Kepedulian
Sorotan terbaru dari Tag # Kepedulian
Peduli Sosial Holding PTPN, PT KPBN Salurkan Bantuan CSR ke Warga Belawan
Medan, katakabar.com - PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Bantuan diserahkan secara langsung kepada warga di sekitar area operasional Kantor Tangki Timbun PT KPBN yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Nomor 9, Lingkungan XX, Belawan Bahagia, Medan. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat. Bantuan yang diberikan, berupa paket sembako yang terdiri atas beras, mi instan, telur, minyak goreng, gula pasir, serta susu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir dan meringankan beban warga di tengah situasi sulit. Di lokasi terpisah, Direktur PT KPBN, M. Iswan Achir, menyampaikan penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir. Semoga kehadiran kami dapat menjadi penguat bagi masyarakat untuk segera bangkit dan pulih dari kondisi ini,” ujar Iswan Achir. Melalui kegiatan ini, PT KPBN menegaskan komitmennya sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara untuk terus berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam, sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
H Hatta dan Istri Sambangi RSUD Kepulauan Meranti Tunjukkan Kepedulian Nyata di Hari Jadi ke 17
Selatpanjang, katakabar.com - Sempen memperingati Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke 17, Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, H. Hatta, menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyambangi dan menjenguk pasien di RSUD Kepulauan Meranti. Kunjungan tersebut dilakukan bersama sang istri. H Hatta menyempatkan diri mengunjungi sejumlah pasien dengan berbagai kondisi kesehatan, mulai dari balita yang mengalami kejang (step), pasien dengan kadar hemoglobin (HB) rendah, hingga seorang ibu dari suku asli Kepulauan Meranti yang baru melahirkan. Menurut Hatta, kegiatan tersebut bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan, melainkan telah menjadi agenda rutin sebagai wujud kedekatan dengan masyarakat. “Di momen Hari Jadi Kepulauan Meranti ke 17 ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Menjenguk warga yang sedang sakit adalah bentuk empati dan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat,” ujarnya. Di kegiatan itu, Hatta menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para pejuang pemekaran Kepulauan Meranti, yang telah berjuang sehingga daerah ini bisa berdiri dan terus berkembang hingga saat ini. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pejuang Meranti. Tanpa perjuangan mereka, Kepulauan Meranti tidak akan seperti sekarang,” tambahnya. Selain itu, Hatta berharap agar ke depan pelayanan kesehatan di RSUD Kepulauan Meranti terus mengalami peningkatan, baik dari sisi pelayanan medis, fasilitas, maupun kenyamanan pasien, demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia memberikan apresiasi terhadap kondisi kebersihan RSUD Kepulauan Meranti yang dinilai sudah cukup baik. Ia juga mendorong agar standar kebersihan dan kualitas pelayanan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. “Kebersihan rumah sakit sudah cukup baik dan patut diapresiasi. Tetapi, harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berobat,” jelasnya. Kunjungan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan reflektif di Hari Jadi ke 17 Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus pengingat pentingnya pelayanan publik yang humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
PTPN IV PalmCo Wujudkan Kepedulian di Hari Kesehatan Nasional
Jambi, katakabar.com - Di sebuah panti asuhan kecil di Jambi, tawa anak-anak difabel kini terdengar lebih nyaring. Sejak menerima kursi roda dan alat bantu dengar beberapa bulan lalu, mereka lebih leluasa bergerak, bermain, dan belajar. “Anak-anak jadi lebih percaya diri,” kata Hendra Permana, pengasuh di Panti Alyatama. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi membuat mereka benar-benar bisa menikmati masa kecilnya.” Bantuan yang dimaksud datang dari PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, anak perusahaan holding perkebunan PTPN III (Persero), dalam beberapa tahun terakhir menaruh perhatian besar pada kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan itu menyalurkan berbagai bentuk dukungan dari gizi anak hingga penyediaan air bersih. Langkah ini seolah menjadi napas baru di tengah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang setiap 12 November selalu menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga kepedulian bersama. Kesehatan Fondasi Negeri Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan program TJSL yang dijalankan perusahaan berakar dari keyakinan pertumbuhan bisnis tak akan berarti tanpa kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. “Kesehatan adalah salah satu fondasi utama kesejahteraan bangsa,” ujar Jatmiko di Jakarta, Rabu (12/11) lalu. “Kami ingin memastikan tak ada anak bangsa, utamanya yang berada di sekitar kita, yang tertinggal untuk hidup sehat dan berkualitas," jelasnya. Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo mengalokasikan bantuan melalui tiga pilar utama. Pertama pengentasan stunting lewat pemberian makanan tambahan dan gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di tujuh regional perusahaan. Total bantuan stunting terhubung kepada total 1.344 anak di 6 provinsi mulai dari di Aceh hingga Kalimantan. Kedua penyediaan sarana air bersih dan sanitasi. Diantaranya melalui pembangunan sumur bor dan kamar mandi di berbagai daerah Nusantara. Program ini, secara langsung memberikan manfaat air bersih yang layak dan berkelanjutan. Dampaknya dirasakan langsung di pelosok daerah. 800an Kepala Keluarga dapat terbebas dari kesulitan air bersih saat kemarau tiba. Masih Banyak Pekerjaan Rumah Program-program seperti ini melengkapi upaya nasional menurunkan angka stunting yang hingga 2024 masih berada di kisaran 19,8 persen, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan. Angka tersebut memang menurun dibandingkan 21,5 persen pada 2023, namun masih jauh dari target pemerintah yakni 14 persen pada 2029. Selain stunting, persoalan lain yang masih dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi layak. Data Bappenas menunjukkan, sekitar 9,3 juta rumah tangga di Indonesia masih belum memiliki sumber air bersih yang aman. Di Desa Pondok Meja, Kabupaten Muaro Jambi, langkah kecil PTPN IV PalmCo membantu menyediakan sumur bor menjadi penanda perubahan besar bagi warganya. “Kami tidak lagi risau soal air bersih,” ujar Kepala Desa Martoyo. “Dulu, kalau kemarau panjang, kami harus beli air dengan jeriken.” Sinergi untuk Indonesia Sehat Upaya perusahaan di bidang kesehatan ini bukan yang pertama. Berdasarkan laporan keberlanjutan perusahaan, sejak 2024 PTPN IV PalmCo telah menyalurkan lebih Rp 2 Milyar untuk berbagai bantuan pada sektor kesehatan, termasuk pelatihan kader posyandu, program stunting, lapangan olahraga, donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di sekitar perkebunan. Jatmiko menegaskan, program TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin menjadi mitra pembangunan pemerintah daerah. Setiap bantuan harus tepat sasaran dan punya dampak nyata,” ucapnya. Langkah itu sejalan dengan kebijakan Holding Perkebunan Nusantara (PalmCo) di bawah naungan PTPN Group yang terus memperkuat program sustainability di bidang lingkungan dan sosial, termasuk kesehatan masyarakat. Lebih dari Sekadar Seremoni Perayaan Hari Kesehatan Nasional tahun ini usung tema “Bangun Generasi Sehat, Indonesia Hebat.” Di banyak tempat, tema itu hadir dalam bentuk kegiatan simbolik enam bersama, pembagian vitamin, atau pemeriksaan gratis. Tetapi, di desa-desa seperti Pondok Meja, wujudnya jauh lebih nyata, air bersih yang mengalir dari sumur baru, anak-anak yang tumbuh sehat, dan tawa yang kembali terdengar di panti asuhan.
Polda Riau Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke 79, 'Semangat Inovasi dan Kepedulian Sosial"
menyatakan komitmen memberikan status kewarganegaraan kepada kedua ekor gajah itu sebagai bentuk pengakuan hak masyarakat adat. Kapolda Riau memperkenalkan tiga program unggulan yang kini tengah dijalankan untuk memperkuat layanan publik. Di antaranya RAGA (Rutin dan Dialogis), yakni patroli dialogis yang lebih humanis dan menyentuh langsung aspirasi masyarakat. Kemudian JALUR, yakni program pemberdayaan dan jangkauan ke wilayah pesisir dan terpencil serta RADAR, yakni Respons digital berbasis media sosial dan Call Center 110 yang terbukti sigap dan responsif. Bahkan Irjen Herry secara langsung menguji layanan Call Center 110, dan berhasil mendapat respons cepat dari jajaran Polresta Pekanbaru. Ini bukti nyata transformasi pelayanan berbasis teknologi. Peringatan Bhayangkara ke 79 dimeriahkan dengan kegiatan budaya khas Riau, seperti lomba pantun, puisi, syair, dan cipta lagu, yang menjadi cara Polri membumikan kembali nilai-nilai lokal yang kian tergerus zaman.
Refleksi 17 Tahun UNISI, Tokoh Agama Inhil Serukan Persatuan dan Kepedulian
Tembilahan, katakabar.com - Tujuh belas tahun bukan waktu singkat, adalah sebuah momen sakral sebuah perjalanan. Jika bercermin dari kehidupan manusia, usia 17 tahun fase di mana transisi dari remaja menuju kedewasaan, kematangan berpikir mulai tumbuh, dan tampak. Meski tidak mutlak dapat dibandingkan dengan usia sebuah institusi, usia ini tetap bisa menjadi bahan perenungan bagi semua pihak. Meski sedikit terlambat, apa yang disampaikan oleh tokoh agama ini layak menjadi pembelajaran bersama. Tokoh agama Indragiri Hilir, Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., saat berbincang dengan wartawan mengutarakan, Universitas Indragiri atau UNISI kini telah berusia 17 tahun. Berbagai dinamika telah terjadi di lembaga pendidikan tersebut. Pergantian rektorat dan pengurus yayasan merupakan hal yang wajar dalam sebuah perjalanan institusi. Tapi, belakangan ini dinamika yang terjadi dirasakan cukup berbeda. Jika tidak diselesaikan dengan arif dan bijaksana, hal ini dikhawatirkan menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indragiri Hilir. “Semua pihak harus duduk bersama, baik dari pihak rektorat maupun para dosen. Mari kita pecahkan perbedaan dengan kedepankan rasionalitas. Utamakan kemajuan Indragiri Hilir. Pikirkan nasib mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di UNISI. Jangan sampai ego masing-masing mengorbankan generasi muda Inhil,” jelasnya. Sejarah panjang UNISI tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh sentral Indragiri Hilir, seperti almarhum H. Indra M. Adnan, H.M. Rusli Zainal, dan tokoh-tokoh lainnya. Kehadiran mantan Gubernur Riau dua periode tersebut dianggap penting membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi UNISI saat ini. “Dalam situasi seperti ini, kita butuh sosok tokoh sentral yang dapat mengayomi dan dihormati semua pihak untuk menjadi penengah. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak,” tuturnya.
Semoga Bisa Ditiru Kepedulian Sosial dan Lingkungan Perusahaan Sawit di Muba
Sekayu, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan apresiasi kepedulian sosial PT Ghutrie Pecconina Indonesia atau GPI kepada masyarakat sekitar lingkungan perusahaan. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kami ucapkan rasa terima kasih kepada PT GPI yang telah berkontribusi dan memberikan bantuan kepada warga di sekitar perusahaan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi di kegiatan Tree Planting Project serta Penyerahan Bantuan Sembako dan Bantuan Masjid yang digelar PT GPI di Areal HCV Sungai Piase, Kecamatan Lawang Wetan. Kegiatan ini, harap Apriyadi lewat siaran pers Diskominfo Muba,dilansir dari laman EMG, Sabtu (28/12), dapat dimaknai sebagai wujud rasa solidaritas perusahaan yang bergerak di sektor usaha perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan kelapa sawit itu dalam membantu sesama.