Kogabwilhan III

Sorotan terbaru dari Tag # Kogabwilhan III

Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:02 WIB

Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi

Jakarta, katakabar..com - Kogabwilhan III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kota Ternate, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mengurangi risiko abrasi serta bencana alam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen TNI perkuat ketahanan nasional melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, menegaskan penanaman mangrove memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendukung kedaulatan negara. Menurutnya, upaya menjaga kedaulatan tidak semata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat, kata dia, merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. “Menjaga kedaulatan negara bukan hanya soal pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujar Joko saat dihubungi wartawan, Kamis (15/1) lalu. Ia menjelaskan, 1.000 bibit mangrove yang disiapkan PT Position tersebut ditanam untuk menahan abrasi pantai, meredam dampak gelombang laut, serta mengurangi risiko bencana seperti banjir rob dan tsunami. Selain itu, penanaman mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kota Ternate. Melalui kegiatan ini, Kogabwilhan III berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku Utara. “Perlu dipahami penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial. Menanam mangrove di kawasan pesisir pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang bagi anak cucu dan generasi mendatang bangsa ini,” jelas Joko. Kogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya bersama menjaga keseimbangan alam, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta mendorong peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Joko menegaskan TNI akan terus aktif dan adaptif menghadapi tantangan nonmiliter, khususnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan wilayah pesisir Indonesia. “Insya Allah, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir di tanah air sebagai wujud nyata komitmen TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus pelindung lingkungan hidup NKRI,” sebutnya.

Dorong Kesehatan Inklusif di Papua, Kogabwilhan III Serahkan Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:00 WIB

Dorong Kesehatan Inklusif di Papua, Kogabwilhan III Serahkan Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako

Jayapura, katakabar.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III salurkan bantuan alat bantu dengar bagi penyandang tunarungu seiring peresmian Hearing Center perdana di Papua, persisnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan pendengaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Kogabwilhan III dukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Papua. Peresmian Hearing Center tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua, Matius D Fakhiri. Kehadiran fasilitas ini menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan pendengaran yang lebih modern dan inklusif di Tanah Papua. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyampaikan pemberian alat bantu dengar tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi TNI dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Syukur Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini masyarakat Papua sudah dapat menikmati layanan kesehatan pendengaran yang lengkap, mulai dari pemeriksaan audiometri, layanan THT, hingga pengobatan gangguan pendengaran, melalui Hearing Center pertama di Papua yang berada di RSUD Jayapura,” jelas Bambang kepada wartawan, Jumat (9/1) lalu. Selain itu, Kogabwilhan III salurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas yang tengah menjalani perawatan di RSUD Jayapura. Ia menekankan sinergi antara TNI dan Pemerintah Provinsi Papua menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkesinambungan di 'Bumi Cendrawasih'. “Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan penyelenggra megara lainnya di Bumi Cendrawasih, TNI berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang menjamin kesempatan dan akses yang setara bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya. Ia menambahkan, penyediaan sarana, prasarana, serta lingkungan layanan kesehatan yang ramah disabilitas merupakan langkah strategis untuk menghapus berbagai hambatan, baik fisik maupun nonfisik, sehingga masyarakat dapat memperoleh hak atas kesehatan secara optimal. “Pelayanan kesehatan yang inklusif memungkinkan setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, hidup sehat, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia,” sebut Bambang.

Kogabwilhan III Salurkan Bantuan Sembako dan Life Vest ke Ratusan Nelayan di Malut Nusantara
Nusantara
Jumat, 26 Desember 2025 | 21:00 WIB

Kogabwilhan III Salurkan Bantuan Sembako dan Life Vest ke Ratusan Nelayan di Malut

Maluku Utara, katakabar.com - Kogabwilhan III salurkan bantuan sembako dan 'life vest' kepada ratusan nelayan beserta keluarganya di Perairan Sidangoli Dehe, Halmahera Barat, Maluku Utara. Kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir. Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut sekaligus memberikan dukungan sosial, terutama di tengah potensi gelombang tinggi akhir tahun. Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir. "Mewakili Pangkogabwilhan III, Bapak Letjen TNI Bambang Trisnohadi, kami sampaikan bantuan ini merupakan simbol perhatian negara terhadap keselamatan nelayan sekaligus dukungan sosial untuk masyarakat pesisir," ujar Joko lewat keterangan resmi, Senin (22/12) lalu. Menurut Joko, life vest bantuan dari PT Position diberikan untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Sedang, paket sembako berupa beras disalurkan untuk membantu kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan. Ia menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk nyata kebersamaan, kepedulian, serta peran TNI sebagai penyelenggara negara di wilayah Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Melayan, ucap Joko, khususnya nelayan tradisional yang kerap melaut hingga samudra lepas dan perbatasan negara, merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan nasional. "Hampir sebagian besar nelayan sering singgah dan menginap di pulau-pulau terluar saat berlayar mencari ikan. Penakluk samudera ini selalu memberikan informasi kepada negara, apabila ada kapal asing yang mencoba masuk wilayah Indonesia," terangnya. Ia juga mengapresiasi keberanian para nelayan yang tetap melaut meski dengan keterbatasan sarana. "Dengan tekad kuat dan keberanian yang luar biasa meski bermodalkan mesin usang di kapal reyot miliknya, tidak sedikit nelayan kita yang melaut ditengah samudera hingga perbatasan negara, tegas menghadang bahkan mengusir kapal-kapal asing yang masuk kedalam teritorial NKRI," imbuh Joko. Di kegiatan tersebut, Joko turut mengingatkan para nelayan di Perairan Sidangoli Dehe agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, salah satunya dengan mengenakan life vest. "Kepada saudara-saudara kami para nelayan, mohon berhati-hati mengingat BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku akhir tahun ini," sebut Joko.

Kogabwilhan III Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri, Papua Nusantara
Nusantara
Kamis, 24 Juli 2025 | 09:04 WIB

Kogabwilhan III Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri, Papua

Papua, katakabar.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Kogabwilhan III tunjukkan lagi perannya, tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara, tapi juga sebagai pelayan masyarakat. Sempena memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kogabwilhan III gelar kegiatan bakti sosial, berupa pengobatan gratis, makan bergizi, bantuan pengajaran dan kelengkapan sekolah di Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri, Kenyam, Papua. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan, tugas TNI tidak sebatas menjaga kedaulatan negara, melainkan hadir untuk memajukan kesejahteraan rakyat, terutama di wilayah terdepan dan tertinggal. “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, khususnya anak-anak dan lansia,” ujar Letjen Bambang. Tim medis gabungan layani 202 pasien pada pengobatan massal ini, terdapat dua kelompok tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri secara gratis. Antusiasme masyarakat dan peran tokoh lokal mendapat sambutan hangat, termasuk para tokoh adat, kepala suku, pastor, suster, serta guru-guru sekolah. Keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting untuk keberhasilan program sosial di wilayah ini. Penguatan Ketahanan Nasional melalui Kesehatan Langkah TNI ini bagian dari strategi pertahanan berbasis kesejahteraan (human security) yang memandang kesehatan masyarakat sebagai fondasi ketahanan bangsa.