Awas

Sorotan terbaru dari Tag # Awas

Bullish Emas Masih Terjaga, Awas Risiko Koreksi Jika Fed Tahan Suku Bunga Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:07 WIB

Bullish Emas Masih Terjaga, Awas Risiko Koreksi Jika Fed Tahan Suku Bunga

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan performa impresif di awal pekan, didorong meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dan melemahnya dolar AS. Logam mulia ini kembali menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang belum mereda. Meski tren kenaikan masih kuat, sebagian pelaku pasar mulai berhati-hati karena potensi koreksi teknikal bisa muncul kapan saja jika arah kebijakan moneter The Fed berubah. Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, tren emas masih bergerak di jalur bullish yang solid. “Selama tekanan beli tetap dominan, harga emas berpeluang menembus area $4.750 per troy ons dalam waktu dekat,” ujarnya. Tetapi, Andy menekankan pentingnya mengantisipasi kemungkinan pembalikan arah. “Jika harga gagal mempertahankan momentum dan turun menembus level kunci di $3.800, maka peluang koreksi menuju $3.628 kembali terbuka minggu depan,” ucapnya. Secara teknikal, pergerakan emas masih konsisten membentuk pola higher high dan higher low, memperkuat sinyal tren naik jangka menengah. Indikator Moving Average menunjukkan sentimen beli masih mendominasi. Selama harga mampu bertahan di atas area support $3.950–$3.800, potensi penguatan masih besar dengan target terdekat di kisaran $4.700–$4.750. Jika tekanan jual meningkat, area tersebut bisa menjadi titik pantulan untuk koreksi terbatas sebelum tren naik berlanjut. Dari sisi fundamental, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi bahan bakar utama reli emas. Pasar semakin yakin bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga acuan setelah serangkaian data menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Pemangkasan suku bunga cenderung menguntungkan emas karena menurunkan opportunity cost untuk memegang aset tanpa imbal hasil tetap. Tetapi, kehati-hatian tetap diperlukan. “The Fed tidak akan terburu-buru,” jelas Andy. “Jika inflasi tetap tinggi atau pasar tenaga kerja masih terlalu kuat, mereka bisa menahan laju pemangkasan suku bunga. Hal itu akan memberikan tekanan jangka pendek pada harga emas.” Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan geopolitik juga menjadi katalis penting bagi kenaikan emas. Perseteruan dagang antara AS dan Tiongkok, terutama terkait kebijakan ekspor bahan langka (rare earth), menciptakan kekhawatiran baru di pasar global. Ketegangan ini memperkuat minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas. Sejalan dengan itu, HSBC telah menaikkan proyeksi harga emas untuk periode 2025–2026, menilai permintaan akan tetap tinggi di tengah volatilitas global. Sementara, Bank of America menunjukkan optimisme serupa. Dalam laporan terbarunya, bank tersebut memperkirakan harga emas dapat mencapai USD 5.000 per troy ons pada tahun 2026, seiring peningkatan pembelian oleh bank sentral dan investor institusional yang mencari diversifikasi cadangan. Faktor pelemahan dolar AS turut memberikan dorongan tambahan pada harga emas. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, meningkatkan daya tariknya di pasar global. Jika imbal hasil obligasi AS kembali naik atau ekspektasi inflasi melonjak, maka tekanan terhadap emas bisa meningkat kembali. Secara keseluruhan, prospek emas masih positif selama harga tetap bertahan di atas level $3.800. Kenaikan menuju $4.750 menjadi skenario utama, dengan sentimen didorong oleh pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, dan prospek rate cut dari The Fed.

Awas! Penipuan Berkedok QR Code Atasnamakan Akulaku Nasional
Nasional
Minggu, 16 Juni 2024 | 22:06 WIB

Awas! Penipuan Berkedok QR Code Atasnamakan Akulaku

Jakarta, katakabar.com - Aksi penipuan yang dilakukan scammer terus berkembang mengikuti pesatnya kemajuan teknologi. Metode pembayaran kini sudah sangat mudah, dan cepat dilakukan menggunakan QR code atau yang sering dikenal dengan kata QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard. Sebelumnya di media sosial ramai para scammer mengirimkan file apk dan file PDF melalui WhatsApp, di mana file tersebut dikirimkan oleh seseorang yang mengaku sebagai kurir atau karyawan. Kemudian meminta konsumen untuk mengunduh file apk yang ternyata bisa menyadap ponsel untuk dikuras. Aksi penipuan baru ini memanfaatkan perkembangan teknologi transaksi QR code yang dikenal dengan istilah quishing. Istilah quishing berasal dari penggabungan penggunaan kode QR serta phishing. Seperti yang telah kita semua ketahui QR code telah menjadi salah satu fitur transaksi yang sangat mempermudah pebisnis dan konsumen dalam melakukan pembayaran. Tapi, kemudahan dan kecepatan ini telah dimanfaatkan oknum penipu untuk tindak kejahatan. Penipuan menggunakan QR code sudah banyak memakan korban, khususnya para konsumen yang bertransaksi. Ditambah lagi, kode QR bisa dibuat oleh siapapun dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Karena itulah sangat mudah bagi para hacker untuk membuat QR code yang mengarah ke situs web untuk tujuan yang tidak benar. Para scammer memanfaatkan kemudahaan dalam membuat kode QR palsu dengan mencatut nama merek, toko, hingga organisasi resmi seolah-olah QR code ini resmi. lalu ditempelkan di suatu tempat atau dibagikan melalui ponsel saat konsumen ingin melakukan pembayaran agar bisa diakses oleh para korban tanpa kecurigaan. Penipuan menggunakan QR code yang mengatasnamakan Akulaku & Akulaku Finance Indonesia telah banyak terjadi beberapa waktu ini, Akulaku & Akulaku Finance Indonesia tidak pernah menyarankan atau meminta konsumennya untuk melakukan pembayaran tagihan, pencairan cashback/hadiah, tukar poin, pengembalian dana pinjaman/refund melalui QR code. Berikut adalah langkah-langkah agar kamu tidak menjadi korban dari Kejahatan Siber Quishing: 1. Verifikasi QR code Pastikan QR code tersebut berasal dari sumber resmi dan bonafide. Pastikan nama atau identitas pedagang yang tertera pada aplikasi sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan. 2. Periksalah informasi transaksi sebelum konfirmasi pembayaran Untuk transaksi pembayaran, periksa seluruh informasi transaksi yang ditampilkan pada perangkat sebelum melakukan konfirmasi pembayaran. 3. Gunakan koneksi internet yang aman Pastikan proses pembayaran tersebut menggunakan koneksi internet pribadi dan hindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik yang tidak terlindungi untuk mengurangi risiko pencurian data. Jika kamu menemukan oknum yang mengatasnamakan Akulaku & Akulaku Finance Indonesia menghubungi dan diarahkan untuk melakukan scan QR code melalui akun Bank/E-Wallet sudah dapat dipastikan barcode tersebut PALSU!, segera hubungi dan laporkan melalui call center 1500920 atau melalui fitur live chat di aplikasi Akulaku. Kontak: Tim Public Relations PT Akulaku Finance Indonesia pr@akulaku.com