Gubernur

Sorotan terbaru dari Tag # Gubernur

Gubernur Lampung Apresiasi Kontribusi KAI Dukung Pembangunan Daerah Lewat Program TJSL Nasional
Nasional
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:39 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Kontribusi KAI Dukung Pembangunan Daerah Lewat Program TJSL

Lampung, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang atas partisipasi dan kontribusi nyata dukung pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Piagam Penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang. Penghargaan ini diberikan atas peran aktif KAI Divre IV Tanjungkarang dukung pembangunan Provinsi Lampung, khususnya melalui program TJSL di bidang pendidikan, yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada piagam penghargaan tersebut disampaikan bahwa kontribusi KAI Divre IV Tanjungkarang melalui program CSR/TJSL tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, tetapi sejalan dengan upaya mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan melalui berbagai program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. KAI berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di wilayah Provinsi Lampung. Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Cilegon, katakabar.com – Krakatau Steel Group tegaskan komitmen percepat transisi menuju industri hijau melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut, PT Krakatau Jasa Industri (PT KJI) menggandeng Environment Social Network Foundation (ESWKA) untuk mengelola limbah secara terukur pada perhelatan Steel Run 2025 dan puncak perayaan HUT Krakatau Steel Group ke 55 yang lalu. Dan direncanakan program aktifasi korporasi selanjutnya dapat melakukan hal yang sama dalam pengelolaan sampah. Langkah ini bagian dari strategi besar korporasi dalam mendukung target net zero emission dan edukasi lingkungan bagi masyarakat industri di Cilegon. Pengelolaan sampah pada acara besar tersebut bukan sekadar pembersihan area, melainkan upaya pendataan dan pemilahan dari hulu untuk memastikan sirkulasi ekonomi berjalan dengan baik. Data dan Hasil Pengelolaan Sampah Selama penyelenggaraan acara, tim kolaborasi berhasil mengumpulkan dan memilah total 441,8 kilogram sampah dari dua titik utama: garis finish Steel Run dan lokasi utama HUT Krakatau Steel. Sebanyak 15 personel kebersihan dari PT KJI diterjunkan secara khusus untuk memastikan setiap sampah yang dihasilkan pengunjung segera dipilah di waste station yang telah disediakan. Komitmen Manajemen dan Dampak Sosial Ario Maryanto, Plt. Direktur Utama PT Krakatau Jasa Industri, menyatakan pendataan ini penting agar dampak terhadap lingkungan dapat diukur secara akurat. "Upaya pendataan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Ario. Hilirisasi sampah tersebut dialokasikan ke dua jalur utama: 1. 40 persen Sampah Terkelola: Didonasikan ke Bank Sampah Kecamatan Ciwandan untuk diproses kembali secara ekonomi. 2. 60 persen Residu: Dikirim ke TPA Bagendung untuk dikelola lebih lanjut, di mana sebagian besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pemulung setempat sebagai sumber mata pencaharian. Krakatau Jasa Industri yang merupakan bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utamanya terus berupaya menjadi penyedia jasa Industri kebanggaan masyarakat Cilegon. Berbagai langkah strategis dalam committed to transform dilakukan Perseroan, untuk menghadirkan layanan jasa dan barang yang sesuai dengan kebutuhan seluruh klien dan mitra kerja. Harapannya PT KJI bisa meraih cita-cita untuk kian memberdayakan masyarakat lokal dan menjadi bagian dari lokomotif kebangkitan ekonomi di Kota Cilegon. Saat ini Dr. Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association). Program ini diharapkan menjadi salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di mana hal ini bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan' Sawit
Sawit
Senin, 27 Oktober 2025 | 16:34 WIB

Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan'

Palembang, katakabar.com - Bupati Musi Banyuasin (Muba), H M Toha Tohet SH menyampaikan komitmen serius wujudkan kemandirian pangan berkelanjutan di Sumatera Selatan. "Kita komitmen wujudkan 'Muba Mandiri Pangan' berkelanjutan di Sumatera Selatan," tegas Toha saat mengikuti Dialog Interaktif bertema “Inovasi & Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan” yang digelar Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post di Hotel Novotel Palembang, Jumat (24/10) lalu. Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, yang pimpin kegiatan diikuti para bupati dan wali kota se Sumatera Selatan. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan strategi untuk memperkuat gerakan 'Sumatera Selatan Mandiri Pangan'. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel atas penyelenggaraan forum yang memfasilitasi kepala daerah dalam berbagi inovasi pembangunan. Ia mengatakan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. “Sumsel memiliki hamparan sawah dan perkebunan yang luas, termasuk kelapa sawit dan karet. Kabupaten Banyuasin dan OKI menjadi wilayah dengan sawah terluas, sementara Muba merupakan daerah yang sangat potensial, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi energi dan perikanan,” ulasnya, dilansir dari laman MC Sumsel, Senin (27/10). Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Musi Banyuasin yang berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit pada peringatan HUT ke 69 tahun ini. “Muba telah mencatat sejarah baru dalam pengentasan kemiskinan, berkat kerja sama dan inovasi di berbagai sektor,” ucapnya. Sementara, Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog yang dinilai sangat strategis dan relevan dengan arah pembangunan daerah. “Tema Inovasi dan Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan sejalan dengan visi pembangunan di Musi Banyuasin. Kami berkomitmen menjadi lumbung pangan regional untuk mendukung gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur,” tutur Toha. Menurutnya, kemandirian pangan di Muba tidak berhenti pada swasembada semata, tetapi menyangkut upaya membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa dan sistem pertanian terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Muba menargetkan tercapainya swasembada pangan secara mandiri pada tahun 2025, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti padi dan jagung. Selain sektor pangan, Muba memiliki potensi besar di bidang perkebunan dan energi. Saat ini, terdapat sekitar 300 ribu hektare perkebunan kelapa sawit dan 200 ribu hektare perkebunan karet, yang terdiri dari kebun perusahaan dan milik masyarakat. Untuk memperkuat produktivitas, pemerintah daerah memberikan bantuan bibit unggul sawit, karet, dan pinang, serta potongan biaya sewa alat berat bagi petani yang membuka lahan baru. “Langkah-langkah ini bentuk dukungan nyata pemerintah kepada petani agar dapat meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan,” terangnya. Selain sektor pertanian, Musi Banyuasin dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam terbesar di tingkat nasional. Kekayaan alam berupa minyak, gas, dan batu bara menjadikan Muba sebagai daerah dengan kontribusi penting bagi ekonomi Sumatera Selatan maupun Nasional. Dialog interaktif diikuti para kepala daerah penghasil pangan, dan perkebunan di Sumatera Selatan. Masing-masing kepala daerah memaparkan potensi wilayah serta strategi lokal dalam memperkuat ketahanan pangan provinsi.

M Nasir Siap Bertarung di Pilgubri, Dukungan Pusat Sudah di Tangan Politik
Politik
Kamis, 28 Maret 2024 | 22:05 WIB

M Nasir Siap Bertarung di Pilgubri, Dukungan Pusat Sudah di Tangan

Saat menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Terpilih Prabowo Gibran dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Seluruh Provinsi di Indonesia, Senin (25/3) lalu dirinya mendapatkan dorongan untuk memimpin Provinsi Riau pada periode mendatang.

Buka Rakernis, Gubernur Kaltim Cerita Andil Sawit Pada Ekononi Berkelanjutan Nasional
Nasional
Kamis, 28 September 2023 | 18:59 WIB

Buka Rakernis, Gubernur Kaltim Cerita Andil Sawit Pada Ekononi Berkelanjutan

Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimatan Timur gelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pembangunan Perkebunam tahun 2023, di Hotel Bumi Senyiur, pada Rabu (27/9) malam kemarin. Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor yang buka kegiatan. Temanya, "Peningkatan Tata Kelola Perkebunan dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah dan Nasional Yang Berkelanjutan”. "Di era yang semakin kompleks dan penuh tantangan ini, perkebunan punya peran sangat penting mengatasi berbagai masalah, termasuk ketahanan pangan, pengurangan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan," kata Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor, dilansir dari laman website resmi Pemprov Kalimantan Timur, pada Kamis (28/9). Masalah perkebunan baru, sebutnya, kita yang paham dan kita yang tahu persoalan perkebunan. Wajar bila orang luar tidak banyak tahu mengenai pengembangan perkebunan di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur. Produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia mencapai 55 juta ton per tahun. Sebesar 20 juta ton digunakan untuk keperluan dalam negeri sebagai bahan baku minyak goreng dan biodiesel, dan sisanya diekspor. "Dari 35 juta ton ekspor itu, cuma 8 persen yang diekspor ke Eropa," ulasnya. Dijelaskan Isran, kelapa sawit dapat bertahan hidup selama 25 tahun hingga 30 tahun. Selama itu pula, sawit tetap menjadi pohon, meski homogen. "Sebagai penghasil CPO terbesar di dunia mesti lebih unggul dari negara lain," kata Isran. Ia mencatat, di Kalimantan ini ada 7 juta lebih tanaman kelapa sawit, meliputi Kalimantan Barat 2,5 juta ton, Kalimantan Tengah 2,5 juta ton, Kalimantan Timur 1,8 juta ton dan Kalimantan Selatan 500 ribu ton, semua ini mesti diamankan. "Kelapa sawit itu tidak merusak hutan, melainkan membangun hutan dan bisa menyerap karbondioksida, tegasnya. Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir menimpali, kegiatan ini bertujuan mendukung tata kelola perizinan dan pelaksanaan perkebunan di Kalimantan Timur serta memperkuat pola kemitraan antara sawit besar dan petani serta swadaya yang ada di Kalimantan Timur. "Acara ini Mesti mengoptimalkan pengembangan komoditas lainnya serta mendorong percepatan sertifikat ISPO," harapnya. Rapat ini tuturnya, bakal meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam sektor perkebunan tapi layak ekonomi, sosial budaya dan ramah lingkungan serta memeiliki daya saing nasioanal dan internasional, imbuhnya. Rangkaian acara dilanjutkan penyerahan penyerahan sertifikat PUP, penyerahan SK Menteri Pertanian, penyerahan izin usaha produksi benih, penyerahan Sertifikat Ijin Edar Biofungisida, Bio Tribo P Produksi kepada UPTD P2TP. Tidak hanya itu, dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan kepada kabupaten yang sudah menerbitkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan penyerahan Piagam Penghargaan Kepada PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC). Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, Ketua GAPKI Kaltim, Perangkat Daerah, Disbun Kabupaten dan Kota, Pimpinan Perusahaan serta Pemilik Perkebunan, turut hadir.

Sorot Deforestasi, Gubernur Kaltim; Negara Maju Jangan Asal Teriak Lantang Nasional
Nasional
Jumat, 08 September 2023 | 22:06 WIB

Sorot Deforestasi, Gubernur Kaltim; Negara Maju Jangan Asal Teriak Lantang

Balikpapan, katakabar.com - Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor menegaskan persoalan hutan dan lingkungan tanggung jawab bersama, termasuk negara-negara maju di dunia. Itu dilontarkanya saat membuka Workshop Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon dan Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Berbasis Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur. "Jangan kita disuruh menjaga hutan, tapi mereka yang justru merusak hutan duluan," kata Isran Noor lewat keterangan resmi dilansir dari laman elaeis.co, Jumat (8/9) Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ini menjabarkan, selama ini negara-negara maju membangun industri besar dengan merusak hutan atau deforestasi dan menghasilkan emisi sangat besar. "Sekarang, mereka menuntut negara-negara pemilik hutan seperti Indonesia konsisten menjaga hutan dengan berbagai kampanye. Tap, mereka sendiri enggan membantu upaya penyelamatan hutan dan berkontribusi atas upaya-upaya tersebut," ujarnya. Lebih dari itu, negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa masih menyerang Indonesia. Salah satu dalam bentuk larangan ekspor minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya ke Eropa lantaran dinilai perkebunan sawit di Indonesia tidak ramah lingkungan. Padahal terangnya, mereka duluan yang merusak hutan. Mereka hanya menanam bunga matahari yang enam bulan harus dipanen dan rata lagi jadi tanah. Coba, lebih ramah lingkungan mana dengan perkebunan sawit? Kelapa sawit adalah pohon yang umurnya bisa mencapai 30 tahun. Selama itu pula kelapa sawit menahan panas saat terik, dan menyimpan air saat hujan. "Sawit kita banyak menghasilkan oksigen untuk dunia. Sawit di Kalimantan Timur khususnya, bukan ditanam di hutan. Tapi, areal bukan hutan. Namanya, areal penggunaan lainnya atau APL, bukan lahan gambut," imbuhnya. Jadi saya tegaskan lagi, ini bukan soal lingkungan tapi persaingan. Persaingan minyak dari bunga matahari dengan sawit Khusus perkebunan sawit di Kalimantan Timur, pengusaha dan masyarakat sangat konsisten menjaga areal konservasi tinggi dengan beragam hayati dan habitat di dalamnya. "Dari lebih dari 10 tahun lalu Kalimantan Timur sudah komitmen menjaga hutan dan lingkungan. Menjadikan isu lingkungan dalam RPJMD 2018-2013 dan menggaungkan Program Kaltim Hijau atau Kaltim Green," ucapnya. Kalimantan Timur membuat berbagai regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan gubernur untuk mitigasi perubahan iklim dan perkebunan berkelanjutan. Semua itu dilakukan melibatkan berbagai komponen daerah, masyarakat, pemerintah dan NGO serta LSM. "Faktanya, upaya penurunan emisi karbon kita sudah dibayar oleh World Bank sebesar USD 20,9 juta dari total USD 110 juta melalui program FCPF Carbon Fund. Kita berhasil menurunkan 32 juta ton CO2eq dari target 22 juta ton. Masih ada kelebihan 10 juta ton," bebernya. Nah, dana karbon untuk Kalimantan Timue secara keseluruhan mencapai Rp1,3 triliun. Saat ini dana kompensasi karbon itu telah disalurkan ke kabupaten dan kota di mana masyarakat penerima manfaat secara konsisten telah menjaga hutan di sekitar mereka, sebutnya.

Turunkan Emisi di Permukaan Bumi, Gubernur Kaltim: Sawit Hasilkan Oksigen Nasional
Nasional
Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:21 WIB

Turunkan Emisi di Permukaan Bumi, Gubernur Kaltim: Sawit Hasilkan Oksigen

Kalimantan Timur, katakabar.com - Semua tanaman yang hijau mengandung klorofil, dan matahari berperan memproses fisiologi tanaman, pasti bakal menghasilkan, termasuk kelapa sawit. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menjelaskan, daerahnya telah berjasa besar dalam penurunan pengurangan emisi di permukaan dunia. Indonesia berbasis lahan peringkat ketiga memiliki lahan teluas di dunia setelah Brazil dan Kongo, rinciannya Brazil sekitar 5 juta kilometer persegi hutan tropis, Kongo kurang lebih 2 juta kilometer persegi hutan hujan tropis, dan Indonesia sekitar 1.8 juta kilometer persegi. Jika lahan terbakar tumbuh lagi, tidak ada satu wilayah atau sejengkal pun di Indonesia, saat lahan terbakar tidak dapat tumbuh lagi. "Tanaman-tanaman itu penghasil oksigen. Sepanjang tahun, tumbuhan itu hidup dan sepanjang tahun memproduksi," kata Isran dilansir dari laman elaeis.co ari saat membuka Seminar Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peluang Perdagangan Karbon di Indonesia digelar dari 14 hingga 15 Agustus 2023 di salah satu hotel, di Kota Balikpapan. Ditegaskannya, semua tanaman yang hijau mengandung klorofil, matahari berperan memproses fisiologi tanaman, pasti menghasilkan. "Termasuk sawit, cuma sawit ini homogen (monokultur) sifatnya yang tidak disukai Eropa, sebab katanya merusak hutan. Itu awal-awalnya,” ulasnya. Memang ujar Orang Nomor Satu di Kalimantan Timur ini, ada kesalahan pandangan. Pengelolaan kebun kelapa sawit dilakukan di kawasan areal penggunaan lainnya atau APL. Tapi, seringkali salah diterjemahkan kawasan APL disebut hutan, padahal tidak. Tanaman sawit, daunnya mengandung klorofil sehingga menghasilkan oksigen. Sekarang ini cara pengelolaan kawasan peralihan pengelolaan sawit. Kalau buka lahan segera tanam dengan penutup lahan yang cepat tumbuh. Tujuannya agar jangan sampai terjadi penguapan saat matahari sinari tanah, salah satu tanaman penutup lahan contohnya kurkuma. "Kelapa Sawit umur 30 tahun, dibandingkan dengan bunga matahari, setiap 6 bulan atau 7 bulan panen. Di mana panennya membabat habis permukaan tanah. Akibatnya, tanah setiap tahun terbuka. Ini bukan persoalan merusak hutan, ini persoalan persaingan saja," jelasnya. Menurutnya, minyak nabati bersumber dari kelapa sawit 10 kali lipat lebih banyak dibanding bunga matahari. Sebanyak 60 persen produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ada di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur. Sedang 20 persen CPO untuk bahan baku produk dalam negeri termasuk minyak goreng dan biodiesel. "Total 35 juta diekspor ke Eropa, dan sekitar 8 persen dari 35 juta, sebanyak 200 hingga 250 ribu ton digunakan untuk keperluan bahan baku produksi dalam negeri. Begitu realitas yang saya tahu," sebutnya.

Bupati Bengkalis: Siap Dukung dan Kolaborasi di Berbagai Sektor Riau
Riau
Senin, 10 Juli 2023 | 14:50 WIB

Bupati Bengkalis: Siap Dukung dan Kolaborasi di Berbagai Sektor

Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kabupaten Bengkalis, Kasmarni diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdab) Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur dengan Bupati dam Walikota serta Camat se Provinsi Riau, di salah satu hotel di Pekanbaru, pada Senin (10/7). Rakor itu tujuannya untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebagai upaya memajukan daerah, dan meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Sejumlah isu strategis, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan peningkatan ekonomi daerah, serta langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk meningkatkan pelayanan publik, efisiensi birokrasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis. Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar menekankan semua pihak mesti selalu bersinergi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Arahan ini sesuai dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo dengan tugas dan fungsi dalam mensejahterakan masyarakat di Provinsi Riau, sehingga kemiskinan ekstrem dapat dituntaskan pada tahun depan," ujarnya. Sesaat lagi kata Gunernur Riau, kita bakal menghadapi Pemilu tinggal beberapa waktu lagi. Untuk itu, diharapkan kondisi daerah kondusif, aman dan damai. "Kami mohon kepada seluruh stakeholder menghindari berbagai kepentingan politik, dan semua harus dipelihara agar Pemilu berjalan damai dan lancar, ke depan," seru Syamsuar. Plt Sekdakab Bengkalis, dr. Ersan Saputra menimpali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis siap mendukung dalam hal berkoordinasi dan berkolaborasi diberbagai sektor dalam pembangunan pelayanan publik di masa kepemimpinan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wabup Bengkalis, Bagus Santoso. "Kita berharap melalui kerja sama ini dapat diimplementasikan dengan baik sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah Maju dan Sejahtera dapat terwujud ke depan," sebutnya. (Inf)