Kerajinan

Sorotan terbaru dari Tag # Kerajinan

Labamu dan HIMKI Dorong Digitalisasi Industri Furnitur dan Kerajinan Lewat Roadshow Nasional Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 08 November 2025 | 14:40 WIB

Labamu dan HIMKI Dorong Digitalisasi Industri Furnitur dan Kerajinan Lewat Roadshow Nasional

Jakarta, katakabar.com - Labamu, platform operasional digital untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi yang mendorong percepatan transformasi bisnis. Kolaborasi ini dijalankan bersama HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) guna memperkuat digitalisasi sektor manufaktur furnitur dan kerajinan nasional melalui rangkaian roadshow di berbagai kota. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan roadshow bersama di beberapa pusat industri nasional. Kegiatan ini dirancang untuk mendengarkan kebutuhan langsung dari para pelaku usaha serta memastikan solusi digital yang dikembangkan Labamu relevan dengan praktik di lapangan. Roadshow telah terlaksana di empat kota yang menjadi pusat produksi furnitur di Indonesia. Bali pada 15 September, Yogyakarta pada 23 Oktober, Jepara pada 29 Oktober, dan Cirebon pada 3 November. Setiap sesi menghadirkan dialog teknis mengenai pengelolaan pesanan, visibilitas tim produksi, pengendalian biaya, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing ekspor. Melalui sesi diskusi tersebut, Labamu mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai tantangan operasional yang harus dihadapi pelaku usaha. Kebutuhan akan sistem yang mudah digunakan, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan kapasitas produksi menjadi tema utama dalam setiap pertemuan. Labamu berkomitmen untuk membantu industri mebel dan kerajinan di Indonesia beroperasi secara lebih efisien melalui solusi digital yang praktis. Pendekatan ini memberikan pelaku usaha lebih banyak ruang untuk fokus pada inovasi produk serta pengembangan pasar, bukan pada proses administratif yang memakan waktu. Kolaborasi dengan HIMKI akan dilanjutkan dalam bentuk pengembangan fitur dan pendampingan penggunaan sistem produksi berbasis digital. Tujuannya adalah membantu pelaku industri meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas kontrol, serta memperluas akses pasar baik di dalam negeri maupun global.

Pembuatan Produk Kerajinan dan Batik Bahan Sawit Ditampilkan ke UMKM dan Mahasiswa Sawit
Sawit
Sabtu, 09 Maret 2024 | 12:12 WIB

Pembuatan Produk Kerajinan dan Batik Bahan Sawit Ditampilkan ke UMKM dan Mahasiswa

Yogyakarta, katakabar.com - Workshop pengembangan produk kerajinan dan pembuatan batik sawit skala Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) berbahan kelapa sawit digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Auditorium LPP Yogyakarta. Gelaran itu angkat tema, "UMKM Sawit Naik Kelas” sebagai ajang promosikan pembuatan produk UKMK dan mahasiswa. Total 200 peserta ikuti workshop dihelat dari 6 hingga 8 Maret 2024. Di kegiatan tersebut turut hadir pelaku UMKM dari daerah Yogyakarta, pelaku UMKM Kabupaten Rokan Hilir, pelaku UMKM Belitung, dan Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menyatakan, salah satu capaian yang ingin diraih melalui workshop tersebut untuk menjadikan UKMK kelapa sawit lebih baik dan naik kelas, sekaligus mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit kepada masyarakat luas. "Ini perlu dilakukan karena sawit memberi banyak manfaat dalam kehidupan kita, termasuk lewat banyaknya hilirisasi produk sawit," jelas Helmi. Menurur Helmi, secara umum BPDPKS membuka peluang kolaborasi dengan seluruh pihak seperti asosiasi petani kelapa sawit, instansi pemerintah, perguruan tinggi dan pihak lain yang terkait dalam pengembangan produk-produk hilir sawit terutama bagi para pegiat UMKM. "Itu dilakukan salah satunya agar memberi nilai tambah dan kesejahteraan bagi para pelaku industri sawit termasuk pegiat UMKM," ucapnya. Kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow “UKMK Sawit Naik Kelas” dengan narasumber Junianto dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan, Isnaini dari Balai Batik, Miftahudin Nur Ihsan dari CV Smart Batik dan Ratna Sri Harjanti dari PU-UMKM Politeknik LPP. Balai Batik, Isnaini menuturkan, produk-produk kerajinan yang dapat diproduksi dengan bahan baku kelapa sawit maupun limbahnya, yakni produk lidi sawit, kerajinan, dan batik berbahan baku malam sawit. PU-UMKM Politeknik LPP, Ratna Sri Harjanti menampilkan beragam hasil penelitian Politeknik LPP Yogyakarta untuk pengembangan produk berbahan kelapa sawit, berupa produk lilin aromatheraphy, sabun, produk makanan, dan parfum padat. “Produk-produk ini dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi sederhana sehingga dapat dikembangkan dalam skala UMKM”, terang Ratna. PPEJP Kemendag, Junianto menimpali, produk UMKM berbahan sawit dapat pula menyasar pasar global. Kegiatan ekspor dapat dilakukan para pegiat UMKM sehingga memberikan peluang pasar yang lebih besar. Pembicara terakhir, Miftahudin Nur Ihsan berbagi pengalaman tentang proses pengembangan Batik berbahan malam sawit. Inovasi berkelanjutan terus dilakukan oleh Sm-art Batik, baik dari bahan baku malam sawit maupun dari sisi motif/corak sawit pada batik yang diproduksi. Di hari kedua dan ketiga kegiatan, para peserta dari pelaku UMKM akan mengikuti sessi workshop produksi produk-produk berbahan sawit yaitu sabun, lilin aromaterapi, parfum padat, dan batik berbahan malam sawit. Workshop bakal dilaksanakan di Unit Pengembangan Usaha (UPU) Politeknik LPP Yogyakarta dan lokasi Kerajinan Sm-art Batik Yogyakarta.

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku Nasional
Nasional
Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:50 WIB

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku

Maluku, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku kerja sama dengan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) diversifikasi kelapa sawit menjadi produk kerajinan tangan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta lewat keterangan yang diterima di Ambon, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (12/10) mengatakan, terkait bahan baku kelapa sawit sendiri Pemprov Maluku bakal jembatani persediaan stok yang diambil dari daerah penghasil untuk kebutuhan pengrajin. Menurutnya, pihaknya tidak hanya dengan BBSPJIKB bersinergi tapi dengan Balai Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Balai Standarisasi Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon. "Provinsi Maluku mengapresiasi kegiatan ini lantaran berorientasi memanfaatkan bahan baku kelapa sawit. Terobosan ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Maluku," ujarnya saat lokakarya kerajinan batik dan kerajinan tangan di Ambon. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Kementerian Keuangan, Helmi Muhansyah menjelaskan, program-program berbasis kelapa sawit ini dibuat untuk sejahterakan para petani kelapa sawit dari Sabang hingga Merauke. "Produk-produk sawit bakal dikembangkan untuk menjadi batik dan kerajinan lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi," jelasnya. Saat ini di Maluku hanya Kabupaten Maluku tengah dan sebagian Seram Bagian Barat yang memiliki kebun kelapa sawit. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, Provinsi Maluku menghasilkan sebanyak 17.000 ton kelapa sawit. Angka itu 700 ton lebih banyak dibanding Maluku Utara yang hanya 16.300 ton. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia memproduksi kelapa sawit sebanyak 45,58 juta ton pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 1,02 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 45,12 juta ton. Melihat trennya, produksi kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren meningkat. Rekor produksi terbanyak dalam satu dekade terakhir mencapai 47,12 juta ton pada 2019. Secara rinci, kelapa sawit yang berasal dari perkebunan besar sebanyak 30,06 juta ton pada 2022. Sedang, 15,52 juta ton kelapa sawit berasal dari perkebunan rakyat.