PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Senin, 26 Januari 2026 | 10:02 WIB

PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui entitasnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Cabang Pusat Penelitian Karet, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi warga serta menimbulkan kebutuhan mendesak akan bantuan logistik dan dukungan sosial. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Penelitian Karet berinisiatif mengambil peran aktif dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat korban banjir, meringankan beban sosial dan ekonomi, serta memperkuat hubungan dan solidaritas antara institusi dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pusat Penelitian Karet dalam menjalankan peran sosial yang berkelanjutan. “Kami berharap bantuan yang disalurkan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir serta menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian Pusat Penelitian Karet di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Perwakilan Tim TJSL Pusat Penelitian Karet. Penyaluran bantuan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain aparat pemerintah daerah setempat, perangkat desa, relawan, serta perwakilan masyarakat terdampak. Seluruh kegiatan sepenuhnya didukung melalui Program TJSL Pusat Penelitian Karet. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan bencana,” tambahnya. Meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala seperti keterbatasan akses akibat genangan air hingga kondisi cuaca yang kurang mendukung, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Melalui pelaksanaan Program TJSL ini, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Pusat Penelitian Karet menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kepercayaan antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berharap sinergi dan kolaborasi lintas pihak dapat terus terjalin secara berkelanjutan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, pemulihan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Polinela Ubah Tankos Sawit Jadi Briket Sawit
Sawit
Sabtu, 20 September 2025 | 22:00 WIB

Polinela Ubah Tankos Sawit Jadi Briket

Bandarlampung, katakabar.com - Tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Politeknik Negeri Lampung atau Polinela saat ini tengah melakukan penelitian berjudul Optimasi Proses Produksi Briket dari Limbah Jamur Merang Bermedia Tanam Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS. Penelitian itu dikomandoi M. Perdiansyah Mulia Harahap, Prof. Dr. Ir. Sarono, dan Subandi. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit atau Tankos selama ini dipandang sebagai limbah bermasalah. Tankos produk sampingan kelapa sawit, menyumbang sekitar 23 persen dari total Tandan Buah Segar atau TBS yang dihasilkan. Meski Tankos telah digunakan sebagai media tanam jamur merang, limbah bekas media tanam tersebut masih mengandung lignoselulosa cukup tinggi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal. "Limbah tankos ini memiliki potensi besar untuk diubah menjadi briket, bahan bakar padat berenergi tinggi yang bermanfaat atasi masalah energi," kata Sarono, di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman rri.co.id, Sabtu sore. Proses pembuatan briket melibatkan pencampuran serbuk arang Tankos dengan perekat tapioka dan air, kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu untuk menghasilkan briket yang padat dan efisien. Proses penelitian dimulai dengan produksi arang Tankos melalui pengeringan, dan pengecilan ukuran menggunakan tungku pirolisis. Setelah itu, arang tankos digiling, dan diayak dengan ukuran 40 mesh sebelum dicampur dengan perekat tapioka dan air. Terua, adonan tersebut dicetak menjadi briket dengan memberikan tekanan yang tepat. "Penentuan tekanan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan briket dengan kepadatan dan kualitas yang baik," ulas Subandi. Hasil uji pendahuluan menunjukkan briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor antara 5115 hingga 5396 kal/g, yang menjadikannya bahan bakar alternatif dengan potensi energi yang tinggi.

Expo 2025, Glico Soroti Inovasi Lewat Penelitian, Perawatan Seluler dan Permen Lunak Beras Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 03 Mei 2025 | 08:26 WIB

Expo 2025, Glico Soroti Inovasi Lewat Penelitian, Perawatan Seluler dan Permen Lunak Beras

lebih jauh mengeksplorasi potensinya dalam aplikasi terkait penuaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi https://www.glico.com/global/news/46993/ . - Setiap Potongan Merangkum Esensi Lembut Beras dan Visi untuk Masa Depan Planet Kita Glico mengembangkan “Permen lunak beras” menggunakan bahan-bahan yang berasal dari beras Akan didistribusikan secara eksklusif di dalam “Earth Mart” di Expo 2025 Osaka, Kansai mulai akhir Mei. Ezaki Glico Co., Ltd. merupakan Mitra Perak Paviliun Khas Expo “EARTH MART” di Expo 2025 Osaka, Kansai. Di bawah tema paviliun, “Memikirkan kehidupan melalui makan”, Glico telah mengembangkan “Permen lunak beras” dengan menerapkan teknologi pembuatan permen lunak yang telah dikembangkannya sejak didirikan menggunakan beras, makanan pokok Jepang, sebagai bahan utamanya.

Dana Hibah Penelitian Sawit Rp2,2 Miliar Lebih Diraih Dua Dosen FTUP Sawit
Sawit
Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:37 WIB

Dana Hibah Penelitian Sawit Rp2,2 Miliar Lebih Diraih Dua Dosen FTUP

Jakarta, katakabar.com - Dosen Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP), Prof. Dr. Jonbi dan Prof. Dr. Dede Lia Zariatin sukses mendapatkan dana hibah kegiatan penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS. Dosen Program Studi Teknik Mesin FTUP, Jonbi terpilih sebagai penerima hibah kompetitif setelah mengajukan proposal penelitian berjudul "Semen Sawit Formulasi Semen Berbasis Limbah Pembakaran Boiler Pabrik Kelapa Sawit yang Ramah Lingkungan Dalam Rangka Ekonomi Sirkuler".

Tentang Penelitian dan Pengembangan Roadmap BPDPKS Pengembangan Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Rabu, 26 Juni 2024 | 20:13 WIB

Tentang Penelitian dan Pengembangan Roadmap BPDPKS Pengembangan Sawit Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Panduan Roadmap Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS guna dukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan dari 2022 hingga 2029. Di mana memuat rencana jangka menengah dan jangka panjang seluruh program BPDPKS khusus program Penelitian dan Pengembangan memberikan arah dan tujuan program tersebut. Selain itu, memberikan panduan strategis bagi beragam stakaholder terkait pengembangan sawit berkelanjutan yang sejalan dengan Peta Panduan Industri Kelapa Sawit Nasional Menuju 2045, guna mendapatkan informasi dari stakeholder terkait pelaksanaan Roadmap Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan (2022-2029). BPDPKS gelar Sharring Sesion dan Monev Program Penelitian dan Pengembangan Roadmap Badan BPDPKS untuk Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit di Jakarta, di pekan kedua Juni 2024. Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang dan Pengembangan Sarpras BPDPKS Kemenkeu, Triana Meinarsih yang buka Sharring Session dan Monev Program Penelitian dan Pengembangan pada Roadmap BPDPKS Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan (2022-2029). Di pembukaan itu, Triana Meinarsih menyampaikan rencana program litbang pada Roadmap BPDPKS untuk Sawit Berkelanjutan, yakni Peningkatan penelitian terkait produktivitas tanaman. Rencana program litbang ini diharapkan realisasi produktivitas sampai dengan tahun 2025 adalah 5-6 tpn CPO per hektar per tahun dengan target realisasi hingga tahun 2025 adalah 7-8 ton CPO per ha per tahun. Hadir di acara yang berlangsung hybrid tersebut sebagai narasumber Associate Researcher Indef, Eusebius Pantja Pramudya. Dipaparannya Eusebius Pantja Pramudya menjabarkan Roadmap BPDPKS Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan (2022-2029) untuk Program Penelitian dan Pengembangan Di acara ini diundang pula stakeholder perkebunan kelapa sawit baik dari kementerian teknis terkait, sekaligus anggota Komite Pengarah BPDPKS, asosiasi petani, asosiasi pengusaha, dan lembaga peneliti.