Aspal

Sorotan terbaru dari Tag # Aspal

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Maret 2024 | 18:21 WIB

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur

Jakarta, katakabar.com - Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) inisiasi gagas modifikasi pembuatan laston lapis aus guna menambah kekuatan dan kekesatan jalan aspal. Ketua tim Reswara 64 ITS yang inisiasi modifikasi ini, Bahrul Ilmi Mubarak menjabarkan, gagasan ini didasarkan adanya bahan penyusun aspal yang pada umumnya dapat menyumbangkan emisi yang cukup besar. “Jadi kami menginovasikan penggunaan limbah serat kelapa sawit dan lumpur panas Sidoarjo sebagai bahan tambahan penyusun lapisan aspal,” ujar pemuda asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini, dilansir dari laman sindonews.com, pada Sabtu (2/3). Menurut Bahrul, emisi yang dihasilkan jalan berbahan aspal bisa berasal dari beberapa tindakan atau kejadian pada fisik jalan aspal itu sendiri. Misalnya, saat permukaan jalan aspal terkena paparan radiasi matahari dapat meningkatkan lonjakan produksi gas karbon dioksida (CO2) sebanyak tiga kali lipat. “Proses pemeliharaan dan perkerasan pada jalan aspal turut menyumbang emisi yang cukup besar,” ulas mahasiswa angkatan 2021 ini. Inovasi modifikasi jalan aspal ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah bahan yang dapat meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi emisi yang dihasilkannya. Bahan pertama, yakni aerogel yang berasal dari sintesis silikon dioksida (SiO2) hasil ekstraksi lumpur panas Sidoarjo. Di mana Aerogel ini memiliki kemampuan dalam menyerap gas CO2. Bahan berikutnya, yaitu besi(III) oksida (Fe2O3) hasil ekstraksi lumpur panas sebagai modifikasi pigmen aspal. Senyawa ini dinilai dapat menurunkan suhu jalan aspal. Dan terakhir, penambahan split mastic dengan aditif serat kelapa sawit untuk meningkatkan nilai kekesatan jalan dan kemampuan jalan menyerap air. “Jadi hasil modifikasi pada lapis aus ini dapat turut berperan meningkatkan umur teknis aspal,” jelas Bahrul. Timnya bakal menjalin kerja sama dengan beberapa pihak untuk penerapan inovasi ini. Di antara dengan Lapindo Brantas Inc untuk penggunaan lumpur panas yang dibutuhkan. Selain itu, kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses penelitian lebih lanjut terkait modifikasi aspal turut dilakukan. Lalu, kerja sama dengan PT Sinar Mas Agro untuk pengelolaan limbah serat kelapa sawit. Tim Reswara 64 bimbingan dosen Cahya Buana ST MT ini menuangkan idenya tersebut ke dalam sebuah karya tulis bertajuk Inovasi Laston Lapis Aus Berbasis Split Mastic-Aerogel dengan Aditif Limbah Serat Kelapa Sawit Termodifikasi Pigmen Fe2O3 dari Limbah Lumpur Sidoarjo. Lewat gagasan inovasinya, tim Reswara 64 telah berhasil menyabet juara III pada ajang ADHI Innovation for Construction 2024 yang diselenggarakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bulan Februari lalu. Tim yang beranggotakan Marchel Audy Pratama dan Em Syahdu Aflahis Salam El Wanda ini berharap inovasinya dapat diimplementasikan sebagai produk aspal dengan kualitas unggul bagi perusahaan konstruksi seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk. “Inovasi ini mudah-mudahan bisa dikembangkan lebih jauh lagi dengan riset mendalam dan peninjauan dari berbagai aspek fungsional,” ucap Bahrul. Diketahui, penyebab kecelakaan lalu lintas sering terjadi lantaran keadaan jalan yang licin dn tingkat kekesatan aspal jalan yang rendah.

Peredaran Bibit 'Aspal Ancam Petani di Provinsi Kalimantan Barat Sawit
Sawit
Senin, 22 Januari 2024 | 22:56 WIB

Peredaran Bibit 'Aspal Ancam Petani di Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak, katakabar.com - Peredaran bibit palsu atau tidak berkualitas masih marak terjadi ancam para petani di Provinsi Kalimantan Barat. Soalnya, belakangan ini para petani masih ada yang tertipu dengan penawaran benih dengan harga sangat terjangkau. Modus penjualan benih ini beragam, seperti yang terjadi ada petani ditawarkan dengan benih yang masih berbentuk biji dengan harga murah. Parahnya benih ini dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS. "Peredaran benih abal-abal sangat meresahkan di Provinsi Kalimantan Barat. Di mana kita jumpai petani yang membeli sebungkus bibit berbentuk biji seharga Rp800 ribu jumlah 250 butir. Cukup mengherankan lagi, bibit dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS," tutur Sekretaris DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Barat, Agus Kuswara dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (22/1). Selain itu, kata Agus, harga yang ditawarkan bervariasi. Ada yang perbungkus dengan isi 250 butir dibandrol Rp1,5 juta. Merasa curiga dengan harga benih tersebut, Agus langsung melakukan pengecekan sertifikat. Benar saja, benar biji varietas Simalungun dan Marihat yang ditawarkan palsu. "Jadi, modus penjual mendatangi petani dan menawarkan benih. Petani melakukan penangkaran sendiri kemudian ditanam di kebunnya sendiri. Malah tidak sedikit mereka jual jika ada yang membutuhkan," ujarnya. Menjamurnya penangkaran tanpa izin menjadi salah satu penyebab beredarnya bibit palsu. Padahal, kata Agus, dampaknya ke depan sangat merugikan petani. "Untuk itu, kita saat ini gencar melakukan edukasi kepada petani agar wawasan petani meningkat dan tidak mudah termakan bujuk rayuan," jelasnya. Menurut Agus, bagi petani yang membutuhkan benih unggul berkualitas lebih baik datang ke PPKS Parindo yang beroperasi di Kabupaten Sanggau. "Bibit tidak berkualitas mempengaruhi produksi kebun petani, bahkan target sawit berkelanjutan tidak akan tercapai. Malah bisa saja petani gagal berbudi daya kelapa sawit lantaran kesalahan memilih bibit," tegasnya. Kita berharap petani lebih teliti dalam memilih benih. Kalau bisa, pembelian dilakukan langsung ke PPKS atau penangkar berizin lengkap," tambahnya.