#Organisasi

Sorotan terbaru dari Tag # #Organisasi

Kras Reborn: Strategi Baru Krakatau Steel Perkokoh Fondasi Organisasi Nasional
Nasional
Jumat, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB

Kras Reborn: Strategi Baru Krakatau Steel Perkokoh Fondasi Organisasi

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) secara resmi perkenalkan strategi transformasi terbaru bertajuk KRAS Reborn. Inisiatif ini langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Strategi ini menandai fase krusial bagi perusahaan untuk beranjak dari sekadar bertahan menuju ambisi besar menjadi pemimpin industri baja yang tangguh di kancah global. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan momentum ini titik balik krusial bagi Perseroan. "Kita harus menyadari bahwa Krakatau Steel tidak pernah kehilangan kekuatannya, hari ini kita sedang membangkitkan kesadaran kolektif atas kapabilitas besar yang selama ini terpendam. Melalui Kras Reborn, kita secara resmi meninggalkan pola pikir bertahan dan mulai melangkah dengan mentalitas juara yang berlandaskan pada kolaborasi tanpa batas serta standar kualitas kelas dunia," tegas Dr. Akbar Djohan, yang menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Framework REBORN: Arsitektur Transformasi Krakatau Steel Strategi Kras Reborn memposisikan energi organisasi dan ketangguhan mental talenta sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Resilient Mindset dan Execution Excellence, setiap insan perusahaan dipacu untuk menghasilkan kinerja optimal di tengah dinamika industri. Transformasi ini merevolusi SDM menjadi Business-Driven People yang didukung penuh oleh kelincahan organisasi (Organizational Agility). Dengan menjadikan Renewal through Innovation sebagai motor penggerak, seluruh upaya ini bermuara pada satu visi kolektif: mewujudkan Krakatau Steel sebagai National Pride with Global Standards melalui pencapaian KPI yang terukur dan akuntabel. Akselerasi Budaya Kerja: Bangun Organisasi Adaptif dan Inovatif Langkah nyata percepatan transformasi ini telah dikukuhkan dalam agenda strategis bertajuk “Strategi Navigasi Transformasi: Dari Survival Mode Menuju Reborn” yang berlangsung pada 26 hingga 27 Februari 2026 di Gedung Pusdiklat Cilegon. Dalam arahannya, Direktur SDM Krakatau Steel, Suryantoro Waluyo, memaparkan bahwa esensi dari KRAS REBORN adalah sebuah intervensi energi organisasi yang menyeluruh. Fokus utamanya bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyelarasan aspek budaya kerja, ketangguhan mental, dan optimalisasi kinerja berbasis target yang terukur untuk memastikan setiap individu di dalam perusahaan bergerak sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi langsung pada pendapatan perusahaan melalui pengaktifan Sense of Awareness, Sense of Belonging, dan Sense of Urgency. Satu Visi, Satu Kekuatan: Jemput Target Strategis 2026 Melalui KRAS Reborn, Perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar USD 1,6 Miliar sebagaimana tertuang dalam RKAP 2026. Target ini bukan sekadar angka finansial, melainkan transformasi mentalitas menuju Reborn State yang mengedepankan ketangkasan dan kolaborasi lintas entitas antara holding dan anak perusahaan. Dengan fokus pada penyelesaian tugas yang berdampak langsung pada profitabilitas dan efisiensi, perusahaan berkomitmen untuk memastikan setiap insan Krakatau Steel menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kebanggaan nasional berstandar dunia melalui pencapaian target strategis.

Peringati HPN 2026, PJI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Riau
Riau
Jumat, 13 Februari 2026 | 09:05 WIB

Peringati HPN 2026, PJI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, organisasi profesi wartawan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Rokan Hulu tunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran di kecamatan Kepenuhan Hulu. Kegiatan ini bentuk nyata kehadiran insan pers di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pemberitaan tetapi juga dalam aksi kemanusiaan. Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh pengurus dan anggota PJI ke lokasi terdampak. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako serta kebutuhan dasar lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam masa pemulihan pasca-insiden. Ketua PJI Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman melalui sekretarisnya Syukri, menyampaikan momentum HPN tahun ini sengaja diisi dengan kegiatan sosial agar semangat hari besar pers tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. "Kami ingin berbagi keberkahan di hari bersejarah bagi insan pers ini. Melalui bantuan yang ala kadarnya ini, kami berharap para korban kebakaran tetap tegar dan segera bangkit kembali," ujarnya saat penyerahan bantuan, Kamis (12/2) kemarin. Camat setempat, Junaidi mengapresiasi gerak cepat PJI Rohul dan Sahabat Rokan Hulu Peduli. Ia menilai sinergi antara arahan pimpinan daerah dan aksi nyata organisasi profesi sebagai bentuk kolaborasi ideal dalam penanganan dampak bencana. "Terima kasih atas kepedulian para awak media yang tergabung dalam PJI. Menurut warga, bantuan ini sangat berarti mengingat banyaknya harta benda yang tidak sempat terselamatkan saat api melahap kediaman mereka," jelasnya. Ia berharap, agar sinergi antara wartawan dengan masyarakat terus terjalin erat, selaras dengan semangat pers yang mengabdi untuk kepentingan publik. Terlebih, kegiatan ini juga bagian dari amanah langsung dari Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM dan Wakil Bupati, H Syafaruddin Poti SH MM yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dan elemen masyarakat dalam setiap situasi krisis kemanusiaan.

Pengurus Pramuka Pulau Merbau Dilantik, Hj Ismiatun Tekankan Disiplin Organisasi dan Literasi Digital Riau
Riau
Senin, 26 Januari 2026 | 18:30 WIB

Pengurus Pramuka Pulau Merbau Dilantik, Hj Ismiatun Tekankan Disiplin Organisasi dan Literasi Digital

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelantikan jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwartir Ranting (Kwarran), Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Kecamatan Pulau Merbau masa bakti 2025–2028 jadi momentum penting penegasan arah baru Gerakan Pramuka di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun, menegaskan kepengurusan yang baru dilantik tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diiringi dengan kerja nyata yang disiplin, terukur, dan berlandaskan aturan organisasi. “Ini bukan jabatan simbolis. Seluruh gerak organisasi wajib tunduk pada AD/ART Gerakan Pramuka. Tidak boleh ada program yang keluar dari ruh kepramukaan,” tegas Ismiatun saat pelantikan di Aula Kantor Camat Pulau Merbau, Senin (26/1). Hj Ismiatun mengingatkan pentingnya kerja kolektif antar pengurus serta pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing, agar roda organisasi berjalan efektif dan tidak tumpang tindih. Ia turut menyoroti transformasi digital yang tengah dijalankan Gerakan Pramuka secara nasional. Dalam waktu dekat, Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka akan terintegrasi melalui aplikasi Ayo Pramuka yang dikelola Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarnas. Kebijakan ini, menurut Hj Ismiatun, menuntut kesiapan seluruh anggota Pramuka baik pembina maupun peserta didik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Pramuka Pulau Merbau tidak boleh gagap teknologi. Kita akan siapkan bimbingan teknis. Ingat, setiap Pramuka adalah pewarta,” ujarnya, seraya menegaskan literasi digital kini menjadi bagian dari kompetensi kepramukaan. Di akhir sambutannya, Hj Ismiatun menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang telah bersedia mewakafkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pengabdian di Gerakan Pramuka. Ia berharap Pramuka Pulau Merbau dapat menjadi ruang strategis pembentukan karakter, akhlak, serta kepemimpinan generasi muda. “Pramuka adalah kawah candradimuka calon pemimpin masa depan. Momentum ini harus menjadi titik tolak kebangkitan Pramuka di Kepulauan Meranti,” jelasnya. Sementara, Ketua Mabiran Kecamatan Pulau Merbau, Hermansyah, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh kegiatan kepramukaan di wilayahnya. Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sejak usia dini. “Pramuka bukan sekadar kegiatan siswa, tetapi investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter dan kepemimpinan anak-anak kita,” ucapnya. Pelantikan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Taufikurrohman, jajaran Forkopimcam Pulau Merbau, serta sejumlah undangan lainnya.

Kolaborasi ITB Indragiri Sejumlah Organisasi dan Perusahaan Plat Merah Demi Masa Depan Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:03 WIB

Kolaborasi ITB Indragiri Sejumlah Organisasi dan Perusahaan Plat Merah Demi Masa Depan Sawit

Indrgiri Hulu, katakabar.com - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri bangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk masa depan industri kelapa sawit di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspek-PIR) Riau, APKASINDO Kabupaten Indragiri Hulu, serta PTPN V, Kamis (8/1) lalu di Ruang Rapat Rektorat, Lantai 2 ITB Indragiri, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri jajaran rektorat, akademisi, serta pimpinan asosiasi dan perwakilan perusahaan. Kerja sama ini digagas sebagai upaya konkret untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui MoU ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses untuk melakukan praktik langsung di lapangan, sementara pihak kampus mendapatkan masukan terkait perkembangan regulasi dan teknologi terkini guna merumuskan kurikulum yang relevan. Kepala Program Studi Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, S.P., M.MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri sawit yang hadir. "Saya berharap dengan adanya kerja sama ini, ITB Indragiri dapat mengirimkan mahasiswa untuk magang di dunia industri," ujar Khairudin. Ia menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. "Tujuannya agar mereka mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan menyerap pengalaman teknis yang mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah," jelasnya. Ia menyoroti peluang beasiswa bagi mahasiswa. "Saya berharap dukungan dari banyak pihak agar dapat menyukseskan program beasiswa BPDP di Kampus ITB Indragiri," ucapnya. Direktur APSSI, Yazid Fauzi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara praktisi dan akademisi sangat dibutuhkan untuk kemajuan petani sawit swadaya. "Saya berharap kerja sama ini dapat memberi dampak luas kepada petani sawit, khususnya terkait penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para akademisi dari ITB Indragiri," tutur Yazid.

Perkuat Peran Perempuan, GOW Kepulauan Meranti Gelar Penguatan Kelembagaan Organisasi Wanita Riau
Riau
Selasa, 04 November 2025 | 16:30 WIB

Perkuat Peran Perempuan, GOW Kepulauan Meranti Gelar Penguatan Kelembagaan Organisasi Wanita

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun, SE, secara resmi buka kegiatan Penguatan Kelembagaan Organisasi Wanita, Selasa (4/11), di Gedung Dharmawanita, Jalan Teuku Umar, Selatpanjang. Hj Ismiatun menyampaikan kegiatan tersebut bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan peran organisasi wanita di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pengurus serta anggota GOW dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Ismiatun. Ia menegaskan, penguatan kelembagaan sangat penting agar fungsi organisasi wanita di daerah dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan berdaya guna. Hj Ismiatun mengingatkan para peserta agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks tanpa meninggalkan peran penting sebagai perempuan dalam keluarga dan masyarakat. “Organisasi wanita memiliki tanggung jawab besar dalam menyosialisasikan program-program pemerintah serta membangun kemitraan strategis. Untuk itu, para pengurus harus memiliki kapasitas yang mumpuni dan solid,” pesannya. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, Hj. Dinawati, yang memaparkan materi tentang strategi memperkuat kapasitas kelembagaan organisasi wanita di era modern. Hj Ismiatun berharap, seluruh ilmu dan wawasan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi inspirasi dalam pelaksanaan program kerja di masing-masing organisasi.

Gandeng Beberapa Organisasi, BPDP Perluas UMKM dari Sawit ke Non Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 26 September 2025 | 20:10 WIB

Gandeng Beberapa Organisasi, BPDP Perluas UMKM dari Sawit ke Non Sawit

Kubu Raya, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP siap perluas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM kelapa sawit ke pelaku non kelapa sawit. Itu bakal dilakukan BPDP lantaran sukses mencetak UMKM sawit yang berasal dari pelaku usaha sawit, yakni asosiasi-asosiasi petani kelapa sawit, Helmy Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan tujuan dari pengembangan UMKM kelapa sawit untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri. Di mana produk sawit bukan hanya minyak, dan kampanye kelapa sawit baik bahwa kelapa sawit sangat bermanfaat bagi semua pihak, produknya banyak. "BPDP akan menggandeng beberapa organisasi yang berisi aktivis seperti alumni KAHMI, GMNI, organisasi perempuan, komunitas wirausaha dan lain-lain yang jarang tersentuh inovasi sawit. Namanya dalam Gerakan 1.000 UMKM yang menggunakan produk sawit," jelas Helmy, di acara 5th IPOSC, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat sore. Misalnya, ucap Helmy, produk UMKM sawit kerajinan berbasis lidi sawit, dan kuliner berbasis sawit. Sedang, contoh UMKM yang sukses di daerah non sawit, yakni perajin batik di Yogyakarta penerima beasiswa LPDP. Selama ini menggunakan paraffin, dan kita ubah jadi menggunakan malam berbahan baku sawit. “Kalau nanti tiap organisasi bisa memunculkan dua tiga orang yang serius memunculkan produk berbahan sawit maka dampaknya akan besar. Kita ingin Gerakan kolektif yang bukan hanya menghasilkan minyak sawit tetapi diversikasi produk yang bisa diamati, ditiru dan dimodifikasi oleh pelaku UMKM,” terangnya. Hasil-hasil grant riset sawit, tambah Helmy, berupa produk yang bisa dikembangkan oleh UMKM akan didorong. BPDP akan membuat workshop cara-cara membuat produk untuk dikembangkan oleh UMKM.