Pabrik Mini

Sorotan terbaru dari Tag # Pabrik Mini

Investor Niat Bangun Pabrik CPO Mini, Bupati Beltim: Kita Bicarakan Dulu Dengan Petani Nasional
Nasional
Senin, 18 September 2023 | 20:45 WIB

Investor Niat Bangun Pabrik CPO Mini, Bupati Beltim: Kita Bicarakan Dulu Dengan Petani

Pangkalpinang, katakabar.com - Bupati Kabupaten Belitung Timur, Burhanudin mengatakan, sudah tiga perusahaan yang menghubunginya berniat untuk berinvestasi membangun pabrik minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mini di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tapi, Burhanudin tidak langsung menyambut tawaran pendirian pabrik CPO mini. Ia ingin lebih dulu mendengar tanggapan petani kelapa sawit setempat. Orang Nomor Satu di Belitung Timur ini pun mengundang perwakilan puluhan koperasi perkebunan kelapa sawit dari seluruh Belitung Timur, untuk membicarakan wacana pabrik CPO mini, pada Kamis (14/9) lalu, "Saya tetap mengutamakan kepentingan petani kelapa sawit lebih dulu. Kita berembuk dulu, nanti hasilnya mau atau tidak, semua harus dengan segala pertimbangan positif dan negatifnya," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (18/9). Dijelaskannya, saya tidak mau kehadiran investor menimbulkan kerugian masyarakat. "kita kaji dulu. Mereka yang bersinggungan langsung dengan pabrik ini harus setuju dulu, kalau tidak ya jangan," tegasnya. Selain membuka peluang bisa mengatur sendiri harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit para petani, pendirian pabrik mini CPO nantinya bakal menciptakan lapangan kerja baru di desa-desa. "Pengangguran bakal berkurang, sekaligus saat yang sama menambah kepercayaan para investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Tapi kita harus dengar apa kata petani," ulasnya. Rata-rata perwakilan koperasi perkebunan kelapa sawit yang hadir dalam pertemuan setuju dengan rencana pembangunan pabrik CPO mini. "Ini menambah alternatif untuk menjual buah kelapa sawit," tutur perwakilan dari Koperasi Sawit Sepakat Maju Desa Lilangan, Eki. Selama ini sebut Eki, petani setempat tidak punya opsi menjual TBS kelap sawit. Alhasil, mereka harus menerima berapa pun harga yang ditetapkan pabrik. "Masalahnya, kalau ada pabrik baru maling sawit bisa jadi makin marak. Pabrik CPO mini tidak punya kebun tapi butuh TBS kelapa sawit agar dapat produksi," imbuhnya.

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser Nasional
Nasional
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:04 WIB

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser

Tana Paser, katakabar.com - Masyarakat Kabupaten Paser Kalimantan Timur punya impian memiliki alat pengolahan sawit mini berkapasitas 500 hingga 700 kilogram Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit per jam. Tujuannya sederhana biar hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya tidak busuk lantaran terlambat dibawa ke pabrik. Saat ini kelapa sawit jadi komoditas primadona bagi masyarakat Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Alasnya, lantaran budidaya yang tergolong mudah dibanding komoditas lain, dan tanaman kelapa sawit dinilai prosfek dan menjanjikan di mana hasilnya bisa dinikmati jangka panjang. "Kelapa sawit bisa diolah jadi ratusan produk, seperti minyak goreng, sabun hingga bahan bakar biodiesel. Itu sebabnya, petani meyakini kelapa sawit menjanjikan masa depan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (26/8). Provinsi Kalimantan Timur memiliki areal kebun kelapa sawit seluas sekitar 1,4 juta hektar, urutan kelima perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Sementara, Kabupaten Paser areal perkebunan kelapa sawit seluas 201.168,42 hektar. Boleh jadi masih berpotensi bertambah luas. "Kabupaten Paser punya potensi perkebunan kelapa sawit sangat besar. Tapi, para petani swadaya masih terbelit sejumlah permasalahan yang cukup mempengaruhi penghasilan mereka, meliputi jarak tempuh yang jauh, Tandan Buah Segar (TBS) rentan busuk disebabkan terlambat saat pengangkutan ke pabrik, ditambah pula dugaan permainan harga," ujarnya. Menurutnya, umur simpan TBS kelapa sawit maksimum cuma 24 jam. Untuk siasatinya agar tidak keburu busuk sebelum sampai di pabrik, beberapa petani panen TBS kelapa sawit yang belum matang atau masih muda. Akibatnya TBS dibeli murah atau bahkan ditolak oleh pabrik kelapa sawit. "Hal itu berimbas pada pendapatan petani kelapa sawit," jelasnya. Untuk mengatasi masalah itu sambungnya, petani kelapa sawit mesti bisa mengolah sendiri hasil panen di kebunnya. "Kami mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang melaksanakan workshop dan sosialisasi pengolahan TBS kelapa sawit menjadi Pra-CPO baru-baru ini. Apa yang disampaikan di kegiatan bisa menjadi solusi dan meningkatkan daya tawar petani swadaya," bebernya. Para petani swadaya ingin mengolah sendiri TBS kelapa sawit di sekitar perkebunan. Lantaran itu, Adi berharap BPDPKS membantu fasilitasi pengadaan alat pengolahan sawit mini. "Semua stakeholder hendaknya membantu para petani swadaya di Kabupaten Paser. Itu tadi agar hasil panen meningkat dan berdampak meningkatnya pendapatan para petani kelapa sawit," tandasnya.