Kadin

Sorotan terbaru dari Tag # Kadin

Workshop 'Digital Marketing For Export' Kadin Indonesia Trading House Sukses Ekonomi
Ekonomi
Senin, 05 Februari 2024 | 12:44 WIB

Workshop 'Digital Marketing For Export' Kadin Indonesia Trading House Sukses

Jakarta, katakabar.com - Workshop 'Digital Marketing For Export' Kamar Dagang dan Industry Indonesia (Kadin) Indonesia Trading House berlangsung sukses. Kegiatan itu momen penting bagi para pelaku usaha dan profesional di Indonesia terwujud saat Kadin Indonesia Trading House berhasil gelar workshop "Digital Marketing For Export", di Menara Peninsula, Jakarta Barat, di awal Februari 2024. Acara berdurasi sehari penuh ini disponsori RangeMe, Registrar Corp, Timex, dan Asuransi Asei, sukses mengumpulkan berbagai kalangan pengusaha dan profesional yang memiliki aspirasi untuk memperluas cakrawala bisnis mereka ke kancah global melalui strategi pemasaran digital. Diawali dengan registrasi ulang dan sarapan yang membuka kesempatan kepada para peserta untuk berjejaring sejak pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembukaan workshop pun diisi dengan wawasan mendalam dari Yongky Susilo sebagai CEO Kadin ITH, tentang dinamika pasar ekspor global dan peluang yang terbentang luas bagi pengusaha Indonesia. Para peserta workshop dibawa menyelami praktik pemasaran digital untuk ekspor melalui tiga sesi intensif yang dipandu Yoyok Rubiantono, seorang pakar pemasaran digital yang reputasinya tidak diragukan lagi. Sesi-sesi ini dirancang untuk tidak hanya memberikan teori, tapi pelatihan aplikatif yang membekali peserta dengan strategi dan alat pemasaran digital terkini untuk menggaet pembeli di berbagai belahan dunia. Sebagai bagian dari rangkaian acara yang menarik, Esther Cesie dan Dandy Natakusumah memperkenalkan sebuah platform digital yang mengedepankan strategi bagi para pelaku usaha untuk menjangkau dan terhubung langsung dengan retailer global melalui RangeMe. Sedang, Agus Setiawan ahli regulasi USFDA memberikan pencerahan mengenai tata cara kepatuhan terhadap regulasi FDA Amerika Serikat, yang merupakan aspek vital bagi produk-produk Indonesia yang bertujuan memasuki pasar Amerika Serikat. Ditambah lagi, Rindo Adrian memberikan wawasan kepada peserta mengenai pembayaran yang aman untuk ekspor serta signifikansi asuransi dalam kegiatan ekspor, menggarisbawahi pentingnya pengelolaan finansial yang bijak dalam bisnis lintas negara. Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab yang memfasilitasi dialog antara peserta dan para narasumber, serta sesi dokumentasi yang mengabadikan kegiatan penting hari itu untuk menjadi sumber ilmu yang berkesinambungan. Suksesnya workshop ini bukti nyata dari sinergi yang dijalin Kadin Indonesia Trading House bersama Sekolah Ekspor, mengukuhkan komitmen Kadin ITH dalam mengembangkan kapasitas bisnis Indonesia agar mampu bersaing dan berprestasi di arena global. Kontak: Gloria Darmawan Phone/WA: +6281958991689 gloria.darmawan@kadin.id

Dorong Produk Go Global, KADIN Indonesia Trading House Workshop Digital Marketing Ekspor Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 24 Januari 2024 | 07:54 WIB

Dorong Produk Go Global, KADIN Indonesia Trading House Workshop Digital Marketing Ekspor

Jakarta, katakabar.com - Perusahaan Rumah Dagang (Trading House) di Indonesia dikenal sebagai KADIN Indonesia Trading House (PT Kamar Dagang Indonesia) bagian dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bertujuan untuk membangun jaringan ekosistem guna memasarkan produk/jasa di Indonesia secara global dan memfasilitasi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk mendorong pelaku usaha memperluas bisnis di pasar global melalui digitalisasi, dan meningkatkan kesadaran pelaku usaha meningkatkan daya saing di pasar global dengan melakukan digitalisasi, KADIN ITH mengadakan full-day workshop di mana peserta dapat praktik langsung di tempat. Peserta belajar mengenai cara mengevaluasi produk layak ekspor, melakukan riset pasar di negara tujuan, mencari pembeli, membuat penawaran hingga terjadi transaksi, persiapan dokumen, dan bentuk pembayaran yang aman. Tidak hanya itu, peserta diajarkan oleh pembicara utama, yakni Y Rubiantono selaku praktisi dan Digital Marketing Expert dan Agus Setiawan selaku USFDA Regulatory and Compliance Expert dari Registrar Corp. Ada pula tamu spesial yang turut menghadiri acara, yakni Yongky Susilo selaku Direktur Utama dan Esther K. Cesie Mandagi selaku Direktur KADIN ITH. Sejalan dengan yang disampaikan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada acara Investor Daily Summit tahun 2023 lalu. Di mana kunci ekspor dijaga agar terus meningkat, ini tidak mudah. Terus, investasi dijaga agar terus meningkat lantaran basis pertumbuhan ekonomi kita masih dikonsumsi, baik konsumsi pemerintah maupun swasta. Presiden RI, Joko Widodo menekankan pentingnya untuk terus meningkatkan ekspor dan investasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Workshop ini bakal digelar secara offline pada Kamis,1 Februari 2024 mulai pukul 9.00 WIB hingga 17.00 WIB, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat dengan investasi sebesar Rp3.975.000 per orang. Di workshop perdana yang digelar KADIN ITH ini peserta cukup membayar investasi sebesar Rp1.990.000 per orang. Maka, dengan mendaftarkan diri dalam workshop ini peserta tidak hanya dapat menambah ilmu tapi bakal mendapat berbagai keuntungan lainnya diantaranya mentoring melalui Group Chat Telegram selama 1 tahun, e-certificate, kesempatan produk dikurasi oleh KADIN ITH, Networking, dan akses materi ekspor. Bagi peserta yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui tautan https://bit.ly/kadin-ITH atau menghubungi WhatsApp di Nomor +6281958991689. Untuk info lebih lanjut Hubungi WhatsApp atau Daftar Sekarang Kontak: Gloria Darmawan Phone/WA: +6281958991689 gloria.darmawan@kadin.id

Musim Kemarau Bikin Berat TBS Sawit Ringan, Kok Bisa! Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 15:19 WIB

Musim Kemarau Bikin Berat TBS Sawit Ringan, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bengkulu, Arnop Wardin menuturkan, musim kemarau tidak cuma berdampak pada produktivitas tanaman tapi berpengaruh kepada berat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. "Sebelum musim kemarau, kita sering temukan TBS ukuran besar dengan bobot mencapai 30 hingga 40 kilogram. Tapi, bobo rata-rata itu turun di bawah 30 kilogram," ujar Arnop, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (14/10). Penurunan berat hasil tanaman kelapa sawit ini, kata Arnop, jelas sangat merugikan para petani. Untuk itu, diminta kepada pemerintah maupun pihak terkait mencari solusi persoalan ini. "Mesti ada solusi untuk mengatasi tantangan ini dan menjaga produktivitas kebun. Tidak dapat dipungkiri memang hal ini murni karena cuaca. Tapi mesti ada solusinya," harapnya. Pemerintah daerah dan pelaku industri, ulas Arnop, mesti bekerja sama mencari solusi menghadapi perubahan cuaca. Solusi itu berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit di Bengkulu. "Pemerintah daerah dan pelaku usaha mesti kerja sama mencari solusi menghadapi perubahan cuaca ini, misalnya dengan mendorong diversifikasi tanaman pangan yang tahan segala musim," jelasnya. Selain itu, petani harus melakukan pengelolaan kebun yang berkelanjutan dan efisien, agar biaya operasional bisa semakin ditekan. "Perlu fokus pada praktik-praktik terbaik dalam budidaya kelapa sawit untuk menghadapi tantangan di musim kemarau," tandasnya.

Kadin Bengkulu Minta Pemda Data Kelompok Pekebun Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 15 Juli 2023 | 21:22 WIB

Kadin Bengkulu Minta Pemda Data Kelompok Pekebun Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait segera inventarisasi kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua pihak, guna memperoleh data yang akurat di sektor kelapa sawit. Sehingg bisa mengetahui perjanjian kerja sama yang terjalin antara lembaga pekebun dengan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS). Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Hak Asasi Manisia (HAM) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu, Dede Frastien MH menjelaskan, sebagai upaya meningkatkan kinerja dan efektivitas sektor kelapa sawit, Pemprov Bengkulu mesti melakukan pendataan kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. "Pendataan itu tujuannya untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini mengenai jumlah kelompok pekebun serta perjanjian kerja sama yang telah terjalin," ujar Dede, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (14/7) kemarin. Sejauh ini kata Dede, di Bengkulu belum ada inventarisasi terhadap kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Padahal ini penting untuk kemajuan daerah. "Pendataan dapat perkuat posisi pekebun kelapa sawit pada perjanjian kerja sama dengan PMKS. Data yang akurat memberikan dasar yang kuat bagi pekebun saat bernegosiasi, dan menetapkan syarat-syarat kerja sama yang menguntungkan," ulasnya. Untuk itu, kami berharap Pemda segera merespon permintaan ini. Langkah ini memperkuat sektor kelapa sawit di Bengkulu, dan menjaga kerja sama yang adil antara pekebun dan PMKS. Kelapa sawit salah satu komoditas unggulan Provinsi Bengkulu yang memberikan kontribusi signifikan di bidang perekonomian daerah. Di sini penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama menciptakan kerangka kerja yang menguntungkan dan berkelanjutan. "Tanpa kerangka kerja yang menguntungkan dan berkelanjutan, mustahil kelapa sawit bisa berkontribusi signifikan ke daerah," jelasnya. Di sisi lain, langkah inventarisasi dan pendataan membantu pemerintah dalam mengumpulkan informasi terkait jumlah kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit. Selain itu, bisa memonitor perkembangan sektor tersebut. Data yang akurat dan terkini jadi dasar yang solid untuk mengambil kebijakan yang tepat guna meningkatkan kinerja sektor kelapa sawit, tuturnya. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menimpali, sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengembangan sektor kelapa sawit, pihaknya memberikan respon positif permintaan Kadin Bengkulu. "Inventarisasi pekebun sawit di Bengkulu bisa menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok atau lembaga pekebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit, serta menciptakan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri kelapa sawit di Bengkulu," sebutnya.