m Anak Usaha

Sorotan terbaru dari Tag # m Anak Usaha

Krakatau Steel: Bisnis Anak Usaha Motor Penggerak Utama Pemulihan dan Pertumbuhan Berkelanjutan Nasional
Nasional
Sabtu, 07 Juni 2025 | 20:18 WIB

Krakatau Steel: Bisnis Anak Usaha Motor Penggerak Utama Pemulihan dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menunjukkan keyakinan besar terhadap peran penting anak-anak perusahaannya guna mencapai target kinerja perusahaan pada tahun 2025. Dengan pengelolaan aset gabungan yang bernilai signifikan dan strategi yang matang, berbagai lini bisnis anak usaha di bawah naungan Krakatau Steel diproyeksikan menjadi motor penggerak utama bagi upaya pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan perseroan. Krakatau Steel menyoroti secara bersama-sama, anak-anak perusahaannya mengelola portofolio aset yang sangat strategis dan bernilai besar. Aset-aset ini, yang tersebar dari sektor manufaktur baja hilir hingga infrastruktur pendukung industri, menjadi fondasi yang kokoh bagi operasional grup Krakatau Steel. Sebagai contoh konkret, PT Krakatau Sarana Infrastruktur atau KSI beserta seluruh unit usahanya mengelola aset dengan total nilai mencapai lebih dari USD 809 juta. Angka ini setara dengan sekitar Rp13,41 triliun. Dengan capaian pendapatan sampai dengan Q1 2025 sebesar USD 51,91 juta atau setara dengan Rp. 860 milyar dan laba sebesar USD 3,87 juta atau setara dengan Rp. 64,08 miliar. Diketahui, KSI bergerak di sektor infrastruktur vital yang mencakup pengelolaan kawasan industri, pelabuhan, energi, hingga penyediaan air untuk kebutuhan industri. Peran KSI ini sangat krusial dalam mendukung ekosistem industri nasional. Tidak hanya itu, kontribusi signifikan datang dari PT Krakatau Baja Konstruksi atau KBK, dan seluruh entitas anaknya. Perusahaan yang berfokus pada penyediaan baja untuk konstruksi melalui manufaktur baja profil, baja tulangan, pipa baja serta trading produk baja lainnya ini tercatat memiliki total aset sebelum proses eliminasi lebih dari USD 319 juta, atau bila dirupiahkan sekitar Rp5,29 triliun. Dengan capaian pendapatan sampai dengan Q1 2025 sebesar USD 83,99 juta atau setara dengan Rp1,39 triliun dan laba sebesar USD 1,09 juta atau setara dengan Rp18,08 miliar. Keberadaan aset produktif ini menempatkan KBK sebagai salah satu pilar penting dalam rantai pasok industri baja hilir dan sektor konstruksi di Indonesia. Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan menyatakan keyakinannya terhadap prospek cerah yang dimiliki anak-anak perusahaan. "Kami melihat potensi luar biasa dari seluruh anak perusahaan kami. Mereka bukan hanya entitas bisnis yang berdiri sendiri, tapi bagian integral dari strategi besar Krakatau Steel untuk kembali bertumbuh dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta bangsa Indonesia," kata Muhamad Akbar Djohan.