CC-CC

Sorotan terbaru dari Tag # CC-CC

Ketua KPI Pusat: Konten Kreator Perlu Angkat Budaya Lokal Biar Saling Kenal Riau
Riau
Rabu, 27 September 2023 | 17:55 WIB

Ketua KPI Pusat: Konten Kreator Perlu Angkat Budaya Lokal Biar Saling Kenal

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaydilah menjabarkan, konten kreator sangat dibutuhkan mengangkat dan mempublis budaya lokal, biar ribuan pulau dengan ribuan budaya berbeda di Nusntara (Indonesia) bisa saling mengenal satu dan lainnya. "Konten kreator perlu angkat dan publis budaya lokal agar ribuan pulau dan budaya berbeda di Indonesia dapat saling kenal satu sama lainnya," ujar Ubaydilah di pembukaan Community Outreach-Coaching Clinic bersama 100 Content Creator yang ditaja KPID Riau kerjasama KPI Pusat dan Trans Media sempena Hari Bakti Postel ke 78 tahun 2023 di Prime Park Hotel Jalan Sudirman Pekanbaru, pada Rabu (26/9). Ini awal yang baik, kata Ubaydilah, KPID Riau menginisiasi dengan menggandeng Trans Media untuk belajar bersama konten kreator lokal. Kegiatan ini mestinya tidak cukup digelar sehari saja, sebab dengan peralihan teknologi penyiaran dari analog ke digital menjadi momentum bagi konten kreator untuk mempersiapkan diri, mengisi ruang-ruang yang dibutuhkan lembaga penyiaran khususnya televisi, dengan harapan lembaga penyiaran dapat memanfaatkan sumber daya manusia lokal dalam memproduksi konten siarannya. Menurutnya, konten lokal lembaga penyiaran yang menjadi kewajiban lembaga penyiaran televisi swasta Sistem Stasiun Berjaringan (SSJ), diharapkan mampu mengangkat kearifan lokal, sehingga budaya Indonesia yang beragam dapat saling mengenal satu dengan lainnya, dan antar daerah bisa saling mengenal budayanya. Hal ini salah satu langkah sebagai upaya penyelamatan budaya lokal yang semakin tergerus oleh budaya luar. “Semangat Undang Undang Penyiaran adalah lokal, makanya diwajibkan tayangan konten lokal bagi lembaga penyiaran Televisi Swasta SSJ. Tujuannya agar membangkitkan ekonomi lokal dan untuk saling mengenal budaya dari setiap daerah, seperti orang Jawa bisa mengenal bahasa Sumatera, orang Sumatera mengenal bahasa Kalimantan dan lainnya yang terus disuarakan l lembaga penyiaran,” sebut pria disapa akrab Ubay. Beberapa waktu lalu, Ubaydilah mencontohkan, saat Rakornas KPI di Kabupaten Bintan sempat mengunjungi makam Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat Kepualaun Riau. Ternyata tuturnya, banyak sekali pelajaran yang bisa diserap dari para tokoh di daerah itu, dan menarik untuk dijadikan konten siaran bagian dari menumbuhkan nilai sejarah. “Saya hoby ziarah ke makam para tokoh-tokoh di daerah, kebetulan saya sempat ziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat, ternyata Raja Haji Fisabilillah adalah bapak Bahasa Indonesia, beliau satukan beragam suku menjadi satu dengan bahasa yakni bahasa Indonesia,” ceritanya. Harapannya ucap Ubay, agar nanti masing-masing daerah terus memacu semangat agar para konten kreator menghasilkan karya-karya terbaiknya mengangkat kearifan lokal. Tapi, mesti didukung KPI sebagai regulator penyiaran dan lembaga penyiaran televisi swasta SSJ sebagai perusahaan lokal untuk menampung karya-karya konten kreator hasilnya dapat dinikmati masyarakat, bukan hanya masyakat Riau tapi masyarakat daerah lainnya antar provinsi di seluruh Indonesai. Kepala Departemen Magazine & Information TRANS7, Mira Khairunnisa jadi salah satu narasumber coaching clinic menjelaskan, informasi saat ini tidak lagi tersentralisasi dari Jakarta saja, tapi dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Provinsi Riau. Kata Mira, mestinya kita semua bangga sebagai orang asli dari Riau lantaran potensi banyak banget, mulai dari tradisi, suku, alam, satwa hingga sejarahnya. Dicontohkannya, salah satunya ada sejarah dari Siak Sri Indrapura yang memiliki salah satu nilai kekuatan lebih untuk dijadikan sumber konten yang mengandung informasi. “Dunia informasi saat ini berkembang cukup pesat, mulai dari yang kekinian hingga viralpun bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan karya-karya bagi konten kreator. Tapi tidak itu saja, perlu dipahami bagaimana membuat konten yang nggak sekedar keren, nggak sekedar viral, nggak sekedar banyak diminati, tapi juga perlu bertanggungjawab, harus memiliki guident itu yang paling penting, siapa guidentnya? ya KPI,” pesan Mira. Ketua pelaksana coaching clinic Konten Kreator, Hisam Setiawan sekaligus Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menimpali, ivent ini tidak hanya berhenti hingga di sini saja, bakal ada lanjutannya. "Next time bikin agenda yang sama, dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. Untuk peserta yang sudah hadir dalam kegiatan diawal ini, kita fasilitasi bentuk dan konsep kegiatan sayembara ataupun kompetisi," katanya. Kita tampung karya-karya para konten kreator dalam bentuk sayembara atau kompetisi, khusus untuk 100 orang yang beruntung mengikuti kegiatan awal ini. Dari beberapa hasil karya terbaik nantinya kita siapkan untuk dapat tayang di Transmedia berdasarkan hasil penilaian dan indikator yang sudah kita sepakati bersama. "Untuk yang belum berhasil ikut serta dalam kegiatan ini, kita sedang siapkan kegiatan yang sama ke depan. Agenda selanjutnya mudah-mudahan lebih banyak mengakomodir peserta dari seluruh Provinsi Riau, tunggu saja tanggal mainnya," imbuh Hisam Kegiatan ini dapat dukungan dari para pihak, yakni PT Pertamina Hulu Rokan, Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, Telkomsel, PT Telkom Indonesia Witel Riau Daratan dan PT Aplikanusa Liantasarta.