Kobar

Sorotan terbaru dari Tag # Kobar

Sambangi Kawasan Industri Sawit di Kobar, Komisi VII DPR RI Lihat Hilirisasi Industri Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 07 Juli 2024 | 07:35 WIB

Sambangi Kawasan Industri Sawit di Kobar, Komisi VII DPR RI Lihat Hilirisasi Industri Sawit

Kobar, katakabar.com - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik atau Kunsfik peninjauan kawasan industri sawit ke PT Citra Indah Borneo Group di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ketua Tim Kunsfik Komisi VII, Mukhtarudinmenekankan hilirisasi industri kelapa sawit sebagai upaya strategis untuk tingkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui proses pengolahan.

Jarah TBS Sawit 3 Warga Seruyan Dijebloskan ke Penjara Polres Kobar Sawit
Sawit
Senin, 25 Desember 2023 | 21:19 WIB

Jarah TBS Sawit 3 Warga Seruyan Dijebloskan ke Penjara Polres Kobar

Pangkalan Bun, katakabar.com - Jarah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di kebun milik PT BJAP 2 Afdeling yang berada di Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tiga warga Kabupaten Seruyan terpaksa diborgol Polres Kabupaten Kobar. Kabag Ops Polres Kobar, AKP Rendra Aditya Dhani menjelaskan, ketiga tersangka inisial S 30 tahun, P 22 tahun dan H 36 tahun ini melakukan pencurian TBS kelapa sawit pada Jumat (22/12) sekitar pukul 15.00 WIB lalu "Aksi para pelaku ini diketahui tim pengamanan perusahaan saat patroli di di Afdeling 8 Kebun 3 Estate 2 Blok O 89/90," kata AKP Rendra saat jumpa pers, dilansir dari laman borneonews, pada Senin (25/12). Saat itu, ulas AKP Rendra, pelaku sedang memuat buah kelapa sawit milik PT BJAP 2 ke dalam mobil Pick Up terus pergi meninggalkan lokasi menuju arah kebun BJAP 3. Selanjutnya pelaku diikuti, tapi saat itu kehilangan jejak. Pelapor kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Korpam PT BJAP 2. "Setelah dilakukan pencarian, para pelaku berhasil diamankan bersama dengan barang bukti dan dilaporkan kepihak kepolisian," ceritanya. Para pelaku mengaku baru pertama melakukan pencurian di PT BJAP 2. Saat melakukan pengangkutan buah kelapa sawit, pelaku mengaku tidak hanya bertiga, tapi bersama orang banyak. "Akibat kejadian ini PT BJAP 2 mengalami kerugian sebesar Rp3.914.188," jelasnya. Barang bukti yang diamankan, yakni 1 Replas Timbang, 1 Lembar data kerugian kehilangan buah Kelapa sawit, egrek, 2 tojok, angkong, Pikap Merk Daihatsu Gran Max putih tanpa pelat TBS, dan kelapa sawit sebanyak 73 janjang dengan berat 1.440 kilogram. "Kepada para pelaku disangkakan Pasal 363 Ayat (1) Ke 4e KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara selama lamanya 7 tahun," sebutnya.

Petani Sawit Peserta PSR Hilang Pendapatan Solusinya Ekonomi Sirkular Nasional
Nasional
Kamis, 30 November 2023 | 18:16 WIB

Petani Sawit Peserta PSR Hilang Pendapatan Solusinya Ekonomi Sirkular

Jakarta, katakabar.com - Kelapa sawit komoditas unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Di mana saat ini banyak tanaman kelap sawit milik petani umurnya sudah lebih dari 25 tahun. Otomatis, produktivitas tanaman turun lantaran umurnya sudah di atas umur produktif maksimal kelapa sawit makanya perlu dilakukanreplanting. Soal itu, pemerintah tengah menggalakkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya meningkatkan lagi produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit. Secara nasional, pemerintah menargetkan peremajaan kebun sawit milik petani seluas 540.000 hektar hingga tahun 2024. Kabupaten Kotawaringin Barat termasuk penerima alokasi anggaran untuk kegiatan replanting dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Sisi lain, proses peremajaan dampaknya tidak bisa langsung dirasakan lantaran tanaman kelapa sawit baru produksi aktif sekitar umur 4 hingga 5 tahun. Itu sebabnya, perlu hadir sumber-sumber ekonomi baru bagi petani. Kepala Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nugroho Adi Sasongko menjabarkan, pihaknya kini tengah melakukan penelitian tentang ekonomi sirkular alternatif waktu tunggu masa peremajaan sawit. “Riset terkait optimalisasi pemanfaatan area replanting kelapa sawit untuk pengembangan jagung dan ternak unggas guna mewujudkan ekonomi sirkular bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Nugroho lewat rilis Humas BRIN, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (30/11). Ekonomi sirkular, ujar Nogroho, kegiatan berwawasan lingkungan di mana konsepnya pengembangan industri hijau. Model yang digunakan berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin. "Implementasi ekonomi sirkular di lapangan dilakukan dengan pengurangan timbunan limbah dan polusi," ulasnya. Kegiatan penelitian yang dilakukan dengan kegiatan pertanian terpadu (integrated farming) yang berorientasi lingkungan. Apalagi, permasalahan lingkungan saat ini jadi isu yang strategis tak terkecuali pada sektor pertanian. Lingkungan suatu ekosistem harus dijaga kelestasiannya dan perubahan iklim global selalu menjadi isu sentral di bidang pertanian. “Menyikapi dinamika itu, konsep pertanian berkelanjutan dipandang sebagai solusi dan salah satu contohnya kegiatan integrated farming yang sedang kami lakukan di Kotawaringin Barat dengan memunculkan kegiatan ekonomi sirkular pedesaan,” terangnya. Periset PR SPBPDH, Ermin Widjaja menimpali, riset ini baru berjalan satu tahun. Idealnya, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, setidaknya riset berjalan selama dua tahun. Tapi, hasil sementara yang diperoleh sudah dapat memberikan gambaran prospek dari kegiatan ini, tuturnya. Lahan sela masih tersedia sangat luas di area replanting kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas lain, baik berupa tanaman pangan maupun tanaman hortikultura selagi tanaman sawit belum berbuah (umur 3-4 tahun). Kegiatan ekonomi baru ini muncul selama tanaman sawit belum menghasilkan. “Penelitian ini melakukan rintisan kegiatan ekonomi sirkular yang mampu meningkatkan pendapatan kelompok tani kelapa sawit peserta PSR lebih dari 50 persen,” jelasnya. Rintisan kegiatan ekonomi sirkular, kata Ermin, dijadikan sebagai percontohan dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani yang berada di Kotawaringin Barat. “Kegiatan yang dilakukan, meliputi budidaya jagung di area replanting sawit berumur 1 tahun seluas 20 hektar. Lalu, pembuatan pupuk organik yang diperkaya dengan mikroba, dengan bahan dasar limbah pabrik kelapa sawit seperti abu boiler, solid sawit, serat perasan buah/fiber, kotoran ayam dan decomposer. Ada pula budidaya ayam petelur sebanyak 1000 ekor dengan menggunakan campuran pakan lokal untuk menekan harga pakan pabrik yang mahal,” bebernya. Dari kegiatan itu, urai Ermin, memberikan sumber penghasilan baru untuk petani kelapa sawit yang terintegrasi dengan usaha lainnya, sehingga menghasilkan ekonomi sirkular yang menambah pendapatan petani. "Sumber pendapatan baru itu, berupa produksi jagung, produksi telur, dan produksi pupuk organik yang memiliki pangsa pasar bagus," terangnya. Kegiatan ini dapat dilakukan masyarakat sawit yang sudah berkelompok dan tergabung pada kelembagaan yang memiliki modal seperti KUD. Soalnya, modal yang diperlukan cukup besar untuk kegiatan replanting yang terintegrasi dengan komoditas jagung dan ternak unggas secara terpadu dan berkelanjutan, makanya memerlukan dukungan dari pemerintah. Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi model dan direplikasi lokasi lain yang memiliki potensi yang serupa. Komoditasnya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan lain-lain) bisa disesuaikan dengan peluang kegiatan bisnis di lokasi tersebut. Apalagi, hasil kegiatan pertanian terpadu yaitu produksi tanaman sela jagung, produksi pupuk organik dan produksi telur dari budidaya ayam petelur dengan pakan introduksi, dapat meningkatkan pendapatan lebih dari 100 persen. Untuk mengetahui keberlanjutan kegiatan integrasi ini secara terukur, tambah Ermin, dilakukan analisis dengan menggunakan metode Multidimension Scale (MDS) dengan hasil indek keberlanjutannya masuk dalam kategori baik (good sustainability). "Analisis dampak lingkungannya dilakukan dengan Life Cycle Assessment (LCA) dan emisi gas rumah kaca sedang dalam pelaksanaan,” imbuhnya.

Oalah.., Program PSR Terkendala Lantaran STDB Lahan Minim di Kobar Nasional
Nasional
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 21:53 WIB

Oalah.., Program PSR Terkendala Lantaran STDB Lahan Minim di Kobar

Pangkalan Bun, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) jadi terkendala lantaran Surat Tanda Daftar Budidaya (SDTB) lahan minim Kotawaringin Barat (Kobar). Hal itu tidak tak masalah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah terus berupaya melakukan percepatan pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kobar, Kris Budi Hastuti, sosialisasi PSR gencar dilakukan agar petani kelapa sawit semakin paham mengikuti peserta PSR. Di samping itu, pemetaan lahan sawit dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala PSR di Kotawatingan Barat, "Sosialisasi PSR terakhir digelar di salah satu hotel di Pangkalan Bun pertengahan bulan lalu. Kegiatan ini dihadiri camat, lurah, kepala desa, Balai Penyuluh Pertanian, Koperasi Unit Desa (KUD), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari beberapa kecamatan. Dinas TPHP Kotawaringin Barat menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Domingos Neves dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, M Kalil dari Polres Kobar, Mokhamad Dwi Kuwanto dari BPN Kobar, dan Sigit Wibisono dari UPT KPHP Kobar Unit XXII dan XXVI. Sebelumnya lebih dulu digelar Pertemuan Teknis Percepatan dan Pemetaan PSR di Pangkalan Bun. Kegiatan dimotori Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Kalimatan tengah ini hadir perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, GAPKI cabang Kalteng, pihak perbankan, dan peserta pekebun kelapa sawit di wilayah Kotawaringin Barat. Kata Kris, hal yang paling ditekankan kepada petani atau pekebun dalam sosialisasi adalah PSR sangat penting guna meningkatkan produksi dan produktivitas hasil perkebunan yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. "Pemerintah melaksanakan kegiatan PSR sebagai bentuk keberpihakan kepada pekebun rakyat, sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat dilakukan guna menjaga luasan lahan dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit di Kobar," ujarnya dilanair dari lama elaeis.co, pada Sabtu (5/8). Selain petani, instansi dan lembaga pemerintah, perbankan, serta asosiasi pengusaha dan petani dilibatkan di kegiatan sosialisasi agar ada sinergi dalam pelaksanaan PSR, tambahnya. Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Kobar, Endro Budi Utomo menimpali, selama ini ada beberapa permasalahan yang jadi kendala pelaksanaan PSR, meliputi lahan masyarakat belum dipetakan dan lahan masuk dalam kawasan hutan. "Ini penyebab tidak dapat diterbitkan Surat Tanda Daftar Budidaya (SDTB) sebagai salah satu persyaratan PSR,” tegasnya. Data perakhir menunjukkan, luas perkebunan sawit rakyat di Kotawaringin Barat mencapai 46,7 ribu hektar. Di mana luas lahan sudah terdata STDB sebagai salah satu persyaratan PSR baru 3,4 ribu hektar, katanya. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan dan Dinas TPHP terus mendorong dan membantu petani atau pekebun kelapa sawit dalam proses penerbitan STDB. “STDB penting lantaran menyangkut tracibility atau asal usul lahan perkebunan kelapa sawit milik petani,” ulasnya. Ketua Aspekpir Kalteng, Yusro berharap kementerian dan lembaga terkait, yakni KLHK dan ATR/BPN, membantu bereskan permasalahan dan kendala selama pengajuan PSR. “Permasalahan yang dihadapi para petani atau pekebun kelapa sawit harus dicarikan solusinya agar seluruh petani khususnya di Kotawaringin Barat bisa mengikuti program PSR,” sebutnya.

Petani Kelapa Sawit Mesti Melek Manajemen dan Administrasi Keuangan Nasional
Nasional
Minggu, 23 Juli 2023 | 22:54 WIB

Petani Kelapa Sawit Mesti Melek Manajemen dan Administrasi Keuangan

Pangkalan Bun, katakabar.com - Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan, di salah satu hotel Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah. Peserta sebanyak 31 orang pekebun kelapa sawit anggota Kelompok Tani (Poktan) dan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Perkebunan Kelapa Sawit dari Desa Pandu Senjaya, Desa Pangkalan Tiga, Desa Persiapan Lada, Desa Makarti Jaya, Desa Sungai Tendang, dan Desa Medangsari. Kegiatan ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kobar, Akhmad Yadi digelar lima hari lamanya, dari 21 hingga 25 Juli 2023 nanti. Tujuannya dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit. Kepala Dinas Pertanian beserta staf bidang perkebunan, nara sumber dari Balai Besar Pelatihan Manajemen, dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor turut hadir di kegiatan yang digawangi Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kobar, Akhmad Yadi mengatakan, pelatihan inibbertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekebun kelapa sawit mengenai manajemen dan keuangan. “Sekarang ini sangat penting meningkatkan kompetensi dan menambah ilmu petani, terutama manajemen dan keuangan," ujarnya. Menurutnya, para petani wajib menguasai pengelolaan manajemen dan keuangan untuk mendukung aktivitas mengelola kebun kelapa sawit. Untuk itu, peserta mengikuti kegiatan pelatihan SDM ini dari awal hingga akhir, agar ilmu yang disampaikan dapat terserap dengan baik. “Pelatihan bisa meningkatkan pengetahuan SDM pekebun dalam pengelolaan keuangan petani. Lantaran itu, selesai kegiatan ini para peserta bisa memberikan ilmu yang diperoleh nantinya kepada anggota pekebun yang lain,” harapnya. Kepala Dinas Pertanian Kobar, Kris Budi Hastuti ucapkan terima kasih kepada BPDPKS yang memberi kesempatan pada petani Kobar mengikuti pelatihan SDM. “Bersyukur sekali adanya pelatihan ini, sebab dapat menjadi sarana pembelajaran bagi petani agar tetap semangat mengelola kebunnya sehingga produksi dan produktivitas kebun sawit masyarakat lebih meningkat,” jelasnya. Komoditi kelapa sawit sambung Kris, masih menjadi primadona. Itu sebabnya, petani dituntut untuk meningkatkan kompetensinya terutama pengelolaan manajemen dan keuangan. “Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri kelapa sawit, maka SDM petani pekebun kelapa sawit harus terus meningkat agar tidak tertinggal dan dapat memberi dampak perbaikan untuk pengembangan industri kelapa sawit khususnya di Kobar,” tuturnya. Peran penting SDM perkebunan kelapa sawit kunci untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing. "Semakin berkembang teknologi harus dapat diimbangi dengan kualitas SDM agar dapat memberikan dampak peningkatan nilai tambah bagi produksi perkebunan kelapa sawit," kata Kris lagi. Diketahui, pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit melalui pendidikan dan pelatihan tengah digalakkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dengan kerangka pendanaan dari BPDPKS. Hal itu sekaligus untuk menghadapi tantangan global dan berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang sustainable.