Freelancer Semakin Dicari, Sribu Catat Lonjakan 76,4 Persen di Tengah Gelombang Efisiensi Bisnis
Jakarta, katakabar.com - Di tengah gelombang efisiensi yang dihadapi banyak bisnis di Indonesia, Sribu, platform freelancer, justru mencatat lonjakan transaksi 76,4 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan periode yang yang tahun sebelumnya, menandai pergeseran besar cara perusahaan mengelola tenaga kerja digital. Pertumbuhan ini didorong dari peningkatan permintaan tenaga kerja lepas digital dari kalangan usaha yang tengah melakukan efisiensi biaya operasional. Menurut data internal Sribu, sektor UMKM dan perusahaan menengah menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan transaksi tersebut. “Kenaikan di tahun ini menunjukkan kolaborasi dengan freelancer terkurasi bukan sekadar tren sementara. Sribu bantu bisnis untuk tumbuh tanpa risiko, sekaligus membuka peluang kerja berkelanjutan bagi talenta digital lokal,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO Sribudalam keterangan resmi, di pekan keempat Oktober 2025 lalu. Kata Ryan, kolaborasi dengan freelancer kini bukan hanya solusi alternatif, tetapi strategi utama untuk menjaga produktivitas di tengah tekanan biaya. Tren efisiensi ini sejalan dengan hasil Microsoft Work Trend Index 2025, yang mencatat bahwa 59 persen pemimpin bisnis di Indonesia telah menggunakan agen digital atau tenaga lepas untuk mengotomatisasi alur kerja. Selain itu, EY Global EHS Maturity Study 2025 melaporkan 94 persen organisasi yang berinvestasi dalam transformasi efisien mengalami peningkatan produktivitas operasional. Sepanjang tahun 2025, Sribu fokus memperkuat ekosistem freelancer melalui peluncuran Sribu Academy, platform peningkatan kompetensi yang dilengkapi fitur skill test untuk memastikan kualitas talenta. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan klien terhadap hasil kerja yang konsisten dan profesional. Dari sisi pemasaran, kampanye #SribuinAja turut berkontribusi terhadap peningkatan awareness dan perluasan pasar Sribu. Kampanye ini mendorong lebih banyak bisnis untuk memanfaatkan jasa freelancer lokal dalam berbagai kebutuhan desain, branding, dan strategi digital. “Kami lihat perubahan besar di lapangan. Dulu bisnis takut pakai freelancer. Sekarang, mereka takut kalau tidak pakai freelancer karena bisa kalah cepat,” tambah Ryan. Secara global, laporan Fiverr Global Freelance Report 2025 mencatat bahwa pasar tenaga lepas dunia telah menembus US$1,5 triliun, dengan kawasan Asia Tenggara mencatat laju pertumbuhan tercepat. Di Indonesia sendiri, kolaborasi antara bisnis dan freelancer menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif dan digital nasional.