Binus University
Sorotan terbaru dari Tag # Binus University
Kesempatan Emas, Binus University Beri Beasiswa EMAS
Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan global yang semakin kompetitif, pendidikan menjadi salah satu investasi terpenting yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Pendidikan yang tepat tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih jelas dan masa depan yang lebih terarah. Lantaran itu, memilih institusi pendidikan yang mampu memberikan outcome nyata menjadi semakin penting bagi keluarga dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Menyadari hal tersebut, Binus University meluncurkan Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student) sebagai bentuk apresiasi bagi calon mahasiswa berprestasi yang menunjukkan konsistensi dalam pengembangan diri serta kontribusi positif bagi lingkungan. Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari proses belajar di kelas, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi dunia profesional setelah lulus. “Di BinusUniversity, kami percaya bahwa pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi masa depan mahasiswa. Untuk itu, kami tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan berbagai pengalaman yang mempersiapkan mahasiswa untuk siap berkarier dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Dr. Nelly, S.Kom., M.M. Melalui berbagai program pembelajaran yang dimiliki Binus University, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi lintas bidang melalui Minor Program, memperoleh global exposure, serta mengikuti Enrichment Program yang memberikan pengalaman industri sebelum lulus. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa Binus University dapat siap memasuki dunia profesional lebih awal, bahkan sebelum menyelesaikan masa studinya. Program Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student) dihadirkan sebagai bentuk apresiasi bagi talenta muda yang menunjukkan konsistensi dalam pengembangan diri dan prestasi. Melalui program ini, BINUS University memberikan penghargaan berupa emas seberat 2 gram sebagai simbol apresiasi bagi mahasiswa berprestasi. Selain itu, penerima Beasiswa EMAS juga mendapatkan pembebasan biaya sumbangan pendidikan (DP3) sebesar 100 persen, sebagai bentuk dukungan Binus University dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Pemilihan emas sebagai bentuk apresiasi bukan tanpa alasan. Binus University ingin menghadirkan bentuk penghargaan yang memiliki nilai jangka panjang sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya investasi sejak dini. Dengan mengonversi hadiah bagi mahasiswa berprestasi ke dalam bentuk emas, Binus University berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga memiliki aset bernilai yang dapat menjadi simbol investasi masa depan. Melalui berbagai inisiatif pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi, pengalaman industri, serta kesiapan karier, Binus University terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan mahasiswa. Dengan pendekatan tersebut, Binus University berharap pendidikan dapat menjadi investasi yang memberikan dampak nyata bagi generasi muda Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
Binus University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands
Jakarta, katakabar.com - Binus University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik berkelanjutan. Kegiatan ini bagian dari penguatan kerja sama Triple Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan institusi pemerintah untuk mendorong inovasi di sektor logistik melalui pendekatan living lab, yakni riset yang dilakukan langsung pada konteks dunia nyata dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Acara dibuka dengan sambutan dari Binus University, dilanjutkan dengan keynote speech dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HAN University of Applied Sciences, Belanda. Dalam paparannya, BRIN menekankan pentingnya penerapan green logistics sebagai respons terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di Indonesia, yang mencapai sekitar 19,2 persen dari total emisi nasional. Praktik logistik hijau dinilai krusial untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action). Sementara, perwakilan dari HAN University of Applied Sciences, Erik van Zanten, memaparkan peluang pendanaan riset dari skema EU–ASEAN yang mendukung model kolaborasi Triple Helix, khususnya pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Skema ini membuka peluang pendanaan hingga €180.000 untuk proyek-proyek riset terapan yang berfokus pada infrastruktur logistik, green logistics, dan smart logistics. Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok, para peserta merumuskan tiga grand themes utama, yakni Infrastructure Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga tema ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset kolaboratif selama tiga tahun ke depan (2026–2028), dengan fokus pada isu-isu utama seperti tingginya biaya logistik nasional, rendahnya adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta tantangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan signing ceremony sebagai simbol komitmen para anggota konsorsium LLGCI-NL dalam mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disepakati bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset logistik berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia di tingkat global. Dengan pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga pada pelibatan aktif mahasiswa melalui tesis, magang, studi kasus, dan proyek terapan, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri secara nyata. Tentang LLGCI-NL Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan mengembangkan solusi inovatif di bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara universitas, industri, dan pemerintah di Indonesia dan Belanda. Inisiatif ini berfokus pada penguatan infrastruktur logistik, transisi energi, digitalisasi, serta pengurangan emisi karbon dalam rantai pasok. Inisiatif ini digaungi oleh empat founding fathers, yakni Binus University melalui Business Management program di kampus Binus @Bekasi, HAN University of Applied Sciences, Belanda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Cikarang Dry Port. Berbagai institusi pendidikan, pemerintah serta industri telah bergabung sebagai anggota dari living lab ini demi memajukan rantai pasok berkelanjutan di Indonesia.
Binus University Tuan Rumah Garena Game Jam 2026, Dorong Talenta Game Developer Muda Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Binus University resmi diumumkan sebagai tuan rumah pergelaran Garena Game Jam 3: Reinvent The Game, yang akan berlangsung pada 6 hingga 8 Februari 2026 di Binus @Kemanggisan, Anggrek Campus. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi nasional bagi pelajar, mahasiswa, hingga fresh graduate untuk mengembangkan gim orisinal dalam format kompetisi intensif selama 48 jam. Garena Game Jam digelar lagi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Garena mendukung pertumbuhan ekosistem pengembangan gim Indonesia. Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menyampaikan antusiasme tinggi dari para developer muda menjadi alasan utama keberlanjutan program ini. "Melalui tagline Reinvent The Game, peserta ditantang untuk menghadirkan pendekatan kreatif dan segar terhadap tema gim yang akan diumumkan pada hari pembukaan kompetisi," ujarnya. Sebagai institusi pendidikan yang konsisten mendorong pembelajaran berbasis praktik industri, Binus University memandang kehadiran Garena Game Jam 2026 sebagai momentum strategis dalam menjembatani dunia akademik dan industri gim. Hal ini sejalan dengan keberadaan Program Game Application & Technology (GAT) di bawah School of Computer Science Binus University, yang secara aktif membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, kreatif, dan pemahaman bisnis gim melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi industri, serta partisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional. “Melihat antusiasme yang begitu tinggi dari para developer muda di Indonesia, Garena akan mengawali tahun 2026 dengan kembali menghadirkan Garena Game Jam yang kali ini mengusung slogan Reinvent the Game. Selain menjadi wadah kompetisi untuk para talenta muda Indonesia di bidang pengembang game, Garena Game Jam juga menjadi salah satu upaya Garena untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem pengembangan game Indonesia,” ujar Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia. Head of Game Application & Technology, Dr. David, S.Kom, M.T.I., C-AI/MLPEN, menyampaikan harapannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Binus University sebagai tuan rumah. “Kami menyambut baik kehadiran Garena Game Jam 2026 di BINUS University. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya pengasahan kemampuan mahasiswa dan talenta muda langsung di lingkungan nyata industri. Melalui program Game Application & Technology, Binus berkomitmen menyiapkan generasi game developer yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi industri gim nasional maupun global,” timpalnya. Dari seluruh pendaftar, Garena akan menyeleksi 150 peserta terbaik, yang akan diumumkan pada 2 Januari 2026. Selain memperebutkan total hadiah senilai Rp30 juta, peserta juga berkesempatan mendapatkan mentoring, inkubasi lanjutan, serta peluang showcase karya di ajang industri seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Dengan menjadi tuan rumah Garena Game Jam 2026, Binus University kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan talenta digital dan industri kreatif, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem gim Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
School of Design BU Hadirkan Ruang Hiburan dan Edukasi Publik Inklusif Lewat Projection Mapping
Jakarta, katakabar.com - Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin padat dan aktif hingga larut malam, kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi tantangan keterbatasan ruang hiburan publik yang inklusif, mudah diakses, dan bermakna bagi masyarakat. Minimnya alternatif aktivitas positif di malam hari, khususnya bagi anak-anak dan remaja, kerap memicu aktivitas pasif hingga perilaku berisiko. Menjawab tantangan tersebut, Binus University menghadirkan sebuah inovasi kreatif bertajuk “Projection in Motion: Light to Enlight”, sebuah konsep mobile projection mapping berbasis sepeda listrik yang membawa hiburan visual sekaligus pesan edukatif langsung ke ruang publik. Inovasi ini memungkinkan pertunjukan seni digital hadir secara fleksibel tanpa bergantung pada infrastruktur besar, biaya tinggi, maupun ruang permanen. Berbeda dengan projection mapping konvensional yang membutuhkan gedung dan sistem teknis kompleks, Projection in Motion dirancang sebagai medium bergerak yang dapat berpindah dari satu titik ke titik lain, lalu berhenti untuk menghadirkan visual intens dan berpotensi interaktif. Seluruh sistem, mulai dari perangkat proyeksi, casing pelindung, hingga integrasi daya, dirancang dan dirakit secara mandiri oleh tim Binus University. Inovasi ini hasil kolaborasi lintas disiplin yang digagas oleh program DKV New Media-School of Design Binus University yang bekerja sama dengan program DKV Animation dan program studi Computer Engineering dalam pengembangan konten visual, sistem kelistrikan, perangkat keras, serta instalasi teknologi. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi penting agar inovasi dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan. “Pendekatan ini kami pilih agar inovasi bisa berkelanjutan. Bukan hanya sekali tampil, tetapi bisa terus bergerak, hadir di banyak ruang publik, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Budi Sriherlambang, S.Sn., M in Imagineering., selaku Head of DKV New Media Program. Aktivasi perdana Projection in Motion dilaksanakan di kawasan Rawabelong, Jakarta Barat, tepatnya di lingkungan Kampung Betawi, yang juga merupakan wilayah pengabdian masyarakat dosen Binus University. Sebelumnya, tim Binus University bersama warga setempat telah mengerjakan mural bertema budaya Betawi. Di malam hari, mural tersebut kemudian “dihidupkan kembali” melalui visual dari Projection in Motion. Secara global, konsep mobile projection mapping mulai berkembang sebagai medium seni urban, tetapi penerapannya dalam konteks edukasi publik di Indonesia masih tergolong baru. Binus University melihat potensi besar inovasi ini sebagai sarana pembelajaran kreatif yang relevan dengan generasi muda serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ke depan, Projection in Motion dirancang untuk dapat berkeliling ke berbagai kota dan ruang publik di Indonesia, membawa konten budaya daerah, edukasi sosial, hingga karya mahasiswa Binus University. Pengembangan selanjutnya juga diarahkan pada fitur interaktif yang memungkinkan partisipasi langsung masyarakat saat instalasi berada dalam posisi diam. Melalui inovasi ini, Binus University membuka peluang kolaborasi dengan berbagai agenda publik dan festival, mulai dari festival cahaya, ruang seni urban, kawasan kreatif, hingga perayaan kota berskala nasional. Inisiatif ini menegaskan peran Binus University sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif menghadirkan solusi kreatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan menggabungkan seni digital, teknologi, dan kepedulian sosial, Projection in Motion juga menjadi wujud komitmen Binus University dalam membangun ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan bermakna tempat hiburan dan edukasi dapat hadir berdampingan untuk semua lapisan masyarakat.
BU Raih Penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 Lewat Kampanye #MulaiLebihAwal
Jakarta, katakabar.com - Komitmen Binus University menghadirkan komunikasi pendidikan yang relevan dan berdampak bagi generasi muda kembali mendapat pengakuan nasional. Melalui kampanye #MulaiLebihAwal, Binus University meraih penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 pada kategori Integrated Branding to Gen Z Heroes, yang diselenggarakan oleh Marketeers Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada institusi yang dinilai berhasil membangun strategi branding terpadu yang konsisten, autentik, dan berkelanjutan dalam menjangkau Generasi Z. Binus University dinilai mampu menyampaikan pesan pendidikan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian Gen Z bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi membangun narasi jangka panjang yang relevan dengan aspirasi masa depan mereka. Melalui sistem pendidikan yang dirancang, mahasiswa akan menjalani perkuliahan selama 2,5 tahun di Binus University. Selama periode ini, mahasiswa akan mendapatkan dasar-dasar ilmu yang dibutuhkan sesuai program studi pilihannya. Setelah 2,5 tahun berkuliah, mahasiswa dapat mulai lebih awal dalam berkarier, baik sebagai profesional, menjadi entrepreneur, ataupun melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri, melalui program Enrichment Binus University. Program ini membuka berbagai jalur pengembangan diri, mulai dari magang profesional, kewirausahaan, riset, pengabdian masyarakat, studi ke luar negeri, hingga studi lanjut. Pesan tersebut dikomunikasikan melalui konten digital, kolaborasi alumni, storytelling edukatif, serta berbagai aktivasi offline yang menyentuh langsung target audiens Gen Z. Dalam proses penilaian, Marketeers Indonesia menyoroti kekuatan integrasi kanal komunikasi, konsistensi pesan brand, relevansi terhadap perilaku Gen Z, serta dampak kampanye terhadap engagement dan persepsi audiens. Binus University dinilai berhasil memadukan teknologi, kreativitas, dan nilai edukatif menjadi satu kesatuan strategi branding yang kuat dan berkesinambungan. “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi pendidikan tidak cukup hanya viral atau algoritmik. Melalui #MulaiLebihAwal, BINUS University ingin berdialog dengan Gen Z secara jujur dan relevan tentang kesiapan menghadapi masa depan, keberanian mengambil keputusan, dan pentingnya memulai langkah karier dengan arah yang jelas,” ujar Aldridge Christian Seubelan, Manager Brand Communication BINUS University. Lebih lanjut, ia menegaskan strategi komunikasi Binus University berfokus pada pembangunan kepercayaan jangka panjang. Pemanfaatan data dan teknologi menjadi alat pendukung, sementara empati, nilai, dan konsistensi pesan tetap menjadi pondasi utama dalam membangun hubungan dengan generasi muda. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Binus University untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia melalui pendidikan yang relevan, inklusif, dan berorientasi masa depan. Dengan mengintegrasikan inovasi, kolaborasi, dan strategi komunikasi yang bermakna, Binus University terus berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya mencetak lulusan siap berkarier, tetapi juga talenta yang mampu berkontribusi aktif bagi pembangunan bangsa sejalan dengan visi Fostering and Empowering the Society.
Perjalanan Kreatif Violetta Andani Berujung Manis di Wisuda ke 73 Binus University
Melalui perjalanan Violetta Andani, Binus @Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang holistik, tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan kreatif, tetapi juga membentuk karakter, adaptabilitas, dan kesiapan menghadapi tantangan di dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Tembus Industri Game Dunia Sebelum Wisuda, Arvin Sadeli Buktikan Lulusan BU Siap Bersaing Global
Jakarta, katakabar.com - Binus University (BU) kembali tegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang melahirkan talenta global melalui kisah inspiratif Arvin Sadeli, mahasiswa Program Game Application and Technology (GAT) Binus@Kemanggisan. Menjelang kelulusannya, Arvin telah berhasil menapaki karier internasional sebagai Lead Game Developer di Creadev Technologies Inc, Canada, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan kualitas ekosistem pendidikan dan pembinaan talenta digital di Binus University. Perjalanan Arvin tidak dimulai dari kemampuan teknis yang matang. Ketika pertama kali masuk kuliah, Arvin mengaku tidak memiliki pemahaman apa pun tentang programming maupun game development. Tetapi, melalui kegigihan, lingkungan belajar yang suportif, serta kesempatan yang diberikan BINUS, Arvin berkembang pesat selama empat tahun masa studinya. Sejak semester pertama, Arvin aktif bergabung di UKM BGDC (Binus Game Development Club) dan mengikuti proyek pembuatan game dalam enam bulan. Di tengah tuntutan perkuliahan, ia belajar Unity Engine secara otodidak hingga akhirnya menguasainya. Pada semester berikutnya, Arvin memperluas kompetensinya dengan mempelajari Unreal Engine, salah satu standar industri global. Momentum besar datang pada semester tiga saat Arvin terpilih magang dalam proyek VR Entre Binus, sebab kemampuannya yang unggul dibanding teman seangkatan. Di waktu yang sama, ia telah diterima sebagai Game Developer di perusahaan berbasis di Amerika Serikat. Kesempatan ini menjadi titik awal perjalanan profesional internasionalnya. Karier Arvin di dunia kompetisi pun sangat menonjol. Bersama timnya, ia memenangkan berbagai lomba game development seperti 1st Place-UI Compfest Game Jam 2023, 2nd Place-IPB IT Game Today, 1st Place-Garena Game Jam 2023, Best Game Design-UI Indie Game Ignite 2024. Tak berhenti di situ, saat teman satu timnya magang di tempat lain, Arvin tetap berkompetisi seorang diri dan meraih juara melawan tim-tim beranggotakan tiga orang, seperti 1st Place – Mage X, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bagi Arvin, pengalaman paling membentuk dirinya justru lahir di tengah masa sulit akibat pandemi. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus bergerak lebih cepat dan bekerja lebih keras dari mahasiswa lain. Tekanan itu justru menjadi bahan bakar yang menguatkan tekad dan menjadikannya mandiri secara profesional sejak dini. Ketika ditanya mengenai sosok yang paling berperan dalam keberhasilannya, Arvin menegaskan kedua orang tuanya adalah fondasi utama perjalanan akademik dan kariernya. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada dosen-dosen GAT, teman-teman seperjuangan, hingga pembina UKM BGDC yang telah menjadi bagian penting dalam pertumbuhannya. Kini, Arvin berhasil meraih posisi bergengsi sebagai Lead Game Developer di Kanada, sebuah jabatan yang umumnya diraih oleh profesional dengan pengalaman panjang. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa BINUS University mampu berkompetisi dan berkontribusi di kancah internasional. Puncak dari perjalanan akademik Arvin di Binus University ditandai dengan kelulusannya pada Wisuda ke 73 Binus University. Momen wisuda tersebut menjadi refleksi dari perjuangan panjang yang telah ia lalui selama masa perkuliahan, sekaligus penanda kesiapan Arvin untuk melangkah penuh sebagai profesional di industri game global. Dengan bekal ilmu, pengalaman praktis, serta mental tangguh yang ditempa sejak bangku kuliah, Arvin resmi menyandang status sebagai lulusan Binus University yang siap berkontribusi dan bersaing di tingkat internasional. Sebagai pesan untuk mahasiswa lain yang sedang berjuang, Arvin berpesan “terus berjuang dan semangat! Ketika ombak datang, jangan coba-coba mengendalikan airnya, tapi kendalikan kapal kalian.”
Invofest 2025, Dua Inovasi Berbasis Sustainability Mahasiswa School of Information Systems Raih Juara
Jakarta, katakabar.com - Mahasiswa School of Information Systems Binus University kembali raih prestasi di tingkat Nasional melalui ajang Invefest 2025 Informatics Vocational Festival, sebuah kompetisi UI/UX Design yang digelar Himpunan Mahasiswa Sarjana Terapan Teknik Informatika, Universitas Harkat Negeri. Di ajang itu, dua tim perwakilan Binus University, yakni Tim Celestial dari Business Analytics Program dan Tim DuoNova dari Information Systems Program, berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 setelah melalui proses seleksi dan final pitch yang dilakukan secara online. “Tim Celestial”, yang beranggotakan Yosua Lieandi, Patricia Artha Allyssa, dan Tiffany Angelia, menghadirkan inovasi aplikasi “One Energy”, sebuah platform digital yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proyek energi berkelanjutan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna berkontribusi melalui fitur volunteering, donasi, serta rekomendasi proyek berbasis AI yang dipersonalisasi. Selain itu, One Energy menyediakan ruang komunitas interaktif berupa thread, workshop, dan sistem reward berbasis gamifikasi untuk mendorong partisipasi publik secara lebih aktif dan bermakna. Inovasi ini mengantarkan Tim Celestial meraih predikat Juara 1 dalam kompetisi. Sedang, “Tim DuoNova” yang terdiri dari Muhammad Zaki Zanuar dan Daniel Valerian, berhasil meraih Juara 3 melalui aplikasi “SaveBite”, sebuah solusi digital yang membantu pengguna meminimalkan food waste di tingkat rumah tangga. SaveBite menawarkan fitur pemantauan bahan makanan, pengingat kedaluwarsa, pengecekan kelayakan konsumsi, rekomendasi pemanfaatan ulang bahan makanan, hingga opsi donasi pangan. Dengan pendekatan user-centered design, aplikasi ini dirancang untuk mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan. Ketika proses kompetisi, kedua tim mendapatkan dukungan akademik dari dosen pembimbing Pak Ferdianto dan tim Training Competition (TnC), yang memberikan arahan dalam penyusunan pitch deck dan pengembangan solusi desain mereka. Pendekatan berbasis riset, empati pengguna, serta integrasi teknologi menjadikan kedua karya ini unggul di mata juri. Dr. Richard, S.Kom., M.M., Head of Business Analytics Program, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini membuktikan kemampuan mahasiswa Binus dalam menggabungkan analisis, kreativitas, dan pemahaman mendalam terhadap isu keberlanjutan. Karya mereka tidak hanya kuat secara desain, tetapi juga relevan dengan tantangan industri dan masyarakat. Kami sangat bangga dengan pencapaian ini,” ujarnya. School of Information Systems Binus University menyampaikan harapannya agar capaian ini menjadi dorongan bagi lebih banyak mahasiswa untuk berani berinovasi dan menciptakan solusi digital yang memberikan dampak nyata. Prestasi kedua tim ini menegaskan komitmen Binus University cetak talenta digital yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Inovasi Mahasiswa Computer Science Global Class Binus University Diakui di HDC 2025
Hong Kong, katakabar.com - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Computer Science Global Class, Binus @Alam Sutera. Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Citi Flow AI berhasil menjadi Grand Finalis di ajang bergengsi Huawei Developer Competition Asia Pacific Region 2025 yang diselenggarakan di Hong Kong. Mereka menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang berhasil menembus babak Grand Final dalam kategori Society and Sustainability, bersaing dengan delegasi dari Singapura, Thailand, Hong Kong, Malaysia, hingga Filipina. Kompetisi bergengsi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa S1, tetapi mahasiswa S2, S3, profesor universitas ternama, hingga startup berpengalaman yang telah memiliki pendanaan global dan rekam jejak inovasi yang kuat. Di tengah dinamika kompetisi tersebut, tim Citi Flow AI, yang terdiri dari Karldritz Farrel Hanson, Griven Nathanael, Farih Muhammad, Kara Kalani Al Biruni, dan Nicolas Wijaya, tetap mampu menunjukkan kualitas luar biasa dengan menghadirkan solusi AI yang dinilai visioner dan relevan untuk isu sosial dan keberlanjutan. Bahkan, para juri menilai bahwa ide dan model yang dikembangkan oleh tim dari Binus University memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di dunia nyata, meski membutuhkan dukungan ekosistem lebih luas. Performa tim semakin mengesankan mengingat proses pengembangan produk dilakukan hanya dalam waktu 1–2 bulan, jauh lebih singkat dibanding tim lain yang telah mengerjakan proyek mereka selama bertahun-tahun dan memiliki pendanaan signifikan. Salah satu panelis kompetisi bahkan memberikan apresiasi langsung dan menghubungkan tim Citi Flow AI dengan salah satu perusahaan di Indonesia yang berpotensi menjadi mitra implementasi proyek mereka. Kesempatan kolaborasi ini menjadi bukti pengakuan nyata terhadap kualitas inovasi mahasiswa BINUS University. Prestasi ini membuktikan mahasiswa S1 Binus University mampu bersaing di panggung internasional, berdiri sejajar dengan profesor world top scientists, mahasiswa master dari kampus seperti NUS, serta startup yang berpengalaman dan memiliki akses global, termasuk ke Silicon Valley. Keberhasilan ini mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan global di Binus University mulai dari kurikulum yang adaptif, pembinaan dosen, hingga kesempatan riset dan kompetisi internasional bagi mahasiswa. Tim Citi Flow AI menyampaikan harapan mereka atas pencapaian ini. “Kami bersyukur bisa membawa nama Binus dan Indonesia ke panggung Asia Pasifik. Semoga ke depan kami dapat mengembangkan produk ini lebih jauh, bekerja sama dengan industri, dan kembali berkompetisi untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujarnya. Binus University mengapresiasi pencapaian luar biasa ini sebagai bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing secara global. Keberhasilan Citi Flow AI menjadi pendorong bagi School of Computer Science Binus University untuk terus menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional dan mendukung mahasiswa menciptakan solusi teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Kejar Passion di Dunia Marketing, dari Binus University Hingga ke China
Jakarta, katakabar.com - Kejarlah ilmu sampai ke negeri China, pepatah ini yang dijalankan langsung oleh Veravati Chearlius, Binusian jurusan Global Business Marketing, angkatan 2026 dari Binus @Alam Sutera. Berawal dari motivasi diri dan keinginan memahami langsung bagaimana China bisa menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia, serta bagaimana etos kerja masyarakatnya, ia sedang menjalani program Study Abroad di Guangxi Minzu University, China, sejak bulan September 2025. Sejak awal kuliah, Vera sudah tahu dunia marketing bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang memahami manusia, membangun cerita, dan menciptakan strategi yang relevan. Itulah yang membuatnya memilih Binus Business School, kampus yang dikenal dengan pendekatan global, kurikulum adaptif, serta jaringan mitra internasional yang luas. Ketika mengetahui Binus memiliki program enrichment yang membuka peluang belajar di luar negeri, Vera langsung merasa menemukan rumah akademik yang tepat. Melalui program ini, Vera bukan hanya mempelajari teori bisnis internasional, tapi juga mengasah empati lintas budaya, komunikasi global, dan adaptasi diri di lingkungan baru. Ia belajar bahwa menjadi profesional global berarti mampu menghargai perbedaan, berpikir terbuka, dan terus tumbuh dari pengalaman baru. Pilihan Guangxi Minzu University pun bukan tanpa alasan. Terletak strategis di kawasan selatan China, kampus ini dikenal sebagai universitas multikultural dengan mahasiswa dari berbagai negara. Lokasi Guangxi yang dekat dengan pusat ekonomi seperti Guangzhou dan Shenzhen, membuatnya memiliki banyak kesempatan untuk melihat langsung dinamika bisnis dan tren inovasi di lapangan. Tetapi, pengalaman belajar lintas negara tentu tidak lepas dari tantangan. Sejak hari pertama tiba, ia harus beradaptasi dengan cepat. Mulai dari mencari tempat tinggal hingga menghadapi kelas dengan materi berbahasa Mandarin. Dari situ pula ia mendapatkan pelajaran yang berharga. “Sekarang aku malah terbiasa naik transportasi umum, bahkan bisa nyetir motor listrik sendiri. Dulu gak kebayang!” kenangnya. Bagi Vera, pengalaman ini bukan hanya tentang studi akademik, melainkan juga perjalanan membentuk karakter. Ia belajar tentang kemandirian, ketahanan, dan semangat pantang menyerah. “Mereka (warga lokal) itu the real fighter. Kalau kerja, total. Kalau belajar, sungguh-sungguh. Dari mereka, aku belajar bahwa ketekunan dan konsistensi itu kunci, bukan hanya untuk sukses, tapi untuk bertahan,” cerita Vera. Lewat kisah seperti Vera, BINUS University membuktikan bahwa global exposure bukan sekadar mimpi, tapi realita bagi mereka yang mau berjuang. Karena di Binus, setiap langkah kecil menuju pengalaman internasional adalah bagian dari perjalanan besar menuju masa depan. Sebagai bagian dari Binus @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, pengalaman Vera menjadi wujud nyata dari semangat kampus yang mendorong mahasiswanya untuk berpikir kreatif, berjiwa global, dan berani keluar dari zona nyaman. Melalui kolaborasi lintas budaya dan exposure internasional, Binus @Alam Sutera terus berkomitmen membentuk generasi profesional yang mampu memimpin inovasi bisnis kreatif di panggung dunia.