Biosolar
Sorotan terbaru dari Tag # Biosolar
Biosolar Dianggap Murahan! Pemilik SUV Diesel Lakukan Ini Saat Harga Dexlite Meledak 70 Persen
Jakarta, katakabar.com - Harga Dexlite kini Rp24.150 per liter. Pertamina Dex Rp24.450. Naik lebih dari 70 persen dalam satu kebijakan. Tapi ada yang lebih mengejutkan, yakni jutaan pemilik kendaraan diesel premium (DEX dan Dexlite) tidak harus membayar angka itu, dan mesin mereka tidak rusak. Stigma negatif Biosolar di kalangan pemilik SUV diesel bukan tanpa dasar. Biosolar (B40) yang beredar di Indonesia memang mengandung kontaminan lebih tinggi, kadar air, sedimen, dan campuran biodiesel yang tidak homogen. Pada mesin diesel common rail modern dengan tekanan injektor hingga 2.000 bar seperti yang digunakan Fortuner, Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer, Nissan Terra dan Isuzu MU-X kotoran sekecil apapun bisa mengganggu presisi semprotan bahan bakar dan dalam jangka panjang merusak injektor yang harganya mencapai jutaan rupiah per unit. Inilah alasan teknisi bengkel selalu memperingatkan: Jangan pakai solar subsidi di SUV modern. Peringatan itu berlaku untuk Biosolar yang tidak dikelola dengan benar. Bukan untuk Biosolar yang sudah “dimurnikan” jadi lebih bersih. Caranya seperti apa? Tips Membuat Biosolar Lebih Bersih Agar Mesin Tetap Terawat 1. Ganti filter solar setiap 5.000 kilometer. Bukan 10.000 km seperti di buku manual (yang ditulis dengan asumsi BBM bersih standar Eropa). Filter solar adalah garis pertahanan pertama sebelum bahan bakar menyentuh pompa injeksi. Dengan Biosolar, kotoran menumpuk lebih cepat. Interval 5.000 km memastikan injektor selalu terlindungi. 2. Purifikasi bahan bakar dengan Oilos. Oilos adalah aditif bio-organik pertama di Indonesia berbasis Probiotic Cyclus Technology — diformulasikan dari 100% minyak nabati murni. Mekanisme kerjanya bukan membersihkan mesin dari dalam, melainkan “memurnikan” bahan bakar itu sendiri sebelum proses pembakaran. Biosolar kotor yang ditreatment Oilos menghasilkan pembakaran yang jauh lebih sempurna. Dosis pemakaian: 1 ml per 4 liter BBM. Produk ini sebelumnya telah diivalidasi oleh 3 lembaga independen: LEMIGAS, UNSOED, dan DISHUB. Alhasil penghematan bahan bakar bisa mencapai 25 persen dan reduksi emisi pun mencapai 40 persen. Perbandingan Dexlite dengan harga Rp24.150 per liter dan konsumsi 200 liter per bulan menghasilkan biaya BBM sebesar Rp4.830.000 per bulan. Sementara itu, Biosolar + Oilos dengan harga Rp6.800 per liter menggunakan 150 liter per bulan (hemat 25 persen), sehingga biaya BBM Rp1.020.000. Ditambah Oilos 60 ml (1 botol/bulan) sebesar Rp125.000 dan filter solar (per 5.000 km) Rp 100.000, total biaya per bulan menjadi Rp1.245.000. Asumsi: Fortuner diesel, 2.000 km/bulan, konsumsi 10 km/liter → kebutuhan 200 liter/bulan. Efek penghematan 25% Oilos → konsumsi turun ke 150 liter. Sebagai informasi, BBM bersubsidi (seperti Pertalite dan Biosolar) memang membantu secara ekonomi, namun memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai jika digunakan pada mesin kompresi tinggi: ● Penumpukan Karbon: Pembakaran yang tidak sempurna meninggalkan sisa kerak di piston dan katup. ● Gejala "Ngelitik" (Knocking): Ledakan bensin yang tidak tepat waktu membuat mesin bergetar dan cepat panas. ● Penurunan Performa: Tarikan terasa berat dan konsumsi BBM justru jadi lebih boros karena mesin bekerja ekstra keras. Produk aditif organik yang ramah bagi mesin seperti Oilos membantu permasalahan BBM bersubsidi di Indonesia. Produk ini merupakan “suplemen multivitamin” bagi mesin yang sudah diuji di Lemigas secara ilmiah. Produk ini sudah bisa dibeli di beberapa marketplace online di Indonesia. Ramai beredar di media sosial, beberapa pengguna SUV modern trend-nya mulai beralih memanfaatkan produk ini. Seperti akun @jarvisjournal yang didapati melakukan review produk saat berada di tol Trans Jawa. Akun ini menjelaskan bahwa selain BBM mobilnya lebih hemat, tarikan mesin juga lebih kencang saat berada di jalur lurus. Berdasar pengamatan kami, Biosolar dengan perlakuan yang benar adalah sebuah keputusan finansial yang cerdas di era kenaikan harga minyak dunia. Produk lokal berbasis organik ini membuat mesin tetap terlindungi, injektor tetap bersih, dan dompet pun jauh lebih sehat. Info selengkapnya bisa diakses di www.oilos.id
Dukung B50, Pelaku Industri Biodiesel Diminta Manfaatkan PBK
Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Indo Bursa Karisma Berjangka (IKB), Agung Rihayanto menegaskan, industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) turut mendukung program B40 atau B50 Biosolar agar pelaku industri hilir CPO di Indonesia dapat memanfaatkan hedging CPO guna meningkatkan minat perdagangan kontrak berjangka CPO di bursa. Dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin sore, Agung menekankan pentingnya penindakan yang tegas atas praktik yang menyalahi aturan dan peningkatan literasi PBK kepada masyarakat secara berkala dan rutin agar PBK semakin dikenal luas masyarakat Indonesia. Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya menyatakan, Januari-November tahun 2025 perdagangan kontrak berjangka crude palm oil (CPO) mencatat nilai transaksi (national value) sebesar Rp2,69 triliun dengan volume 30.341 lot. Menurut Tirta, untuk mewujudkan capaian kinerja di 2025, berbagai langkah dan terobosan telah dilakukan Bappebti. “Salah satu upaya yang terus dikuatkan yaitu literasi PBK masyarakat luas. Selain untuk mendorong peningkatan transaksi, langkah ini juga sebagai upaya melindungi masyarakat dari praktik perdagangan ilegal yang mengatasnamakan PBK. Upaya lain yang telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan yaitu penguatan regulasi dan pengawasan serta pengembangan mekanisme perdagangan dan produk,” bebernya. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengutarakan pentingnya kerja sama dan konsistensi semua pihak agar kontribusi sektor perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian Indonesia makin optimal dan bersinar. Salah satu manfaat dan peran dari PBK adalah mengoptimalkan tata niaga, dan ekosistem perdagangan komoditas melalui mekanisme pembentukan harga acuan. Selain itu, PBK bermanfaat untuk lindung nilai yang memastikan harga terbaik bagi pelaku usaha. Tiga bursa perdagangan berjangka komoditi dibuka secara serentak, yakni Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), dan Indo Bursa Karisma Berjangka (IKB). “Kerja sama dan konsistensi seluruh pihak tetap dibutuhkan agar industri PBK kian bersinar. Berbagai manfaat industri PBK bagi penguatan perdagangan sektor komoditas di Indonesia harus dioptimalkan implementasinya. Untuk itu, komoditas unggulan yang saat ini belum masuk di bursa berjangka harus mulai dipetakan untuk mendapat manfaat pembentukan harga dan harga acuan serta manfaat lindung nilai (hedging),” sebutnya.