Harga CPO
Sorotan terbaru dari Tag # Harga CPO
Pelaku Pasar Sumringah Harga CPO KPBN Mulai Membaik
Jakarta, katakabar.com - Para pelaku pasar sedikit sumringah setelah melihat mulai pulihnya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada perdagangan periode Selasa (23/4) sore. Wajar mereka sumringah lantaran sebelumnya hanya hitungan hari harga CPO anjlok begitu dalam, terutama mulai dua hari setelah libur nasional, hari raya Idul Fitri 1445 hijiriah tahun 2024 masehi. Dari tender yang digelar PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), terungkap harga CPO mengalami kebangkitan yang cukup signifikan. Misalnya, di Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau, serta Pelabuhan Talang Duku di Provinsi Jambi. Bila dihitung, seperti keterangan yang peroleh, harga CPO untuk Pelabuhan Belawan naik lebih Rp180 berdasarkan selisih harga hari ini dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dari perhitungan yang ada, harga CPO di Pelabuhan Dumai naik sebanyak Rp220 dari selisih harga penawaran tertinggi. Ini mudah-mudahan menjadi kabar baik bagi para petani sawit yang sepertinya sudah tidak sabar menunggu naiknya harga Tandan Buah Segar (TBS) ke depan. Berikut hasil tender harga CPO per kilogram di luar atau exclude PPN di PT KPBN periode Selasa (23/4), yakni: Belawan : Rp 12.363 - AGM, ACI (sebelumnya Rp 12.266-WD. Harga penawaran tertinggi Rp 12.182-Best, naik Rp 181 dari selisih harga penawaran tertinggi) SAN Belawan : Rp 12.363 - WD. Harga penawaran tertinggo Rp12.308-MM (sebelumnya tak ada kabar) Dumai : Rp 12.363-IBP (sebelumnya Rp 12.266-WD. Harga penawaran tertinggi Rp 12.140-KJA, naik Rp 220 dari selisih harga penawaran tertinggi) Talang Duku (fob) : Rp12.163-WD. Harga penawaran tertinggi Rp 12.050-Priscolin (sebelumnya Rp12.066-WD. Harga penawaran tertinggi Rp11.900-Priscolin, naik Rp 150 dari selisih penawaran tertinggi. Kembayan Sanggau (loco), Rp12.013-WD. Harga penawaran tertinggi Rp6.500 - DKSD, SDS, BTI, BBF (sebelumnya Rp11.916. Harga penawaran tertinggi Rp 6.500-BTI).
Menanjak Signifikan Harga CPO di Jambi Dibeli Rp11.004 Per Kilogram Hingga Awal 2024
Jambi, katakabar.com - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menanjak signifikan Rp150 per kilogram dari periode lalu Rp10.854 per kilogram jadi Rp11.004 per kilogram. Menanjaknga harga CPO itu diketahui dari penetapan tim perumus harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 29 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. “Tidak hanya CPO, tim telah sepakati harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit umur 10-20 tahun naik Rp32 per kilogram dari Rp2.417 jadi Rp2.459 per kilogram. Untuk inti sawit naik Rp228 per kilogram dari Rp5.210 jadi Rp5.438 per kilogram," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal di Jambi, kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (31/12). Harga TBS ini, kata Agusrizal, harga yang diperuntukkan bagi petani yang sudah jadi mitra dari perusahaan pengolahan sawit dimana Pemerintah Provinsi Jambi membentuk perpanjangan tangan lewat satgas harga TBS kelapa sawit yang ada di daerah. Berikut informasi selengkapnya harga TBS kelapa sawit di Jambi untuk TBS umur tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini sebesar Rp1.939 per kilogram, umur tanam empat tahun Rp2.052 per kilogram, umur tanam lima tahun Rp2.147 per kilogram, umur tanam enam tahun Rp2.238 per kilogram dan umur tanam tujuh tahun Rp2.295 per kilogram. Terus, untuk umur tanam delapan tahun senilai Rp2.342 per kilogram, umur tanam 9 tahun Rp2.389 per kilogram, umur tanam 10 hingga 20 tahun Rp2.459 per kilogram, umur tanam 21 hingga 24 tahun Rp2.382 per kilogram dan di atas umur tanam 25 tahun Rp2.268 per kilogram. Kesepakatan tim perumus saat rapat yang dihadiri para pengusaha, koperasi dan kelompok tani sawit yang berdasarkan peraturan menteri dan peraturan gubernur. Harga TBS kelap sawit bervariasi tergantung dengan umur masa tanam yang beragam. Harga ini berlaku untuk petani sawit yang telah bermitra dengan pabrik sawit. Demi menjaga kestabilan harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi, pihak pemerintah menyarankan kepada seluruh kabupaten agar membuat tim pemantau harga TBS kepala sawit di daerahnya masing-masing.
Harga CPO dan Kernel di Riau Naik Turun, Ini Daftarnya
Pekanbaru, katakabar.com - Harga penjualan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan kernel di Provinsi Riau pekan ini terpantau masih naik turun (fluktuatif). Lantaran ini pula yang membuat harga Tandan Buah Segar (TBS) yang ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengalami penurunan sedikit, khususnya TBS kelapa sawit petani plasma. Dari 21 perusahaan yang menjadi sumber data penetapan harga TBS kelap sawit plasma, tercatat 17 perusahaan yang melakukan penjualan CPO dan 7 perusahaan melakukan penjualan kernel. Untuk harga penjualan CPO 5 perusahaan mengalami kenaikan 12 perusahaan mengalami penurunan harga jual. Ini daftar harga jual CPO 17 perusahaan sumber data di Riau, yakni PTPN V Sei Buatan Rp10,753.60 (turun Rp78.07), PTPN V Sei Tapung Rp10,753.60 (turun Rp78.07), PT Buana Wiralestari Mas Rp10,625.00 (turun Rp200.00), PT Ramajaya Pramukti Rp10,625.00 (turun Rp200.00), PT. Meganusa Intisawit Rp10,322.00 (turun Rp200.00). Lalu, PT. Eka Dura Indonesia Rp10,700.00 (turun Rp211.00), PT. Kimia Tirta Utama Rp10,425.00 (turun Rp495.00), PT. Sari Lembah Subur Rp10,700.00 (turun Rp211.00), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS) Rp10,790.00 (naik Rp311.28), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD) Rp10,630.00 (naik Rp 325.00). Terus, PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS) Rp10,725.00 (naik Rp255.00), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD) Rp10,725.00 (naik Rp255.00), PT. Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN) Rp10,745.00 (naik Rp230.00), PT. Surya Agrolika Reksa Rp10,753.60 (turun Rp17.23), PT. Adimulia Agrolestari Rp10,703.60 (turun Rp88.40), PT. Adei Plantation & Industry Rp10,685.00 (turun Rp207.00), PT. Graha Permata Hijau Rp10,853.00 (turun Rp27.00) Ini daftar harga penjualan kernel di Riau, yakni PT. Buana Wiralestari Mas Rp5,119.00 (turun Rp 106,00), PT. Eka Dura Indonesia Rp5,383.00, PT. Kimia Tirta Utama Rp5,387.00, PT. Sari Lembah Subur Rp5,383.00 (turun Rp36.00), PT. Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN) Rp4,912.00 (turun Rp35.00), PT. Adimulia Agrolestari Rp5,370.00 (turun Rp536.00), dan PT. Graha Permata Hijau Rp5,386.00 (naik Rp3.00).
Harga Referensi CPO Turun Dekati Ambang Batas Paruh Agustus 2023, Ini Penyebabnya
Jakarta, katakabar.com - Harga referensi minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) turun mendekati ambang batas sebesar US$680 per ton di periode 16 hingga 31 Agustus 2023 nanti. Itu diketahui dari penetapan harga referensi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebesar US$820,35 per ton oleh pemerintah. Harga referensi CPO turun sebesar US$6,13 atau 0,74 persen dibandingkan periode dua pekan sebelumnya dari 1 hingga 15 Agustus 2023) sebesar US$826,48 per ton. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Budi Santoso menuturkan, pemerintah mengenakan bea keluar (BK) CPO sebesar US$33 per ton dan pungutan ekspor (PE) sebesar US$85 per ton untuk periode 16 hingga 31 Agustus 2023. Di mana nilai BK dan PE CPO tersebut masih sama dengan periode 1 hingga 15 Agustus 2023 lalu. "Harga referensi CPO saat ini turun telah mendekati ambang batas sebesar US$680 per ton," ujar Budi dilandir dari laman bisnis.com, pada Rabu (16/8). Budi membeberkan, penurunan harga referensi CPO di paruh pertama Agustus 2023 ini disebabkan sejumlah faktor, salah satunya adanya penurunan permintaan dari negara importir CPO utama di Eropa dan China. Tidak hanya itu, penurunan harga CPO dipicu proyeksi adanya peningkatan produksi minyak sawit di Malaysia, penguatan mata uang Ringgit Malaysia terhadap Dolar Amerika Serikat serta penurunan harga minyak mentah dunia. Diketahui, penetapan harga referensi CPO tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1494 Tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit periode 16 hingha 31 Agustus 2023 nanti. Untuk penetapan BK CPO merujuk pada kolom angka 4 lampiran huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023 sebesar US$33 per ton. Adapun penetapan PE CPO merujuk pada lampiran huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 jo. Nomor 154/PMK.05/2022 sebesar USD 85 per ton.
Pungutan Ekspor Tembus USD 35,46, Harga Referensi CPO Naik Periode Ini
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah menetapkan harga referensi produk minyak kelapa sawit (CPO) pada penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDPKS) populernya Pungutan Ekspor (PE) periode 1 hingga 15 Agustus 2023 sebesar USD 826,48/MT. Itu artinya, ada peningkatan sebesar USD 35,46 setara 4,48 persen dari harga referensi CPO periode 16 hingga 31 Juli 2023 lalu. Penetapan haga CPO tersebut sesuai Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1304 tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil (CPO) yang dikenakan Bea Keluar (BK) dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDPKS). “Harga referensi CPO terjadi peningkatan yang menjauhi ambang batas sebesar USD 680/MT. Ini merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku sekarang ini, pemerintah mengenakan bea keluar CPO sebesar USD 33/MT, dan Pungutan Ekspor CPO sebesar USD 85/MT untuk periode 1 hingga 15 Agustus 2023,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso dalam keterangan resminya dialnsir dari laman elaeis.co, pada Selasa (1/8). BK CPO periode 1 hingga 15 Agustus 2023 merujuk pada kolom angka 4 lampiran huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023 sebesar USD 33/MT. Sedang Pungutan Ekspor CPO periode 1 hingga 15 Agustus 2023 merujuk pada lampiran huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 103/PMK.05/2022 jo.154/PMK.05/2022 sebesar USD 85/MT. "Beberapa faktor mempengaruhi peningkatan harga referensi CPO, yakni peningkatan ekspor CPO terutama dari Malaysia yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi di Malaysia. Terus, faktor kenaikan harga minyak nabati lainnya, seperti minyak kedelai karena estimasi penurunan produksi di Amerika Serikat," jelasnya.
Harga Jual Minyak Mentah Melambung di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Harga penjualan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan kernel di Riau melambung pekan ini. Faktor ini bisa jadi pemicu naiknya harga pembelian Tandam Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja menuturkan, dari 21 perusahaan yang menjadi sumber data, 14 perusahaan melakukan penjualan CPO, rata-rata menjadi sumber data harga TBS kelapa sawit pekan ini mendaki level Rp246,39 per kilogram. "Dari 21 perusahaan sumber data, total 14 perusahaan yang menjual minyak mentah sebagi refrensi naik TBS kelapa sawit pekan ini," ujarnya. Ini daftar harga penjualan CPO di Riau, meliputi; 1. PTPN V Sei Buatan Rp10.940,20 atau naik Rp250,20 2. PTPN V Sei Tapung Rp10.940,20 atau naik Rp250,20 3. PT Buana Wiralestari Mas Rp10.952 atau naik Rp228 4. PT Ramajaya Pramukti Rp10.952 atau naik Rp228 5. PT Meganusa Intisawit Rp10.648 atau naik Rp226 6. PT Eka Dura Indonesia Rp 11.095 atau naik Rp 405 7. PT Kimia Tirta Utama Rp10.890 atau naik Rp265 8. PT Sari Lembah Subur Rp11.095 atau naik Rp340 9. PT Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS) Rp10.035 atau naik Rp310 10. PT Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD) Rp9.908 atau naik Rp283 11. PT Surya Agrolika Reksa Rp10.917 atau naik Rp227 12. PT Adimulia Agrolestari Rp10.890 atau naik Rp200 13. PT Adei Plantation & Industry Rp10.938 atau naik Rp248 14. PT Graha Permata Hijau Rp10.978 atau naik Rp260 Perusahaan yang tidak menjual CPO pekan ini adalah PT Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN), PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS), PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD), PT Meskom Agro Sarimas, PT Agro Sarimas Indonesia, PT Musim Mas Batang Kulim Palm Oil Mill dan PT Musim Mas Pangkalan Lesung Palm Oil Mill. Untuk harga jual kernel kata Defris, rata-rata tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp8,47 dari harga minggu lalu. Dari 21 perusahaan, tercatat hanya 7 perusahaan yang menjual kernel minggu ini. Ini daftarnya; 1. PT Buana Wiralestari Mas Rp4.733 2. PT Eka Dura Indonesia Rp5.045 atau naik Rp45 3. PT Kimia Tirta Utama Rp4.928 4. PT Sari Lembah Subur Rp5.045 atau naik Rp45 5.PT Surya Agrolika Reksa Rp4.918 6. PT Adimulia Agrolestari Rp4.835 7.PT Graha Permata Hijau Rp4.948 atau turun Rp30.
Di Aceh, Harga Kelapa Sawit Tak Sebanding Harga CPO
Aceh, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang ditetapkan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Provinsi Aceh naik Rp 150 hingga 180 per kilogram. Tapi kenaikan harga itu tak sebanding dengan harga hasil tender Crude Palm Oil (CPO). Sekretaris Apkasindo Aceh, Fadhli Ali menceritakan, kelapa sawit di lapangan saat ini rata-rata Rp1.800 hingga 1.900 per kilogram. Tapi harga tersebut mestinya di atas Rp2.000 per kilogram, sebab harga CPO beberapa pekan belakangan terus naik hingga Rp11.065 per kilogram. "Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ini masih timpang. Jika harga CPO tembus Rp11.065 per kilogram mestinya harga TBS kelapa sawit Rp2.200 per kilogram," jelasnya, pada Senin (10/7). Memang harga tersebut sudah sesuai asumsi rendemen sebesar 20 persen. Sayangnya belum ada PMKS yang membeli sesuai dengan harga CPO. "Kondisi ini bikin petani rada kecewa, sebab selalu menerima harga lebih rendah ketimbang provinsi lain," ujarnya. Dari data yang dihimpunnya, sebanyak 50 PMKS yang beroperasi di Aceh cuma 5 PKS yang membeli kelapa sawit kisaran Rp1.900 per kilogram. Paling tinggi di Aceh Singkil sebesar Rp1.950 per kilogram. "Bila disimpulkan, Aceh Timur paling rendah Rp1.770 per kilogram," terangnya.
Harga CPO Tetap Melesat 4 Persen Walau Dihantui Ramalan Buruk
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau melesat di sesi awal perdagangan awal pekan Senin (3/7) melanjutkan penguatan 2 hari beruntun dari perdagangan pada 28 Juni lalu. Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau melesat 4,33 persen ke posisi MYR 3.953 per ton pada pukul 10:25 WIB. Dengan ini harganya sudah melesat ke level 3.900 sekaligus menjadi level tertinggi dari 4 April 2023. Di perdagangan Jumat (30/6) harga CPO sudah ditutup menguat 0,91 persen ke posisi MYR 3.789 per ton. Dengan ini, pekan lalu harga CPO mampu ditutup melesat 4,67 persen, naik 18,37 persen, namun masih mengalami koreksi 9,22 persen secara tahunan. Naiknya harga CPO dibantu pungutan ekspor Indonesia yang lebih tinggi dan ringgit yang jatuh. Peklan lalu Ringgit mata uang perdagangan sawit, turun 0,09 persen terhadap dolar membuat komoditas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing. Namun, kenaikan dibatasi oleh ekspor yang buruk. Berdasarkan data cargo surveyor Intertek Testing Services, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk Juni turun 6,9 persen menjadi 1.085.920 ton dari 1.166.880 ton yang dikirim selama Mei. Sedang, menurut surveyor kargo lainnya, AmSpec Agri Malaysia mengatakan ekspor naik 0,6 persen. Tapi, kabar buruk menghampiri CPO setelah Fitch Ratings dalam sebuah catatan memperkirakan harga spot minyak sawit akan melemah lebih lanjut selama 12 bulan ke depan, setelah jatuh dengan cepat dari Mei 2023. "Harga kemungkinan ditekan oleh produksi minyak sawit mentah yang terus meningkat dan ekspektasi pasar jangka pendek yang kuat untuk pasokan minyak nabati yang bersaing," ujar Fitch, dilansir dari laman CNBC Indonesia. Kata Fitch, pihaknya menurunkan asumsi harga patokan 2023 menjadi $800 per metrik ton dari US$ 850 untuk mencerminkan penurunan harga yang lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua. Keputusan Kementerian Perdagangan pada pekan lalu menyebutkan, produsen utama Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) lebih tinggi pada US$ 747,23 per metrik ton untuk periode 1 hingga 15 Juli. Hal ini membuat produk minyak sawit Malaysia lebih kompetitif. Permintaan global untuk minyak sawit lemah dan dampak cuaca kering menjadi perhatian secara keseluruhan, kata Sandeep Singh direktur The Farm Trade, sebuah perusahaan konsultasi dan perdagangan yang berbasis di Kuala Lumpur. Dari sisi minyak saingannya, kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 naik 1,2 persen, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 juga naik 1,2 persen. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 2,1 persen. Minyak kelapa sawit dipengaruhi pergerakan harga minyak terkait, sebab mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global. Dari India, negara ini bisa jadi menerima curah hujan rata-rata di bulan Juli dan boleh jadi munculnya pola cuaca El Nino, kata seorang pejabat senior departemen cuaca, mendorong petani untuk mempercepat penanaman tanaman yang berjalan lambat karena hujan yang tidak merata di bulan Juni. Musim hujan, yang sangat penting bagi perekonomian India yang bernilai US$ 3 triliun, menghasilkan hampir 70 persen hujan yang dibutuhkan untuk mengairi pertaniannya dan mengisi kembali waduk dan akuifer. Ini membawa kelegaan dari gelombang panas musim panas yang paling parah. Sebagian besar negara menerima curah hujan yang baik pada bulan Juli, kata Mrutyunjay Mohapatra, direktur jenderal Departemen Meteorologi India (IMD), kepada wartawan. "Curah hujan Juli bisa 100-106 persen dari rata-rata periode panjang," jelasnya. Curah hujan bulan Juli sangat penting lantara menyumbang sebagian besar curah hujan selama empat bulan musim hujan yang panjang. IMD memperkirakan jumlah curah hujan rata-rata untuk seluruh musim empat bulan meskipun terbentuk pola cuaca El Nino. El Nino kuat ditandai dengan menghangatnya permukaan laut di Samudera Pasifik dapat menyebabkan kekeringan parah di Asia Tenggara, India, dan Australia. Diketahui, India bersama China merupakan konsumen minyak nabati terbesar di dunia, sehingga nilai impornya bisa mempengaruhi pergerakan harga CPO, serta lainnya.