KAI Imbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun Manfaatkan Face Recognition Boarding Gate Default
Default
Senin, 12 Januari 2026 | 18:10 WIB

KAI Imbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun Manfaatkan Face Recognition Boarding Gate

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau para pelanggan kereta api untuk mengantisipasi waktu keberangkatan dengan datang lebih awal ke stasiun, seiring kondisi cuaca hujan yang masih kerap terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, hujan deras kerap turun sejak pagi hari dan berlangsung hingga seharian, yang berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan menuju stasiun, terutama akibat kepadatan lalu lintas dan kondisi jalan yang licin. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KAI Daop 1 Jakarta secara aktif berkoordinasi dan bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar langkah antisipasi operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar. “Kerja sama dengan BMKG kami lakukan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala sehingga potensi dampak cuaca ekstrem dapat diantisipasi lebih dini, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada pelanggan,” kata Franoto. Menurutnya, meski cuaca hujan, hingga saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta masih berjalan normal sesuai jadwal. KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap jalur rel, sarana, dan prasarana untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan pelanggan tetap terjaga. Dalam kondisi hujan, KAI juga mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih cermat dan datang lebih awal guna menghindari keterlambatan. “Dengan perencanaan waktu yang baik, pelanggan dapat tiba di stasiun lebih tenang dan perjalanan menggunakan kereta api tetap berlangsung aman dan nyaman,” jelasnya. Untuk mengurai potensi kepadatan antrean, khususnya di area boarding gate, KAI Daop 1 Jakarta mendorong pelanggan untuk memanfaatkan layanan face recognition boarding gate. Teknologi ini memungkinkan proses boarding dilakukan dengan lebih cepat dan praktis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun identitas secara manual. “Penggunaan face recognition sangat kami sarankan, terutama saat kondisi hujan. Selain mempercepat proses boarding, layanan ini juga membantu mengurangi antrean sehingga pelanggan tidak perlu berlama-lama menunggu di area stasiun,” beber Franoto. Pendaftaran layanan face recognition dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI pada menu Akun dengan memilih Registrasi Face Recognition, atau secara langsung di stasiun. Pendaftaran cukup dilakukan satu kali dan dapat digunakan untuk perjalanan selanjutnya. Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan fasilitas pendukung seperti pengering payung di sejumlah stasiun untuk menjaga kenyamanan pelanggan, khususnya saat memasuki area ruang tunggu dan layanan penumpang. “KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas demi memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi pelanggan, meskipun di tengah kondisi cuaca hujan,” terangnya. KAI Daop 1 Jakarta mengharapkan kerja sama para pelanggan untuk mematuhi jadwal keberangkatan, memanfaatkan layanan digital, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan kereta api di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata

Semarang, katakabar.com - Beberapa wilayah Indonesia mengalami suhu dingin tak biasa pada akhir Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang serta kilat/petir di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Fenomena ini menjadi pertanda peralihan musim dari kemarau menuju penghujan. Menurut analisis BMKG, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation atau MJO, Mixed-Rossby Gravity Wave, dan Gelombang Kelvin turut memicu hujan meski kemarau masih berlangsung. Selain itu, suhu laut yang lebih hangat meningkatkan potensi hujan ekstrem hingga akhir tahun 2025. “Transisi musim kali ini berjalan cukup kompleks. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi muncul hingga beberapa bulan ke depan,” kata BMKG dalam Buletin Informasi Iklim Agustus 2025. Perubahan cuaca yang semakin dinamis ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim nyata adanya. Pola hujan tak menentu, suhu ekstrem, hingga potensi bencana hidrometeorologi kian sering terjadi. Kondisi ini menuntut tidak hanya kewaspadaan, tapi juga aksi nyata untuk menjaga keseimbangan alam. BMKG juga mencatat adanya curah hujan sangat lebat pasca Hari Kemerdekaan RI ke 80 pertengahan Agustus lalu, sebagai indikasi meningkatnya aktivitas konvektif atmosfer. Data ini menguatkan bahwa transisi musim kemarau ke hujan tahun ini berlangsung dengan pola yang lebih dinamis dibandingkan periode sebelumnya. Dampaknya terasa langsung pada masyarakat. Suhu dingin ekstrem di beberapa daerah menyebabkan perubahan aktivitas pertanian, sementara hujan deras meningkatkan risiko banjir bandang maupun tanah longsor. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan isu jauh di depan, tapi sudah terjadi, dan sentuh kehidupan sehari-hari. Pada konteks mitigasi, ekosistem sehat menjadi benteng alami menghadapi perubahan iklim. Hutan dan vegetasi berperan penting menyerap karbon, menjaga kualitas air tanah, dan menahan erosi. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana, tetapi cukup strategis dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem yang makin sering terjadi. Sejumlah inisiatif telah berkembang untuk mendukung langkah ini. Platform LindungiHutan, misalnya, menyediakan ruang kolaborasi melalui program CorporaTree untuk perusahaan yang menjalankan CSR berbasis penanaman pohon, CollaboraTree yang mengintegrasikan donasi pohon dengan penjualan produk atau jasa, serta Imbangi for B2B yang membantu bisnis menebus emisi melalui carbon offset.

LRT Jabodebek Ajak Pengguna Waspada dan Manfaatkan Fasilitas Pengering Payung di Stasiun Nasional
Nasional
Jumat, 23 Mei 2025 | 11:58 WIB

LRT Jabodebek Ajak Pengguna Waspada dan Manfaatkan Fasilitas Pengering Payung di Stasiun

Jakarta, katakabar.com - Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan masih terus berlangsung di pekan ini. Ini sesuai disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Menghadapi kondisi ini, LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada, menjaga keselamatan, dan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di area stasiun. Sebagai upaya menjaga kenyamanan pengguna di tengah cuaca hujan yang masih terjadi, LRT Jabodebek menyediakan fasilitas pengering payung di sejumlah stasiun. Fasilitas ini dapat digunakan untuk mengeringkan payung sebelum memasuki area stasiun atau kereta, guna mencegah lantai menjadi licin atau tergenang air. Saat ini, tersedia 34 pengering payung yang tersebar di 17 stasiun, yakni:

Outfit Bodypack Hadapi Cuaca Tak Terduga di Musim Hujan Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 02 Januari 2025 | 07:49 WIB

Outfit Bodypack Hadapi Cuaca Tak Terduga di Musim Hujan

Jakarta, katakabar.com - Musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang beraktivitas di luar ruangan. Cuaca yang tidak menentu, mulai dari gerimis ringan hingga hujan deras, bisa membuat kita kesulitan menjaga penampilan tetap stylish sambil memastikan tubuh tetap kering dan nyaman. Oleh karena itu, memilih outfit yang tepat menjadi sangat penting. Salah satu merek yang dikenal dengan kualitas dan fungsionalitas produknya adalah Bodypack. Artikel ini bahas beberapa produk unggulan dari Bodypack yang dirancang khusus untuk menghadapi cuaca tak terduga di musim hujan.

Tim Gabungan Terbantu Hujan Saat Padamkan Karhutla di Perkebunan Sawit Sawit
Sawit
Selasa, 01 Oktober 2024 | 09:37 WIB

Tim Gabungan Terbantu Hujan Saat Padamkan Karhutla di Perkebunan Sawit

Indralaya, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Indralaya bersama tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat setempat, melaksanakan operasi mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pulau Kabal, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berhasil memadamkan api yang melanda area perkebunan sawit seluas 4 hektar.