Diperkuat

Sorotan terbaru dari Tag # Diperkuat

Industri Kripto Sumbang Rp1,93 Triliun, Edukasi Pajak Makin Diperkuat Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 06 Maret 2026 | 11:10 WIB

Industri Kripto Sumbang Rp1,93 Triliun, Edukasi Pajak Makin Diperkuat

Jakarta, katakabar.com - Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di tengah peningkatan aktivitas pasar, aspek kepatuhan dan pemahaman perpajakan menjadi semakin krusial bagi investor maupun pelaku industri, khususnya dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Menurut data terbaru Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), penerimaan pajak dari aset kripto hingga Januari 2026 tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp246,45 miliar (2022), Rp220,83 miliar (2023), Rp620,4 miliar (2024), Rp796,74 miliar (2025), serta Rp43,45 miliar pada Januari 2026. Data ini menegaskan potensi kontribusi industri kripto terhadap penerimaan negara, sekaligus menguatkan urgensi kepatuhan pajak investor. Pada sesi edukasi perpajakan yang digelar Tokocrypto bersama Ideatax, di penghujung Februari 2026 di Jakarta, dibahas pembaruan aturan yang berdampak pada transaksi kripto, termasuk pemberlakuan PMK Nomor 50 Tahun 2025 yang mengubah skema pajak perdagangan aset kripto. Berpedoman pada PMK-50/2025 menetapkan transaksi jual aset kripto dikenakan PPh Final, sementara PPN tidak lagi dipungut karena aset kripto dipersamakan sebagai surat berharga. Aturan ini juga membedakan tarif berdasarkan platform: 0,21% untuk transaksi pada platform dalam negeri (DN) dan 1% untuk transaksi pada platform luar negeri (LN) dikenakan tarif 1%. Chief Financial Officer (CFO) Tokocrypto, Sefcho Rizal, menyatakan skema baru tersebut dapat memperkuat daya saing exchange dalam negeri sekaligus mendorong transaksi yang lebih patuh regulasi. “PMK-50/2025 membuat skema pajak menjadi lebih jelas dan sederhana. Pembedaan tarif 0,21% untuk platform dalam negeri memberi sinyal positif bagi ekosistem kripto nasional dan mendorong pengguna untuk bertransaksi di exchange berizin,” ujar Sefcho. Ia menambahkan, exchange berizin berperan penting membantu kepatuhan karena proses pemungutan pajak dilakukan secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku. Tokocrypto juga menyediakan akses laporan pajak tahunan agar pengguna lebih mudah menyiapkan dokumen pelaporan. “Kami berupaya memudahkan pengguna lewat fitur laporan ringkasan pajak tahunan di platform, sehingga proses pelaporan SPT bisa lebih rapi dan akurat,” tambahnya. Tokocrypto juga meraih penghargaan sebagai salah satu wajib pajak dengan kontribusi terbesar. Penghargaan ini diberikan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan I (Kanwil DJP Jaksel I) sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kontribusi signifikan Tokocrypto terhadap penerimaan pajak nasional. "Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan komunitas pengguna yang terus tumbuh. Dengan lebih dari 4,8 juta pengguna aktif yang bertransaksi setiap hari melakukan investasi maupun trading," tutur Sefcho. Partner Ideatax, Jovita Budianto, menegaskan meski pajak atas transaksi kripto bersifat final dan dipungut melalui exchange, kepemilikan aset kripto tetap wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan pada daftar harta. “Pajak final bukan berarti selesai dari sisi pelaporan. Aset kripto tetap perlu dicantumkan di SPT Tahunan sebagai bagian dari harta, umumnya masuk kategori investasi lainnya,” kata Jovita. Menurutnya, ketelitian pelaporan penting untuk menghindari ketidakseimbangan analisis harta yang dapat memicu klarifikasi otoritas pajak. Ideatax juga mengajak wajib pajak tidak menunda pelaporan dan memastikan seluruh aset, termasuk kripto, dicantumkan secara benar. “Kepatuhan pajak adalah bagian dari pengelolaan risiko. Selain menghindari sanksi, pelaporan yang tertib juga memperkuat reputasi dan kredibilitas, baik untuk individu maupun pelaku usaha,” sebut Jovita. Dengan penerimaan pajak kripto yang telah mencapai Rp1,93 triliun hingga Januari 2026, industri kripto Indonesia kian menunjukkan kontribusi nyata bagi negara. Kolaborasi edukasi antara exchange dan mitra konsultan pajak diharapkan memperkuat literasi, mendorong kepatuhan, serta membangun pertumbuhan ekosistem kripto yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Kementerian PU Terapkan Penanganan Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:00 WIB

Kementerian PU Terapkan Penanganan Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor

Jakarta, katakabar.com - Guna menjaga kontinuitas konektivitas nasional dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga secara konsisten melaksanakan program preservasi jaringan jalan strategis. Di antara fokus utama tahun ini adalah penanganan berkelanjutan pada Ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Mentiwan (Sendawar) di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai penghubung vital antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah pastikan infrastruktur jalan yang laik fungsi dan berdaya tahan. “Ruas Sp. Blusuh–Sendawar memiliki peran krusial sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Kami memastikan penanganannya dilakukan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam jangka panjang,” ujar Dody. Kegiatan preservasi ini dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif melalui skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode tahun anggaran 2025 hingga 2027. Cakupan pekerjaan dirancang secara holistik, meliputi: · Pemeliharaan rutin jalan sepanjang 15,94 kilometer dan kondisi jalan sepanjang 24,36 kilometer. · Rehabilitasi minor jalan sepanjang 2,44 kilometer dan rehabilitasi mayor sepanjang 17,21 kilometer. · Rekonstruksi jalan sepanjang 4,05 kilometer. · Pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 291,2 meter dan pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 234,6 meter. Evaluasi di lapangan mengidentifikasi bahwa tingginya intensitas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang tidak terkendali menjadi faktor dominan penyebab kerusakan di beberapa titik ruas jalan tersebut. Menyikapi hal ini, Kementerian PU tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat aspek pengawasan dan penertiban. Kepala Balai Bina Marga BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menimpali pendekatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. “Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kutai Barat telah kami intensifkan sejak awal. Bersamaan dengan pelaksanaan preservasi, kami juga aktif mendorong sinergi dengan Kepolisian dan instansi perhubungan terkait untuk penguatan pengawasan dan penertiban kendaraan ODOL, sebagai langkah preventif agar kerusakan serupa tidak terulang pasca-penanganan,” kata Yudi. Komitmen ini mencerminkan strategi Kementerian PU yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan pemulihan, tetapi juga pada perlindungan dan keberlanjutan investasi infrastruktur, demi mendukung kelancaran logistik, keamanan perjalanan, dan kesejahteraan masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Deforestasi Indonesia Masih Meningkat, Inisiatif Pemulihan Hutan Mendesak Diperkuat Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 03 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Deforestasi Indonesia Masih Meningkat, Inisiatif Pemulihan Hutan Mendesak Diperkuat

Semarang, katakabar.com - Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat deforestasi netto Indonesia pada 2024 mencapai 175,4 ribu hektare, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar 121,1 ribu hektare. Meski tren jangka panjang 10 tahun terakhir menunjukkan penurunan, data ini menegaskan tekanan terhadap hutan Indonesia belum berakhir. Saat ini, luas kawasan berhutan tercatat 95,5 juta hektare atau sekitar 51,1 persen dari total daratan Indonesia, dengan mayoritas (91,9 persen) berada di dalam kawasan hutan. Penyebab deforestasi masih berulang dari tahun ke tahun, termasuk kebakaran hutan dan lahan gambut, pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar, pertambangan, serta pembangunan kawasan baru di Kalimantan Timur, termasuk lokasi Ibu Kota Nusantara. Dampaknya langsung dirasakan dalam bentuk hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya ekosistem, hingga meningkatnya emisi karbon yang memperparah krisis iklim. Merespons kondisi tersebut, pemerintah telah memperkuat regulasi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 14 Tahun 2024 yang mewajibkan pengawasan ketat atas kegiatan usaha. Regulasi ini menekankan pentingnya peran perusahaan tidak hanya dalam mematuhi aturan lingkungan, tetapi juga dalam berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

Kuatkan Komitmen, Pemerintah Aceh Siap Tingkatkan Produksi dan Kualitas Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 08 Mei 2024 | 13:50 WIB

Kuatkan Komitmen, Pemerintah Aceh Siap Tingkatkan Produksi dan Kualitas Sawit

Aceh, katakabar.com - Pemerintah Aceh kuatkan komitmen tingkatkan produksi dan kualitas kelapa sawit rakyat, lewat penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Itu ditekankan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, di pembukaan Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Provinsi Aceh (APKASINDO) yang dihelat DPP APKASINDO di Banda Aceh pada Selasa, (7/5) kemarin. Menurut Asisten Sekda Aceh, penting kemitraan pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan. Perkebunan kelapa sawit memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Aceh dan Indonesia secara keseluruhan. "Di Aceh khususnya, perkebunan sawit rakyat dianggap memiliki peran strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, pendapatan daerah, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di Aceh," ujar Mawardi, dilansir dari laman kilasaceh, pada Rabu (8/5). Kemitraan dengan berbagai pihak terkait, kata Mawardi, dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan perkebunan kelapa sawit. Melalui kemitraan, tuturnya, petani diharapkan dapat meningkatkan akses mereka terhadap modal, teknologi, dan pasar, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil sawit. Selain itu, kemitraan memungkinkan adopsi praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan serta memperkuat posisi tawar petani dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak lainnya. Pemerintah Aceh menyatakan dukungannya terhadap upaya yang telah dilakukan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Aceh guna memperkuat kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat. "Kemitraan ekonomi antara petani sawit dan pihak-pihak terkait, seperti industri pengolahan dan perdagangan, merupakan landasan utama dalam menciptakan ekosistem yang sehat bagi pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan," jelasnya. Tentang workshop tersebut, Mawardi menerangkan beberapa poin penting bagi keberlangsungan perkebunan sawit rakyat di Aceh, yakni: Pertama, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat petani dalam mengembangkan perkebunan sawit yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kedua, perlunya peningkatan kualitas dan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ketiga, pentingnya pemberdayaan masyarakat petani sawit melalui pembentukan kelompok tani dan koperasi sebagai wadah untuk bermitra dan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Keempat, perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan lembaga keuangan, dalam penyediaan akses modal, teknologi, dan pelatihan bagi petani sawit rakyat. Workshop ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menggerakkan upaya bersama dalam meningkatkan kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat di Aceh demi mencapai hasil yang lebih baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara semua pihak terkait, diharapkan sektor perkebunan sawit rakyat di Aceh dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Sarpras Diperkuat Dongkrak Produktivitas, Kementan RI: Sawit Rakyat Perlu Perhatian Nusantara
Nusantara
Selasa, 05 Desember 2023 | 15:52 WIB

Sarpras Diperkuat Dongkrak Produktivitas, Kementan RI: Sawit Rakyat Perlu Perhatian

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menekankan kepada jajaran lingkup Ditjen Perkebunan untuk memperkuat perkelapasawitan Indonesia. Sesuai arahan Mentan RI, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menjelaskan, perkebunan kelapa sawit khususnya sawit rakyat perlu dapat perhatian banyak pihak. “Ini untuk menjaring masukan untuk merumuskan komitmen para pihak dalam rangka akselerasi pencapaian Sarana dan Prasarana (Sarpras)," ujar Andi Nur, dilansir dari laman website resmi Kementan RI, pada Selasa (5/12). Untuk itu, ajak Andi Nur, mari semua pihak yang terlibat dalam program Sarpras kelapa sawit ini, untuk mewujudkan komitmen bersama, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas akhirnya memberikan peningkatan kesejahteraan pekebunan, dan tata kelola perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen meningkatkan perkelapasawitan Indonesia, ulas Andi Nur, Kementan RI gelar kegiatan Koordinasi Penguatan dan Percepatan Kegiatan Pelaksanaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, di Jakarta, awal Desember 2023. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono menekankan, rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk membangun sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, asosiasi perkebunan terkait dengan mendukung dan memperkuat akselerasi pencapaian program Sarpras.