGAT ini bertujuan membantu pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dalam mewujudkan UMKM naik kelas. SEMANGAT berisi rangkaian kegiatan workshop, coaching, market matching dan tap-in pasar internasional. Kepala Hubungan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat menyatakan, salah satu tantangan utama bagi UMKM agar dapat berkembang ialah akses pasar. Jadi, Sampoerna dan INOTEK berupaya menjawab tantangan tersebut melalui rangkaian kegiatan pendampingan UMKM dengan lebih berbagai macam topik. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu pelaku UMKM dalam memperluas akses pasar sehingga usahanya dapat berkembang. "Kami percaya pendampingan yang berkelanjutan adalah kunci untuk mendukung UMKM agar semakin berdaya dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok global," ujar Ishak di acara Bincang Wirausaha Nasional, Komunitas dan Jejaring, Dapatkah Mendukung Akselerasi Pasar Wirausaha di Kancah Global? di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (30/4) lalu. Program SEMANGAT, lanjutnya, terdiri dari 2 sub program yakni UKM Champion yang ditujukan bagi UKM yang belum termasuk dalam komunitas SETC dan UKM Kolaborator yang diarahkan untuk UKM yang sudah bergabung dalam SETC. Sedang, Sekretaris Dewan Pengurus INOTEK Foundation, Indra Uno menimpali, pihaknya bersama SETC telah lama berkolaborasi karena punya kesamaan tujuan yakni membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Menurutnya, mentoring dan pendampingan UMKM sangat penting sebagai pemandu bagi UMKM agar lebih mudah berkembang. Lewat pendampingan dan mentoring, UMKM bakal lebih efisien dan efektif dari sisi biaya dan dapat fokus meningkatkan skill untuk meningkatkan produk dan penjualan. "Tantangan INOTEK, SETC, Kemenkop UKM ialah sebanyak-banyaknya mengkonversi dari pengetahuan menjadi keterampilan. Ketika jadi skill, UMKM bisa menjadi pendamping bagi UMKM lainnya. Ini difasilitasi dalam komunitas," tuturnya. SETC adalah program pelatihan kewirausahaan terintegrasi yang hadir sejak 2007. SETC memiliki fasilitas pelatihan sebagai sarana pendukung yang berdiri di lahan seluas 27 hektare (ha) di Pasuruan, Jawa Timur. SETC senantiasa aktif memberikan pelatihan terpadu kewirausahaan mulai dari soft skill hingga hard skill guna meningkatkan kapasitas dan membantu UMKM semakin maju. SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih 72.000 peserta dari seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2023. Selain pelatihan, SETC memfasilitasi riset terapan, pendampingan dan jejaring pasar, konsultasi usaha, serta jejaring UMKM.