Ninja

Sorotan terbaru dari Tag # Ninja

DoctorTool, StartUp Healthtech Indonesia Sukses Pukau NINJA Accelerator 2023 Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 12 Maret 2024 | 13:50 WIB

DoctorTool, StartUp Healthtech Indonesia Sukses Pukau NINJA Accelerator 2023

Jakarta, katakabar.com - DoctorTool sebagai penyedia sistem informasi manajemen fasilitas kesehatan umumkan keberhasilan menarik perhatian di Demo Day Program Akselerator NINJA 2023 di Jakarta. Dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), DoctorTool sukses tonjolkan inovasinya di bidang manajemen fasilitas kesehatan, memikat investor, mitra, dan pemangku kepentingan. Kolaborasi erat dengan ANGIN membawa DoctorTool ke Program Akselerator NINJA tahun 2023, yang fokus pada sektor kesehatan dan disabilitas. Presentasinya menyoroti roadmap dan peluang di sektor kesehatan, dengan tujuan utama mewujudkan transformasi digital dan pelayanan kesehatan yang setara. Keberhasilan di Demo Day mencerminkan tekad DoctorTool untuk memberikan solusi berkelanjutan, dan dukungan dari JICA dan ANGIN memberikan dasar kokoh untuk pertumbuhan perusahaan ini di masa mendatang, dengan langkah selanjutnya menuju panggung global di Demo Day Tokyo. Sebagai bagian dari Program NINJA (Next Innovation with JApan), inisiatif yang pertama kali diperkenalkan di Afrika dan telah berkembang ke Indonesia sejak 2022 lalu. DoctorTool berhasil menarik perhatian investor, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dukungan dari JICA, sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada pembangunan di negara-negara berkembang di bawah Departemen Luar Negeri, telah memungkinkan DoctorTool untuk menonjolkan keunggulannya dalam menghadirkan solusi inovatif di bidang sistem informasi manajemen fasilitas kesehatan. Program ini berkolaborasi dengan ANGIN, sebagai organisasi jaringan investasi terbesar di Indonesia yang menghubungkan startup dengan beragam investor dan mitra potensial, memungkinkan DoctorTool untuk ambil bagian dalam Program Akselerator NINJA tahun 2023. Program tahun ini memilih startup-startup di Indonesia yang fokus pada sektor kesehatan dan disabilitas, memberikan mereka dukungan serta memfasilitasi kemitraan dengan investor lokal, regional, Jepang, dan global. Chief Representative JICA Indonesia Office dalam opening speech, Takehiro Yasui menyatakan, saat ini, startup memberikan kontribusi signifikan dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial melalui inovasinya. Tiga startup saat ini, yakni DoctorTool, Hear Me, dan Parakerja, terpilih sebagai mitra khusus kami dari sebuah pool yang sangat kompetitif dengan 255 pelamar. Pernyataan ini menekankan kontribusi istimewa yang diberikan DoctorTool dan dua startup lainnya dalam menonjolkan inovasi mereka di tengah persaingan yang ketat. Dengan dukungan JICA, para startup ini memiliki peluang unik untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar dalam menanggapi tantangan kesehatan dan disabilitas di Indonesia. Keberhasilan DoctorTool di Demo Day Akselerator NINJA 2023 bukan sekadar pencapaian, melainkan momentum kunci dalam perjalanan perusahaan ini. Dukungan dari JICA dan ANGIN tidak hanya berupa modal finansial, melainkan juga penguatan jaringan, pengetahuan, dan wawasan bisnis yang akan menjadi dasar kokoh untuk pertumbuhan DoctorTool di masa mendatang. Langkah selanjutnya bagi DoctorTool dan dua startup berdampak besar lainnya adalah terbang ke Tokyo untuk menghadiri Demo Day berikutnya dan menyajikan roadmap DoctorTool dalam skala yang lebih luas. Kontak: DoctorTool Marketing Communications info@doctortool.id +628561361808

Ini Tentang Sukses Program Akselerator NINJA di JICA NINJA Alumni Day Kesehatan
Kesehatan
Senin, 04 Maret 2024 | 14:49 WIB

Ini Tentang Sukses Program Akselerator NINJA di JICA NINJA Alumni Day

Jakarta, katakabar.com - DoctorTool, pimpinan industri penyedia sistem informasi manajemen fasilitas kesehatan berbasis cloud, top 3 most impactful startups di Indonesia sebagai cohort di NINJA Accelerator Program 2023 bersama Hear Me dan Pra Kerja. DoctorTool turut berpartisipasi dalam Alumni Day Ninja yang digelar Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 27 Februari 2024 lalu, di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta. Melibatkan diri dalam Alumni Day, DoctorTool berbagi pengalaman, pencapaian, dan rencana roadmap bersama rekan-rekan sejawat seperti Plepah, Sampangan, dan Fishlog, sebagai alumni dari JICA NINJA Accelerator Program 2021, serta CarbonEthics, Bell Society, dan Surplus Indonesia, alumni dari JICA NINJA Accelerator Program 2022. Acara dimulai pembukaan oleh Ono Nozomu, Senior Representative JICA Indonesia, lalu sharing session oleh Atika Benedikta, ANGIN's Investment Director, beserta Irawan Ganda, Principal & Head of Southeast Asia Spiral Ventures. Setelah sharing session tersebut, acara dilanjutkan dengan Intimate Sharing Session dan Fireside Chat oleh seluruh Alumni NINJA Accelerator Program, memberikan platform untuk pertukaran ide, rencana dan pengalaman. Sejak terpilih sebagai salah satu startup terbaik, DoctorTool telah merasakan dampak positif yang signifikan dari program akselerator ini. Sebagai perusahaan fokus pada solusi kesehatan, DoctorTool berhasil memperluas jangkauan dan mendapatkan dukungan vital untuk mengembangkan inovasi terdepan. Partisipasi aktif di acara ini memberikan kesempatan berharga untuk menjalin kolaborasi bisnis dan membangun jaringan dengan para pemangku kepentingan utama dalam Ekosistem Start-up Jepang. "Kami merasa terhormat dan bersemangat untuk berbagi perjalanan DoctorTool sebagai cohort NINJA Accelerator Program, bertemu dengan para alumni startup yang lebih senior dari program ini, dan mendapatkan wawasan berharga. Ini bukan hanya perayaan pencapaian, tapi kesempatan bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan kunci dalam ekosistem start-up Jepang," ujar Elisa, Co-Founder dan Chief Commercial Officer DoctorTool, lewat rilis yang diterima katakabar.com, pada Ahad kemarin. Acara ini jadi langkah persiapan krusial bagi DoctorTool menjelang NINJA Demo Day Jakarta dan Demo Day Japan (Tokyo). Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang ekosistem start-up Jepang, DoctorTool optimis dapat menjalin kemitraan yang lebih kokoh dan mempercepat pertumbuhan mereka dalam skala global. Kontak: DoctorTool Marketing Communications info@doctortool.id +628561361808

Distanhorbun Tala Awasi SPK dan Pakai Jurus Ini Tutup Celah 'Ninja' Sawit Nasional
Nasional
Jumat, 19 Januari 2024 | 22:16 WIB

Distanhorbun Tala Awasi SPK dan Pakai Jurus Ini Tutup Celah 'Ninja' Sawit

Tanah Laut, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan tak tinggal diam menyusul masih terjadinya pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tengah penjualan saat ini lumayan baik. "Masalah pencurian TBS kelapa sawit ini sudah dari dulu dan masih terjadi hingga sekarang. Itu terjadi hampir semua daerah di negeri ini," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, M Faried Widyatmoko, dilansir dari laman banjarmasinpost.co.id, pada Jumat (19/1). Terbuka luasnya pemasaran TBS kelas sawit saat ini, ujar Faried, selain memudahkan dan menguntungkan petani tapi picu rawan terjadi pencurian buah kelapa sawit. Saat ini, banyak pemegang Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara pihak pabrik kelapa sawit dengan pihak ketiga sebagai pemasok TBS kelapa sawit. Di mana fakta di lapangan ada SPK yang sifatnya seperti makelar. "Beli bon saja. Nota dikirim keluar resi langsung bayar. Enggak tahu buah kelapa sawit dari mana asal muasalnya. Begini ini yang bahaya," jelasnya. Untuk itu, ucapnya, pihaknya bakal tata niaga TBS kelapa sawit terkait penandatanganan SPK antara pihak pabrik kelapa sawit dan pihak ketiga tahun ini. Sertidaknya, pihaknya mesti dilibatkan mengetahui tiap penandatanganan SPK. Dengan begitu bisa melakukan verifikasi di lapangan, dan mengecek kebenaran dari mana asal TBS kelapa sawit. Selain itu, pihaknya berencana menerapkan perlunya penerbitan sejenis surat jalan dari pemerintah desa kepada tiap kali TBS kelapa sawit keluar dari desa setempat. "Misalnya surat jalan sapi yang selalu ada dari pemerintah desa. Kami maunya seperti itu agar ada pengawasan berlapis sehingga dapat mempersempit ruang celah pencurian TBS sawit," tegasnya Soal kasus baru pencurian TBS kelapa sawit di Desa Tampang terbongkar di Jumat pagi ini. P ihaknya berharap semua pihak terkait memiliki kesamaan visi untuk memperketat tata niaga TBS kelapa sawit.