ETH

Sorotan terbaru dari Tag # ETH

Nanovest Resmi Jadi Crypto Exchange Pertama Persetujuan OJK Layanan ETH Staking di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 21 Desember 2025 | 13:36 WIB

Nanovest Resmi Jadi Crypto Exchange Pertama Persetujuan OJK Layanan ETH Staking di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Nanovest resmi mencatatkan tonggak penting dalam industri keuangan digital sebagai crypto exchange pertama di Indonesia yang memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan layanan staking Ethereum (ETH). Persetujuan ini memperkuat posisi Nanovest sebagai pelopor inovasi produk kripto yang teregulasi, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan layanan yang aman dan sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku. Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat OJK No. S-327/IK.11/2025 tertanggal 18 Desember 2025. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap dokumen yang disampaikan, OJK menyetujui rencana aktivitas lain Nanovest, berupa layanan staking yang berasal dari aset kripto berbasis mekanisme Proof of Stake. Staking sendiri proses penguncian aset kripto berbasis Proof of Stake untuk mengaktifkan validator di jaringan blockchain. Validator berperan menyimpan data, memproses transaksi, serta menambahkan blok baru ke dalam blockchain. Mekanisme ini menjadi pondasi penting dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan jaringan Ethereum, sekaligus memberikan insentif berupa reward dalam bentuk ETH kepada para staker. Pada ekosistem Ethereum, staking secara mandiri umumnya memerlukan kepemilikan sebesar 32 ETH untuk menjalankan satu validator penuh. Persyaratan tersebut kerap menjadi hambatan bagi investor ritel untuk berpartisipasi langsung dalam proses staking. Melalui peran exchange seperti Nanovest, staking Ethereum kini dapat diakses dengan lebih inklusif, memungkinkan pengguna untuk ikut serta dalam pengamanan jaringan Ethereum dan memperoleh imbal hasil tanpa harus memenuhi batas minimum 32 ETH. Dengan demikian, setiap pengguna, dengan jumlah ETH berapa pun, dapat berkontribusi dalam menjaga jaringan sekaligus memperoleh reward. Sebagai salah satu jaringan blockchain terbesar di dunia, Ethereum memiliki skala ekosistem yang signifikan. Hingga saat ini, total ETH yang di-stake telah mencapai lebih dari 35,6 juta ETH dengan jumlah validator hampir menembus satu juta. Tingkat imbal hasil tahunan atau annual percentage rate (APR) berada di kisaran 2,9 persen, sementara kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sekitar US$342,8 miliar. Data tersebut mencerminkan besarnya tingkat kepercayaan global terhadap Ethereum sebagai infrastruktur utama blockchain dan aset kripto dengan nilai fundamental yang kuat. Melalui layanan staking di Nanovest, pengguna dapat memperoleh imbal hasil dari aset Ethereum yang dimiliki dengan tetap mempertahankan fleksibilitas dalam mengelola portofolio. Nanovest menghadirkan skema “flexible staking” yang memungkinkan pengguna memperoleh reward staking tanpa adanya periode penguncian, sehingga ETH yang di-stake dapat ditarik atau diperdagangkan kapan saja. Skema ini dinilai lebih sesuai bagi trader aktif maupun investor jangka pendek yang membutuhkan likuiditas tinggi. Secara umum, estimasi imbal hasil tahunan atau annual percentage yield (APY) dari layanan staking Ethereum di Nanovest berada di kisaran 2 hingga 4 persen, menyesuaikan dengan kondisi jaringan Ethereum. Meski menawarkan potensi imbal hasil, Nanovest menegaskan staking aset kripto tetap memiliki risiko, terutama terkait dengan fluktuasi harga ETH di pasar. Itu sebabnya, perusahaan menempatkan transparansi informasi dan edukasi pengguna sebagai bagian penting dari implementasi layanan staking agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terinformasi. Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menyampaikan persetujuan OJK ini menjadi milestone penting bagi perusahaan sekaligus industri kripto di Indonesia. Persetujuan dan izin tersebut membuka ruang bagi inovasi produk kripto yang tetap berada dalam koridor regulasi dan perlindungan konsumen. "Nanovest akan selalu berkomitmen untuk menghadirkan layanan staking yang aman, bertanggung jawab, dan relevan dengan kebutuhan investor Indonesia," ujarnya. Ke depan, Nanovest berencana untuk memperluas layanan staking tidak hanya terbatas pada Ethereum. Perusahaan tengah mempersiapkan pengembangan staking untuk aset kripto lain berbasis Proof of Stake, seperti Solana (SOL) dan blockchain lainnya, seiring dengan perkembangan regulasi dan ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pilihan produk investasi aset digital yang teregulasi serta mendorong pertumbuhan ekosistem kripto nasional secara berkelanjutan.

XRP dan ETH Raih Untung di Tengah Melemahnya Bitcoin, Sinyal Altseason? Nasional
Nasional
Jumat, 25 Juli 2025 | 09:15 WIB

XRP dan ETH Raih Untung di Tengah Melemahnya Bitcoin, Sinyal Altseason?

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto tunjukkan pergeseran signifikan seiring turunnya dominasi Bitcoin atau BTC, dan menguatnya performa sejumlah altcoin besar. Tren ini picu optimisme di kalangan investor bahwa altseason telah dimulai, membuka peluang baru untuk mencari keuntungan di luar aset kripto utama. Dominasi pasar BTC saat ini merosot ke kisaran 60 persen level terendah sejak Maret 2025,.etelah sebelumnya sempat bertahan di atas 66 persen. Kondisi ini dibarengi dengan penguatan sejumlah altcoin seperti Ethereum atau ETH, XRP, Solana atau SOL, hingga Binance Coin atau BNB, yang mulai tunjukkan pergerakan positif secara teknikal maupun fundamental. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menilai konsolidasi harga Bitcoin setelah mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Juli adalah sinyal penting menuju fase altseason. “Altseason bukan hanya tentang naiknya altcoin secara acak, tapi terjadi ketika dominasi Bitcoin menurun seiring investor mulai melakukan diversifikasi. Saat ini, kita melihat rotasi modal dari BTC ke altcoin seperti ETH, SOL, dan BNB yang memiliki fundamental kuat. Ini momentum penting untuk memanfaatkan potensi profit dari aset di luar BTC,” ujar Fyqieh. Menurutnya, sejak awal tahun 2025, pasar kripto telah mencatatkan reli signifikan. Bitcoin sempat mencetak rekor di atas US$123.000, sementara kapitalisasi pasar kripto global mendekati US$4 triliun. Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari inflasi yang terkendali, likuiditas tinggi akibat lonjakan pasokan uang M2 AS, serta pengesahan RUU Genius Act yang memperkuat regulasi stablecoin di Amerika Serikat.

Harga ETH Menukik ke $1.800, Apakah Ini Saat Tepat Buy the Dip? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 17 Maret 2025 | 07:00 WIB

Harga ETH Menukik ke $1.800, Apakah Ini Saat Tepat Buy the Dip?

Jakarta, katakabar.com - Ethereum atau ETH baru saja mengalami penurunan drastis, turun dari level US$2.500 ke US$1.800, mencatat harga terendahnya sejak November 2023 lalu. Bagi investor, ini tentu jadi pukulan berat. Tapi pertanyaannya, apakah ini sinyal bahaya atau justru peluang besar untuk masuk sebelum harga naik kembali? Ether (ETH) mengalami penurunan tajam, merosot dari US$2.500 ke US$1.800, menandai level terendahnya sejak November 2023 di tengah tekanan pasar yang semakin besar. Pada 14 Maret 2025, harga ETH/USDT di market Bittime tercatat di level $1,894.93. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar +1.38 persen dalam sehari, tapi telah turun 52.24 persen dalam setahun terakhir. Secara keseluruhan, kurs ETH saat ini telah merosot -61.21 persen dari all-time high (ATH) di $4,891.70, yang dicapai pada 16 November 2021. Saat ini, Ethereum menghadapi tekanan besar dari berbagai sisi. Selain faktor pasar yang kurang kondusif, ETH harus bersaing dengan proyek blockchain lain, seperti Solana, Berachain, dan Hyperliquid, yang mulai menarik lebih banyak investor dan likuiditas. Tapi, bukan berarti harapan bagi ETH sudah habis. Ada beberapa faktor penting yang bisa menjadi katalis bagi kebangkitan kurs ETH menuju level $2,500.

Whale Ethereum Mundur Perlahan, Apakah Sinyal Penurunan Harga ETH? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 27 Oktober 2024 | 11:12 WIB

Whale Ethereum Mundur Perlahan, Apakah Sinyal Penurunan Harga ETH?

Jakarta, katakabar.com - Harga Ethereum (ETH) saat ini di posisi fase netral, dengan harga yang cenderung stabil tanpa fluktuasi tajam sehingga kondisi pasar Ethereum saat ini cenderung tidak pasti. Selain itu, jumlah whale Ethereum tampak mengalami penurunan. Apakah ini sinyal penurunan harga ETH? Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!

ETH Gas Fee Turun, Apakah Ini Peluang Besar untuk Investor Kripto? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 15 September 2024 | 18:52 WIB

ETH Gas Fee Turun, Apakah Ini Peluang Besar untuk Investor Kripto?

Jakarta, katakabar.com - Biaya gas Ethereum (ETH gas fee), yang sempat menjadi momok bagi pengguna, kini telah turun drastis ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan ETH gas fee rata-rata bahkan sempat berada di bawah 1 gwei, sebuah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan rekor tertinggi beberapa waktu lalu.

Harga ETH Diprediksi Bakal Segera Meroket, Ini Analisis Terbarunya! Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 18 Juli 2024 | 19:57 WIB

Harga ETH Diprediksi Bakal Segera Meroket, Ini Analisis Terbarunya!

Jakarta, katakabar.com - Komisi Sekuritas dan Bursa atau SEC AS mungkin segera memberikan lampu hijau untuk ETF spot Ethereum. Jika ini terjadi, para investor bisa melihat harga ETH melesat melewati batas $3,200 dalam waktu dekat. Apa yang sebenarnya membuat persetujuan ETF ini begitu penting, dan bagaimana dampaknya terhadap harga ETH?

Market Optimis Prediksi Harga ETH Tembus USD $10.000 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 24 Mei 2024 | 19:01 WIB

Market Optimis Prediksi Harga ETH Tembus USD $10.000

Jakarta, katakabar.com - Persetujuan dana perdagangan pada ETF Ethereum Spot di Amerika Serikat oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menghasilkan lonjakan signifikan harga berbagai aset kripto, terutama harga Ethereum (ETH) yang diprediksi akan mencapai level $10.000 atau sekitar Rp150 juta per koin. “Pertumbuhan harga dan fundamental Ethereum secara psikologis mulai terlihat saat wacana Ethereum Spot ETF naik pada bulan Oktober 2023, harga ETH naik sebesar 20 persen, enam bulan kemudian naik lagi dengan total mencapai 201 perzen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2023.” ujar M Yusuf Musa, Head of Strategy Nanovest. ETF suatu channel yang efektif untuk sebuah aset menjadi lebih likuid, kata Yusuf, hal ini Ethereum (ETH) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar nomor 2 terbesar setelah Bitcoin (BTC) mulai mendapatkan tempat di hati investor besar. “Dengan masuknya capital in-flow dari investor besar ke ETH berpengaruh kepada ekosistem aset kripto berada pada jaringan Blockchain Ethereum. Aset kripto Layer-1 seperti MATIC, BNB, dan SOL berpotensi ikut naik seiring dengan disahkannya Ethereum Spot ETF," jelasnya. ETF memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam Ethereum tanpa harus langsung membeli dan menyimpan aset digital, yang sering kali dianggap lebih aman dan menarik bagi investor tradisional. Ini bisa meningkatkan permintaan Ethereum secara signifikan, yang pada gilirannya mendorong harga naik. ETF Ethereum berpotensi mendorong adopsi lebih luas dan integrasikan aset kripto ke dalam lanskap keuangan tradisional. Jadi, mempermudah akses investasi dan meningkatkan keamanan bagi para investor. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, sebelumnya telah meningkatkan peluang persetujuan untuk proposal ini menjadi 75 persen, naik dari 25 persen. Tapi, peningkatan kemungkinan ini hanya berlaku untuk formulir 19b-4 (perubahan aturan bursa) dan S-1 (pernyataan pendaftaran). Saat ini SEC sedang meninjau aplikasi dari bursa saham yang ingin mendaftarkan ETF yang akan diperdagangkan bursa utama seperti NYSE dan Nasdaq. Dengan perspektif jangka panjang, investasi dalam Ethereum melalui ETF bisa menjadi langkah strategis yang menguntungkan, memberikan akses lebih luas kepada investor dan meningkatkan likuiditas pasar kripto secara keseluruhan. Kamu dapat melihat harga Ethereum hari ini melalui Nanovest, aplikasi investasi dengan koin kripto terlengkap yang bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk para investor di indonesia. Pengguna dapat mengakses lebih dari 600 koin kripto yang rare atau sulit didapatkan karena Nanovest berkomitmen untuk selalu melakukan listing setiap minggunya. Memiliki tampilan yang sangat simple & mudah untuk digunakan, Nanovest utamakan kenyamanan untuk para investor pemula. Tidak hanya itu, cukup dengan biaya yang kecil para pengguna bisa membeli berbagai jenis aset digital mulai dari 5000 rupiah saja tanpa harus dikenakan biaya transaksi. Bagi para investor yang ingin memulai investasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari resiko cybercrime. Dan Nanovest telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | cindy.yunefi@nanovest.io