NVIDIA
Sorotan terbaru dari Tag # NVIDIA
Binus @Bandung Kolaborasi dengan NVIDIA dan MSI Perkuat Potensi Mahasiswa Berdaya Saing Global
Bandung, katakabar.com - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menunjukkan pertumbuhan eksponensial beberapa tahun terakhir. Riset World Economic Forum menempatkan AI dan machine learning salah satu skill dengan pertumbuhan tercepat yang paling dibutuhkan industri masa depan. Tren ini menegaskan urgensi penguasaan teknologi komputasi dan AI bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja berbasis digital. Menjawab kebutuhan akan talenta digital yang siap menghadapi era AI acceleration, Binus @Bandung melalui program Computer Science dan Program Development Center berkolaborasi dengan NVIDIA dan MSI menghadirkan event bertajuk “NVIDIA Powers The World's AI. And Yours” yang digelar Selasa (24/2) lalu Binus @Bandung Kampus Paskal. Acara ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Binus @Bandung, termasuk mahasiswa Computer Science sebagai bagian dari komitmen kampus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan industri. Direktur Kampus Binus @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pengalaman belajar yang selaras dengan kebutuhan industri. “Kami percaya bahwa perguruan tinggi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan mahasiswa BINUS @Bandung tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki exposure langsung terhadap teknologi yang digunakan industri saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan penguatan kompetensi AI menjadi bagian dari strategi kampus dalam mempersiapkan lulusan yang relevan, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini menghadirkan pemaparan dari Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, serta Limikif Belusi Tantra, Channel Marketing MSI Gaming Indonesia, yang membahas perkembangan AI beserta perangkat pendukung yang tepat untuk menunjang performa komputasi berbasis AI. Adrian menjelaskan, perkembangan AI saat ini menuntut dukungan hardware yang mumpuni, khususnya GPU yang mampu mengakselerasi proses komputasi secara signifikan, baik untuk kebutuhan kreatif, produktivitas, maupun riset. Sementara, Limikif mengatakan, pemilihan perangkat yang tepat menjadi kunci agar potensi AI dapat dimaksimalkan, baik untuk mahasiswa, kreator, maupun developer yang ingin mengembangkan solusi berbasis teknologi terbaru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan mendapatkan insight mendalam mengenai AI acceleration serta peran GPU dalam mendukung pengembangan AI generatif, machine learning, content creation, hingga performa gaming tingkat lanjut. NVIDIA akan membahas perkembangan terbaru dari lini GeForce RTX dan bagaimana teknologi tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat proses komputasi berbasis AI di berbagai sektor, termasuk industri edukasi dan kreatif. Sementara itu, MSI akan menghadirkan demo kreatif dan gaming menggunakan perangkat berbasis RTX untuk menunjukkan secara langsung bagaimana performa real time GPU mampu mengoptimalkan workflow kreator maupun developer. Salah satu highlight utama acara ini adalah kehadiran Michael Andrian, penerima penghargaan Forbes 30 Under 30 tahun 2024, yang dikenal sebagai founder madebyhumans dan madebymachines. Madebyhumans merupakan creative AI studio yang berfokus pada eksplorasi kolaborasi antara kreativitas manusia dan teknologi AI untuk menghasilkan karya, strategi brand, serta solusi digital berbasis insight dan storytelling. Sedang, Madebymachines adalah inisiatif yang lebih berorientasi pada pengembangan sistem dan eksperimen berbasis machine intelligence, termasuk automasi, generative AI workflow, dan integrasi teknologi AI dalam proses bisnis. Melalui kedua entitas tersebut, Michael membangun pendekatan yang menggabungkan human centered thinking dengan kekuatan komputasi AI untuk menciptakan inovasi yang relevan secara komersial dan berdampak secara strategis. Dalam sesi sharing ini, ia membagikan perspektif tentang bagaimana AI mengubah model bisnis dan proses kreatif, strategi membangun startup berbasis AI dari Indonesia untuk pasar global, “Menurut saya yang paling penting adalah kita ingat bahwa pada akhirnya kita akan bekerja sama dengan manusia, bukan dengan teknologi. Teknologi kita gunakan sebagai tools. Jadi yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa terus meyakinkan, meningkatkan skill, dan membuat diri kita tetap relevan serta bermanfaat bagi manusia lain,” ucapnya. Kompetensi dan pola pikir juga tentunya perlu disiapkan mahasiswa untuk berkarier di ekosistem teknologi yang terus berkembang, “Saya berharap lulusan BINUS dapat terhubung dengan kebutuhan industri seperti AI engineer dan data science sesuai standar internasional, karena Indonesia memiliki peluang besar untuk menggarap pasar global melalui talenta digital yang kompetitif,” timpalnya. Kegiatan ini menghadirkan sesi diskusi panel yang melibatkan ketiga narasumber bersama Budi Juarto, S.T., M.Kom., selaku Lecture Specialist Computer Science Binus @Bandung. Diskusi tersebut membahas implementasi AI dalam lingkup akademis, termasuk tantangan, peluang, serta aspek etika dalam pemanfaatan teknologi AI di dunia pendidikan. Sesi ini melengkapi perspektif industri dengan sudut pandang akademik yang menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab dan beretika. “Di ranah pendidikan, AI bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal etika dan bagaimana teknologi ini digunakan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran,” tuturnya. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk perwujudan komitmen Binus @Bandung dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri global serta membuka akses mahasiswa terhadap teknologi AI terkini. Binus @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus terus berupaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menggabungkan pemaparan teknologi, demo praktis, dan insight langsung dari pelaku industri sehingga mahasiswa selalu relevan dengan perkembangan yang terjadi.
Wall Street Tetap Bullish pada NVIDIA, Permintaan AI Dorong Optimisme Analis
Jakarta, katakabar.com - NVIDIA tetap berada di garis depan revolusi kecerdasan buatan dunia. Dengan permintaan yang terus meningkat dari industri teknologi global, posisi perusahaan sebagai pemimpin chip AI diyakini akan bertahan dalam jangka panjang. Dukungan dari berbagai analis Wall Street menunjukkan bahwa NVIDIA masih dianggap sebagai salah satu saham paling strategis di era komputasi modern. Bagi investor yang ingin mengikuti perkembangan tren AI dan teknologi global, saham NVIDIA menjadi salah satu aset yang layak dipantau, termasuk melalui aplikasi investasi seperti Nanovest, yang menyediakan akses mudah ke saham-saham Amerika terpopuler. Performa NVIDIA kembali mencuri perhatian pasar setelah sejumlah analis Wall Street mempertahankan pandangan bullish mereka terhadap perusahaan chip AI terbesar di dunia tersebut. Meski pasar saham bergerak fluktuatif, sentimen positif terhadap NVIDIA masih sangat kuat, terutama setelah beberapa lembaga riset menaikkan target harga dan menyoroti potensi berkelanjutan dari dominasi NVIDIA di sektor kecerdasan buatan. Dalam laporan yang dirilis oleh beberapa analis terkemuka, NVIDIA terus disebut sebagai “pilar utama” dari revolusi AI global. Dorongan permintaan dari pusat data (data center), cloud computing, hingga perusahaan teknologi besar menjadi alasan mengapa prospek pertumbuhan NVIDIA dinilai masih sangat solid ke depan. NVIDIA Masih Pemain Utama Industri AI Beberapa firma analis besar termasuk Bank of America dan Morgan Stanley tetap merekomendasikan rating Buy untuk saham NVIDIA. Bahkan, target harga beberapa analis justru dinaikkan, mencerminkan kepercayaan bahwa perusahaan masih jauh dari puncak pertumbuhan. Permintaan chip AI NVIDIA yang terus meningkat, terutama chip generasi terbaru yang menjadi tulang punggung model-model AI canggih, disebut sebagai alasan utama mengapa analis yakin tren positif perusahaan akan berlanjut. NVIDIA juga dinilai unggul karena memiliki ekosistem lengkap: bukan hanya GPU, tetapi juga software, komputasi awan, dan teknologi pendukung lainnya yang membuatnya sulit ditandingi kompetitor. Pertumbuhan Data Center Dorong Optimisme Peningkatan kebutuhan komputasi intensif dari perusahaan global, startup AI, hingga institusi riset, membuat posisi NVIDIA semakin kuat. Segmen data center kini menjadi pendorong terbesar pendapatan perusahaan. Para analis menyebut bahwa pesatnya perkembangan generative AI membuat kebutuhan chip high-performance computing (HPC) akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Saham NVIDIA bisa kamu cek langsung di aplikasi Nanovest. Aplikasi investasi dengan pilihan saham Amerika Serikat terlengkap. Selain saham Amerika Serikat, Nanovest juga mempunyai aset kripto dan emas digital yang dapat kamu beli mulai dari Rp5.000. Aplikasi ini sudah berlisensi OJK dan menjadi satu-satunya aplikasi investasi yang memiliki perlindungan Asuransi Sinarmas, sehingga terhindar dari risiko cyber attack. Sentimen Pasar Masih Positif Meski Ada Risiko Meski optimisme tinggi, analis tetap mengingatkan adanya beberapa risiko: potensi perlambatan siklus permintaan chip, kompetisi dari pemain baru di industri AI, serta tekanan makroekonomi global yang dapat memengaruhi pengeluaran teknologi perusahaan besar. Tetapi, sebagian besar analis menyatakan bahwa keunggulan teknologi NVIDIA memberi buffer kuat terhadap risiko jangka menengah. Dengan dominasi pasar GPU yang sangat besar, perusahaan dianggap masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. NVIDIA Masih Jadi Saham Favorit Era AI NVIDIA tetap berada di garis depan revolusi kecerdasan buatan dunia. Dengan permintaan yang terus meningkat dari industri teknologi global, posisi perusahaan sebagai pemimpin chip AI diyakini akan bertahan dalam jangka panjang. Dukungan dari berbagai analis Wall Street menunjukkan bahwa NVIDIA masih dianggap sebagai salah satu saham paling strategis di era komputasi modern. Bagi investor yang ingin mengikuti perkembangan tren AI dan teknologi global, saham NVIDIA menjadi salah satu aset yang layak dipantau termasuk melalui aplikasi investasi seperti Nanovest, yang menyediakan akses mudah ke saham-saham Amerika terpopuler, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.
Binus University Pelopor AI Kolaborasi Bersama NVIDIA Cetak Talenta AI Unggul dan siap #JadiGenerasiAI
Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus transformasi digital global, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi faktor kunci dalam membentuk industri masa depan. Dunia kerja semakin menuntut hadirnya talenta yang mampu bukan hanya menggunakan, tetapi juga menciptakan solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan tinggi pun ditantang untuk tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga menyediakan pengalaman nyata yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi era baru ini. Menjawab kebutuhan tersebut, Binus University berkolaborasi dengan NVIDIA melalui acara Back to School yang digelar di Kampus Anggrek Binus. Acara ini menghadirkan demo teknologi GPU terbaru GeForce RTX™ 50 Series, diskusi bersama dosen dan praktisi industri, serta pameran karya inovasi mahasiswa yang menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat menjadi motor penggerak ide-ide kreatif. Mahasiswa dari School of Computer Science (SOCS) Binus University menampilkan berbagai proyek inovatif, mulai dari aplikasi penerjemah bahasa isyarat menjadi suara, solusi keamanan berbasis identifikasi objek, hingga sistem pengelolaan finansial cerdas. Karya ini menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Binus siap menjawab tantangan industri dengan menciptakan inovasi digital yang berdampak sosial. Salah satu karya yang menarik perhatian audiens adalah aplikasi penerjemah bahasa isyarat yang dikembangkan oleh Marvel. Ia menuturkan keinginannya sederhana, membuat teknologi yang bisa langsung membantu masyarakat. “Awalnya kami ingin mencari solusi nyata yang bisa membantu lebih banyak orang. Dengan dukungan GPU NVIDIA, proses pengembangan aplikasi penerjemah bahasa isyarat ini menjadi jauh lebih cepat dan akurat. Harapan saya, karya ini bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas Marvel Martawidjaja, Mahasiswa Jurusan Data Science Binus University, lewat siaran pers Binus University diterima katakabar.com, Ahad (12/10) kemarin. Dari sisi mitra industri, kata Marvel, NVIDIA menekankan pentingnya membawa teknologi langsung ke ruang belajar agar mahasiswa dapat merasakan manfaat AI secara nyata. “NVIDIA sangat antusias menghadirkan teknologi GPU dan AI terbaru kami langsung ke kampus. Dengan GeForce RTX 50 Series, para mahasiswa dapat memanfaatkan performa AI yang luar biasa untuk belajar lebih cepat, berkreasi lebih banyak, dan mengeksplorasi peluang tanpa batas. NVIDIA Broadcast salah satu aplikasi NVIDIA yang sering digunakan mahasiswa untuk livestreaming atau pun disambungkan dengan discord karena mempunyai aplikasi seperti noise cancelling, virtual background, eye contact yang berguna dalam belajar, bekerja maupun bermain game. Selain itu mahasiswa di waktu senggang nya dapat menikmati laptop GeForce RTX 50 Series untuk bermain game dengan NVIDIA DLSS 4 Technology dapat meningkatkan fps yang membuat pengalaman game lebih baik” timpa Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia. Sementara, dari sisi akademik, program studi Computer Science Binus menegaskan kolaborasi ini selaras dengan misi untuk mencetak generasi inovator digital. “Kami bangga melihat mahasiswa kami berani bereksperimen dengan teknologi terbaru untuk menghadirkan solusi nyata. Kolaborasi dengan NVIDIA semakin memperkuat misi SOCS BINUS untuk mencetak generasi digital yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin perubahan di era AI,” tambah Ir. Andry Chowanda, S.Kom., MM, Ph.D., MBCS, CCP, CME, IPM, SMIEEE, Head of Program Computer Science BINUS University. Selain mendukung riset, ekosistem perangkat dan aplikasi NVIDIA juga membantu aktivitas harian mahasiswa. NVIDIA Broadcast, misalnya, kerap dimanfaatkan untuk livestreaming atau terhubung dengan Discord. Fitur seperti noise cancelling, virtual background, dan eye contact memberikan kualitas audio dan video yang lebih profesional, bermanfaat baik untuk belajar, bekerja, maupun bermain game. Di waktu senggang, laptop GeForce RTX™ 50 Series menjadi teman hiburan yang andal. Dengan NVIDIA DLSS 4 Technology, mahasiswa dapat menikmati peningkatan frame rate yang signifikan, membuat pengalaman bermain game terasa lebih mulus dan imersif memberikan sebuah keseimbangan ideal antara produktivitas dan hiburan. Dengan visi besar “A World-class University Fostering and Empowering Society in Building and Serving the Nation”, Binus University menegaskan perannya sebagai kampus yang melahirkan generasi yang siap membawa Indonesia bersaing dan berkontribusi di panggung dunia. Lebih dari sekadar menghadirkan teknologi, kolaborasi dengan NVIDIA diharapkan menjadi pemicu lahirnya semakin banyak karya inovasi dari kampus. Harapannya, Binusian tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta solusi global yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mengangkat peran Indonesia dalam ekosistem AI dunia.
Kolaborasi Lintasarta dan NVIDIA Percepat Adopsi AI di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Group berkomitmen mengakselerasi adopsi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia, kembali menegaskan perannya dalam mendukung kedaulatan digital nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan seiring pelaksanaan NVIDIA GPU Technology Conference (GTC) 2025 pada 17 hingga 21 Maret 2025 di San Jose, Amerika Serikat, sebuah konferensi teknologi tingkat global yang menjadi ajang showcase inovasi AI terbaru, dengan memperkenalkan solusi AI yang telah dikembangkan menggunakan Graphics Processing Units (GPU) Merdeka dari Lintasarta. Sebagai solusi GPU-as-a-Service (GPUaaS) untuk infrastruktur AI, GPU Merdeka merupakan Sovereign AI Cloud dari Lintasarta dan NVIDIA yang dirancang sebagai supercomputing cloud dengan teknologi canggih, terdepan, dan pertama di Indonesia yang diluncurkan pada bulan Agustus tahun lalu di Jakarta. Peluncuran ini bagian dari ekspansi strategis perusahaan dengan menegaskan status Lintasarta sebagai NVIDIA Cloud Partner (NCP) pertama di Indonesia, dalam NVIDIA Partner Network sejak Mei 2024. President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena mengatakan, Lintasarta mendorong hadirnya solusi digital yang inovatif sebagai langkah strategis dalam mengembangkan ekosistem AI untuk mendukung pertumbuhan industri nasional. “Teknologi dan infrastruktur AI yang berdaulat akan menjadi faktor kunci dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi masyarakat dan industri di Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem AI nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bayu pada Selasa (15/4) lalu di Jakarta. NVIDIA AI Enterprise adalah platform perangkat lunak cloud-native yang menyederhanakan pengembangan dan penerapan solusi AI skala produksi, termasuk generative AI, computer vision, speech AI, dan lainnya. Dengan menggunakan NVIDIA AI Enterprise, Lintasarta mampu mengembangkan layanannya dari hanya menyediakan infrastruktur GPU menjadi solusi AI yang menyeluruh. Ragam layanannya meliputi solusi AI individu dengan dukungan NVIDIA AI SDK, framework, dan mikroservis, hingga solusi AI terintegrasi yang dirancang sesuai kebutuhan. Keberadaan data center regional memungkinkan Lintasarta menghadirkan infrastruktur komputasi akseleratif yang mumpuni untuk membangun, melatih ulang, dan menjalankan model Sovereign-AI. Melalui pendekatan ini, model AI dapat dirancang agar selaras dengan karakteristik lokal dan tetap sejalan dengan kepentingan keamanan nasional. AI Industries NVIDIA, Hue Tran Davis menyampaikan, GPU Merdeka yang diakselerasi oleh NVIDIA Hopper GPUs dan NVIDIA AI Enterprise merupakan dasar dari revolusi kedaulatan AI Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Lintasarta dan GoTo, kami menyaksikan secara langsung bagaimana infrastruktur AI tingkat lanjut tidak hanya mendorong inovasi digital, tapi menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang nyata dan pemberdayaan bangsa.
Pertarungan Marvell dan Nvidia: Revolusi Teknologi AI di Depan Mata
Jakarta, katakabar.com - Sebagai perangkat keras, tidak ada yang bisa mengalahkan hegemoni Nvidia. Nvidia hingga Q2 2024 mengantongi USD $26,1 miliar dari bisnis chip pusat data (data center) AI. Pesaing terdekatnya AMD dan Intel, itupun tidak lebih dari USD $3 miliar. Tapi dominasi Nvidia ini bisa saja terganjal mengingat janji mereka untuk merilis chipset Blackwell sudah terkatung-katung dua belas bulan terakhir. Hal ini bisa saja mendorong pengembang pusat data AI untuk melirik produk lain. Marvell Technology menawarkan sesuatu untuk mengisi kekosongan tersebut. Marvell Technology didirikan oleh diaspora Indonesia Dr. Sehat Sutarja pada tahun 1995 di California.
Ketahui Ini Sebelum Investasi di Saham Nvidia
Ketahui Ini Sebelum Berinvestasi di Saham Nvidia Jakarta, katakabar.com - Saham Nvidia melonjak signifikan berkat kinerja kuat di segmen gaming, dengan kenaikan sebesar 46 persen, dan segmen pusat data naik sebesar 88 persen selama periode Q1 tahun 2024.
Nvidia Sukses Jadi Perusahaan Market Cap Tertinggi di Dunia
Jakarta, katakabar.com - Nvidia market cap atau kapitalisasi pasar tembus di angka 3,335 triliun dolar AS, perusahaan pembuat chip komputer dengan dominasi di bidang teknologi Artificial Intelligence (AI) ini resmi menjadi perusahaan dengan valuasi pasar terbesar di dunia menggeser posisi Microsoft dan Apple. Berdasarkan perdagangan di Bursa Amerika Serikat, Saham Microsoft (MSFT) saat ini memiliki nilai pasar 3,32 triliun dollar AS dan Saham Apple (AAPL) turun 1,1 persen dengan nilai pasar 3,29 triliun dolar AS. Sedangkan Saham Nvidia (NVDA) pada selasa lalu telah berhasil naik 3,5 persen persen ke level 136 dollar AS per saham, dalam kurun waktu sebulan terakhir saham Nvidia juga telah mengalami kenaikan hingga 43,24 persen yang secara signifikan mendorong performa indeks saham di Wall Street. Edo Adriansyah, Equity Analyst Nanovest menjelaskan, NVDA bisa dibilang menjadi salah satu saham primadona setelah harga sahamnya menyentuh level lebih dari $1.000 dan dilakukan stock split 10:1, hal tersebut membuat sahamnya menjadi lebih relevan untuk dijangkau para investor. "Kini pergerakan saham tersebut masih melanjutkan tren bullish-nya, secara fundamental kinerja di Q1 2024 cukup mengesankan mengalahkan estimasi analis. Menurut konsensus, diproyeksikan NVDA hingga akhir tahun 2024 dapat membukukan pendapatan sebesar $119,8 miliar, dengan EPS sebesar $2.70. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang masih cukup kuat untuk GPU di pasar game dan pasar komputasi profesional,” ulasnya. Sebagai perusahaan paling bernilai di dunia, ucap Edo, nilai transaksi harian saham Nvidia mencapai 50 miliar dollar AS mengalahkan perusahaan teknologi seperti Apple, Microsoft, dan Tesla yang berada di kisaran 10 miliar dollar AS. "Nvidia berhasil memenuhi ekspektasi pasar yang sedang berkompetisi di bidang Artificial Intelligence yang saat ini menjadi satu-satunya penyedia chip dengan terobosan AI. Dikutip dari Analis di Wedbush bahwa “Revolusi AI dimulai dengan Nvidia dan pesta AI baru akan di mulai," tuturnya. Wedbush memperkirakan tahun depan Nvidia, Microsoft, dan Apple akan berlomba menuju kapitalisasi pasar teknologi senilai 4 triliun dollar AS. Beberapa hari lalu Nvidia melakukan pemecahan nilai saham atau stock split 1 banding 10, sehingga banyak investor berspekulasi volume transaksi Nvidia terus naik dan memberikan pengaruh kepada harga saham sehingga kedepannya akan mencapai nilai valuasi tinggi. Perkembangan harga saham Nvidia dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest, karena para pengguna akan selalu mendapatkan berita serta informasi terbaru dari para analis Nanovest. Selain itu Nanovest sudah aman dan berlisensi oleh BAPPEBTI, serta mendapatkan perlindungan cybercrime dengan asuransi Sinar Mas sehingga para pengguna tidak perlu khawatir akan keamanan aset mereka. Nvidia mencatat performa sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar tercepat dengan pencapaian sebesar 3 triliun dollar AS pada 5 Juni 2024. Sebelumnya, Nvidia kali pertama melampaui kapitalisasi pasar 1 triliun dollar As pada 13 Juni 2023, disusul dengan lonjakan saham hingga 2 triliun dollar AS pada 1 Maret 2024. Melihat kinerja lima tahun terakhir, Nvidia telah mengalami kenaikan drastis lebih dari 3,400 persen. “Perlu diingat, meski NVDA memiliki prospek yang cerah, namun terdapat beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan oleh setiap investor yang ingin berinvestasi di saham AS. Adapun salah satu risikonya adalah volatilitas pasar, dimana saham tersebut bisa naik atau turun secara tajam. Perubahan dalam kondisi pasar global, ekonomi, atau politik juga dapat mempengaruhi harga saham,” beberrnya. Jika kamu tertarik untuk berinvestasi di saham Nvidia, aplikasi investasi Nanovest dapat menjadi pilihan yang tepat karena menyediakan lebih dari 2000 saham Amerika Serikat serta mempunyai lebih dari 600 aset kripto yang sangat lengkap. Cukup dengan modal 5000 rupiah para pengguna dapat bertransaksi di aset digital yaitu saham AS, aset kripto, dan juga emas digital. Nikmati keuntungan dari pergerakan pasar yang sedang hijau dengan berinvestasi di Nanovest! Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | cindy.yunefi@nanovest.io
NVIDIA Pimpin Industri Chip AI Salip Apple Jadi Perusahaan Termahal Kedua di Dunia
Jakarta, katakabar.com - NVIDIA umumkan arsitektur chip AI terbaru yang dijuluki “Rubin” setelah resmi merilis “Blackwell” hanya waktu kurang dari tiga bulan di konferensi teknologi COMPUTEX, Pameran Komputer Internasional Taipei 2024 angkat tema “Connecting AI” sebagai sorotan pameran tahun ini. Memimpin percepatan laju cip AI tersebut, membuat lonjakan saham NVIDIA melewati Apple dengan kapitalisasi pasar melebihi $3 Triliun sehingga menjadi perusahaan publik paling berharga kedua secara global. CEO NVIDIA, Jensen Huang menyatakan, Blackwell Ultra Chip bakal diluncurkan pada tahun 2025, disusul Rubin sebagai chip generasi selanjutnya pada 2026. Menurut laporan Reuters, keluarga cip Rubin mencakup prosesor grafis GPU (graphic processing unit) dan prosesor sentral atau CPU (central processor unit) baru beserta cip jaringan yang disebut “Vera”. Peralihan dari Blackwell ke Rubin menekankan persaingan kompetitif di pasar chip dengan teknologi AI dan menjadi salah satu upaya NVIDIA untuk mempertahankan posisi dominannya saat ini. Kemajuan pesat Artificial Intelligence (AI) bikin NVIDIA secara konsisten mampu menangkap peluang tersebut, termasuk dalam permintaan game dan kripto. Salah satu tren AI yang memegang peranan besar di ranah teknologi saat ini adalah ChatGPT, chatbot buatan OpenAI yang memungkinkan berbagai pertanyaan dapat dijawab langsung menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. ChatGPT mengandalkan AI milik Microsoft dengan nama “Azure” dan ditopang oleh ribuan unit pengolah grafis (GPU) bikinan NVIDIA. Berkat minat tinggi terhadap generative AI dari ChatGPT yang diluncurkan pada tahun 2022 tersebut, saham NVIDIA turut melambung tinggi. Saham NVIDIA pada 11 Juni 2024 ini berada di harga $121,79 atau setara dengan 1.979.575 rupiah, dibandingkan dengan harga setelah pengumuman Nvidia pada 2 Juni 2024. Mengenai peluncuran AI nya di konferensi COMPUTEX yaitu USD $115,00 atau 1.873.787 mengalami kenaikan sekitar 5,65 persen. Investor dapat mengikuti perkembangan harga saham berbasi AI lainnya seperti META, AMAZN, TSLA di Nanovest, aplikasi investasi yang aman dan terpercaya dengan kurang lebih 2000 pilihan aset digital mulai dari saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital di Indonesia. Senin lalu, NVIDIA melakukan pemecahan saham 10 banding 1 atau stock split, mengikuti perkembangan harga yang secara signifikan naik 212 persen dibandingkan tahun lalu. Ini dianggap sebagai sinyal positif terhadap besarnya potensi AI Industri, di mana NVIDIA menjadi salah satu perusahaan Amerika yang berhasil bergabung ke dalam Klub $3 Triliun bersamaan dengan Apple (AAPL) dan Microsoft (MSFT). Pemecahan saham ini dianggap sebagai kepercayaan manajemen bahwa saham akan mempertahankan nilainya seiring dengan kenaikan harganya ucap Howard Silverblatt, Analis Senior Indeks S&P Dow Jones. Investor memandang pemecahan saham ini sebagai tanda kekuatan, dimana perusahaan yang membagi sahamnya biasanya dapat mengungguli S&P 500 pada tahun setelah pengumuman. Meta (META), Tesla (TSLA), dan sejumlah perusahaan teknologi otomotif besar lainnya juga berupaya memanfaatkan chip dari NVIDIA untuk melatih dan menerapkan model AI untuk segala hal mulai dari rekomendasi mesin hingga perangkat lunak mengemudi otonom. Dengan perspektif jangka panjang, investasi saham NVIDIA saat seperti ini dapat menjadi langkah yang strategis yang menguntungkan bagi para investor. Jika dilihat dalam 30 hari terakhir, harga saham NVIDIA telah mengalami kenaikan sekitar 33,82%. Bagi para investor yang ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir, sebab aset-aset tersebut tersedia di aplikasi Nanovest yang dapat kamu beli secara langsung dan aset-aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Nanovest telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para investor dan penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini bisa ditemukan di Play Store maupun App Store Anda. Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | cindy.yunefi@nanovest.io