Madiun

Sorotan terbaru dari Tag # Madiun

Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Stop Perjalanannya Nasional
Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 | 08:33 WIB

Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Stop Perjalanannya

Madiun, katakabar.com - Sebelas Kereta Api (KA) yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun, berhenti luar biasa akibat adanya gempa magnitudo 5.5 dengan pusat gempa lokasi 8.14 LS, 111.33 BT (25 Km Timur Laut Pacitan-Jawa Timur) kedalaman 105 kilometer pada Selasa (27/1) sekitar pukul 08.21 WIB. Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sesuai Standar Operasional (SOP) bila terjadi gempa semua KA berhenti. "SOP kami bila terjadi gempa, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur KA menunggu dipastikan harus semua jalur aman dilewati KA di wilayah pasca gempa yang terasa," terang Tohari. Menurut Tohari apabila gempa dirasakan, maka KA yang sedang dalam perjalanan diminta berhenti secara serentak. Hal itu dilakukan oleh pengendali KA melalui radio lokomotif terpusat. Setelah seluruh KA berhenti, tuturnya, selanjutnya petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) melakukan pemantauan guna memastikan kondisi jalan maupun jembatan dalam kondisi aman dilewati KA pascagempa yang terasa. Adapun KA-KA yang berhenti pasca gempa, di wilayah Daop 7 Madiun, sejumlah 11 KA, yakni: 1. KA Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun-Pasarsenen berhenti di Stasiun Walikukun 2. KA Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong-Blitar berhenti di Stasiun Walikukun 3. KA BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo-Madiun berhenti di Stasiun Madiun 4. KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen (KA 161) berhenti di Stasiun Madiun 5. KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen (KA 89) berhenti di petak jalan antara Stasiun Saradan-Caruban 6. KA Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng berhenti di petak jalan antara Stasiun Ngawi-Geneng 7. KA Singasari (KA 150) relasi Pasarsenen-Blitar berhenti di petak jalan Magetan Madiun 8. KA Sancaka (KA 81B) relasi Surabayagubeng-Yogyakarta berhenti di Stasiun Nganjuk 9. KA Malabar (KA 69) relasi Malang-Bandung berhenti di Stasiun Papar 10. KA Parcel Tengah (KA 302) di petak jalan antara Sukomoro-Baron 11. KA Commuter Line Dhoho (KA 402) berhenti di Stasiun Ngujang “Setelah jalur dinyatakan aman untuk dilintasi KA, pada pukul 08.49 semua KA dapat berjalan normal sesuai grafik perjalanan KA,” imbuh Tohari KAI senantiasa berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan KA. Potensi bahaya sekecil apapun harus di minimalisir guna memastikan keselamatan penumpang dan petugas KA.

Cari Pusat Oleh-oleh Magetan dan Supplier MBG! Rehan Snack Rajanya Kulakan Terlengkap se Karesidenan Madiun! Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 23 Januari 2026 | 12:00 WIB

Cari Pusat Oleh-oleh Magetan dan Supplier MBG! Rehan Snack Rajanya Kulakan Terlengkap se Karesidenan Madiun!

Madiun, katakabar.com - Tidak perlu pusing mencari vendor sana-sini. Untuk urusan kulakan toko, pengadaan program MBG, hingga belanja oleh-oleh wisata, Rehan Snack adalah satu-satunya solusi terlengkap di Karesidenan Madiun. Kualitas barang terjamin, harga berani diadu, dan pengiriman armada yang sat-set adalah komitmen kami. Ingin melihat katalog lengkap atau butuh info harga grosir terbaru? Kunjungi website resmi kami sekarang juga di rehansnack.com atau hubungi admin via WhatsApp di 0858-5512-9572. Rehan Snack: Mitra Bisnis Snack Terpercaya Anda! Warga Karesidenan Madiun (Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan) bahkan Karanganyar dan Wonogiri. kini tidak perlu bingung lagi mencari muara dari segala kebutuhan camilan. Baik Anda seorang pengusaha toko kelontong, pemilik pusat oleh-oleh, atau panitia pengadaan makanan, ada satu nama yang menjadi rahasia kesuksesan banyak bisnis kuliner di wilayah ini: Rehan Snack. Meskipun berlokasi layaknya hidden gem di Desa Bulugunung, Plaosan, Magetan, posisi ini justru menjadi keunikan tersendiri. Suasana yang asri, bebas macet, dan area parkir yang luas memudahkan akses bagi kendaraan kecil hingga truk besar. Dari sinilah, Rehan Snack tumbuh menjadi distributor makanan ringan yang melayani kebutuhan grosir hingga partai besar. 1. Kiblatnya Kulakan Snack se-Karesidenan Madiun Mengapa harus jauh-jauh ke luar kota atau membeli dari perantara jika Anda bisa mendapatkan akses langsung ke Supplier Tangan Pertama di area Madiun Raya? Rehan Snack dikenal sebagai "kiblatnya" kulakan karena kelengkapan variannya yang luar biasa. Kami menjadi pusat distribusi untuk wilayah: Magetan & Madiun: Suplai harian untuk toko-toko dan pasar. Ngawi & Ponorogo: Langganan tetap para agen grosir. Pacitan hingga Wonogiri: Destinasi kulakan favorit karena harga yang sangat bersaing. Dengan berbelanja di sini, Anda memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga jual kembali Anda bisa lebih murah dan keuntungan lebih maksimal. 2. Mitra Strategis Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan standar suplai yang tinggi: stok harus banyak, higienis, bergizi, dan pengiriman tepat waktu. Rehan Snack adalah jawaban atas kebutuhan tersebut. Kami siap menjadi mitra penyedia snack pendamping untuk kebutuhan MBG di sekolah-sekolah maupun institusi pemerintah. Kapasitas Besar: Didukung oleh 2 gudang raksasa, kami sanggup memenuhi pesanan ribuan pacs setiap harinya tanpa putus stok. Armada Tempur Siap Kirim: Jangan khawatir soal distribusi. Kami memiliki armada mobil box dan truk yang standby mengantar paket MBG ke titik-titik lokasi di seluruh pelosok desa maupun kota dengan aman dan tepat waktu. 3. Pusat Oleh-Oleh Magetan: Hidden Gem di Jalur Wisata Selain melayani grosir, Rehan Snack juga merupakan surga bagi wisatawan. Lokasinya yang berada di Desa Bulugunung, Plaosan, merupakan jalur emas wisata menuju Telaga Sarangan dan Tawangmangu. Alih-alih berdesakan di toko pinggir jalan yang sempit, wisatawan cerdas memilih berbelanja di gudang kami. Parkiran luas, suasana adem khas pedesaan, dan pilihan oleh-oleh yang "tumplek blek" lengkapnya mulai dari keripik tempe, brem, lempeng, hingga camilan kekinian menjadikan pengalaman belanja oleh-oleh lebih puas dan hemat. 4. Keunggulan Rehan Snack Apa yang membuat kami berbeda dari toko grosir biasa? Harga Tangan Pertama: Jaminan harga termurah karena langsung dari sumbernya. Stok Unlimited: Ribuan karton siap angkut kapan saja. Lokasi Strategis: Mudah diakses via Google Maps dengan kata kunci "Rehan Snack Magetan". Layanan Prima: Tim yang ramah dan respon cepat. Siap kirim ke seluruh indonesia maupun ke luar negeri 5. Solusi Hemat untuk Hajatan Punya gawe pernikahan atau hajatan besar? Jangan biarkan budget konsumsi membengkak. Rehan Snack melayani pembelian partai besar untuk suguhan meja tamu maupun isian souvenir nikahan. Dengan harga grosir , Anda bisa menghemat jutaan rupiah dibandingkan membeli eceran di pasar biasa.

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Wisata
Wisata
Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pariwisata tematik "Rail Tour Jawa Timur" yang telah dimulai sejak 30 Oktober 2025 lalu. Program yang merupakan buah dari sinergi kuat antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan dua belas Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur, yaitu pemerintah Kabupaten Magetan, Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Jombang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten dan Kota Blitar yang melibatkan Dinas Pariwisata (Dispar), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tujuannya jelas: memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan dan inklusif. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan "Rail Tour Jawa Timur" dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan terintegrasi. Program ini secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan kenyamanan moda transportasi kereta api. "Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal," ujarnya lewat keterangan resmi. "Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kesan baru bagi masyarakat. Perjalanan tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Jaringan perkeretaapian kami siap menjadi jalur utama menuju petualangan baru di Jawa Timur," tambah Tohari. Eksplorasi Pantai Tulungagung: Paket Wisata dan Open Trip Sebagai bagian dari "Rail Tour Jawa Timur", KAI Daop 7 Madiun telah menyiapkan serangkaian paket wisata menarik dan membuka layanan open trip. Salah satu unggulannya adalah Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Tulungagung. Paket dibanderol dengan tarif Rp385.000 per orang. Layanan ini tersedia dengan titik keberangkatan (start) dari Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk, Stasiun Kertosono dan Stasiun Kediri. Fasilitas Termasuk (Include): Tiket Kereta Api PP menggunakan KA Gajayana untuk keberangkatan dan KA Malabar untuk kembalinya, Tour Guide, Angkutan Lanjutan (Feeder), dan HTM tempat wisata. Adapun destinasi utama adalah Pantai Midodaren, Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang ikonik, serta pusat oleh-oleh khas daerah Tulungagung. “PT KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program ini. Dengan memilih transportasi kereta api untuk berwisata, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” sebut Tohari

Maaf! KAI Daop 7 Madiun Informasikan Keterlambatan dan Pembatalan Sejumlah Perjalanan KA Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:00 WIB

Maaf! KAI Daop 7 Madiun Informasikan Keterlambatan dan Pembatalan Sejumlah Perjalanan KA

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api disebabkan hingga Minggu (18/1), kondisi banjir di sejumlah wilayah operasional KAI menunjukkan peningkatan dengan titik terdampak yang bertambah di beberapa lokasi lintasan, khususnya di wilayah kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kereta api. “Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama. Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api agar risiko keselamatan dapat dihindari. Termasuk juga diantaranya KAJJ yang berangkat dan melintasi wilayah Daop 7 Madiun,” ujar Tohari. Untuk menjamin keselamatan perjalanan KA dan karena kelambatan yang sangat tinggi, sejumlah perjalanan KA yang berangkat dari atau melintasi Daop 7 Madiun pada hari Minggu (18/1) dibatalkan, yakni: • KA 151 Brantas, relasi Blitar-Pasarsenen; • KA 152 Brantas, relasi Pasarsenen-Blitar; • KA 269 Matarmaja, relasi Malang-Pasarsenen; dan • KA 270 Matarmaja, relasi Pasarsenen-Malang. KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi ini. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan. Pengembalian bea tiket dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: - Pengembalian bea tiket paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal pembatalan - Pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat pengalihan rute, rekayasa pola operasi, maupun dampak keterlambatan berhak memperoleh pengembalian bea 100 persen, termasuk untuk tiket terusan atau tiket pulang-pergi yang dikelola oleh KAI Group. - Pengembalian bea tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun dan Contact Center 121. - Pengajuan melalui Contact Center 121 dapat dilakukan melalui layanan call dan VOIP pada aplikasi Access by KAI, khusus untuk pengembalian bea 100 persen. Update Keterlambatan KA (Data Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB) Pantauan terkini, berikut adalah rincian keterlambatan KA Jarak Jauh yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun: 1. KA Matarmaja (KA 270) relasi Pasarsenen-Malang: Lambat 648 menit (Posisi Karangsono). Estimasi tiba di Madiun pukul 08.45 WIB. 2. KA Brantas (KA PLB 152) relasi Pasarsenen-Blitar: Lambat 678 menit (Posisi Pemalang). Estimasi tiba di Madiun pukul 11.50 WIB dan Blitar pukul 14.33 WIB. 3. KA Brawijaya (KA 38) relasi Gambir-Malang: Lambat 622 menit (Posisi Petarukan). Estimasi tiba di Madiun pukul 10.12 WIB. 4. KA Majapahit (KA PLB 246B) relasi Pasarsenen-Malang: Lambat 499 menit (Posisi Pemalang). Estimasi tiba di Madiun pukul 10.54 WIB. “KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan penanganan di lapangan. Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” pungkas Tohari.

Pekalongan dan Sragi digenangi Air, Seluruh KAJJ Daop 7 Madiun Dipastikan Tetap Tepat Waktu Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 18 Januari 2026 | 12:00 WIB

Pekalongan dan Sragi digenangi Air, Seluruh KAJJ Daop 7 Madiun Dipastikan Tetap Tepat Waktu

Madiun, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun pastikan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), baik keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun maupun KA yang melintasi wilayah Daop 7, tidak terdampak genangan air yang terjadi di jalur kereta api sekitar Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Sabtu (17/1) dini hari kemarin. Seluruh KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun dengan tujuan Jakarta dipastikan berangkat tepat waktu sesuai jadwal. KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan, yakni KA Brantas relasi Stasiun Blitar–Pasar Senen, dipastikan berangkat tepat waktu dari Stasiun Blitar pada pukul 12.55 WIB. Sementara, KAJJ lain yang melintasi wilayah Daop 7 dan melewati lintas Sragi–Pekalongan, meliputi KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen, berangkat tepat waktu, KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen, rencana berangkat tepat waktu, dan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir, rencana berangkat tepat waktu. Adapun KAJJ lainnya dari Daop 7 Madiun merupakan kereta lintas selatan yang tidak melewati Stasiun Sragi maupun Stasiun Pekalongan, yakni KA 143 Madiun Jaya relasi Stasiun Madiun–Pasar Senen, berangkat dari Madiun pukul 07.55 WIB, KA 149 Singasari relasi Stasiun Blitar–Pasar Senen, berangkat dari Blitar pukul 16.40 WIB, dan KA 161 Bangunkarta relasi Stasiun Jombang–Pasar Senen, berangkat dari Jombang pukul 06.55 WIB. KAI Daop 7 Madiun juga mencatat volume penumpang pada masa libur akhir pekan hingga hari ini mencapai 48.878 pelanggan, dengan rincian 24.665 pelanggan berangkat dan 24.213 pelanggan datang. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah. Untuk volume penumpang hari ini tercatat sebanyak 8.936 pelanggan, dengan rincian 4.665 pelanggan berangkat dan 4.271 pelanggan datang. Volume penumpang tertinggi sementara terjadi pada Kamis (15/1) sebanyak 16.796 pelanggan, terdiri dari 8.390 pelanggan berangkat dan 8.406 pelanggan datang. Selanjutnya pada Jumat (16/1) tercatat sebanyak 14.667 pelanggan, dengan 7.269 pelanggan berangkat dan 7.398 pelanggan datang. KAI Daop 7 Madiun memastikan ketersediaan tempat duduk KAJJ ke berbagai tujuan masih cukup banyak tersedia. Bagi masyarakat yang akan bepergian dan belum memiliki tiket, diimbau segera melakukan pemesanan melalui Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya yang bekerja sama dengan KAI. “KAI terus melakukan pemantauan intensif kondisi jalur dan perjalanan KA guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan tetap terjaga,” ujar Tohari, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan tiket dan jadwal KA , dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121.

KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar, Ini Tujuannya Lingkungan
Lingkungan
Senin, 12 Januari 2026 | 16:00 WIB

KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar, Ini Tujuannya

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus perkuat komitmen jaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dengan melakukan penutupan perlintasan sebidang liar secara masif di wilayah kerjanya. Langkah strategis ini bagian dari program normalisasi jalur yang secara konsisten dilakukan KAI untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan tidak resmi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun operasional kereta api. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah merealisasikan penutupan 15 titik perlintasan liar sebagai bentuk nyata peningkatan standar keselamatan transportasi perkeretaapian. “Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api,” kata Tohari. Memasuki awal tahun 2026, aksi nyata kembali dilakukan melalui kolaborasi Tim PAM dan Resort JR 7.3 Kertosono dengan menutup perlintasan liar di Km 214+5/6 petak jalan Stasiun Kertosono – Sembung, tepatnya di Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Perlintasan Liar Berisiko Tinggi Tohari menegaskan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, terutama di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas perjalanan kereta api. Lantaran itu, penutupan perlintasan liar menjadi langkah mutlak demi mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Kebijakan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 Ayat (1), yang mengamanatkan bahwa demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin wajib ditutup. Data Perlintasan Sebidang di Wilayah Daop 7 Madiun Hingga saat ini, KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 titik perlintasan sebidang, dengan rincian 185 titik perlintasan teregister dijaga, 27 titik perlintasan teregister tidak dijaga, 1 titik perlintasan tidak teregister (liar) dijaga, 3 titik perlintasan tidak teregister (liar) tidak dijaga KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa upaya penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi besar peningkatan keselamatan transportasi nasional.

Pencurian Baut Rel Ancam Nyawa Ribuan Penumpang, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Ini Kejahatan Serius Hukrim
Hukrim
Jumat, 09 Januari 2026 | 10:37 WIB

Pencurian Baut Rel Ancam Nyawa Ribuan Penumpang, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Ini Kejahatan Serius

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kecam keras aksi pencurian baut penambat bantalan rel yang terjadi di wilayah Blitar. Tindakan ini bukan sekadar pencurian aset, melainkan kejahatan serius yang secara langsung mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan nyawa ribuan penumpang yang melintas setiap hari. Kejadian tersebut terungkap pada Rabu (7/1) sekitar pukul 06.00 WIB, ketika Kepala Regu (Karu) Jalan Rel B.2, Jaryanto, menerima informasi dari Kanit Reskrim Polsek Sanankulon bahwa warga berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian baut penambat bantalan rel milik PT KAI. Terduga pelaku selanjutnya diserahkan kepada Polsek Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kota Blitar untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan hasil koordinasi antara Unit Pengamanan Katon B, Karu B.2, dan KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar mengungkap bahwa pelaku tidak hanya beraksi di satu lokasi. “Berdasarkan hasil pemeriksaan di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan, awalnya ditemukan kehilangan 13 buah baut penambat. Namun dari pengembangan penyidikan kepolisian, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di sedikitnya lima titik berbeda dengan total kehilangan mencapai 108 buah baut penambat rel,” jelas Tohari. Adapun lokasi pencurian yang diakui pelaku meliputi: BH 537 KM 133+723 BH 536 KM 133+254 BH 532 KM 131+770 BH 524 KM 127+851 BH 522 KM 127+358 Akibat pencurian tersebut, KAI mengalami kerugian materiil sekitar Rp4.133.700. Pelaku juga mengakui bahwa hasil curian dijual kepada pengepul barang bekas di Desa Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Tohari menegaskan baut penambat rel merupakan komponen vital yang berfungsi menjaga posisi dan kestabilan rel agar tetap sesuai standar teknis keselamatan. “Jika satu saja baut penambat hilang, potensi gangguan jalur meningkat. Apalagi jika puluhan baut dicuri, risikonya bisa berujung pada anjlokan kereta. Ini bukan soal nilai besi tua, tapi soal keselamatan manusia,” tegasnya. Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, KAI menegaskan bahwa perbuatan tersebut memiliki ancaman pidana berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, antara lain: Pasal 179: Setiap orang dilarang melakukan kegiatan, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah di jalur kereta api sehingga mengganggu atau membahayakan perjalanan kereta api Pasal 193: Ayat (1): Setiap orang yang melakukan kegiatan, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah di jalur kereta api sehingga mengganggu atau membahayakan perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Ayat (2): Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kerusakan prasarana perkeretaapian dan/atau sarana perkeretaapian, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Ayat (3): Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah). Pasal 180: Setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian. Pasal 197: Ayat (1): Setiap orang yang menghilangkan, merusak, dan/atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan tidak berfungsinya prasarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun. Ayat (2): Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan dan/atau kerugian bagi harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun. Ayat (3): Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat bagi orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun. Ayat (4): Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun. KAI Daop 7 Madiun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan jajaran Polsek Sanankulon yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keamanan aset negara. KAI juga terus meningkatkan patroli pengamanan terbuka dan tertutup di sepanjang jalur KA sebagai langkah preventif. “Di lintas ini terdapat 34 perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal Dhoho/Panataran setiap hari, dengan volume penumpang mencapai 400–900 pelanggan KAJJ dan 1.500–2.000 pelanggan KA lokal per hari. Karena itu, keselamatan jalur adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkas Tohari.

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 09:05 WIB

Wuih! Lebih 280 Ribu Pergerakan Penumpang Daop 7 Madiun Jadi Magnet Mobilitas Nataru

Madiun, katakabar.com - Memasuki penghujung tahun 2025 dan momentum pergantian menuju Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terpantau tetap tinggi. Menurut data pada Rabu (31/12), KAI Daop 7 Madiun melayani total 18.896 pelanggan, terdiri dari 9.086 pelanggan berangkat dan 9.810 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Secara kumulatif, selama 14 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 133.664 pelanggan berangkat dan 146.497 pelanggan datang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan jarak menengah dan jauh. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan tingginya volume pelanggan tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat yang masih berencana bepergian setelah malam pergantian tahun. Hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, ketersediaan tempat duduk kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun masih mencukupi. “Kami memastikan bahwa tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Tohari. Update Ketersediaan Tempat Duduk Hingga 4 Januari 2026 Adapun sisa tempat duduk untuk perjalanan KA keberangkatan maupun lintas wilayah Daop 7 Madiun menuju sejumlah kota tujuan antara lain: Surabaya Gubeng: 20.195 tempat duduk Malang: 7.955 tempat duduk Yogyakarta: 7.793 tempat duduk Gambir: 2.959 tempat duduk Purwokerto: 619 tempat duduk Bandung: 531 tempat duduk Cirebon: 391 tempat duduk Pasar Senen: 150 tempat duduk Tren Perjalanan dan Kereta Api dengan Okupansi Tertinggi Di periode Nataru ini, stasiun tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun didominasi oleh Bandung, Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, dan Malang. Sementara itu, terdapat beberapa perjalanan KA dengan tingkat okupansi tertinggi antarstasiun, antara lain: 1. KA Kahuripan (Blitar – Kiaracondong): 197% 2. KA Brantas Tambahan (Blitar – Pasar Senen): 156% 3. KA Brantas (Blitar – Pasar Senen): 152% 4. KA Singasari (Blitar – Pasar Senen): 150% 5. KA Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen): 148% KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan andal, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan selama masa Angkutan Nataru. Pelanggan juga diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan proses boarding berjalan lancar.

KAI Daop 7 Madiun Seru Pelanggan Patuhi Aturan Bagasi Demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:33 WIB

KAI Daop 7 Madiun Seru Pelanggan Patuhi Aturan Bagasi Demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Madiun, katakabar.com - Memasuki masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun mengalami peningkatan signifikan. Menurut data pantauan sejak 18 hingga 26 Desember 2025, puncak kedatangan penumpang terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan total 13.015 penumpang yang turun di berbagai stasiun wilayah Daop 7. Secara akumulatif selama periode tersebut (18–26 Desember 2025), total penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun mencapai 81.111 orang, sedangkan jumlah penumpang datang atau kedatangan tercatat sebanyak 91.545 orang. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan meskipun volume penumpang meningkat signifikan, KAI tetap berkomitmen menjaga kelancaran, keselamatan, dan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan. “Momentum Nataru ini menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan semakin melayani. Puncak kedatangan sejauh ini terjadi pada malam Natal kemarin, dengan lebih dari 13 ribu pelanggan tiba di wilayah Daop 7 Madiun,” ujar Tohari. Sejalan dengan semangat Semakin Melayani, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk memperhatikan aturan barang bawaan demi kenyamanan, keselamatan, dan keamanan bersama selama perjalanan. Penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan ketentuan sebagai berikut: Berat maksimal: 20 kilogram per penumpang Volume maksimal: Tidak lebih dari 100 dm³ (± 70 x 48 x 30 cm) Jumlah maksimal: 4 koli (item bagasi) Barang bawaan yang sesuai dengan ketentuan tersebut tidak dikenakan biaya tambahan. “Kami mengajak pelanggan membawa barang secukupnya. Apabila barang bawaan melebihi ketentuan, kami sarankan menggunakan jasa pengiriman agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan tertib,” seru Tohari. Selain jumlah dan ukuran, KAI mengingatkan pentingnya penempatan barang bawaan di rak bagasi. Pelanggan diimbau memastikan barang diletakkan dalam posisi yang benar, stabil, serta tidak melebihi kapasitas rak bagasi, sehingga tidak berisiko terjatuh selama perjalanan dan membahayakan penumpang lain. Penempatan barang yang baik merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Petugas KAI di atas kereta akan terus melakukan pengawasan dan siap membantu pelanggan apabila diperlukan, sebagai wujud komitmen KAI untuk semakin melayani pelanggan selama masa Angkutan Nataru. Selain itu, pelanggan diingatkan untuk tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam kereta api, antara lain: Binatang peliharaan Senjata api dan senjata tajam Narkotika dan zat adiktif lainnya Barang yang mudah terbakar atau meledak Barang dengan bau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain KAI menegaskan bahwa tanggung jawab atas barang bawaan sepenuhnya berada pada masing-masing penumpang. Sisa Ketersediaan Tempat Duduk Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket perjalanan, hingga saat ini masih tersedia 1.867 tempat duduk. Sisa ketersediaan tersebut tersebar pada beberapa rangkaian kereta api, antara lain: KA Madiun Jaya kelas eksekutif KA Singasari kelas eksekutif KA Bangunkarta kelas eksekutif KA Brantas kelas eksekutif dan ekonomi KA Brantas Tambahan kelas eksekutif “Mengingat ketersediaan tempat duduk yang semakin terbatas, kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya. KAI akan terus berupaya memberikan layanan terbaik dan semakin melayani kebutuhan perjalanan masyarakat,” sebut Tohari. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perjalanan dan layanan kereta api, dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121.