Kombinasi

Sorotan terbaru dari Tag # Kombinasi

Emas di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220 Internasional
Internasional
Senin, 23 Februari 2026 | 17:00 WIB

Emas di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan perdagangan. Ini didorong kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian, Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures, mengungkapkan lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE), yang merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve, menunjukkan bahwa inflasi telah melampaui level 3 persen, memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Di akhir pekan lalu, harga emas tercatat menguat lebih dari 1 persen dan diperdagangkan di sekitar $5.065 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di kisaran $4.981, menandakan adanya rebound yang cukup kuat. Memasuki sesi perdagangan Asia pada awal pekan, harga emas masih mempertahankan momentum positif dengan bergerak mendekati level $5.095. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan tarif impor baru yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik perdagangan internasional. Kebijakan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas, yang secara historis cenderung diminati saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil. Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran juga turut memperkuat permintaan emas, meskipun adanya peluang negosiasi antara kedua negara sedikit menahan laju kenaikan agar tidak terlalu tajam. Dari sisi ekonomi makro, perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal keempat tahun 2025 tercatat hanya tumbuh 1,4 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,4 persen dan juga di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi mulai mengalami perlambatan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Di sisi lain, inflasi yang masih menunjukkan peningkatan membuat bank sentral berada dalam posisi yang cukup kompleks, karena kebutuhan untuk menekan inflasi harus diseimbangkan dengan upaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Menurut Andy Nugraha, kondisi fundamental yang ada saat ini masih memberikan peluang bagi emas untuk mempertahankan tren positifnya. Selain faktor fundamental, indikator teknikal juga menunjukkan sinyal yang sejalan dengan potensi penguatan lebih lanjut. "Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan dominasi tekanan beli, sementara indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tren naik masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka lebar," ucapnya. Untuk proyeksi pergerakan jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar $5.220 per troy ounce. Level ini menjadi target penting yang dapat diuji dalam waktu dekat apabila sentimen positif terus mendominasi pasar. Tetapi, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar. Jika harga mengalami tekanan dan gagal melanjutkan kenaikan, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran $5.004, yang berpotensi menjadi area penopang harga. Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh kombinasi faktor ekonomi global, inflasi yang meningkat, serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meski demikian, pergerakan harga emas tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve, sehingga pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau dinamika tersebut guna mengantisipasi potensi perubahan tren di masa mendatang.

Emas Lesu di Awal Pekan, Kombinasi Tekanan The Fed dan Dolar Faktor Utama Internasional
Internasional
Kamis, 06 November 2025 | 13:37 WIB

Emas Lesu di Awal Pekan, Kombinasi Tekanan The Fed dan Dolar Faktor Utama

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) memulai perdagangan Selasa (4/11) dengan langkah hati-hati. Logam mulia ini sempat bergerak fluktuatif di kisaran $3.962 hingga $4.050 per troy ounce sebelum akhirnya stabil di sekitar level psikologis $4.010. Para pelaku pasar tampak menahan diri menjelang serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) serta pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, tren jangka pendek emas masih cenderung melemah. Berdasarkan sinyal teknikal dari pola candlestick dan indikator Moving Average, tekanan bearish terlihat semakin kuat. “Selama harga belum mampu menembus area $4.026, peluang koreksi ke bawah masih terbuka. Jika tekanan jual berlanjut, target berikutnya berada di area $3.959,” jelas Andy. Ia menyatakan peluang koreksi naik tetap ada apabila harga gagal menembus support tersebut. “Apabila emas mampu bertahan di atas $3.980 dan menembus kembali level $4.026, ada peluang bagi rebound teknikal menuju $4.060 dalam jangka pendek,” ujarnya. Dari sisi fundamental, harga emas mendapat tekanan tambahan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang masih condong hawkish. Setelah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan lanjutan belum tentu terjadi pada pertemuan Desember mendatang. Pernyataan ini mendorong penguatan Dolar AS (USD) dan menekan harga logam mulia yang berdenominasi dolar. Selain itu, komentar dari pejabat The Fed, Michelle Bowman, yang dijadwalkan berbicara hari ini, menjadi fokus pasar. Setiap isyarat mengenai kebijakan moneter akan dicermati ketat, mengingat pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% bahwa The Fed mungkin kembali menurunkan suku bunga pada akhir tahun. Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda pendinginan di sektor manufaktur AS. Laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa PMI Manufaktur turun menjadi 48,7 pada Oktober, lebih rendah dari perkiraan 49,5 dan tetap berada di zona kontraksi. Data ini bisa menjadi penyeimbang bagi The Fed, karena perlambatan aktivitas industri dapat menekan Dolar AS dan memberi ruang bagi harga emas untuk menguat kembali. Sentimen global pun ikut memengaruhi arah emas. Kabar positif dari hubungan perdagangan AS–Tiongkok, setelah kedua negara sepakat menunda penerapan tarif tambahan dan membuka kembali kerja sama ekspor logam tanah jarang, sempat memangkas permintaan aset safe haven seperti emas. Tetapi, pelaku pasar masih berhati-hati menilai sejauh mana kesepakatan ini dapat bertahan di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi. Secara keseluruhan, emas masih bergerak dalam fase konsolidasi di sekitar level $4.000 dengan bias negatif yang tipis. Para investor kini menunggu rilis data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan laporan Nonfarm Payroll (NFP) pada akhir pekan sebagai petunjuk arah yang lebih jelas terhadap kebijakan moneter AS ke depan.

Kombinasi Limbah Cair Sawit dan Alga Hasilkan Biofuel Generasi Ketiga Sawit
Sawit
Rabu, 09 April 2025 | 22:07 WIB

Kombinasi Limbah Cair Sawit dan Alga Hasilkan Biofuel Generasi Ketiga

katakabar.com - Kebun kelapa sawit lumbung energi mix berkelanjutan dapat menjadi pengganti energi tak terbaharui (energi fosil). Perkebunan kelapa sawit berkontribusi dalam menghasilkan biofuel generasi ketiga (third generation biofuel). Perkebunan kelapa sawit memiliki potensi demikian karena dalam proses pengolahan sawit sekitar 60 hingga-l70 persen akan menjadi limbah, seperti limbah cair POME. POME (palm oil mill effluent) merupakan limbah dengan jumlah terbesar dibandingkan jenis limbah kelapa sawit lainnya. Ketersediaan POME yang besar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media kultivasi alga penghasil biofuel generasi ketiga. PASPI (2019) dalam jurnal berjudul Kebun Sawit Indonesia: Lumbung Energi Mix Terbarukan memaparkan, berbagai studi empiris menunjukkan bahwa limbah POME dapat dijadikan sebagai media pertumbuhan alga dan dapat menurunkan BOD (biological oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) dari limbah POME. Menurut Sukumaran et.al. 2014, POME memiliki kandungan penting yang dibutuhkan oleh alga untuk pertumbuhannya sehingga pemanfaatan POME sebagai media kultivasi alga merupakan pilihan yang murah dan mudah diperoleh dengan jumlah yang melimpah di Indonesia.

Bodypack Hampton Rucksack Laptop Backpack, Kombinasi Gaya dan Fungsionalitas Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 05 November 2024 | 14:43 WIB

Bodypack Hampton Rucksack Laptop Backpack, Kombinasi Gaya dan Fungsionalitas

Surabaya, katakabar.com - Apakah Anda sedang mencari tas ransel yang tidak hanya stylish tapi juga fungsional untuk kebutuhan sehari-hari? Bodypack Hampton Rucksack Laptop Backpack bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan desain yang modern dan fitur yang lengkap, tas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan Anda, baik itu untuk bekerja, kuliah, atau aktivitas sehari-hari lainnya.

Cooling System Suling Emas' Dikombinasi Jalan Polres Meranti Jalin Emosional dengan Jamaah Riau
Riau
Kamis, 01 Februari 2024 | 22:52 WIB

Cooling System Suling Emas' Dikombinasi Jalan Polres Meranti Jalin Emosional dengan Jamaah

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti kombinasikan dua program, yakni coolong system dan suling emas. Subuh Keliling ke Masjid masjid (Suling Emas), di Masjid Nurul Huda, pada Rabu kemarin. "Pagi ini, kita berkumpul di Masjid Nurul Huda. Selamat datang di kegiatan Subuh Keliling atau yang kita sebut Suling Emas, ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan penuh semangat. Bincang sesudah salat berjamaah subuh, jalan untuk jalin emosianal dan mendekatkan personel lebih mengenal masyarakat lebih dekat. "Terkadang, kehadiran kami di sini hanya terlihat dalam tugas-tugas kepolisian. Tapi, Subuh Keliling ini memungkinkan kami untuk lebih mengenal masyarakat dan membangun kepercayaan bersama," jelasnya. Dengan senyum hangat, Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti, Kompol Yuherman menimpali, kegiatan Suling Emas bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat. "Kegiatan ini bukan hanya rutinitas kepolisian, tapi bentuk silaturahim dan kepedulian kepada masyarakat. Mari kita jadikan Subuh Keliling ini momen yang mendamaikan dan mempererat hubungan antara Polri dan warga," ajaknya. Selama salat berjamaah, Kapolres mengajak jamaah untuk menjaga keamanan di wilayah masing-masing. "Kegiatan ini tidak hanya tentang ritual ibadah, tapi tentang menciptakan lingkungan yang aman dan damai," sambung Kapolres Kepulauan Meranti. "Terima kasih atas partisipasinya. Kegiatan ini mudah-mudahan dapat menjadi langkah positif dalam membangun hubungan yang harmonis antara Polres dan masyarakat," harapnya. Dengan dialog yang hangat dan interaksi yang ramah, kegiatan Subuh Keliling (Suling Emas) tidak hanya menjadi rutinitas formal, tapi menciptakan ikatan emosional yang kuat antara kepolisian dan masyarakat. Ini sebuah langkah kecil menuju keamanan yang didasari keakraban dan kepercayaan bersama.