Menonjol
Sorotan terbaru dari Tag # Menonjol
Kapolres Inhu: 4 Kasus Menonjol Terungkap Sepanjang 2025
Rengat, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu, dan Polsek jajaran tangani 1.112 kasus tindak pidana kriminal sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 hanya tercatat 1.043 kasus. Dari total kasus diatas ada sebanyak 942 perkara diselesaikan penyidik ke tahap (P21). Sementara, sisanya 170 kasus terbilang tunggakan karena sebagian masih tahap Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP). Dari data yang ada, tindak pidana kriminal paling menonjol sepanjang tahun 2025, perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) gembong narkotika atas nama Nurhasanah alias 'Mak Gadih', diikuti oleh pencurian kendaraan motor (curanmor), illegal logging, dan kasus Karhutla. AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kapolres Indragiri Hulu melalui Kasi Humas, Aiptu Misran, menjelaskan peningkatan penanganan tindak pidana kriminal ini berkat dari pembenahan internal, peningkatan profesionalisme penyidik, dan optimalisasi pengawasan. “Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti, kami fokus percepatan penanganan perkara, mulai penyelidikan hingga penyidikan,” ujarnya kepada katakabar.com, Selasa (30/12). Menurutnya, masyarakat wajib mengetahui ada lima kasus tertinggi sejak tahun 2024-2025 yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Di mana peringkat teratas, yakni narkoba, pencurian dengan pemberatan, pencurian ringan, pencurian ringan, dan kecelakaan lalu lintas. “Benar lima kasus ini paling dominasi diungkap, apalagi narkoba basmi perintah komandan,” jelasnya. “Peningkatan jumlah kasus juga indikasi adanya peningkatan kepercayaan masyarakat untuk melapor kepada aparat kepolisian. Ini merupakan buah dari pentingnya sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” bebernya. Perlu dipahami, lanjutnya, pihaknya berkomitmen menjaga keseimbangan anatara penindakan dan pendeketan humanis. Hal ini tentu perlu dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.
Mencolok Umur 10 tahun, Harga TBS Sawit Naik Signifikan di Kaltim
Kalimantan Timur, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik signifikan di Provinsi Kalimantan Timur. Data teranyar menunjukkan paling mencolok trend naiknya kelapa sawit umur tanaman sepuluh tahun. "Kenaikan harga TBS kelapa sawit paling mencolok tercatat di kelompok umur sepuluh tahun sebesar Rp2.304,41 per kilogram," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, lewata keterang resmi, dilansir dari laman kaltimtoday.com, pada Selasa (16/1). Menurut Muzakkir, faktor utama kenaikan harga TBS kelapa sawit ini dikaitkan dengan lonjakan harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Harga CPO tertimbang saat ini sebesar Rp10.906,46, dan Kernel dihargai Rp4.944,97 per kilogram, dengan indeks K mencapai 87,60 persen. Dirincikan Muzakkir, harga TBS kelapa sawit di kelompok umur tiga tahun Rp2.032,37 per kilogram. Harga meningkat seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Umur empat tahun Rp2.171,67 per kilogram, dan hingga umur sembilan tahun Rp2.277,40 per kilogram. Dijelaskan Muzakkir, harga-harga ini menjadi acuan bagi petani yang menjalin kemitraan dengan perusahaan pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Timur, khususnya mereka yang terlibat dalam kebun plasma. "Kerja sama ini diharapkan dapat mengamankan harga TBS kelapa sawit yang adil bagi petani, guna menghindari manipulasi harga oleh pihak-pihak tertentu, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit," ucapnya. Kondisi pasar yang menguntungkan ini, tambah Muzakkir, diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya dalam sektor perkebunan kelapa sawit.
Total 728 Ribu Usaha Pertanian Perorangan 62,65 Persen Petani Sawit
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau belum lama ini rilis hasil Sensus Pertanian Tahun 2023. Dari hasil sensus berjumlah 706.035 Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) dan 728.647 Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di Provinsi Riau. "Hasil Sensus Pertanian (SP) Tahun 2023 sebanyak 706.035 Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) dan 728.647 Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di Provinsi Riau," kata Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (19/12). Menurutnya, komoditas paling menonjol lantaran terbanyak diusahakan Usaha Pertanian Perorangan (UPP) di Provinsi Riau adalah kelapa sawit totalnya capai 456.503 unit. "Komoditas kelapa sawit ini memiliki persentase yang paling tinggi, yakni 62,65 persen dari seluruh usaha pertanian perorangan yang ada di Provinsi Riau," jelasnya. Lalu, ujar Asep, komoditas kelapa dan karet masing-masing diusahakan oleh 103.558 unit atau setara 14,21 persen usaha dan 97.897 unit atau setara 13,44 persen usaha pertanian perorangan. Terus, diikuti komoditas pinang atau jambe 53.895 unit atau setara 7,40 persen, ayam kampung biasa 50.400 unit atau setarab6,92 persen, padi sawah inbrida 40.421 unit atau setara 5,55 persen. Berikutnya, sapi potong 39.109 unit atau setara 5,37 persen, kambing potong 19.775 unit atau setara 2,71 persen, ubi kayu 16.058 unit atau setara 2,20 persen. Terakhir, tambah Asep, sebagai terbanyak ke 10, pisang kepok menjadi komoditas yang diusahakan sebanyak 9.908 unit atau setara 1,36 persen dari keseluruhan UTP.
UTP Paling Menonjol Komoditas Kelapa Sawit di Bangka Barat
Mentok, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat sampaikan hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian (ST) Tahun 2023 tahap I. Di mana, usaha pertanian di Kabupaten Bangka Barat mencakup tiga jenis, yakni Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL). Hasil pencacahan ST 2023 tahap I itu menunjukkan, jenis usaha pertanian di Kabupaten Bangka Barat paling menonjol adalah UTP, mencapai 99,78 persen dari total usaha pertanian. Kecamatan Kelapa, Simpang Teritip, dan Tempilang, kecamatan dengan jumlah UTP paling banyak. Rinciannya, di Kecamatan Kelapa totalnya 7.604 unit, di Kecamatan Simpang Teritip sebanyak 6.831 unit, dan di Kecamatan Tempilang sebanyak 5.564 unit. Sedang, subsektor yang paling banyak diusahakan oleh UTP pada ST2023, yakni perkebunan sebesar 28.484 unit, tanaman pangan sebesar 4.688 unit, dan hortikultura sebesar 4.512 unit," ujar Kepala BPS Bangka Barat, I Ketut Mertayasa, dalam keterangan resmi, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (13/12). Masih hasil ST2023, sepuluh komoditas yang paling banyak diusahakan UTP, yakni Kelapa Sawit 24.999 unit dan karet 10.606 unit. Terus, terdapat Ayam Kampung Biasa dari subsektor peternakan dengan jumlah usaha sebesar 1.037 unit usaha pertanian perorangan. "Dari hasil sensus terlihat, usaha kelapa sawit berada di posisi pertama dari 10 komoditas UTP terbanyak. Disusul karet, padi ladang, lada, ubi kayu, durian lainnya, ayam kampung biasa, cabai rawit, alpukat, dan terakhir kelapa," kata I Ketut. Lalu, ucap I Ketut, jumlah Unit UTP terbesar berada di Kecamatan Kelapa sebanyak 7.604 unit atau setara 24,37 persen, disusul Kecamatan Simpang Teritip sebanyak 6.831 unit atau setara 21,89 persen, dan Kecamatan Tempilang sebanyak 5.564 unit atau setara 17,83 persen. Sedang, paling terkecil berada di Kecamatan Mentok sebanyak 3.518 unit atau setara11,27 persen. Untuk UPB terbanyak, yakni Kecamatan Parittiga, Tempilang, dan Kelapa. Di mana Kecamatan Parittiga totalnya 20 unit, Kecamatan Tempilang terdapat 10 unit, dan Kecamatan Kelapa terdapat 4 unit. "Subsektor yang paling banyak diusahakan oleh UPB pada ST2023, yakni sektor perikanan sebesar 27 unit, subsektor perkebunan sebesar 9 unit, dan subsektor kehutanan sebesar 1 unit," bebernya. Terus, sebut I Ketut, ada tiga kecamatan yang memiliki jumlah UTL terbanyak, meliputi Kecamatan Parittiga, Kecamatan Kelapa, Kecamatan Mentok dengan masing-masing jumlah UTL sebesar 8 unit, 7 unit, dan 6 unit. "Jumlah UTL hasil ST2023 menurut subsektor yang paling banyak diusahakan perkebunan sebesar 15 unit, subsektor hortikultura sebesar 14 unit, dan subsektor perikanan sebesar 7 unit," terangnya. Ditegaskannya, data tersebut dihimpun saat sensus yang dilaksanakan 1 Juni hingga Agustus 2023. "Perencanaan pembangunan khususnya di bidang pertanian harus dilakukan secara matang dan teliti. Jadi, sangat dibutuhkan data di bidang pertanian yang lengkap, aktual, dan dapat dipercaya," tuturnya. Dengan dilaksanakannya ST2023 ini, harap I Ketut, dapat memenuhi kebutuhan data pertanian dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun swasta dalam pengambilan kebijakan.
Dominan Ekspor CPO, DJBC Riau: Penerimaan Capai Rp1,75 Triliun
Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Riau berhasil mengumpulkan penerimaan negara totalnya mencapaibRp1,75 triliun dari Januari hingga Mei 2023. Kepala Seksi Kantor Wilayah DJBC Riau, Muhammad Emil Fuad saat konferensi pers kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Riau di pekan pertama Juli 2023 lalu menjelaskan, penerimaan negara ini paling menonjol dari Bea Keluar (BK) ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya. "Penerimaan dari bea keluar sebesar Rp1,67 triliun, bea masuk sebesar Rp88,05 miliar dan cukai sebesar Rp175,85 juta," rinci Fuad. Kata Fuad, jumlah penerimaan itu sudah melebihi target tragectory hingga Mei 2023, yakni Rp1,47 triliun atau setara 119,30 persen. "Untuk target tahun 2023, realisasi penerimaan yang dihimpun telah mencapai 49,24 persen," jelasnya.