Melonjak
Sorotan terbaru dari Tag # Melonjak
Rupiah Tertekan Level Terendah per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC Melonjak di Bittime
Jakarta, katakabar.com - Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global, perilaku investor Indonesia menunjukkan pergeseran yang semakin strategis. Di mana, $USDT, $BTC, dan $XAUT kembali jadi Top Trade aset pada platform Bittime. Sedang, aset kripto $USDT yang memberikan eksposur 1:1 terhadap dolar AS, menjadikannya instrumen yang relevan di tengah gejolak ketegangan geopolitik Amerika-Iran. Apalagi, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap pasangan USDT/IDR di platform Bittime yang naik hingga 20% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan tren strategi investasi yang terjadi saat ini, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap nilai investasi dan pentingnya mengamankan nilai aset di tengah volatilitas pasar ekonomi yang terjadi. Di sisi lain, minat terhadap aset kripto berpotensi tinggi juga terus meningkat. Tercatat, volume trading BTC/IDR pada platform Bittime melonjak hingga 27% per-WoW mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap aset $BTC. Hal ini dipicu kondisi psikologis pasar yang memandang depresiasi nilai aset $BTC saat ini sebagai momentum untuk menambah jumlah aset nya. Di mana, 6 bulan lalu nilai aset $BTC berada di kisaran $115.000-$120.000, dan dipercaya berpotensi untuk kembali bergerak ke level tersebut. Selain kedua aset tersebut, aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Emas Tether ($XAUT) dan Silver ($SLVON) juga merupakan aset-aset yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir pada platform Bittime. Sebagai aset-aset yang bergerak lebih stabil dibanding aset kripto lainnya, Emas dan Silver dinilai dapat menjadi “safe haven”, apalagi Bittime menghadirkan staking $XAUT dan $SLVON dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% bagi pengguna baru. Bertepatan dengan pergeseran pola investasi masyarakat saat ini, sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bittime menggelar program Bittime Mining Points. Selama program berlangsung, aset kripto $USDT, $BTC, $SOL, $PIPPIN, dan $XRP menjadi aset-aset yang paling banyak diperdagangkan. Sebelumnya, program Bittime MiningPoints digadang sebagai bentuk dukungan dan apresiasi bagi para investor yang memanfaatkan aset kripto sebagai pilihan aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar dampak ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini. Perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Diketahui, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Makanya sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Selama Libur Panjang April 2026, Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Signifikan Tumbuh 138 Persen
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur panjang akhir pekan pada 3 hingga 5 April 2026 lalu. Total pengguna selama tiga hari tersebut mencapai 270.696 pengguna, meningkat tajam dibandingkan periode libur panjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 113.606 pengguna. Secara persentase, terjadi kenaikan sebesar 138,2 persen, menunjukkan semakin kuatnya peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan masyarakat perkotaan dalam mengisi periode libur. Jika dirinci per hari, jumlah pengguna pada periode tersebut adalah: • 3 April 2026: 90.078 pengguna • 4 April 2026: 95.152 pengguna • 5 April 2026: 85.466 pengguna Puncak tertinggi terjadi pada 4 April 2026, mengindikasikan mobilitas masyarakat berada pada fase optimal di tengah periode libur. Dari sisi stasiun, akumulasi tiga hari menunjukkan bahwa tiga stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah: • Stasiun Dukuh Atas: 46.408 pengguna • Stasiun Harjamukti: 34.649 pengguna • Stasiun Cikoko: 27.418 pengguna Sebagai pembanding, pada periode 18 hingga 20 April 2025, tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi tercatat: • Dukuh Atas BNI: 39.922 pengguna • Harjamukti: 28.725 pengguna • Cikoko: 21.982 pengguna Perbandingan ini menunjukkan bahwa seluruh stasiun utama mengalami peningkatan volume pengguna yang konsisten, dengan Dukuh Atas tetap menjadi simpul mobilitas tertinggi, sekaligus memperkuat fungsi integrasi antarmoda di pusat kota. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi publik. “Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya sebagai solusi mobilitas yang efisien, terutama saat periode libur panjang. Integrasi antarmoda, waktu tempuh yang pasti, serta kenyamanan layanan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik,” ujar Radhitya. Ke depan, LRT Jabodebek akan terus mengoptimalkan layanan, baik dari sisi operasional maupun konektivitas, guna mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang diproyeksikan akan terus meningkat, terutama pada periode-periode dengan mobilitas tinggi seperti libur panjang dan hari besar nasional.
Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi
Pekanbaru, katakabar.com - Saat ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah Indonesia tengah mengalami lonjakan signifikan, bahkan tembus kisaran Rp4.000 per kilogram. Banyak indikator dinilai menjadi penyebab meroketnya harga sawit nasional ini, salah satunya yakni pengaruh cuaca ekstrim dan ketegangan politik global. Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri), Dahlan Tampubolon, mengatakan faktor cuaca yang enggak menentu bikin produksi di beberapa sentra kelapa sawit enggak sebanyak biasanya. Begitu barang di pasar tidak sebanyak permintaan, otomatis hukum ekonomi jalan yakni harga melambung tinggi. "Jadi, meskibaru libur Idulfitri, kalau buah di pohon masih malu-malu keluar, ya harganya makin pedas di timbangan," ujarnya dilanwir dari laman elaeis.co, Minggu (5/4) sore. Dahlan yang tengah sumringah dengan kehadiran putri kecilnya tersebut, menuturkan kalau dikaitkan dengan minyak mentah dunia, poin patennya adalah kelapa sawit merupakan bahan baku utama Biodiesel (B35/B40). Begitu Selat Hormuz diblokade dan harga minyak mentah (crude oil) dunia melonjak gara-gara perang atau ketegangan geopolitik, pasar dunia langsung pusing. Mereka kemudian mulai cari alternatif energi yang lebih murah. Di situlah sawit (CPO) jadi primadona. Harga minyak bumi naik, permintaan biofuel naik, ujung-ujungnya harga TBS di kebun orang tu la yang ikut terkerek naik. "Dikaitkan dengan efek substitusi minyak nabati di pasar dunia. Kelapa sawit bersaing dengan minyak kedelai dari Amerika atau minyak bunga matahari dari Ukraina. Karena kondisi global lagi kacau, pasokan minyak nabati lain itu tersendat atau harganya selangit. Alhasil, pabrik-pabrik di India dan China balik lagi mengejar sawit, karena stoknya paling siap. Jadi, kenaikan harga di Sumbar atau Riau itu sebenarnya efek dari rebutan orang luar negeri sama hasil bumi kita ini," bebernya. Tidak sampai situ, urusan kapal di laut juga dinilai ikut mempengaruhi harga timbangan RAM di pinggir jalan. Karena Selat Hormuz disumbat, rute kapal tanker dunia jadi mutar jauh dan asuransi pengiriman naik berkali-kali lipat. Biaya angkut CPO keluar negeri jadi mahal. Tetapi, lantaran permintaan dunia lagi haus-hausnya dengan minyak nabati, para pembeli global tetap berani bayar mahal. Ini yang bikin harga patokan CPO di bursa Malaysia dan Rotterdam tetap perkasa di papan atas. Data menunjukkan stok minyak sawit di negara importir utama seperti China sedang tidak banyak. Mau gak mau kondisi ini membuat China harus restocking atau isi gudang lagi buat kebutuhan industri mereka pasca-lebaran. "Begitu mereka masuk ke pasar serentak, ya harganya langsung terbakar. Makanya, harga Rp4.000 itu bukan angka gaib, itu angka hasil rebutan pembeli besar yang takut nggak kebagian barang," terangnya. "Pemerintah kita juga lagi main cantik. Kalau kebijakan Domestic Market Obligasi (DMO) diperketat untuk amankan stok minyak goreng dalam negeri, ekspor jadi agak tertahan. Tapi kalau harga dunia sudah terlalu tinggi dibanding harga lokal, tekanan untuk ekspor makin kuat. Selisih harga inilah yang seringkali bikin harga TBS di tingkat petani ikut menyesuaikan secara agresif karena pabrik kelapa sawit (PKS) berebut amankan pasokan buah untuk diolah," sebutnya. Kendati demikian, kondisi harga yang tinggi itu juga dinilai cukup beresiko. Harga sawit sangat bergantung dengan berita perang dan kebijakan ekspor-impor negara besar. Begitu Selat Hormuz dibuka lagi atau ketegangan dunia mereda, harga minyak mentah dunia bisa anjlok. Kalau itu terjadi, daya tarik sawit sebagai bahan bakar alternatif bakal turun, dan harga TBS bisa terjun juga dalam sekejap. "Harga tinggi sekarang ini sebagian besar dipicu oleh rasa takut (fear) pasar dunia akan kekurangan pasokan energi dan pangan. Kalau rasa takut ini hilang, pasar bakal melakukan koreksi harga. Jadi untuk orang itu yang punya kebun, jangan langsung foya-foya beli barang mewah dulu. Gunakan momen Rp4.000 ini buat pupuk kebun yang bagus atau tabungan, karena nggak tau kita kapan angin pasar berubah arah," terangnya. Intinya kupas Dahlan, kenaikan ini adalah perpaduan berkah dari kacaunya geopolitik dunia dan tipisnya stok nabati global. Selama Selat Hormuz masih tegang dan minyak bumi masih mahal, sawit bakal tetap jadi emas hijau yang diburu. Meski begitu, tamba Dahlan, pasar komoditas tidak abadi di puncak. Petani dan pengusaha kelapa sawit harus siap siaga dengan kondisi yang ada.
Tarif Spesial Rp1 Bikin Pengguna LRT Jabodebek Melonjak H1 dan H2 Lebaran 2026
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna pada H1 dan H2 Lebaran 2026, dengan 102.648 pengguna, berkat kebijakan tarif Rp1 dan operasional 430 perjalanan per hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada periode Hari Pertama dan Kedua Lebaran 1447 H (21 hingga 22 Maret 2026). Selama 2 hari tersebut, tercatat 102.648 pengguna LRT Jabodebek, meningkat 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebanyak 57.308 pengguna LRT Jabodebek. Berikut data volume pengguna LRT Jabodebek selama 21 hingga 22 Maret 2026 atau H1 dan H2 lebaran 2026 dibanding tahun 2025, yakni: - H1 (21 Maret 2026): 39.850 pengguna LRT Jabodebek (meningkat 74% dari 22.844 pada lebaran 2025); - H2 (22 Maret 2026): 62.798 pengguna LRT Jabodebek (meningkat 82 persen dari 34.464 pada lebaran 2025). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan ini sejalan dengan kebijakan tarif spesial Rp1 yang diterapkan pada H1 dan H2 Lebaran 2026, serta dukungan operasional sebanyak 430 perjalanan per hari, yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat selama momen H1 dan H2 Lebaran 2026. “Lonjakan pengguna LRT Jabodebek tahun 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, namun juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan di kawasan Jabodebek, khususnya pada momen Lebaran,” jelasnya. Menurutnya, berdasarkan pelayanan petugas di stasiun, masih terdapat masyarakat yang baru pertama kali menggunakan LRT Jabodebek, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait cara pembelian tiket dan penggunaan layanan. “Ini menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik. Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya. Berdasarkan akumulasi data 2 hari, stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah: Penumpang Masuk (Tap In) Tertinggi : 1. Dukuh Atas : 20.892 pengguna; 2. Harjamukti : 13.138 pengguna; 3. Bekasi Barat : 9.924 pengguna; 4. Cikoko : 10.085 pengguna; 5. Jatimulya : 7.689 pengguna. Penumpang Keluar (Tap Out) Tertinggi : 1. Dukuh Atas : 22.530 pengguna; 2. Harjamukti : 13.325 pengguna; 3. Bekasi Barat : 10.407 pengguna; 4. Cikoko : 9.370 pengguna; 5. Jatimulya : 7.891 pengguna. Tingginya pergerakan di stasiun tersebut menunjukkan peran LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan hunian dengan pusat aktivitas dan simpul transportasi. Selain tarif terjangkau, peningkatan pengguna juga didorong oleh : - Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT, hingga Transjakarta; - Akses ke pusat aktivitas, kawasan bisnis, dan destinasi rekreasi; - Layanan yang konsisten dengan frekuensi perjalanan tinggi. Dengan peningkatan pengguna LRT Jabodebek dibandingkan tahun sebelumnya, LRT Jabodebek menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, sekaligus memperluas basis pengguna melalui pengalaman pertama yang positif.
Saham Intel Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan, Sektor Semikonduktor Menguat
Jakarta, katakabar.com - Saham Intel mencatat lonjakan signifikan dan memimpin penguatan sektor semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan kuartal keempat yang dijadwalkan setelah penutupan pasar. Hingga perdagangan Rabu siang waktu setempat, saham Intel melonjak sekitar 11 persen, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja perusahaan di tengah momentum positif industri chip secara keseluruhan. Penguatan Intel tidak terjadi secara terpisah. Sejumlah saham semikonduktor lain turut mencatatkan kenaikan tajam. Saham Micron Technology menguat sekitar 7 persen, Advanced Micro Devices (AMD) naik 8 persen, Nvidia bertambah 4 persen, dan Marvell Technology juga menguat sekitar 4 persen. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek permintaan chip, khususnya yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Reli saham-saham tersebut mendorong Philadelphia Semiconductor Index (SOX) naik hampir 4 persen, menandai salah satu penguatan harian terbaik indeks sektor chip dalam beberapa waktu terakhir. Selain emiten-emiten besar, saham GlobalFoundries, Onsemi, dan Cirrus Logic juga mencatatkan kenaikan lebih dari 5 persen, memperluas penguatan di seluruh sektor. Meski demikian, tidak semua saham chip bergerak searah. Credo Technology dan Astera Labs justru mengalami pelemahan, menunjukkan adanya selektivitas investor dalam merespons prospek masing-masing emiten. Sentimen positif terhadap sektor semikonduktor turut diperkuat oleh pandangan J.P. Morgan, yang menilai masih terdapat ruang upside yang signifikan bagi banyak perusahaan chip dari pasar akselerator AI. Permintaan terhadap chip berperforma tinggi untuk kebutuhan AI, komputasi awan, dan analitik data dinilai masih berada dalam fase pertumbuhan struktural, sehingga memberikan dukungan jangka menengah hingga panjang bagi sektor ini. Selain faktor fundamental sektoral, penguatan saham chip juga didorong oleh membaiknya sentimen pasar secara keseluruhan. Reli pasar saham AS terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak akan memberlakukan tarif baru pada awal Februari 2026, meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan rantai pasok dan tekanan biaya bagi perusahaan teknologi. Kombinasi antara ekspektasi laporan keuangan yang solid, prospek pertumbuhan dari AI, serta sentimen makroekonomi yang lebih kondusif menjadi katalis utama penguatan saham-saham semikonduktor menjelang musim rilis laporan keuangan. Investor kini menantikan hasil kinerja Intel dan panduan manajemen ke depan untuk mengukur keberlanjutan reli sektor ini. Bagi investor Indonesia yang ingin memantau pergerakan saham Amerika Serikat, termasuk saham-saham teknologi dan semikonduktor, pergerakan saham AS, aset kripto, hingga emas digital dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memudahkan investor untuk mengikuti dinamika pasar global secara real-time dalam satu aplikasi. Jika kamu tertarik mulai berinvestasi di saham global maupun aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan yang aman dan tepercaya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aset pengguna juga mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, sehingga investor pemula dapat berinvestasi dengan lebih tenang. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store dan App Store, memberikan akses praktis bagi penggiat investasi untuk menjelajahi peluang di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Kian Diandalkan, Pengguna Kereta Api Melonjak Sepanjang 2025 di Sumut
Medan, katakabar.com - Minat masyarakat Sumatera Utara untuk beralih ke moda transportasi rel terus meningkat, tecermin dari pertumbuhan pelanggan KAI Divre I Sumut yang melonjak hingga 8 persen sepanjang tahun 2025. Tren positif ini mengukuhkan posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas yang kian diandalkan, sekaligus menjadi bukti perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet dan terjadwal kini telah menjadi kebutuhan warga di wilayah ini. “KAI Divre I Sumatera Utara mencatat performa gemilang sepanjang tahun 2025 dengan total pengguna mencapai 2.638.594 orang, angka tersebut tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024 dimana pelanggan yang dilayani sebanyak 2.433.647 orang,” kata Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu oleh geliat ekonomi yang terus berkembang dan peningkatan mobilitas di wilayah operasional kereta api Sumatera Utara. Sebagai sarana mobilitas, kereta api kini semakin vital perannya sebagai jembatan transportasi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah. Stasiun Medan mempertegas posisinya sebagai magnet utama pergerakan masyarakat di Sumatera Utara dengan volume penumpang tertinggi, disusul oleh Stasiun Kisaran dan Stasiun Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan favorit. KAI Divre I Sumatera Utara mencatat peningkatan tren perjalanan ini sebagai bukti kepercayaan publik terhadap kereta api yang kini menjadi urat nadi transportasi paling sibuk di wilayah tersebut. “Sebagai poros integrasi antarwilayah sekaligus jangkar ekonomi bagi UMKM lokal, stasiun kereta api di Sumatera Utara kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang vital bagi masyarakat. KAI menghadirkan kereta api sebagai pionir transportasi dengan keunggulan tepat waktu serta kapasitas angkut yang besar, menjadikannya tulang punggung mobilitas yang menggerakkan konektivitas di Sumatera Utara,” jelas Anwar. KAI Divre I Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan pada tahun 2025 melalui tiga kereta api unggulannya. KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat PP menjadi primadona dengan lonjakan penumpang paling tinggi, yakni mencapai 19 persen atau sebanyak 701.728 orang. Tren positif juga diikuti oleh KA Siantar Ekspres rute Medan-Siantar PP yang tumbuh 13 persen dengan melayani 500.508 penumpang. Sementara itu, KA Putri Deli jurusan Medan-Tanjungbalai PP tetap menjadi rute tersibuk dengan total 1.291.015 penumpang, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Modernisasi layanan kereta api di Sumatera Utara membuahkan hasil. Tingginya minat masyarakat membuktikan bahwa layanan yang ekonomis, terintegrasi, aman, dan tepat waktu kini menjadi pilihan utama. Berpindah tempat kini jauh lebih efisien, membuat kereta api semakin dicintai sebagai urat nadi transportasi Sumut. “Layanan kereta api yang inklusif merupakan bukti dedikasi KAI Divre I Sumatera Utara dalam mentransformasi mobilitas publik. Melalui integrasi aspek keamanan dan kenyamanan, kami berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Sumatera Utara. Ini adalah dukungan konkret kami bagi masyarakat yang dinamis untuk terus bergerak maju dan produktif,” sebut Anwar.
Harga Bitcoin Melonjak Imbas Keheningan The Fed
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto menunjukkan reaksi positif terhadap keengganan Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, untuk membahas kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter dalam pidatonya di Stanford University. Penguatan harga Bitcoin ini didorong oleh kelegaan pasar yang tengah sensitif terhadap sinyal likuiditas, terutama mengingat blackout period The Fed atau masa senyap wajib yang berlaku bagi semua pejabat dan anggota Dewan Gubernur The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, yang dimulai sekitar sepuluh hari sebelum pertemuan penentuan suku bunga menjelang pertemuan Federal Open Market Committee yang akan datang. Dalam sambutan pembukaannya yang ditujukan untuk menghormati mendiang ekonom George Shultz, Jerome Powell dengan tegas menyatakan tidak akan menyinggung isu kebijakan moneter. Keengganan ini, yang memang telah diantisipasi, bertepatan dengan berakhirnya program quantitative tightening (QT) The Fed. Meskipun Powell menghindari isu saat ini, penghentian QT berpotensi memberikan sedikit stabilitas likuiditas di pasar, membuka spekulasi mengenai kemungkinan quantitative easing (QE) di masa mendatang. Merespons keheningan tersebut, harga Bitcoin langsung mencatatkan kenaikan lebih dari 6 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai level di sekitar $92.700. Pergerakan ini menjadi rebound signifikan dari level terendahnya kemarin di $83.800, dengan level tertinggi menyentuh $90.600. Volume perdagangan dilaporkan tetap tinggi, menandakan adanya sentimen beli saat harga turun di kalangan trader. Meskipun demikian, sentimen pada pasar derivatif global menunjukkan sinyal yang masih bervariasi, mencerminkan adanya kehati-hatian di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Di tengah situasi global yang bergejolak ini, Bittime sebagai crypto exchange lokal yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmennya terhadap stabilitas sistem. Bittime memanfaatkan teknologi global canggih untuk menjamin sistemnya tetap stabil, bahkan ketika volume transaksi melonjak tinggi akibat gejolak pasar. Komitmen utama Bittime ini tercermin melalui identitasnya dengan slogan “Begin Investing Today”, yang mendorong masyarakat untuk segera memulai investasi sejak dini demi mencapai pertumbuhan aset yang optimal. Identitas kuat ini kemudian didukung oleh empat nilai fundamental yang menjadi pilar utama platform Bittime, yakni Trustworthy (Terpercaya), Immediate (Cepat), Minimized (Biaya Minimal), dan Effortless (Mudah). Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.
Bitcoin Melonjak ke $150K? Peluang dan Risiko Perlu Diketahui Tahun Ini!
Bitcoin saat ini dengan lonjakan harga emas pada awal 2000-an, di mana terjadi pola breakout yang serupa dan menandai dimulainya tren kenaikan jangka panjang. Analogi ini digunakan untuk menggambarkan kemungkinan bahwa Bitcoin tengah memasuki fase pertumbuhan baru, didukung oleh kondisi pasar dan faktor teknikal yang mendukung. Perbandingan ini memberikan konteks historis yang menarik bagi para investor yang mempertimbangkan potensi jangka panjang aset digital ini. Salah satu analis teknikal, Tony Severino, mengidentifikasi pola grafik yang dikenal sebagai “bull flag” dalam pergerakan harga Bitcoin belakangan ini. Menurutnya, pola ini berpotensi mendorong harga Bitcoin menembus level psikologis $150.000 jika momentum positif tetap terjaga. Pola ini secara historis sering menjadi sinyal kelanjutan tren naik yang kuat, dan saat ini menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar yang mengandalkan analisis teknikal untuk membaca arah pergerakan selanjutnya. Dari sisi analisis on-chain, Axel Adler Jr. menyoroti indikator penting berupa rasio NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) terhadap MVRV (Market Value to Realized Value). Ia menyatakan, jika rasio gabungan ini berhasil menembus dan bertahan di atas level 1.0, maka Bitcoin diperkirakan telah memasuki “zona pemicu” baru.
Arus Balik Libur Idul Adha di Daop 6 Mulai Melonjak, Ayo Rencanakan Perjalanan dengan Baik!
Yogyakarta, katakabar.com - KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat volume kedatangan penumpang kereta api jarak jauh Sabtu (7/6) mulai melandai. Di mana perkiraan sebanyak 13.454 penumpang turun di sejumlah stasiun Daop 6. Volume kedatangan di Daop 6 sendiri mencapai puncaknya Kamis (5/6), dengan total volume sebanyak 25.784 penumpang, sedang Jumat (6/6) sudah mulai menurun di 20.480 penumpang. Lalu, untuk volume keberangkatan penumpang KA jarak jauh berangsur landai di mana pada Kamis (5/6) tercatat sebanyak 28.592 penumpang berangkat, Jumat (6/6) sebanyak 12.852 penumpang, dan Sabtu (7/6) sebanyak 12.984 penumpang. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menceritakan, volume keberangkatan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan mulai Minggu (8/6) hingga sejauh ini tercatat volume keberangkatan sebanyak 19.135 penumpang, dan kembali meningkat Senin (9/6) dengan volume penumpang sebanyak 19.958 penumpang. Angka ini masih dinamis mengingat pemesanan tiket masih terus berlangsung. "Untuk volume kedatangan penumpang KA jarak jauh cenderung stabil, dan keberangkatan diperkirakan akan mulai meningkat Minggu (8/6) dan Senin (9/6) karena memang arus balik. Untuk itu, bagi pelanggan yang belum memiliki tiket pada arus balik tersebut diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan segera memesan tiket agar tidak kehabisan," imbau Feni. Kata Feni per Sabtu (7/6) pukul 09.00 WIB, tingkat okupansi keberangkatan awal stasiun Daop 6 mencapai 125 perseb dengan mencatat penjualan sebanyak 125.249 tempat duduk dari yang disediakan sebanyak 99.982 tempat duduk. "Angka ini tercapai karena beberapa KA mencatatkan okupansi yang cukup fantastis karena permintaan pelanggan yang sangat tinggi dibandingkan dengan tempat duduk yang disediakan sehingga dalam 1 tempat duduk terjual beberapa kali," ulas Feni. Beberapa KA dengan capaian okupansi yang sangat tinggi di atas 100 persen, yakni: 1. Sri Tanjung (278) dengan okupansi 534 persen 2. Bengawan (281) dengan okupansi 479 persen 3. Joglosemarkerto (187) dengan okupansi 202 persen 4. Joglosemarkerto (193) dengan okupansi 190 persen 5. Taksaka (47) dengan okupansi 148 persen 6. Taksaka (45) dengan okupansi 109 persen 7. Jaka Tingkir (255) dengan okupansi 109 persen 8. Argo Lawu (13) dengan okupansi 109 persen 9. Progo (257) dengan okupansi 106 persen 10. Taksaka (43) dengan okupansi 104 persen "Sekali lagi kami berharap masyarakat dapat merencanakan dengan baik perjalanannya serta masih bisa memesan tiket sesuai KA dan tanggal yang diinginkan," seru Feni lagi.
Harga Kelapa Sawit Melonjak Pengaruhi Inflasi di Beltim
Manggar, katakabar.com - Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Belitung Timur atau Beltim, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Desember 2024. Di kegiatan ini Pelaksana Tugas atau Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Beltim, Zikril hadir. Kepala BPS Beltim, Dwi Widiyanto menjelaskan, pada Desember 2024 ini Kabupaten Beltim mengalami inflasi disebabkan kenaikan harga sejumlah barang. “Pada Desember 2024 terjadi inflasi tahunan atau year on year (YoY) di Kabupaten Belitung Timur sebesar 1,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,40,” ujar Dwi, lewat rilis Diskominfo SP Beltim, dilansir dari laman EMG, Sabtu (4/1). Inflasi YoY di Kabupaten Beltim terjadi, kata Dwi, lantaran terjadi kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran. Misalnya, kelompok pendidikan sebesar 15,31 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,76 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,90 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,78 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,96 persen.