Apple

Sorotan terbaru dari Tag # Apple

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat Internasional
Internasional
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:09 WIB

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat

Jakarta, katakabar.com - Apple resmi mengonfirmasi kerja sama teknologi dengan Google. Langkah strategis ini dinilai berdampak pada saham Apple, Alphabet, dan arah industri AI global. Apple Inc., salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini mengonfirmasi langkah strategis penting dengan memperkuat hubungan kerjasama teknologi bersama Google. Informasi ini telah menjadi sorotan para investor global karena dampaknya yang luas terhadap ekosistem teknologi, termasuk di pasar modal Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru dari Yahoo Finance, Apple akan menggunakan teknologi Google termasuk dukungan AI dan mesin pencari dalam fitur-fitur barunya, seperti Siri dan integrasi mesin pencari pada perangkat iOS mendatang. Kolaborasi multiyear ini menunjukkan bahwa Apple menghormati keahlian Google dalam kecerdasan buatan dan infrastruktur pencarian di internet, sekaligus mendukung pengalaman pengguna di perangkat Apple. Apa yang Dimaksud dengan Kolaborasi Apple dan Google? Kerja sama ini mencakup pemanfaatan teknologi Google untuk memperkuat kemampuan Siri dan proses pencarian menggunakan AI. Model AI seperti Google Gemini dipilih Apple untuk menghadirkan performa yang jauh lebih cepat dalam memahami permintaan pengguna, mengatasi kelemahan kompetitif yang selama ini melekat pada Siri dibanding kompetitor lain seperti Google Assistant atau bahkan ChatGPT. Langkah ini bukan sekadar penguatan fitur: ia mencerminkan perubahan paradigma di dunia teknologi. Apple yang sebelumnya selalu menekankan in-house development kini akhirnya menggandeng perusahaan lain dalam aspek inti pengalaman pengguna. Bukan hanya soal fitur, ini juga berdampak pada persepsi investor terhadap nilai saham Apple serta saham perusahaan teknologi lain. Dampaknya ke Saham Teknologi Kabar ini langsung memengaruhi pergerakan saham Apple dan Google di pasar AS. Pasar modal sangat peka terhadap berita strategis yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan pendapatan atau mengubah pandangan industri jangka panjang. Misalnya, pasar saham Alphabet (perusahaan induk Google) diperkirakan sempat mencapai valuasi lebih dari US$4 triliun setelah berita itu dirilis, memberikan sentimen positif bagi pemegang saham teknologi. Sementara itu, saham Apple tetap dipantau ketat karena investor menilai keputusan ini sebagai sinyal kuat bahwa AI akan menjadi kompetisi inti industri selama dekade berikutnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama indeks saham Amerika Serikat seperti NASDAQ dan S&P 500. Dengan banyak perusahaan besar seperti Apple, Google, Microsoft, dan Amazon yang terlibat dalam pengembangan AI, para investor global terus mengamati bagaimana tren ini berkembang di tahun-tahun mendatang. Apa Artinya bagi Investor di Indonesia? Bagi para investor di Indonesia yang ingin mengikuti pergerakan pasar AS, asset kripto, ataupun emas digital, berita seperti ini penting untuk dipantau secara berkala karena bisa memengaruhi tren aliran modal global. Pergerakan saham teknologi yang berfluktuasi sering kali bergerak seiring dinamika investasi kripto dan emas digital sebagai aset alternatif. ✨ Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Menjaga Portofolio di Era AI Investasi pintar selalu dimulai dari pemahaman yang baik tentang tren pasar global seperti kolaborasi Apple–Google ini. AI bukan lagi sekadar janji teknologi masa depan, tetapi telah menjadi driver pertumbuhan nyata yang memengaruhi keputusan investor. Saham Apple dan Google, serta saham teknologi lainnya, sering kali menjadi barometer sentimen pasar global. Sementara itu, aset kripto dan emas digital menyediakan diversifikasi penting bagi portofolio investor yang ingin melindungi nilai dari volatilitas pasar saham ataupun inflasi ekonomi. Nanovest memudahkan pengguna untuk melakukan pengamatan real-time terhadap ketiga kelas aset tersebut di satu platform.

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat Tekno
Tekno
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:00 WIB

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat

Jakarta, katakabar.com - Apple resmi mengonfirmasi kerja sama teknologi dengan Google. Langkah strategis ini dinilai berdampak pada saham Apple, Alphabet, dan arah industri AI global. Apple Inc., salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini mengonfirmasi langkah strategis penting dengan memperkuat hubungan kerjasama teknologi bersama Google. Informasi ini telah menjadi sorotan para investor global karena dampaknya yang luas terhadap ekosistem teknologi, termasuk di pasar modal Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru dari Yahoo Finance, Apple akan menggunakan teknologi Google termasuk dukungan AI dan mesin pencari dalam fitur-fitur barunya, seperti Siri dan integrasi mesin pencari pada perangkat iOS mendatang. Kolaborasi multiyear ini menunjukkan bahwa Apple menghormati keahlian Google dalam kecerdasan buatan dan infrastruktur pencarian di internet, sekaligus mendukung pengalaman pengguna di perangkat Apple. Apa yang Dimaksud dengan Kolaborasi Apple dan Google? Kerja sama ini mencakup pemanfaatan teknologi Google untuk memperkuat kemampuan Siri dan proses pencarian menggunakan AI. Model AI seperti Google Gemini dipilih Apple untuk menghadirkan performa yang jauh lebih cepat dalam memahami permintaan pengguna, mengatasi kelemahan kompetitif yang selama ini melekat pada Siri dibanding kompetitor lain seperti Google Assistant atau bahkan ChatGPT. Langkah ini bukan sekadar penguatan fitur: ia mencerminkan perubahan paradigma di dunia teknologi. Apple yang sebelumnya selalu menekankan in-house development kini akhirnya menggandeng perusahaan lain dalam aspek inti pengalaman pengguna. Bukan hanya soal fitur, ini juga berdampak pada persepsi investor terhadap nilai saham Apple serta saham perusahaan teknologi lain. Dampaknya ke Saham Teknologi Kabar ini langsung memengaruhi pergerakan saham Apple dan Google di pasar AS. Pasar modal sangat peka terhadap berita strategis yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan pendapatan atau mengubah pandangan industri jangka panjang. Misalnya, pasar saham Alphabet (perusahaan induk Google) diperkirakan sempat mencapai valuasi lebih dari US$4 triliun setelah berita itu dirilis, memberikan sentimen positif bagi pemegang saham teknologi. Sementara itu, saham Apple tetap dipantau ketat karena investor menilai keputusan ini sebagai sinyal kuat bahwa AI akan menjadi kompetisi inti industri selama dekade berikutnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama indeks saham Amerika Serikat seperti NASDAQ dan S&P 500. Dengan banyak perusahaan besar seperti Apple, Google, Microsoft, dan Amazon yang terlibat dalam pengembangan AI, para investor global terus mengamati bagaimana tren ini berkembang di tahun-tahun mendatang. Apa Artinya bagi Investor di Indonesia? Bagi para investor di Indonesia yang ingin mengikuti pergerakan pasar AS, asset kripto, ataupun emas digital, berita seperti ini penting untuk dipantau secara berkala karena bisa memengaruhi tren aliran modal global. Pergerakan saham teknologi yang berfluktuasi sering kali bergerak seiring dinamika investasi kripto dan emas digital sebagai aset alternatif. ✨ Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Menjaga Portofolio di Era AI Investasi pintar selalu dimulai dari pemahaman yang baik tentang tren pasar global seperti kolaborasi Apple–Google ini. AI bukan lagi sekadar janji teknologi masa depan, tetapi telah menjadi driver pertumbuhan nyata yang memengaruhi keputusan investor. Saham Apple dan Google, serta saham teknologi lainnya, sering kali menjadi barometer sentimen pasar global. Sementara itu, aset kripto dan emas digital menyediakan diversifikasi penting bagi portofolio investor yang ingin melindungi nilai dari volatilitas pasar saham ataupun inflasi ekonomi. Nanovest memudahkan pengguna untuk melakukan pengamatan real-time terhadap ketiga kelas aset tersebut di satu platform.

NVIDIA Pimpin Industri Chip AI Salip Apple Jadi Perusahaan Termahal Kedua di Dunia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 15 Juni 2024 | 17:14 WIB

NVIDIA Pimpin Industri Chip AI Salip Apple Jadi Perusahaan Termahal Kedua di Dunia

Jakarta, katakabar.com - NVIDIA umumkan arsitektur chip AI terbaru yang dijuluki “Rubin” setelah resmi merilis “Blackwell” hanya waktu kurang dari tiga bulan di konferensi teknologi COMPUTEX, Pameran Komputer Internasional Taipei 2024 angkat tema “Connecting AI” sebagai sorotan pameran tahun ini. Memimpin percepatan laju cip AI tersebut, membuat lonjakan saham NVIDIA melewati Apple dengan kapitalisasi pasar melebihi $3 Triliun sehingga menjadi perusahaan publik paling berharga kedua secara global. CEO NVIDIA, Jensen Huang menyatakan, Blackwell Ultra Chip bakal diluncurkan pada tahun 2025, disusul Rubin sebagai chip generasi selanjutnya pada 2026. Menurut laporan Reuters, keluarga cip Rubin mencakup prosesor grafis GPU (graphic processing unit) dan prosesor sentral atau CPU (central processor unit) baru beserta cip jaringan yang disebut “Vera”. Peralihan dari Blackwell ke Rubin menekankan persaingan kompetitif di pasar chip dengan teknologi AI dan menjadi salah satu upaya NVIDIA untuk mempertahankan posisi dominannya saat ini. Kemajuan pesat Artificial Intelligence (AI) bikin NVIDIA secara konsisten mampu menangkap peluang tersebut, termasuk dalam permintaan game dan kripto. Salah satu tren AI yang memegang peranan besar di ranah teknologi saat ini adalah ChatGPT, chatbot buatan OpenAI yang memungkinkan berbagai pertanyaan dapat dijawab langsung menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. ChatGPT mengandalkan AI milik Microsoft dengan nama “Azure” dan ditopang oleh ribuan unit pengolah grafis (GPU) bikinan NVIDIA. Berkat minat tinggi terhadap generative AI dari ChatGPT yang diluncurkan pada tahun 2022 tersebut, saham NVIDIA turut melambung tinggi. Saham NVIDIA pada 11 Juni 2024 ini berada di harga $121,79 atau setara dengan 1.979.575 rupiah, dibandingkan dengan harga setelah pengumuman Nvidia pada 2 Juni 2024. Mengenai peluncuran AI nya di konferensi COMPUTEX yaitu USD $115,00 atau 1.873.787 mengalami kenaikan sekitar 5,65 persen. Investor dapat mengikuti perkembangan harga saham berbasi AI lainnya seperti META, AMAZN, TSLA di Nanovest, aplikasi investasi yang aman dan terpercaya dengan kurang lebih 2000 pilihan aset digital mulai dari saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital di Indonesia. Senin lalu, NVIDIA melakukan pemecahan saham 10 banding 1 atau stock split, mengikuti perkembangan harga yang secara signifikan naik 212 persen dibandingkan tahun lalu. Ini dianggap sebagai sinyal positif terhadap besarnya potensi AI Industri, di mana NVIDIA menjadi salah satu perusahaan Amerika yang berhasil bergabung ke dalam Klub $3 Triliun bersamaan dengan Apple (AAPL) dan Microsoft (MSFT). Pemecahan saham ini dianggap sebagai kepercayaan manajemen bahwa saham akan mempertahankan nilainya seiring dengan kenaikan harganya ucap Howard Silverblatt, Analis Senior Indeks S&P Dow Jones. Investor memandang pemecahan saham ini sebagai tanda kekuatan, dimana perusahaan yang membagi sahamnya biasanya dapat mengungguli S&P 500 pada tahun setelah pengumuman. Meta (META), Tesla (TSLA), dan sejumlah perusahaan teknologi otomotif besar lainnya juga berupaya memanfaatkan chip dari NVIDIA untuk melatih dan menerapkan model AI untuk segala hal mulai dari rekomendasi mesin hingga perangkat lunak mengemudi otonom. Dengan perspektif jangka panjang, investasi saham NVIDIA saat seperti ini dapat menjadi langkah yang strategis yang menguntungkan bagi para investor. Jika dilihat dalam 30 hari terakhir, harga saham NVIDIA telah mengalami kenaikan sekitar 33,82%. Bagi para investor yang ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir, sebab aset-aset tersebut tersedia di aplikasi Nanovest yang dapat kamu beli secara langsung dan aset-aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Nanovest telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para investor dan penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini bisa ditemukan di Play Store maupun App Store Anda. Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | cindy.yunefi@nanovest.io

Tim Cook Sambangi ADA @BINUS, Perkuat Pengembangan Talenta Digital Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 20 April 2024 | 11:58 WIB

Tim Cook Sambangi ADA @BINUS, Perkuat Pengembangan Talenta Digital Indonesia

Jakarta, katakabar.com - CEO Apple, Tim Cook bertandang ke Apple Developer Academy @Binus. Kunjungan bagian dari agenda pengembangan talenta digital di Indonesia. Di momen tersebut, Tim bertemu siswa dan alumni Apple Developer Academy @Binus yang menampilkan beberapa aplikasi inovatif ciptaan mereka. Aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi Apple untuk menangani masalah nyata yang terjadi pada masyarakat dunia. “Kunjungan Tim Cook ke Apple Developer Academy @Binus ini bagian dari komitmen Apple untuk membangun talenta digital di Indonesia yang berkontribusi dan berdampak bagi Masyarakat”, tutur Michael Wijaya, Vice President of Binus Higher Education, lewat rilis diterima katakabar.com, pada Jumat kemarin. Binus University dan Apple, ujar Wijaya, punya semangat yang sama untuk berdampak bagi masyarakat secara luas. Apple Developer Academy @Binus sudah melahirkan lebih dari 1.500 lulusan. Harapannya, semoga semakin banyak kolaborasi yang dibangun. Berdiri di tahun 2018, ulas Wijaya, Apple Developer Academy telah melatih lebih dari 1.500 pengembang potensial di Indonesia, menjalin kemitraan dengan institusi terkemuka seperti Binus University. Banyak alumni telah berhasil membangun karier di bidang pengembangan aplikasi melalui program pelatihan tingkat lanjut seperti Apple Entrepreneur Camp dan Catalyst, yang memberikan bimbingan dari para ahli dan insinyur Apple. "Aplikasi-aplikasi tersebut telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan solusi untuk berbagai tantangan nyata dan memajukan berbagai aspek kehidupan, mulai dari Kesehatan, masalah sosial, hingga pendidikan," jelasnya. Kontak: Gandy Pratama gandy.jaya@binus.edu 0815 1949 8085