Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang
Padang, katakabar.com - AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang bahas peran Google for Education dan Google Reference School mendorong transformasi pendidikan digital di era AI. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026 lalu di Telkom AI Center Padang. Di hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.” Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Sementara, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education, menekankan ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya. Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital. Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” imbuhnya. Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School. Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, menuturkan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” sebutnya. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.
Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital
Jakarta, katakabar.com - Perusahaan di Indonesia mulai evaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital. Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan. Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional Rabu (25/3) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Pada wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber. “Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya. Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan. Kurun beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan. Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan. Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh. Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan. Tetapi, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal. “Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ulasnya. Lantaran itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan. Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan. Nah pada konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis. Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital. Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan. Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
Jakarta, katakabar.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) perkuat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan timur Indonesia, dengan mengoptimalkan peran AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital. Upaya ini dilakukan untuk mendorong lahirnya solusi berbasis AI yang aplikatif serta mendukung percepatan transformasi digital nasional yang merata. Dalam agenda kunjungan kerja ke AI Center Makassar beberapa waktu lalu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi meninjau langsung fasilitas serta berbagai inovasi yang dikembangkan oleh talenta digital lokal melalui sesi pameran dan pemaparan proyek. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Telkom dalam memberikan ruang eksplorasi bagi inovator lokal untuk mengembangkan kapabilitas serta memperluas pengetahuan terkait teknologi AI. Menurutnya, AI adalah teknologi strategis yang harus membawa dampak nyata bagi layanan publik dan industri. Inovasi hebat, ujar Rochmad, selalu membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan teknologi, komunitas pengembang, dan institusi pendidikan untuk percepat adopsi dan menghasilkan ekosistem yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. “Pemanfaatan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dan industri,” kata Faizal. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, AI Center Makassar hadir melalui implementasi pilar AI Connect dalam inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Pilar ini terintegrasi dengan AI Campus, AI Playground, AI Hub, dan AI Native dalam membangun ekosistem AI yang komprehensif, mulai dari kolaborasi riset, pengembangan talenta, hingga implementasi solusi di berbagai sektor. Melalui fasilitas ini, Telkom membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi talenta digital lokal untuk berjejaring, mengembangkan kapabilitas, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sejumlah solusi yang dipresentasikan antara lain pemanfaatan machine learning untuk klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), model pengelompokan sekolah berbasis unsupervised learning untuk rekomendasi bantuan operasional pendidikan, serta penggunaan deep learning dalam analisis citra endoskopi guna mendukung identifikasi penyakit lambung. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan data dan teknologi AI dalam mendukung pengambilan keputusan strategis serta peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor. Faizal juga mengapresiasi kapabilitas talenta digital lokal yang dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga siap diimplementasikan secara praktis. Penguatan kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci agar berbagai inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh di skala nasional dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. “Talenta digital Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang relevan dan aplikatif. Dengan kolaborasi yang tepat, inovasi yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan di berbagai sektor,” terangnya. Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif bersama talenta digital dan komunitas teknologi di Makassar guna membahas peluang serta tantangan implementasi AI di lapangan. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk perkuat sinergi dalam pengembangan inovasi berbasis AI. Melalui rangkaian kegiatan ini, Telkom menumbuhkan optimisme bahwa AI Center Makassar dapat terus berkembang sebagai simpul kolaborasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan talenta digital yang tangguh dan adaptif serta inovasi berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi percepatan transformasi digital nasional.
Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP
Tangerang Selatan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Levy Ekspor Terintegrasi AI (ALEXIA) pada pekan Kedua Maret 2026, di PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi sistem informasi pungutan ekspor yang dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan dana perkebunan secara lebih efektif, efisien, dan transparan. ALEXIA dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan eksportir memantau pembayaran Pungutan Ekspor, mengajukan permohonan keberatan atas kekurangan pembayaran maupun pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor secara real time. Pengembangan sistem ini salah satu langkah BPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya eksportir yang melakukan pembayaran Pungutan Ekspor komoditas perkebunan. Lewat kegiatan Bimtek ini, BPDP memberikan pemahaman teknis kepada para pengguna sistem sebagai bagian dari rangkaian persiapan implementasi ALEXIA yang direncanakan mulai digunakan secara resmi pada awal Kuartal II tahun 2026. Ke depan, BPDP akan melaksanakan Bimtek ALEXIA secara bertahap bagi seluruh eksportir komoditas perkebunan guna memastikan implementasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pungutan ekspor.
Dukung Penerapan PP Tunas 17 2025, MyRepublic Indonesia Seminar Literasi Digital 900 Pelajar di TN
Magelang, katakabar com - Guna mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Data Anak di Era Digital mengenai program Tunas Digital, MyRepublic Indonesia taja seminar literasi digital angkat tema “Roketin Generasi Tunas Digital". Kegiatan ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) MyRepublic Indonesia dalam mendorong peningkatan literasi digital bagi generasi muda di Indonesia. Seminar yang dilaksanakan di SMA Taruna Nusantara Senin (9/3), diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak, aman, serta bertanggung jawab, khususnya dalam menjaga keamanan data pribadi di ruang digital. Acara ini turut dihadiri Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dr. R.M. Agung Harimurti, M. Kom, Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, serta Mayjen TNI M. I. Gogor A. A, S.I.P., M.Han, Kepala SMA Taruna Nusantara, yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan literasi digital bagi pelajar sebagai bagian dari pembentukan generasi Tunas Digital Indonesia. Edwin Satyadi, Chief Sales MyRepublic Indonesia, menyampaikan sebagai perusahaan penyedia layanan internet, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghadirkan konektivitas berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi generasi muda. “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya aktivitas digital generasi muda, literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Melalui program CSR 'Roketin Generasi Tunas Digital', kami ingin berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Chief Sales MyRepublic Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini jadi wujud dukungan MyRepublic Indonesia terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi anak di era digital. Melalui sesi seminar dan diskusi interaktif, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data pribadi, etika berinternet, serta bagaimana memanfaatkan teknologi digital secara positif. Program “Roketin Generasi Tunas Digital” bagian dari komitmen berkelanjutan MyRepublic Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia. Ke depan, MyRepublic Indonesia akan terus menghadirkan berbagai inisiatif literasi digital sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.
Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Jelang Dinamika Bitcoin Terhadap CPI
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto mengawali pekan ini dengan tren positif yang mencatatkan penguatan harga, jelang Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat 2026. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange usung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Menurut data dari CoinPedia, pasar aset kripto telah menunjukkan reaksi yang kuat terhadap data inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Di mana, pada 13 Februari 2026 lalu, ketika CPI Januari tercatat sebesar 2,4 persen, sedikit di bawah ekspektasi, bertepatan dengan aset Bitcoin ($BTC) yang melonjak sekitar 5 persen, naik dari titik terendah harian $65.889 menjadi hampir $70.500. Di saat yang sama, Ethereum ($ETH) dan XRP ($XRP) juga bereaksi kuat. Kedua koin tersebut naik sekitar 5 persen hingga 8 persen dalam satu hari, dengan $ETH bergerak di atas $2.100 dan $XRP diperdagangkan di dekat $1,55. Sekarang, data CPI Februari diperkirakan akan mencapai 2,5 persen, sedikit lebih tinggi dari angka Januari sebesar 2,4 persen. Karena itu, para trader mengamati dengan cermat bagaimana pasar akan bereaksi kali ini. Consumer Price Index (CPI) merilis Meskipun inflasi menunjukkan tren yang mulai mereda secara perlahan, angka tersebut masih berada di atas target ideal Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed sebesar 2 persen. Lebih lanjut, situasi ini menciptakan dilema kebijakan moneter, di mana The Fed kemungkinan besar akan menunda pemotongan suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi. Berdasarkan data pasar, terdapat probabilitas yang sangat tinggi suku bunga bakal dipertahankan pada level 3,5 persen hingga 3,75 persen, sebuah kondisi yang biasanya membatasi aliran likuiditas ke pasar aset spekulatif seperti aset kripto. Tetapi, investor juga perlu mewaspadai risiko koreksi jika inflasi melonjak melampaui prediksi, karena hal tersebut dapat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Fluktuasi ini menuntut kedewasaan dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang bersifat emosional saat pasar mengalami volatilitas tinggi. Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang. Untuk itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tetapi, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. Bagaimana Konflik Internasional Pengaruhi Harga Emas dan Dolar Jakarta, katakabar.com - Pasar keuangan global sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik. Ketika konflik internasional meningkat, ketidakpastian ekonomi juga ikut meningkat dan memengaruhi pergerakan berbagai instrumen keuangan. Dua aset yang paling sering mengalami perubahan signifikan dalam situasi seperti ini adalah emas dan dolar Amerika Serikat. Emas dikenal sebagai aset safe haven yang sering dicari investor ketika situasi global tidak stabil. Sementara itu, dolar AS sering dianggap sebagai mata uang paling likuid dan relatif aman dalam kondisi krisis. Kombinasi dua faktor ini membuat keduanya sering menjadi pusat perhatian pelaku pasar ketika terjadi konflik geopolitik. Pada kondisi geopolitik yang tidak stabil, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman. Emas sering menjadi pilihan utama karena memiliki nilai intrinsik dan historis yang kuat sebagai penyimpan nilai. Ketika ketegangan internasional meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik. Hal ini dapat mendorong harga emas meningkat karena banyak investor mencari perlindungan dari ketidakpastian pasar. Fenomena ini telah terjadi dalam berbagai krisis global, termasuk konflik militer, ketegangan perdagangan, dan ketidakstabilan ekonomi. Peran Dolar AS dalam Ketidakpastian Global Selain emas, dolar Amerika Serikat juga sering mengalami penguatan ketika situasi global memanas. Sebagai mata uang cadangan utama dunia, dolar memiliki tingkat likuiditas tinggi dan digunakan secara luas dalam perdagangan internasional. Ketika konflik terjadi, banyak investor memindahkan aset mereka ke dolar untuk menjaga stabilitas portofolio. Permintaan yang meningkat terhadap dolar ini dapat menyebabkan mata uang tersebut menguat terhadap mata uang lainnya. Tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu, kenaikan harga emas dan penguatan dolar bisa terjadi secara bersamaan karena keduanya dianggap sebagai aset pelindung dari risiko global. Risiko Geopolitik dan Strategi Persiapan Finansial Ketegangan geopolitik juga sering memicu kekhawatiran mengenai potensi konflik yang lebih besar di masa depan. Dalam situasi seperti ini, investor dan trader perlu memahami bagaimana perkembangan geopolitik dapat memengaruhi kondisi pasar serta mempersiapkan strategi finansial yang lebih bijak. Pembahasan lebih lanjut mengenai risiko konflik global dan strategi persiapan finansial dapat dibaca melalui artikel berikut: Risiko Perang Dunia III, Strategi Persiapan Finansial Dengan memahami hubungan antara konflik internasional dan pergerakan pasar, pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur. Dalam kondisi pasar yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, trader membutuhkan platform trading yang stabil serta akses informasi pasar yang akurat. Broker Trading KVB Indonesia menyediakan akses ke berbagai instrumen global seperti forex, emas, dan komoditas yang sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia. Bagi Anda yang ingin mulai trading dan memanfaatkan peluang dari pergerakan pasar global, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui: Link Registrasi KVB Futures Dengan pemahaman terhadap dinamika geopolitik serta dukungan platform trading yang tepat, trader dapat merespons perubahan pasar global dengan lebih cepat dan strategis.
Presiden Direktur Bittime: Penting Literasi Digital Investor di Tengah Gejolak Geopolitik Timteng
Jakarta, katakabar.com - Gejolak ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah disebabkan operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, picu guncangan pada kondisi ekonomi global. Termasuk pada pasar aset kripto yang turut mengalami tekanan, menanggapi ini Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya penguatan literasi bagi investor Indonesia. Sebelumnya, Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump menyatakan serangan ini tindakan pencegahan atau pre-emptive strike dari pihak intelijen yang dikabarkan mendeteksi ancaman nyata dari program rudal balistik Iran yang dianggap membahayakan pasukan AS dan sekutunya di kawasan tersebut. Peristiwa ini memicu volatilitas luar biasa pada harga aset Bitcoin ($BTC) yang tertekan ke level $63.000 pada sabtu kemarin, sebelum akhirnya bangkit dan menyentuh $68.000 pada hari ini. Hal in, mencerminkan dominasi rasa takut yang mendalam pada kondisi psikologis pasar sebagaimana terlihat dari indeks Fear dan Greed CoinMarketCap yang menyentuh level "Extreme Fear" pada 2 Februari 2026, kemarin. Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Kondisi volatilitas pasar aset digital saat ini, menuntut investor untuk memahami mekanisme fundamental dan portofolio risiko. “Gejolak situasi geopolitik saat ini tentu berdampak pada industri aset digital secara menyeluruh, karena itu masyarakat ditekankan untuk benar-benar mengelola informasi secara bijak. Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan pasar dan tren pasar saat ini, apalagi mengambil keputusan berdasarkan tekanan Fear of Missing Out (FOMO),” tegas Ronny. Menurutnya peran literasi keuangan menjadi kunci utama bagi investor lokal agar mampu mengelola portofolio secara cerdas dan terlindungi dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika aset digital yang terus berkembang pesat. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang. Mengingat aset kripto seperti Bitcoin ($BTC), Tether ($USDT) dan Tether Gold ($XAUT) masih menjadi pilihan diversifikasi di kalangan investor aset kripto jangka panjang. Apalagi, kehadiran $XAUT yang merupakan aset kripto berbasis emas yang diterbitkan oleh Tether dan merepresentasikan 1 troy ounce emas fisik yang disimpan di vault (Swiss). Di sisi lain, menyikapi situasi saat ini investor jangka panjang juga dapat memanfaatkan fitur staking di Bittime dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 20% bagi pengguna baru. Fitur staking hadir dengan locked periode tertentu, dan selanjutnya dapat diredeem setelah locked periode berakhir atau redeem lebih awal tanpa potongan biaya, serta penalti apapun. Namun, tentu perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek. Layar Interaktif menyediakan tiga fitur utama, yakni survei kepuasan pelanggan dengan metode rating bintang atau emotikon, peta interaktif yang dapat membantu pelanggan menemukan lokasi fasilitas maupun rute perjalanan, serta layanan pengaduan digital yang terintegrasi secara real-time. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan Layar Interaktif merupakan bagian dari transformasi pelayanan berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Digitalisasi layanan, tambahnya, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas operasional sekaligus pengalaman pelanggan. “Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan Layar Interaktif, KAI dapat memantau penilaian layanan secara langsung, menerima aduan secara real-time, serta memastikan tindak lanjut yang lebih terstruktur. Ini bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, transparan, dan responsif,” ujarnya. Sistem ini tidak hanya menampilkan denah fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga menghadirkan peta area luar stasiun, termasuk akses jalan dan konektivitas dengan moda transportasi lain. Jadi, pelanggan dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih komprehensif dalam satu layar. Pada layanan pengaduan, setiap laporan yang disampaikan melalui sistem akan tercatat dan pengguna LRT Jabodebek akan memperoleh nomor laporan sebagai referensi untuk tindak lanjut. Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengedukasi pengguna serta mendukung transisi menuju layanan berbasis digital. Transformasi ini menegaskan komitmen KAI dalam memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban. “Ke depan, integrasi data layanan akan terus dikembangkan guna mendukung sistem transportasi publik yang semakin efisien dan berbasis teknologi,” sebut Radhitya.
Binus University @Semarang Perkuat Posisi Digital Transformation dan AI Experience Campus
Semarang, katakabar.com - Tantangan yang sering terjadi adalah adanya jarak antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata dunia kerja berbasis teknologi. Banyak lulusan sudah memahami konsep transformasi digital, tetapi belum terbiasa menjalani aktivitas dalam lingkungan yang sepenuhnya digital. Pengalaman belajar di kelas seringkali belum sepenuhnya mencerminkan situasi industri, sehingga lulusan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi ketika mulai bekerja. Dalam persaingan global yang semakin ketat, kondisi ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk di Indonesia yang sedang mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Kendala yang sering muncul dalam pendidikan saat ini adalah bagaimana menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar selaras dengan perkembangan dunia kerja berbasis teknologi. Perubahan digital berlangsung sangat cepat, sementara proses pembelajaran di kampus masih sering berjalan terpisah dari dinamika industri yang serba terhubung, berbasis data, dan adaptif. Akibatnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum sepenuhnya mencerminkan bagaimana teknologi digunakan dalam praktik nyata sehari-hari. Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, kebutuhan akan lingkungan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman menjadi semakin penting, termasuk di Indonesia yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Binus University @Semarang menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan lingkungan belajar melalui Digital Transformation dan AI Experience Campus. Transformasi ini tidak dimaknai sebagai sekadar pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, melainkan sebagai upaya membangun pengalaman pendidikan yang utuh dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi sebagai objek pengetahuan, tetapi berinteraksi langsung dengan sistem, proses, dan lingkungan yang mencerminkan praktik industri masa depan. Pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi kampus dengan kawasan pengembangan modern di sekitarnya sehingga pengalaman belajar meluas melampaui ruang kelas. Lingkungan akademik dirancang menjadi bagian dari ekosistem digital yang hidup, tempat teknologi, aktivitas ekonomi, ruang sosial, dan inovasi saling terhubung. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung secara lebih relevan, aplikatif, dan berorientasi masa depan, memungkinkan mahasiswa memahami transformasi digital bukan sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai realitas yang mereka alami setiap hari. Lingkungan sekitar kampus dirancang menjadi bagian dari pengalaman belajar itu sendiri. Kehadiran Binus School @Semarang menjadi fondasi awal ekosistem pendidikan yang terintegrasi, menghadirkan kesinambungan lingkungan belajar dalam satu kawasan. Di sekitarnya, Mall 23 Semarang menghadirkan pusat aktivitas komersial dan gaya hidup yang selaras dengan dinamika ekonomi digital. Ruang interaksi publik yang memadukan teknologi, rekreasi, dan kreativitas juga hadir melalui Awanncosta, sementara nuansa kawasan tepi air modern diperkuat oleh Malibu Beach Front. Ekosistem ini semakin lengkap dengan hadirnya PDJ City sebagai kawasan terpadu yang mencakup area hunian modern, fasilitas olahraga seperti soccer field, hingga PDJ City Rally Circuit. Keterhubungan antara pendidikan, teknologi, dan kehidupan urban terasa menyatu dalam satu lingkungan yang saling mendukung. Melalui integrasi kawasan tersebut, pengalaman belajar tidak lagi terpisah dari perkembangan industri dan masyarakat digital. Aktivitas akademik berlangsung di lingkungan yang mendorong interaksi dengan teknologi, data, kreativitas, dan kolaborasi setiap hari. Kecerdasan buatan pun tidak hanya dipelajari sebagai materi, tetapi hadir sebagai bagian dari sistem pembelajaran adaptif, pengelolaan kampus cerdas, hingga simulasi lingkungan kerja berbasis teknologi. Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.M. menegaskan arah bahwa : “Transformasi digital di BINUS @Semarang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar relevan dengan masa depan. "Kami membangun lingkungan pendidikan yang terintegrasi dengan ekosistem kawasan sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi hidup dan berkembang di dalamnya," ujar Dr. Fredy. Dengan pendekatan tersebut, jelasnya, Binus @Semarang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya merespons perubahan zaman, tetapi secara aktif membentuk ekosistem pembelajaran masa depan. Integrasi antara teknologi, lingkungan belajar, dan pengembangan kawasan menciptakan ruang pendidikan yang hidup, relevan, dan selaras dengan arah perkembangan industri global. "Di sinilah teknologi, pendidikan, dan pengembangan kawasan bertemu dalam satu pengalaman yang utuh, menghadirkan lingkungan yang mendorong inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini, BINUS @Semarang memperkuat komitmen BINUS University dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi masa depan, sekaligus berkontribusi membangun ekosistem pembelajaran yang siap menjawab tantangan dunia yang terus berevolusi," bebernya.
Sikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga aset Ethereum ($ETH) saat ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi ekosistem aset kripto secara global, termasuk dampaknya bagi investor Indonesia. Sejalan dengan ini Bittime kembali tekankan literasi investasi aset kripto, dan pengenalan profil risiko sebelum berinvestasi Sebelumnya, dinamika pergerakan harga $ETH yang terjadi belakangan ini dipicu oleh meningkatnya akumulasi aset oleh para investor besar atau whale yang memanfaatkan fase konsolidasi untuk menambah kepemilikan mereka. Selain itu, adanya harapan terkait peningkatan efisiensi jaringan melalui pembaruan teknis yang berkelanjutan memberikan kepercayaan diri bagi pasar, juga turut mendorong kenaikan nilai aset $ETH hingga sentuh $1,971 pada 20 Februari 2026, berdasarkan data Coinmarketcap. Kenaikan harga ini, dipandang sebagai sinyal penting adanya daya beli yang cukup solid guna menjaga harga agar tidak merosot. Bagi investor aset kripto Indonesia, kondisi $ETH yang sedang mencari pijakan baru ini dapat menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi investasi yang selama ini diterapkan. Sejalan dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Lantaran itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. Sehingga aktivitas investasi yang dilakukan berdasarkan pada pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko dan fundamental aset. Di tengah situasi pasar yang penuh teka-teki ini, urgensi mengenai literasi keuangan menjadi hal yang paling utama bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia aset kripto. Memahami cara kerja pasar bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan agar investor tidak terjebak dalam arus spekulasi yang menyesatkan Dengan memperkuat wawasan sebelum bertransaksi, investor diharapkan dapat membedakan antara fluktuasi harga sementara dan nilai jangka panjang sebuah teknologi sehingga tidak mudah goyah oleh berita-berita yang kurang akurat. Kesabaran dan pemahaman yang baik akan menjadi kunci utama dalam meraih potensi maksimal dari perkembangan aset kripto yang terus bertransformasi menuju standar keuangan masa depan yang lebih inklusif dan modern.