Ditengah

Sorotan terbaru dari Tag # Ditengah

Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed Internasional
Internasional
Selasa, 11 November 2025 | 18:31 WIB

Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) lanjutkan penguatan tajam di awal pekan ini, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan yang mencapai lebih dari 2 persen Senin (10/11) kemarin, menunjukkan para pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Pandangan ini turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika data ekonomi AS mulai menunjukkan tanda perlambatan. Selama sesi Asia Selasa (11/11), harga emas bergerak stabil di dekat $4.120, tetap berada di zona positif setelah mencetak level tertinggi dua minggu pada sesi sebelumnya. Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal yang terbentuk saat ini memperlihatkan bahwa dorongan bullish pada emas masih cukup kuat. “Melihat struktur candlestick serta posisi harga terhadap garis Moving Average, momentum kenaikan masih terjaga. Pasar sedang berada dalam fase risk-on terhadap emas,” jelas Andy. Lonjakan harga emas tersebut tidak terlepas dari prospek penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai sekitar 67 persen, dan peluang tersebut diperkirakan meningkat menjadi 80 persen pada Januari mendatang, mengacu pada perangkat CME FedWatch. Ekspektasi ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan swasta dan indikator konsumsi pekan lalu menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, yang membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil langkah stimulus. “Dalam kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, daya tarik emas akan semakin menguat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil,” tambah Andy. Bila tekanan beli berlanjut, emas memiliki peluang untuk menguji level resistance di sekitar $4.158. Namun, jika tekanan koreksi muncul, maka area $4.104 menjadi level penopang penting yang perlu dicermati. Faktor fundamental lainnya juga memberikan dinamika tambahan. Kabar mengenai kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan AS memberi sedikit tekanan bagi emas sebagai aset safe haven. Reuters melaporkan bahwa Senat AS telah melanjutkan pembahasan langkah pembukaan kembali pemerintahan federal. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan yang memungkinkan aktivitas pemerintah kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Jika proses ini berjalan lancar, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas dapat mengalami penyesuaian jangka pendek. Dari sisi pasar mata uang dan obligasi, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 99,67, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,115 persen. Imbal hasil riil AS yang naik ringan juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan karena memiliki korelasi terbalik dengan pergerakan harga emas. Andy Nugraha menekankan pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sensitif terhadap data ekonomi AS berikutnya, khususnya laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis hari ini.

Industri Web3, Peluang di Tengah Tantangan Sempitnya Lapangan Kerja Tekno
Tekno
Selasa, 06 Mei 2025 | 09:35 WIB

Industri Web3, Peluang di Tengah Tantangan Sempitnya Lapangan Kerja

Jakarta, katakabar.com - Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei lalu, dunia kembali diingatkan akan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam sektor ketenagakerjaan. Di mana, dunia tengah menghadapi gejolak perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga lonjakan harga di pasar global. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2024, angka pengangguran meningkat dari 7,20 juta orang pada Februari 2024 menjadi 7,47 juta orang pada Agustus 2024. Ini tantangan, sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk dapat mencari peluang baru seluas-luasnya di tengah gejolak ekonomi. Belum lagi, besarnya angka pengangguran lulusan muda yang masih tinggi, perubahan struktur kerja akibat otomatisasi, dan semakin ketatnya persaingan global. Menjawab hal tersebut, industri Web 3.0 yang berbasis teknologi blockchain dapat menjadi salah satu solusi potensial yang menawarkan model kerja baru bagi masyarakat global, termasuk Indonesia. Ketidakpastian pasar kerja konvensional akibat tekanan inflasi dan perlambatan investasi, memberi peluang bagi industri ini. Web3 bukan hanya tren teknologi, tapi sebuah ekosistem yang mampu membuka peluang kerja baru. Dengan model kerja yang lebih fleksibel, berbasis komunitas, dan transparan, Web3 terbuka bagi berbagai latar belakang talenta. Baik bagi pengembangan teknologi, pemasaran, hubungan masyarakat, keuangan, seni digital, bahkan hukum. Web3 menawarkan alternatif berupa pekerjaan berbasis komunitas global, mulai dari pengembangan teknologi blockchain, pembuatan konten digital NFT, pengelolaan komunitas daring, hingga partisipasi dalam proyek DAO atau Decentralized Autonomous Organization. Dalam banyak proyek berbasis blockchain, individu ataupun organisasi bisa terlibat sebagai kontributor lepas, pemegang token, hingga pengembang produk. Ini menjadi penting di saat banyak pekerja harus menghadapi tekanan PHK atau pengurangan jam kerja akibat ketidakpastian ekonomi. Seiring semakin terhubungnya publik dengan teknologi digital, peningkatan edukasi dan pemahaman akan risiko teknologi baru tentu tidak kalah pentingnya. Edukasi yang inklusif adalah kunci agar potensi Web3 dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat, dan bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bangsa Indonesia. Hari Buruh kali ini, bukan hanya tentang memperjuangkan nasib pekerja dalam kerangka lama, tapi juga tentang bagaimana generasi pekerja Indonesia menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari ekonomi digital global yang semakin terbuka dan terdesentralisasi.

Mantap! Harga Emas Pulih Ditengah Kebijakan Hawkish The Fed Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 24 Desember 2024 | 08:07 WIB

Mantap! Harga Emas Pulih Ditengah Kebijakan Hawkish The Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) saat ini menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya menyentuh level terendah sebulan belakangan ini. Di perdagangan Kamis(20/12) lalu misalnya, logam mulia ini mencapai level tertinggi harian sekitar $2.622, didorong sentimen risiko global yang memburuk. Pemulihan ini dipicu memburuknya sentimen risiko global setelah pengumuman hawkish dari Federal Reserve (The Fed) di hari Rabu. Selain itu, risiko geopolitik dan kekhawatiran perang dagang turut mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Menurut Andy Nugraha, analis Dupoin Indonesia, kombinasi candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini menunjukkan tren bearish kembali mendominasi pergerakan XAU/USD. "Proyeksi ini menunjukkan harga emas berpotensi turun hingga $2.583. Tapi, bila terjadi rebound dari level tersebut, emas diperkirakan dapat naik kembali hingga $2.621 sebagai target terdekatnya," ujarnya.