Lintas Sektor

Sorotan terbaru dari Tag # Lintas Sektor

Lewat Kolaborasi Lintas Sektor Sucofindo Perkuat Ekosistem Nilai Karbon Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 Maret 2026 | 13:10 WIB

Lewat Kolaborasi Lintas Sektor Sucofindo Perkuat Ekosistem Nilai Karbon

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) wujudkan komitmen dukung upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia. Salah satunya peran aktif PT Sucofindo (Persero) saat Seminar Nasional bertajuk Monetisasi Emisi Karbon, “Strategi Baru Meningkatkan Perusahaan” guna memperkuat kapasitas, membangun keselarasan pemahaman, serta mendorong kolaborasi nyata dari berbagai lintas sektor untuk pengembangan ekosistem bisnis karbon yang dihelat di Aula Perbanas Institute. Di kegiatan ini hadir Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo, Budi Utomo, Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, Ketua Umum Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan (Atkarbonist), Musdhalifah Machmud dan Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo, Budi Utomo, mengatakan sebagai BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo terus berperan aktif mendukung agenda dekarbonisasi di Indonesia. “Sucofindo menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar,” kata Budi Utomo. Budi Utomo melanjutkan, kontribusi Sucofindo tidak hanya terbatas pada layanan validasi dan verifikasi, tetapi juga mencakup konsultansi serta solusi bisnis hijau yang komprehensif. Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, menegaskan realisasi pengurangan emisi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. "Sucofindo siap mendukung berbagai sektor untuk mengambil langkah nyata dalam menurunkan jejak karbon dan berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan global,” tegas Dani. Di kegiatan sama, Ketua Umum Atkarbonist, Musdhalifah Machmud, menegaskan pada keynote speech-nya bahwa perubahan iklim saat ini bukan lagi hanya menjadi isu lingkungan tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi arah investasi global, perdagangan internasional dan strategi bisnis perusahaan. “Perusahaan yang mampu mengelola emisi secara transparan dan terukur akan memiliki keunggulan kompetitif, akses pembiayaan hijau, serta reputasi yang lebih kuat di pasar global,” jelas Musdhalifah. Selanjutnya Musdhalifah Machmud menyampaikan bersama mitra strategis lainnya, Atkarbonis berkomitmen membangun ekosistem kolaboratif yang mampu mempercepat implementasi bisnis berkelanjutan di Indonesia, sehingga sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, menciptakan peluang investasi baru serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global. “Kami berharap seminar ini menjadi ruang diskusi strategis yang mampu memperkuat pemahaman modernisasi emisi karbon serta mendorong lahirnya kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan. Bumi terjaga, lestari selamanya. Keberlanjutan merupakan strategi keberlanjutan masa depan,” ucapnya. Sebagai narasumber pada kegiatan Seminar Nasional tersebut, Head Unit Climate Solutions and Sustainable Energy PT Sucofindo, Dikman Purnama, menjelaskan Sucofindo mengambil peran aktif mendukung terwujudnya pasar karbon Indonesia yang berintegitas tinggi. Dikman Purnama memaparkan Indonesia telah menetapkan komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen untuk mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca secara terukur dan berkelanjutan. “PT Sucofindo menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk menghadirkan klaim emisi yang berintegritas dan dilanjutkan dengan peran tim SRN-KLH melalui tim MRV yakni memastikan implementasi Measurement, Reporting and Verification (MRV) telah berjalan sesuai dengan regulasi dan standar nasional maupun internasional,” tegas Dikman Purnama. Peran strategis PT Sucofindo juga hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB), “Kami hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB) yaitu sebuah proses independen yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa informasi emisi Gas Rumah Kaca telah sesuai dengan kriteria yang disepakati, dan dilaksanakan oleh validator serta verifikator yang kompeten,” jelas Dikman "Kami percaya dengan kolaborasi erat dari berbagai lintas sektor, Indonesia dapat membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang tidak hanya mendukung pencapaian Net Zero Emission, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional di pasar global," timpalnya. Untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo juga memiliki layanan otomasi pemantauan dan pengelolaan lingkungan, Pemetaan lahan dan tematik lainnya, Audit Lingkungan serta ESG (Environment, Social, and Governance) improvement and consultation. Selain itu, terdapat layanan untuk mendukung sustainable and green mining, green smelter, sustainable procurement, Ecolable, green office, green building, green port, konsultansi Energi Baru Terbarukan (EBT), Green Project Management, Industri Hijau, Sertifikasi GGL (Green Gold Label) dan CCS (carbon Capture Storage)/CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage).

Holding PTPN Perkuat Sinergi Lintas Sektor Akselerasi CPCL 2026 Nasional
Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 07:02 WIB

Holding PTPN Perkuat Sinergi Lintas Sektor Akselerasi CPCL 2026

Surabaya, katakabar.com - Guna mendukung percepatan program Swasembada Gula Nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), melakukan kunjungan kerja ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), di penghujung Januari 2026 lalu. Kunjungan kerja tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor terkait akselerasi penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Tahun 2026, khususnya di wilayah Jawa Timur yang merupakan salah satu sentra utama produksi gula nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis PT SGN dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program pengembangan areal tebu, sekaligus pengamanan proses pendataan dan penetapan CPCL agar berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di pertemuan tersebut, jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan, PT SGN, dan Polda Jawa Timur membahas penguatan sinergi, terutama dalam aspek pengawasan, mitigasi potensi konflik lahan, serta dukungan keamanan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program CPCL. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam menyukseskan agenda strategis nasional di sektor pergulaan. “Program akselerasi CPCL Tahun 2026 merupakan bagian integral dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam komoditas strategis gula. Untuk itu, diperlukan dukungan dan sinergi lintas sektor, termasuk dengan Polda Jawa Timur, agar seluruh tahapan program dapat berjalan efektif, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi petani dan pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya. Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menimpali koordinasi ini bertujuan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri gula nasional. “Percepatan CPCL 2026 bukan hanya persoalan administrasi dan teknis, tetapi juga membutuhkan jaminan keamanan di tingkat tapak. Kepastian keamanan sangat penting agar proses pendataan, penetapan lahan, hingga aktivitas persiapan tanam dapat berjalan tanpa hambatan,” ujar Yunianta. Polda Jawa Timur menyambut baik kunjungan dan koordinasi tersebut serta menyatakan komitmennya untuk mendukung program strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian. Melalui sinergi yang solid antara Direktorat Jenderal Perkebunan, PT Sinergi Gula Nusantara sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, dan Polda Jawa Timur, akselerasi CPCL Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan optimal, serta berkontribusi nyata dukung percepatan terwujudnya Swasembada Gula Nasional.

Kementerian PU Terapkan Penanganan Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:00 WIB

Kementerian PU Terapkan Penanganan Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor

Jakarta, katakabar.com - Guna menjaga kontinuitas konektivitas nasional dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga secara konsisten melaksanakan program preservasi jaringan jalan strategis. Di antara fokus utama tahun ini adalah penanganan berkelanjutan pada Ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Mentiwan (Sendawar) di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai penghubung vital antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah pastikan infrastruktur jalan yang laik fungsi dan berdaya tahan. “Ruas Sp. Blusuh–Sendawar memiliki peran krusial sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Kami memastikan penanganannya dilakukan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam jangka panjang,” ujar Dody. Kegiatan preservasi ini dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif melalui skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode tahun anggaran 2025 hingga 2027. Cakupan pekerjaan dirancang secara holistik, meliputi: · Pemeliharaan rutin jalan sepanjang 15,94 kilometer dan kondisi jalan sepanjang 24,36 kilometer. · Rehabilitasi minor jalan sepanjang 2,44 kilometer dan rehabilitasi mayor sepanjang 17,21 kilometer. · Rekonstruksi jalan sepanjang 4,05 kilometer. · Pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 291,2 meter dan pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 234,6 meter. Evaluasi di lapangan mengidentifikasi bahwa tingginya intensitas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang tidak terkendali menjadi faktor dominan penyebab kerusakan di beberapa titik ruas jalan tersebut. Menyikapi hal ini, Kementerian PU tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat aspek pengawasan dan penertiban. Kepala Balai Bina Marga BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menimpali pendekatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. “Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kutai Barat telah kami intensifkan sejak awal. Bersamaan dengan pelaksanaan preservasi, kami juga aktif mendorong sinergi dengan Kepolisian dan instansi perhubungan terkait untuk penguatan pengawasan dan penertiban kendaraan ODOL, sebagai langkah preventif agar kerusakan serupa tidak terulang pasca-penanganan,” kata Yudi. Komitmen ini mencerminkan strategi Kementerian PU yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan pemulihan, tetapi juga pada perlindungan dan keberlanjutan investasi infrastruktur, demi mendukung kelancaran logistik, keamanan perjalanan, dan kesejahteraan masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

LindungiHutan Gelar Webinar Green Skilling #23 Bahas Kolaborasi Lintas Sektor Ekonomi Hijau Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:31 WIB

LindungiHutan Gelar Webinar Green Skilling #23 Bahas Kolaborasi Lintas Sektor Ekonomi Hijau

Semarang, katakabar.com - Guna perkuat kolaborasi lintas sektor menuju ekonomi hijau, LindungiHutan menyelenggarakan webinar bertajuk Green Skilling: Green Future – Kolaborasi yang Mengakar untuk Ekonomi Berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi green skilling LindungiHutan yang berfokus pada pembentukan keterampilan, nilai, dan pola pikir berkelanjutan melalui sinergi antara sektor bisnis, lembaga sosial, dan pendidikan. Di tengah krisis iklim dan tantangan lingkungan yang semakin mendesak, keberlanjutan tidak lagi cukup menjadi strategi branding semata. Nilai hijau kini menjadi bagian inti dari model bisnis yang menghubungkan profit dengan dampak sosial dan lingkungan. Webinar ini menghadirkan ruang dialog bagi pelaku bisnis, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam membangun praktik hijau yang berakar kuat, baik di internal organisasi maupun melalui kemitraan yang berdampak nyata. Salah satu studi kasus yang akan dibahas adalah program “Corporatree” LindungiHutan, inisiatif penghijauan yang menghubungkan perusahaan dengan proyek penanaman pohon di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, sebuah perusahaan manufaktur berhasil menanam ribuan pohon bersama masyarakat lokal, sekaligus mengintegrasikan program tersebut ke dalam strategi CSR mereka. Hasilnya tidak hanya berdampak pada pemulihan ekosistem, tetapi juga meningkatkan citra perusahaan dan keterlibatan karyawan dalam isu lingkungan. Melalui talkshow dan pemaparan narasumber, peserta akan diajak memahami bagaimana lembaga sosial dan pendidikan dapat berperan aktif dalam transformasi hijau, mulai dari menanamkan budaya keberlanjutan di lingkungan internal, menyatukan nilai pendidikan dengan praktik ekonomi hijau, hingga mengukur dampak kolaborasi lintas sektor.