Nilai Transaksi

Sorotan terbaru dari Tag # Nilai Transaksi

Percakapan Kripto Ramai di 2025 Nilai Transaksi Justru Menurun, Ada Apa? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 06 Februari 2026 | 11:00 WIB

Percakapan Kripto Ramai di 2025 Nilai Transaksi Justru Menurun, Ada Apa?

Jakarta, katakabar.com - Percakapan publik terkait aset kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia tercatat meningkat sepanjang 2025. Tetapi, tingginya atensi publik tersebut tidak sejalan dengan kinerja transaksi, di mana nominal perdagangan kripto justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hasil riset Dataxet Sonar dalam laporan Indonesia's Crypto Outlook 2026, volume percakapan kripto di media sosial meningkat sekitar 29,8 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Total engagement percakapan kripto mencapai 217,7 juta, sementara percakapan terkait blockchain mencatat 3,2 juta engagement dan Web3 sebesar 1,5 juta engagement. Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, menyampaikan meningkatnya percakapan tersebut menunjukkan minat publik terhadap industri aset digital tetap kuat. “Sepanjang 2025, percakapan kripto di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Ini menggambarkan tingginya perhatian publik terhadap perkembangan kripto, Web3, dan blockchain,” ujar Prasetyo. Di sisi lain, data transaksi menunjukkan tren berbeda. Nilai transaksi aset kripto pada 2025 tercatat sebesar Rp482,23 triliun, turun 25,9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun. Penurunan ini terjadi meskipun jumlah investor kripto nasional tercatat mencapai 20,19 juta. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat publik dan aktivitas transaksi. Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi adalah biaya transaksi yang belum sepenuhnya efisien, sehingga berpotensi mendorong sebagian pelaku pasar memindahkan aktivitas perdagangannya ke platform luar negeri. Situasi ini sekaligus menunjukkan besarnya potensi capital outflow atau arus modal keluar, serta adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional. Menanggapi temuan tersebut, CFX sebagai bursa berjangka aset kripto berencana memberikan keringanan biaya bagi anggotanya, yakni Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). CFX menyatakan akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen, yang direncanakan berlaku mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan melalui ekosistem dalam negeri. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai langkah penurunan biaya transaksi sebagai strategi penting untuk menjaga daya saing pasar domestik sekaligus menekan risiko arus modal keluar. “Ketika biaya transaksi dan pengalaman perdagangan di dalam negeri belum cukup kompetitif, pengguna bisa memilih bertransaksi di exchange luar negeri. Ini berpotensi menyebabkan capital outflow dan mengurangi likuiditas di pasar domestik,” jelas Calvin. Menurutnya, kebijakan keringanan biaya dari bursa dapat memberi ruang bagi anggota PAKD untuk menghadirkan biaya yang lebih efisien bagi pengguna akhir. “Penurunan fee oleh CFX merupakan sinyal positif. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah di level bursa, PAKD punya ruang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat likuiditas, dan mendorong transaksi tetap terjadi di Indonesia,” ulasnya. Calvin menambahkan tingginya percakapan publik seharusnya dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan transaksi apabila ekosistem industri semakin kompetitif dan efisien. “Minat masyarakat terhadap kripto terlihat jelas dari percakapan yang meningkat. Tantangannya adalah memastikan industri dalam negeri mampu mengonversi minat itu menjadi aktivitas transaksi yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya. Dengan rencana penurunan biaya transaksi bursa serta penguatan peran anggota PAKD, termasuk Tokocrypto dalam melayani masyarakat, pelaku industri berharap antusiasme publik terhadap kripto dapat kembali selaras dengan peningkatan nilai transaksi, sekaligus memperkuat posisi industri aset kripto Indonesia di kawasan.

Rekor ATH di Berbagai Kelas Aset  Sepanjang 2025, Nilai Transaksi Pengguna Nanovest Capai 95 Persen Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 12 Desember 2025 | 14:33 WIB

Rekor ATH di Berbagai Kelas Aset Sepanjang 2025, Nilai Transaksi Pengguna Nanovest Capai 95 Persen

Jakarta, katakabar.com - Sepanjang 2025, kepercayaan diri investor Indonesia meningkat signifikan seiring dengan kondisi pasar global yang bergerak menuju level all-time high (ATH) di berbagai kelas aset terutama saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital. Momentum positif ini membuat aktivitas investor kembali bergairah, terlihat dari pertumbuhan volume transaksi Nanovest yang mencapai 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menegaskan semakin banyak investor yang merasa yakin memanfaatkan peluang di tengah penguatan pasar, sekaligus memperkuat posisi Nanovest sebagai platform investasi pilihan yang terpercaya dengan akses yang mudah, aman, dan terjangkau. Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, menyampaikan pencapaian tahun ini menunjukkan perubahan positif pada partisipasi investor digital di Indonesia. “Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Nanovest lonjakan hampir dua kali lipat pada volume trading menunjukkan bahwa semakin banyak investor Indonesia yang percaya pada potensi pasar global untuk diadopsi di Indonesia. Kami bangga menjadi platform yang memudahkan akses investasi terhadap saham AS, aset kripto, dan emas digital dalam satu aplikasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat program edukasi dan inklusi serta menghadirkan pengalaman investasi yang lebih seamless untuk seluruh pengguna,” ujarnya. Dapat dilihat dari pergerakan pasar saham Amerika yang mencatat reli kuat dengan S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average di mana berulang kali mencapai ATH baru sepanjang 2025, didorong oleh euforia tecknologi dan kinerja Nvidia (NVDA) serta Palantir (PLTR) yang juga menciptakan rekor harga tertinggi baru. Dari sisi aset kripto juga turut bersinar saat Bitcoin (BTC) menyentuh ATH >US$126.000 di Q3-2025, sementara emas sebagai safe-haven mencapai harga US$4.381/troy ounce di Oktober 2025. Di Indonesia, IHSG tak kalah gemilang, tembus ATH 8.616 poin (naik 45% dari level terendah 5.987 di bulan April 2025), menciptakan volume transaksi tinggi di platform Nanovest. Di balik euforia tersebut, aset digital dan ekosistem kecerdasan buatan (AI) menjadi katalis utama yang mengubah lanskap investasi menciptakan peluang luar biasa sekaligus tantangan baru bagi pelaku pasar. “2025 bukan sekadar tahun rekor harga, melainkan tahun ketika aset tradisional (emas, saham) dan aset digital (Bitcoin, AI-related equities) berlari beriringan menuju puncak baru. Hal ini membuktikan bahwa diversifikasi modern tak lagi harus memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya untuk hasil yang lebih optimal," sebut Bryan Oskar, Senior Market Analyst Nanovest. Memasuki tahun 2026, pasar global masih berpeluang melanjutkan tren bullish jika bank sentral dunia terus melonggarkan moneter dan sektor teknologi-AI mempertahankan momentum inovasinya. Namun, valuasi saham AS khususnya saham AI dengan P/E (Price-to-Earnings ratio) jauh melampaui puncak dot-com 2000, memicu kekhawatiran “AI Bubble” ditambah dengan bayang-bayang utang nasional Amerika >US$38 triliun yang menjadikan emas tetap sebagai safe-haven favorit dengan potensi rekor baru. Sementara, di akhir tahun 2025 aset kripto Bitcoin yang kini diperdagangkan di harga sekitar <US$100.000 setelah terkoreksi dari nilai ATH di angka US$126.000, diprediksi kondisi ini akan masuk dalam fase bear jangka pendek. Minat institusional terus meningkat melalui strategi Digital Asset Treasury (DAT) seiring regulasi aset kripto yang semakin matang di AS dan Eropa serta berpotensi diadopsi negara lain. Dengan lanskap penuh peluang sekaligus risiko tinggi ini, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat dinamis. Kunci sukses investor terletak hanya pada disiplin money & risk management, tetapi juga diversifikasi portofolio yang cermat antara aset tradisional, teknologi terpilih, dan aset digital yang kini semakin terlegitimasi. Nanovest terus memperkuat komitmennya dengan menawarkan pilihan aset digital yang beragam serta akses investasi fleksibel mulai dari Rp5.000, antarmuka aplikasi yang mudah digunakan diharapkan dapat membantu lebih banyak pengguna mengambil langkah awal ke dunia investasi global.