Implementasi

Sorotan terbaru dari Tag # Implementasi

Lintasarta Perkuat Solusi AI Terintegrasi Jawab Tantangan Implementasi Industri Tekno
Tekno
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:43 WIB

Lintasarta Perkuat Solusi AI Terintegrasi Jawab Tantangan Implementasi Industri

Jakarta, katakabar.com - Seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, banyak perusahaan menghadapi tantangan nyata guna integrasikan solusi AI ke dalam sistem operasional mereka. Kompleksitas integrasi, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga kebutuhan keamanan dan kedaulatan data menjadi tantangan utama dalam mempercepat adopsi teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berfokus pada kebutuhan industri, bukan sekedar penyedia platform. Tantangan Nyata Industri Banyak perusahaan telah memiliki strategi AI, tetapi pada saat implementasi sering menghadapi hambatan integrasi dengan sistem existing, integrasi dengan ekosistem AI, keterbatasan infrastruktur, serta proses procurement yang panjang sebelum solusi dapat digunakan secara operasional. “Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang sangat kuat. Namun agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, memastikan keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur. AI marketspace menjadi katalis dan memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien,” kata Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro. Menurutnya, model AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman, sehingga industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value. AI Marketspace Kendaraan Integrasi Solusi Basis 4C AI Marketspace dirancang sebagai kendaraan strategis untuk mengintegrasikan solusi digital dan AI secara lebih terstruktur dan terukur, mulai dari pemetaan tantangan hingga implementasi use case yang relevan. Pendekatan ini dibangun di atas fondasi 4C Lintasarta Connectivity untuk keandalan sistem, Cloud untuk skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk orkestrasi ekosistem sehingga solusi dapat diintegrasikan, diimplementasikan, dan dikembangkan secara lebih cepat, aman, dan terstandardisasi. Sebagai implementasinya, Lintasarta menghadirkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) sebagai kendaraan untuk mengorkestasri berbagai solusi digital dan AI seperti Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics. Melalui pendekatan ini, fokus utama tetap pada penyediaan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan bisnis industri melalui kapabilitas 4C Lintasarta. Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi kekuatan AI regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi, hingga talenta yang terus berkembang. Dengan pendekatan AI marketspace, Lintasarta menghadirkan fondasi strategis untuk mempercepat akselerasi AI nasional dan sebagai enabler dan ecosystem builder dalam perjalanan AI nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Berbagai informasi terbaru dan produk unggulan Lintasarta dapat diakses melalui Instagram @lintasarta.official, LinkedIn Lintasarta, serta situs resmi www.lintasarta.net.

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025 Nasional
Nasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:01 WIB

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025

Bali, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penguatan kualitas pelaporan keberlanjutan di seluruh entitas usaha. Komitmen tersebut kembali memperoleh pengakuan pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Memasuki tahun ke 21 penyelenggaraan, ASSRRAT 2025 diikuti oleh 82 perusahaan dan organisasi, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia, termasuk tiga entitas sektor publik, serta empat entitas dari Bangladesh dan Filipina. Penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada Jumat (28/11) di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menekankan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Ia menyoroti perkembangan berbagai kerangka dan regulasi internasional, seperti IFRS S1–S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy, yang mendorong perusahaan untuk menyajikan laporan keberlanjutan yang semakin terukur, dapat diperbandingkan, dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Sejalan dengan arah kebijakan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat tata kelola dan transparansi ESG, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), sebagai subholding dari Holding Perkebunan Nusantara berhasil meraih Silver Rank untuk Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2024. Capaian ini mencerminkan konsistensi holding dalam mendorong standardisasi pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada praktik terbaik dan standar global. Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menyampaikan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan perusahaan dalam mengimplementasikan agenda keberlanjutan yang selaras dengan kebijakan holding. “Alhamdulillah, pada ASSRRAT tahun buku 2024 PT Sinergi Gula Nusantara meraih Silver Rank. Penghargaan ini menjadi bukti Sustainability Report kami telah disusun sesuai standar GRI dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Capaian ini adalah hasil kerja seluruh insan SGN dalam memperkuat implementasi ESG, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan emisi, hingga pemberdayaan petani tebu. Kami bersyukur atas pencapaian ini, dan semoga tahun depan peringkat tersebut dapat kami tingkatkan melalui peningkatan kualitas data dan penguatan program keberlanjutan perusahaan,” imbuhnya. ASSRRAT 2025 juga menjadi ruang strategis bagi perusahaan-perusahaan di Asia untuk meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan melalui mekanisme penilaian komprehensif dan pemberian umpan balik dalam bentuk scorecard. Melalui ajang ini, NCCR dan ICSP mendorong praktik pelaporan keberlanjutan yang semakin transparan, kredibel, dan selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Bagi Holding Perkebunan Nusantara, capaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, memperkuat transparansi, serta memastikan bahwa agenda keberlanjutan terintegrasi dalam strategi bisnis jangka panjang di seluruh lini usaha.

LindungiHutan Hadirkan SustainabiliTree Solusi Lingkungan Lebih Relevan Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 21 Desember 2025 | 14:35 WIB

LindungiHutan Hadirkan SustainabiliTree Solusi Lingkungan Lebih Relevan

Semarang, katakabar.com - Tekanan terhadap perusahaan untuk menjalankan praktik keberlanjutan yang nyata dan terukur semakin menguat. Tidak hanya dari regulator, tetapi dari investor, konsumen, hingga mitra bisnis yang kini menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan. Tetapi di lapangan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan mengimplementasikan program CSR dan ESG yang benar-benar berdampak, relevan dengan bisnis, serta selaras dengan kebutuhan lokasi dan komunitas sekitar. Di Indonesia, isu degradasi lingkungan masih menjadi pekerjaan besar. Laju kerusakan hutan, abrasi pesisir, dan meningkatnya emisi karbon menuntut keterlibatan lebih aktif dari sektor swasta. Di sisi lain, tidak sedikit perusahaan yang memiliki lahan operasional sendiri, namun belum memiliki pendekatan yang tepat untuk mengelolanya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang. Program penanaman yang bersifat seremonial, minim pendampingan teknis, dan tidak terintegrasi dengan target ESG kerap menjadi kendala utama. Menjawab kebutuhan tersebut, LindungiHutan menghadirkan SustainabiliTree, sebuah layanan lingkungan yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara lebih custom, terukur, dan kontekstual. Berbeda dengan kampanye penanaman standar, SustainabiliTree memungkinkan perusahaan merancang program penanaman pohon langsung di lokasi milik atau area operasional perusahaan, maupun menjalankan program lingkungan non-planting yang melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar. Melalui SustainabiliTree, perusahaan didampingi sejak tahap awal melalui studi kelayakan, perancangan program, hingga implementasi dan monitoring. Pendekatan ini memastikan program yang dijalankan tidak hanya sesuai secara teknis dan ekologis, tetapi juga relevan dengan tujuan bisnis, kebutuhan sosial, serta potensi dampak jangka panjang. Layanan ini juga dilengkapi dengan pendampingan panel ahli serta asistensi sertifikasi karbon bagi perusahaan yang ingin menyiapkan proyek penyerapan emisi secara lebih serius. Selain penanaman pohon, SustainabiliTree membuka ruang bagi perusahaan untuk menjalankan berbagai aktivitas lingkungan non-planting, seperti aksi bersih pantai, konservasi terumbu karang, pelepasan tukik, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Fleksibilitas ini menjadikan SustainabiliTree sebagai solusi bagi perusahaan yang ingin menghadirkan program CSR dan ESG yang lebih partisipatif, bermakna, dan memiliki nilai pembeda. Sebagai platform crowdsourcing konservasi hutan dan lingkungan di Indonesia, LindungiHutan telah berkolaborasi dengan ratusan mitra lintas sektor industri. Hingga saat ini, LindungiHutan telah memfasilitasi penanaman lebih dari satu juta pohon di puluhan lokasi, menyerap puluhan ribu ton karbon, serta melibatkan komunitas dan masyarakat lokal dalam setiap aksi konservasi yang dijalankan. Memasuki periode persiapan target keberlanjutan perusahaan menuju tahun-tahun mendatang, termasuk penguatan strategi ESG jangka menengah, SustainabiliTree hadir sebagai alternatif bagi perusahaan yang ingin melangkah lebih jauh dari sekadar kepatuhan. Dengan pendekatan lebih strategis dan berbasis dampak, program ini mendorong perusahaan untuk menjadikan aksi lingkungan sebagai bagian integral dari pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab.

PTPN I Latih Pemandu Wisata TNGL Implementasi Program TJSL Holding Perkebunan Nusantara Wisata
Wisata
Senin, 24 November 2025 | 10:36 WIB

PTPN I Latih Pemandu Wisata TNGL Implementasi Program TJSL Holding Perkebunan Nusantara

Langkat, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Holding Perkebunan Nusantara terus perkuat kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Di antaranya lewat pelatihan pemandu wisata profesional di Bukit Lawang, pintu gerbang utama Taman Nasional Gunung Leuser, yang digelar PTPN I Regional 1, di pekan kedua November 2025 lalu. Total 50 peserta, meliputi pemandu wisata lokal dan anggota Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PPI), mengikuti pelatihan angkat tema “Heroes of Hospitality: Menjaga Alam, Menyapa Dunia”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra pelaksana CSR tersertifikasi. Region Head PTPN I Regional 1, Wispramono Budiman membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Sinergi antara Perusahaan dengan lingkungan sekitar menjadi keharusan dan tugas moral Perusahaan. Untuk itu, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi kawasan pariwisata di Kabupaten Langkat agar lebih baik lagi. Kita semua ingin masyarakat mendapat manfaat maksimal, tetapi alam lingkungan tetap lestari,” ujar Wispramono. Program pelatihan ini bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN I yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM sektor pariwisata. BenihBaik.com menyusun program pelatihan tiga materi utama, pertama, Etika Pariwisata dan Keramahan Lokal, disampaikan Gilang Ahmad Fauzi, pakar pariwisata inklusif. Kedua, Rescue dan Pertolongan Pertama (P3K), disampaikan oleh Azhar, praktisi keselamatan wisata, dan Fotografi Handphone untuk Promosi Pariwisata, untuk melatih peserta memanfaatkan smartphone dalam dokumentasi wisata. Wispramono menekankan ketiga materi tersebut merupakan elemen dasar yang wajib dimiliki pemandu wisata alam, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti Taman Nasional Gunung Leuser. “Objek wisata di sini berbasis alam, sehingga masuk kategori risiko tinggi. Para pramuwisata harus paham betul penanganan keselamatan. Sedang fotografi handphone adalah keterampilan penting agar pemandu tidak gaptek dan mampu mendukung promosi wisata,” jelasnya. Investasi Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Direktur Utama PTPN I, Teddy Yarman Danas, menyampaikan inisiatif ini merupakan praktik nyata dari filosofi bisnis berkelanjutan yang dianut perusahaan. “Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, khususnya Bukit Lawang adalah aset alam luar biasa yang harus dijaga. Pelatihan ini bukan hanya sekadar program TJSL, tetapi investasi jangka panjang pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Dengan pemandu wisata yang profesional dan berwawasan konservasi, kita memastikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan ekosistem DAS sebagai warisan untuk generasi mendatang,” tegas Teddy. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, menimpali kegiatan ini perkuat pilar Environmental dan Social dalam strategi ESG yang diterapkan Holding Perkebunan Nusantara.

IPOC 2025, GAPKI Bakal Bahas Roadmap, Kebijakan Tarif Trump dan Penerapan EUDR Sawit
Sawit
Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:00 WIB

IPOC 2025, GAPKI Bakal Bahas Roadmap, Kebijakan Tarif Trump dan Penerapan EUDR

Jakarta, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bakal hadirkan The 21th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook, forum strategis tahunan bakal dorong kebijakan dan prospek industri kelapa sawit ke arah yang berkelanjutan. IPOC 2025 and 2026 Price Outlook bakal digelar pada 12 hingga 14 November 2025 di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua Bali usung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”. Sawit dinilai menjadi pilar penting topang ekspor non migas sehingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah perkebunan. Apalagi, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia sehingga harus terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, lingkungan, serta energi hijau untuk menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan pergelaran IPOC 2025 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor menghadapi tantangan sampai pada menghasilkan gagasan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “IPOC forum strategis untuk membahas arah industri kelapa sawit ke depan, khususnya upaya-upaya yang dapat dilakukan para pelaku industri sawit mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global,” ujar Eddy, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu (29/10). Ketua Panitia IPOC 2025, Mona Surya, menimpali, forum ini bakal menyajikan peta jalan industri sawit menuju Indonesia Emas 2045, dan apa dampak kebijakan tarif Trump, serta implementasi EUDR terhadap pasar . Hadir di conference pembicara-pembicara ahli di bidang minyak nabati seperti Executve Director Oil World, Thomas Mielke bakal menyampaikan analisis mengenai proyeksi harga dan tren pasar minyak nabati dunia. Kamudian pendiri Glenauk Economics, Julia McGill juga akan memberikan pandangan tentang dinamika makroekonomi yang mempengaruhi sektor komoditas. Hadir pula di forum, Ryan Chen dari Cargill dan Satia Varga dari FastMarkets bakal memaparkan outlook, prospek, sampai pada cara menghadapi tantangan pasar global. Analis dunia, Dorab Mistry dari Godrej International Ltd pun hadir memberikan Keynote Speakers dari kalangan pengambil kebijakan mulai dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmad Pambudy, Wakil menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato. Selain conference, IPOC bakal hadirkan pameran teknologi, produk, dan inovasi terbaru industri sawit dari sektor hulu sampai hilir.

Tentang Implementasi Biodiesel, Ini Kata Tim Pranata Universitas Indonesia Sawit
Sawit
Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:25 WIB

Tentang Implementasi Biodiesel, Ini Kata Tim Pranata Universitas Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Tim Peneliti Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia (Pranata UI) menegaskan penerapan kebijakan biodiesel nasional penting tetapi dilakukan terukur, adaptif, dan berbasis data ilmiah guna memperkuat agenda transisi energi hijau pemerintah. "Penerapan kebijakan biodiesel nasional penting tetapi dilakukan terukur, adaptif, dan berbasis data ilmiah guna memperkuat agenda transisi energi hijau pemerintah," kata Tim Peneliti Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia (Pranata UI) saat merilis kajian berjudul “Produksi Sawit, Dinamika Pasar, serta Keseimbangan Biodiesel di Indonesia". “Kebijakan mesti mempertimbangkan seluruh faktor serta parameter pada industri kelapa sawit Indonesia secara ilmiah bakal mendukung efektivitas upaya membangun kemandirian energi lewat peningkatan mandatori pencampuran biodiesel dari B40 ke B50," ujar Dr Surjadi dari Pranata UI, dilansir dari laman EMG (Elaeis Media Group), Jumat (17/10). Menurutnya, pihaknya merekomendasikan agar seluruh pemangku kepentingan dalam industri ini mempertimbangkan seksama kapasitas produksi sawit nasional, daya saing ekspor, dan kesejahteraan petani agar manfaat program ini terasakan secara menyeluruh. Apalagi, terangnya, Indonesia saat ini merupakan produsen dan konsumen minyak sawit (CPO) terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 48,2 juta ton atau 54 persen dari pasokan global, serta luas areal perkebunan sekitar 16,8 juta hektar. "Di mana, produksi 2025 diproyeksikan hanya mencapai 49,5 juta ton, sementara implementasi mandatori B50 menuntut peningkatan kapasitas produksi minyak sawit nasional sekitar 59 juta ton per tahun guna memenuhi kebutuhan dalam negeri," ulasnya. "Stagnasi pasokan menjadi risiko utama dalam mendukung mandatori biodiesel dan daya saing ekspor," timpal Dr Surjadi Simulasi menunjukkan penerapan mandatori biodiesel B50 dapat menghasilkan penghematan devisa impor solar sebesar Rp172,35 triliun, namun berpotensi menekan ekspor CPO hingga Rp190,5 triliun angka yang justru lebih besar dari penghematan impor. Kondisi ini, ucap Surjadi, berisiko mengurangi surplus neraca perdagangan, menekan cadangan devisa, dan memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. "Penurunan ekspor mendorong harga CPO naik, bahkan kerap lebih mahal dari minyak nabati lain seperti kedelai, dengan selisih harga mencapai lebih dari US$100 per ton," bebernya. Sementara, sambung Surjadi, negara importir utama seperti India mulai mengalihkan permintaan ke minyak kedelai dan bunga matahari, sehingga impor CPO Indonesia diperkirakan turun ke titik terendah sejak 2019/2020. Kenaikan mandatori biodiesel dari B40 ke B50, tuturnya, berpotensi untuk meningkatkan harga minyak goreng domestik hingga 9 persen, dan mendorong harga Tandan Buah Segar (TBS) naik sekitar Rp618 per kilogram, seiring meningkatnya permintaan minyak sawit untuk bahan baku biodiesel. Tetapi, jelasnya lagi, di balik potensi keuntungan tersebut, penelitian menemukan kebijakan B50 juga menimbulkan beban fiskal baru karena kebutuhan subsidi yang semakin besar untuk menjaga keekonomian program biodiesel. Kenaikan tarif pungutan ekspor Crude Palm Oil (CPO) justru menekan harga TBS di tingkat petani. Peningkatan tarif sebesar 1% diperkirakan menurunkan harga TBS sekitar Rp333 per kilogram. Bahkan, tambahnya, untuk mendanai pelaksanaan B50, jika tarif ekspor dinaikkan lebih jauh hingga 15,17 persen dari sebelumnya 10 persen, tekanan terhadap harga TBS bisa mencapai Rp1.725 per kilogram. "Dampak ini paling berat dirasakan oleh petani swadaya yang memiliki posisi tawar lemah dalam rantai pasok sawit," terangnya. Fleksibilitas dan Keseimbangan Menurut Dr. Surjadi, tingkat campuran biodiesel yang optimal berada pada kisaran B35–B40, di mana manfaat energi, ekspor, dan stabilitas harga masih seimbang sehingga tidak perlu menaikan pungutan ekspor. "Tim peneliti merekomendasikan kebijakan blending rate dinamis, yakni menyesuaikan kadar pencampuran sesuai fluktuasi harga solar, CPO, dan TBS. Kebijakan serupa telah diterapkan di beberapa negara seperti Brasil, Malaysia, dan Thailand, yang menerapkan model fleksibilitas mandatori untuk menjaga keseimbangan antar sektor," sarannya. Kajian menyoroti pentingnya peran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam menjaga keseimbangan alokasi dana antara subsidi biodiesel, program peremajaan sawit rakyat (replanting), dan stabilisasi harga minyak goreng. "Proporsi pendanaan yang terlalu besar untuk subsidi energi dapat mengurangi dukungan bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," sebutnya seraya menyatakan

Kadin Sumut Dukung Palmex Medan 2025 Demi Implementasi Industri Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 16:10 WIB

Kadin Sumut Dukung Palmex Medan 2025 Demi Implementasi Industri Sawit Berkelanjutan

Medan, katakabar.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Utara dukung pergelaran pameran industri kelapa sawit, Palmex Medan 2025, yang berlangsung dari 7 hingga 9 Oktober 2025 di Santika Dyandra Premiere & Convention Hotel. Pergelaran ini diharapkan dapat berfungsi sebagai platform yang dinamis bagi penyedia teknologi, pemilik perkebunan, penyulingan, dan pemangku kepentingan industri untuk berjejaring, bertukar wawasan, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru. Ketua Kadin Provinsi Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, yang buka pameran, dihadiri CEO of Fireworks Trade Media Group, Mr. Kenny Yong, Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Chairman of the Board of Trustees Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Dr. M. Windrawan Inantha, Deputy Director-Market Transformation (Indonesia), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Terus, Sahat M. Sinaga, Chairman Indonesian Palm Oil Board (IPOB), Ernest Gunawan, Secretary General Indonesia Biofuel Producer Association (APROBI), para delegasi perusahaan dan lainnya. Ketua Kadin Provinsi Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, mengutarakan sektor perkebunan budidaya kelapa sawit penyumbang terbesar pergerakan perekonomian di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terlihat, ujar Firsal, dari data tahun 2023 mengenai provinsi yang menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Misalnya Riau dengan volume produksi sebesar 8,79 juta ton setara 18,7 persen dari total produksi nasional, Kalimantan Tengah dengan volume produksi 8,55 juta ton setara 18,2 persen, Kalimantan Barat dengan volume produksi 5,29 juta ton setara 11,3 persen, Sumatera Utara dengan volume produksi 5,02 juta ton setara 10,7 persen, Kalimantan Timur dengan volume produksi 4,22 juta ton setara 9 persen. Lalu, Sumatera Selatan dengan volume produksi 4,12 juta ton setara 8,8 persen, Jambi dengan volume produksi 2,53 juta ton setara 5,4 persen, Sumatera Barat dengan volume produksi 1,42 juta ton setara 3 persen, Kalimantan Selatan dengan volume produksi 1,33 juta ton setara 2,8 persen, dan Aceh dengan volume produksi 1,01 juta ton setara 2,1 persen dari total produksi nasional. "Kepedulian dan komitmen kami akan sektor pertumbuhan, dan perkembangan kelapa sawit sangat tinggi. Makanya kami yakin sektor perkebunan budidaya kelapa sawit merupakan penyumbang terbesar dalam pergerakan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara," tuturnya, dilansir dari laman warta ekonomi, Rabu sore. Kata Firsal, praktik yang lebih berkelanjutan produksi minyak sawit ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial perlu untuk didukung. "Prinsip berkelanjutan, dan energi terbarukan terus kami sampaikan kepada para pengusaha di Sumatera Utara khususnya dari kalangan pengusaha kelapa sawit agar target pemerintah net zero carbon dapat tercapai," jelasnya. Pameran PALMEX Medan 2025 perlu didukung, ulas Firsal, sebab pameran ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya industri kelapa sawit dan peran pentingnya dalam perekonomian regional. "Kadin Provinsi Sumatera Utara mendukung pelaksanaan kegiatan ini dan berharap seluruh organisasi pengusaha terutama dari kalangan kelapa sawit dapat bergabung bersama Kadin sebagai mitra pemerintah dalam memajukan kelapa sawit di Sumatera Utara," tegasnya. Kita berharap, imbuh Firsal, Palmex Medan 2025 dapat menjadi wadah bagi para pelaku industri kelapa sawit untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terbaru. Apalagi, industri kelapa sawit di antara sektor yang sangat penting bagi perekonomian Sumatera Utara dan Indonesia. "Jadi, kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh panitia Palmex Medan 2025 mempromosikan, dan mengembangkan industri ini. Kami berharap Palmex Medan 2025 ke 15 ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja industri kelapa sawit di Sumatera Utara dan Indonesia secara keseluruhan. Kami siap mendukung dan bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut," terangnya. Firsal sampaiakan apresiasi kepada PT Fireworks Indonesia yang telah menginisiasi pameran tersebut. "Semoga acara ini dapat menjadi sukses besar dan memberikan manfaat bagi semua peserta," sebutnya. Pada 2025 ini Palmex Medan 2025 angkat tema "Technology. Traceability. Transformation: Future-Proofing Palm Oil in North Sumatra". Acara tahun ini mempertemukan lebih dari 250 peserta pameran dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, India, Korea, Cina, dan sekitarnya, menampilkan inovasi mutakhir untuk rantai nilai minyak sawit global. Palmex Medan telah berkembang menjadi pertemuan internasional, menarik 6.000 pengunjung bisnis dari seluruh Asia dan terutama pengambil keputusan di wilayah Sumatera Indonesia. Adapun sorotan utama dari acara ini meliputi konferensi "Mempercepat Perubahan di Seluruh Rantai Nilai Minyak Sawit Asia". Kegiatan ini mempertemukan asosiasi terkemuka seperti RSPO, DMSI, APROBI, PASPI, dan Kementerian Perindustrian. Kemudian seminar teknologi kelapa sawit Indonesia yang menampilkan presentasi berwawasan ke depan dari penyedia teknologi global dan inovator yang mendorong kancah teknologi di industri kelapa sawit.

Tingkatkan Performa dengan Konsep Implementasi Database di Era Digital Tekno
Tekno
Selasa, 13 Mei 2025 | 09:46 WIB

Tingkatkan Performa dengan Konsep Implementasi Database di Era Digital

Jakarta, katakabar.com - Di era digital saat ini, data telah menjadi aset yang sangat berharga bagi individu, organisasi, dan masyarakat secara luas. Kemampuan untuk mengelola, menyimpan, dan menganalisis data secara efektif menjadi kunci keberhasilan di berbagai bidang, termasuk pengelolaan ulasan buku. Tapi, seringkali ditemukan pemahaman tentang konsep dasar dan implementasi database masih terbatas di kalangan mahasiswa, dosen, dan praktisi. Keterbatasan pemahaman ini dapat menghambat efisiensi dalam pengelolaan data ulasan buku, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kualitas penelitian, pengembangan literasi, dan pengambilan keputusan. Untuk itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang database, terutama bagi mereka yang baru memulai. Lantaran itu pula Binus Book Review gelar acara Book Review Database 101: Basic Concept & Implementation for Beginners, di penghujung April 2025 lalu. Acara ini berlangsung di Recreation Room LKC di Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, dirancang untuk memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi tentang konsep serta implementasi database dalam pengelolaan ulasan buku secara efisien. Acara ini berlangsung hybrid yang diadakan secara online dan offline, yang digelar dari hasil kolaborasi antara Knowledge Management Innovation, Library Knowledge Center, Binus Publishing, dan Binus Research (Binus Press). Buku Database 101 ini ditulis oleh Dr. Ir. Tanty Octavia selaku Head of Departemen dari Master of Information System BINUS Graduate Program.