Daop 7

Sorotan terbaru dari Tag # Daop 7

Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Stop Perjalanannya Nasional
Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 | 08:33 WIB

Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Stop Perjalanannya

Madiun, katakabar.com - Sebelas Kereta Api (KA) yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun, berhenti luar biasa akibat adanya gempa magnitudo 5.5 dengan pusat gempa lokasi 8.14 LS, 111.33 BT (25 Km Timur Laut Pacitan-Jawa Timur) kedalaman 105 kilometer pada Selasa (27/1) sekitar pukul 08.21 WIB. Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sesuai Standar Operasional (SOP) bila terjadi gempa semua KA berhenti. "SOP kami bila terjadi gempa, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur KA menunggu dipastikan harus semua jalur aman dilewati KA di wilayah pasca gempa yang terasa," terang Tohari. Menurut Tohari apabila gempa dirasakan, maka KA yang sedang dalam perjalanan diminta berhenti secara serentak. Hal itu dilakukan oleh pengendali KA melalui radio lokomotif terpusat. Setelah seluruh KA berhenti, tuturnya, selanjutnya petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) melakukan pemantauan guna memastikan kondisi jalan maupun jembatan dalam kondisi aman dilewati KA pascagempa yang terasa. Adapun KA-KA yang berhenti pasca gempa, di wilayah Daop 7 Madiun, sejumlah 11 KA, yakni: 1. KA Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun-Pasarsenen berhenti di Stasiun Walikukun 2. KA Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong-Blitar berhenti di Stasiun Walikukun 3. KA BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo-Madiun berhenti di Stasiun Madiun 4. KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen (KA 161) berhenti di Stasiun Madiun 5. KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen (KA 89) berhenti di petak jalan antara Stasiun Saradan-Caruban 6. KA Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng berhenti di petak jalan antara Stasiun Ngawi-Geneng 7. KA Singasari (KA 150) relasi Pasarsenen-Blitar berhenti di petak jalan Magetan Madiun 8. KA Sancaka (KA 81B) relasi Surabayagubeng-Yogyakarta berhenti di Stasiun Nganjuk 9. KA Malabar (KA 69) relasi Malang-Bandung berhenti di Stasiun Papar 10. KA Parcel Tengah (KA 302) di petak jalan antara Sukomoro-Baron 11. KA Commuter Line Dhoho (KA 402) berhenti di Stasiun Ngujang “Setelah jalur dinyatakan aman untuk dilintasi KA, pada pukul 08.49 semua KA dapat berjalan normal sesuai grafik perjalanan KA,” imbuh Tohari KAI senantiasa berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan KA. Potensi bahaya sekecil apapun harus di minimalisir guna memastikan keselamatan penumpang dan petugas KA.

Pekalongan dan Sragi digenangi Air, Seluruh KAJJ Daop 7 Madiun Dipastikan Tetap Tepat Waktu Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 18 Januari 2026 | 12:00 WIB

Pekalongan dan Sragi digenangi Air, Seluruh KAJJ Daop 7 Madiun Dipastikan Tetap Tepat Waktu

Madiun, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun pastikan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), baik keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun maupun KA yang melintasi wilayah Daop 7, tidak terdampak genangan air yang terjadi di jalur kereta api sekitar Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Sabtu (17/1) dini hari kemarin. Seluruh KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun dengan tujuan Jakarta dipastikan berangkat tepat waktu sesuai jadwal. KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan, yakni KA Brantas relasi Stasiun Blitar–Pasar Senen, dipastikan berangkat tepat waktu dari Stasiun Blitar pada pukul 12.55 WIB. Sementara, KAJJ lain yang melintasi wilayah Daop 7 dan melewati lintas Sragi–Pekalongan, meliputi KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen, berangkat tepat waktu, KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen, rencana berangkat tepat waktu, dan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir, rencana berangkat tepat waktu. Adapun KAJJ lainnya dari Daop 7 Madiun merupakan kereta lintas selatan yang tidak melewati Stasiun Sragi maupun Stasiun Pekalongan, yakni KA 143 Madiun Jaya relasi Stasiun Madiun–Pasar Senen, berangkat dari Madiun pukul 07.55 WIB, KA 149 Singasari relasi Stasiun Blitar–Pasar Senen, berangkat dari Blitar pukul 16.40 WIB, dan KA 161 Bangunkarta relasi Stasiun Jombang–Pasar Senen, berangkat dari Jombang pukul 06.55 WIB. KAI Daop 7 Madiun juga mencatat volume penumpang pada masa libur akhir pekan hingga hari ini mencapai 48.878 pelanggan, dengan rincian 24.665 pelanggan berangkat dan 24.213 pelanggan datang. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah. Untuk volume penumpang hari ini tercatat sebanyak 8.936 pelanggan, dengan rincian 4.665 pelanggan berangkat dan 4.271 pelanggan datang. Volume penumpang tertinggi sementara terjadi pada Kamis (15/1) sebanyak 16.796 pelanggan, terdiri dari 8.390 pelanggan berangkat dan 8.406 pelanggan datang. Selanjutnya pada Jumat (16/1) tercatat sebanyak 14.667 pelanggan, dengan 7.269 pelanggan berangkat dan 7.398 pelanggan datang. KAI Daop 7 Madiun memastikan ketersediaan tempat duduk KAJJ ke berbagai tujuan masih cukup banyak tersedia. Bagi masyarakat yang akan bepergian dan belum memiliki tiket, diimbau segera melakukan pemesanan melalui Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya yang bekerja sama dengan KAI. “KAI terus melakukan pemantauan intensif kondisi jalur dan perjalanan KA guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan tetap terjaga,” ujar Tohari, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan tiket dan jadwal KA , dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121.

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 09:05 WIB

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru

Madiun, katakabar.com - Memasuki penghujung tahun 2025 dan momentum pergantian menuju Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terpantau tetap tinggi. Menurut data pada Rabu (31/12), KAI Daop 7 Madiun melayani total 18.896 pelanggan, terdiri dari 9.086 pelanggan berangkat dan 9.810 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Secara kumulatif, selama 14 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 133.664 pelanggan berangkat dan 146.497 pelanggan datang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan jarak menengah dan jauh. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan tingginya volume pelanggan tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat yang masih berencana bepergian setelah malam pergantian tahun. Hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, ketersediaan tempat duduk kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun masih mencukupi. “Kami memastikan bahwa tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Tohari. Update Ketersediaan Tempat Duduk Hingga 4 Januari 2026 Adapun sisa tempat duduk untuk perjalanan KA keberangkatan maupun lintas wilayah Daop 7 Madiun menuju sejumlah kota tujuan antara lain: Surabaya Gubeng: 20.195 tempat duduk Malang: 7.955 tempat duduk Yogyakarta: 7.793 tempat duduk Gambir: 2.959 tempat duduk Purwokerto: 619 tempat duduk Bandung: 531 tempat duduk Cirebon: 391 tempat duduk Pasar Senen: 150 tempat duduk Tren Perjalanan dan Kereta Api dengan Okupansi Tertinggi Di periode Nataru ini, stasiun tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun didominasi oleh Bandung, Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, dan Malang. Sementara itu, terdapat beberapa perjalanan KA dengan tingkat okupansi tertinggi antarstasiun, antara lain: 1. KA Kahuripan (Blitar – Kiaracondong): 197% 2. KA Brantas Tambahan (Blitar – Pasar Senen): 156% 3. KA Brantas (Blitar – Pasar Senen): 152% 4. KA Singasari (Blitar – Pasar Senen): 150% 5. KA Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen): 148% KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan andal, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan selama masa Angkutan Nataru. Pelanggan juga diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan proses boarding berjalan lancar.