Polda Riau Supervisi Ops Ketupat 2026 di Kepuluan Meranti Pengamanan Berjalan Optimal Hukrim
Hukrim
Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Polda Riau Supervisi Ops Ketupat 2026 di Kepuluan Meranti Pengamanan Berjalan Optimal

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna pastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran, Tim Asistensi dan Supervisi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dari Polda Riau kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, Rabu (18/3) kemarin. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di dua titik strategis, yakni Pos Pelayanan Pelabuhan Tanjung Harapan dan Pos Pengamanan Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Kecamatan Tebing Tinggi. Tim asistensi yang dipimpin Kabag Kerma Roops Polda Riau, AKBP Yudhi Palmi D.J., S.I.K., M.Si, didampingi personel dari Propam dan Roops Polda Riau, langsung melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pelayanan kepada masyarakat. Di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, bersama jajaran pejabat utama Polres serta unsur terkait lainnya. Fokus Pemeriksaan Pos Pelayanan dan Pengamanan Kegiatan diawali dengan peninjauan Pos Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Harapan yang menjadi pintu masuk utama arus mudik di Kepulauan Meranti. Selanjutnya, tim melanjutkan pemeriksaan ke Pos Pengamanan di Taman Cik Puan. Di kegiatan tersebut, tim memastikan bahwa seluruh pos telah berfungsi secara optimal, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Sinergi Antar Instansi Terlihat Solid Selain personel Polri, kegiatan pengamanan juga melibatkan unsur Dinas Perhubungan dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai berjalan dengan baik dan efektif dalam mendukung kelancaran operasi. “Sinergitas antar instansi terlihat solid, baik dalam pengamanan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Yudhi Palmi di sela kegiatan. Situasi Aman dan Kondusif Dari hasil evaluasi, tidak ditemukan kendala yang menonjol selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran personel di lapangan juga dinilai cukup memadai dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim asistensi kembali menuju Pelabuhan Tanjung Harapan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah berikutnya.

Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi Nasional
Nasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:10 WIB

Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi

Jakarta, katakabar.com - Upaya memperkuat tata kelola dan pengamanan aset negara kian menjadi perhatian badan usaha milik negara (BUMN) sektor perkebunan. PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) gandeng sejumlah Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Sumatera dan Kalimantan untuk memperkuat perlindungan hukum atas aset Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola perusahaan. Kerja sama yang dijalankan sepanjang 2024 hingga 2026 itu mencakup pendampingan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam perkara perdata dan tata usaha negara, penyusunan pendapat hukum (legal opinion), hingga langkah pemulihan aset dan penagihan kewajiban pihak ketiga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, sinergi lintas wilayah dengan institusi kejaksaan menjadi bagian dari strategi memperkuat Good Corporate Governance (GCG) sekaligus memitigasi risiko hukum di tengah kompleksitas persoalan agraria. “Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi di berbagai provinsi adalah langkah strategis untuk membangun pengawalan hukum secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga penyelesaian sengketa,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu. Sejumlah Kejati yang telah menjalin kerja sama antara lain Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Riau, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi Jambi, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur. Jejaring ini mencakup seluruh regional operasional PalmCo. Pendekatannya dibagi dalam dua tahap. Pada tahap preventif, perusahaan meminta pendampingan sejak awal dalam setiap kebijakan strategis agar memiliki landasan hukum yang kuat. Sementara pada tahap kuratif, JPN memberikan bantuan hukum dalam proses persidangan maupun penyelesaian sengketa. Di Kalimantan Tengah, kesepakatan kerja sama diteken pada 13 Februari 2026. Kepala Kejati Kalimantan Tengah Nurcahyo J.M. menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum secara profesional untuk memastikan setiap langkah strategis perusahaan tetap berada dalam koridor hukum. Adapun di Sumatera Barat, nota kesepahaman diteken pada 12 November 2024. Kepala Kejati Sumatera Barat Muhibuddin menegaskan komitmen institusinya mendukung penguatan tata kelola perusahaan agar selaras dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan regulasi. Kompleksitas Sengketa Agraria Langkah ini dinilai relevan mengingat luasnya areal HGU yang dikelola PalmCo serta kompleksitas persoalan lahan di sejumlah daerah. Sengketa agraria, tumpang tindih klaim, hingga penguasaan lahan oleh pihak ketiga menjadi tantangan yang kerap dihadapi perusahaan perkebunan negara. Untuk memperkuat posisi hukum, perusahaan juga menyusun dokumentasi historis HGU dalam bentuk “buku putih” sebagai langkah antisipatif atas potensi klaim di masa mendatang. Pengamat tata kelola BUMN menilai kolaborasi dengan aparat penegak hukum dapat mempercepat penyelesaian sengketa dan meminimalkan kerugian negara, sepanjang tetap dijalankan secara transparan dan akuntabel. Bagi PalmCo, pengamanan aset tidak hanya terkait stabilitas operasional, tetapi juga keberlanjutan kontribusi terhadap perekonomian nasional. “Kami ingin memastikan setiap hektar aset negara yang kami kelola terlindungi secara hukum dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara,” kata Jatmiko. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola BUMN dan isu agraria, pendekatan kolaboratif lintas provinsi ini menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan aset negara sekaligus menjaga kesinambungan usaha di sektor perkebunan.

Polres Kepulauan Meranti Tingkatkan Pengamanan Pelabuhan Kempang Selama Operasi Lilin 2025 Hukrim
Hukrim
Selasa, 23 Desember 2025 | 14:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Tingkatkan Pengamanan Pelabuhan Kempang Selama Operasi Lilin 2025

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti bersama Polsek yang ada tranportasi kempang Polsek Rasbar, Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebing Tinggi Barat dan Satpolair di pelabuhan kempang omrin dan melakukan pengamanan pelabuhan dan rransportasi kempang di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti sempena Operasi Lilin 2025 Selasa (23/12). Selain itu, personel Polres Kepulauan Meranti melaksanakan pengamanan pelabuhan dan transportasi laut (Kempang OM RIN) di Wilkum Polres Kepulauan Meranti dalam Operasi lilin 2025. "Ada sasaran kita ada Kelayakan Kapal Kempang Alat Keselamatan lalu melakukan Sosialisasi Terhadap Pemilik Usaha Transportasi Kapal Kempang serta Kapten Kapal Kempang lalu Pengamanan lokasi Pelabuhan, kempang dan masyarakat," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kabag Ops, Kompol Wan Matazakka Menurut Kabag Ops, Kondisi Kapal Kempang dalam keadaan Layak dan telah dilengkapi alat keselamatan berupa life jacket, Pelampung dan racun api. "Kami telah dilakukan Sosialisasi Keselamatan kepada pemilik Kempang dan kapten kempang serta penumpang, pemilik dan kapten kempang untuk selalu melakukan pengecekan mandiri kondisi Kelayakan Kempang secara berkala dan menjaga keselamatan penumpang dengan memperhatikan kapasitas penumpang serta kendaraan jangan sampai melebihi kapasitas muatan," sebut Kompol Wan. Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti mengimbau kepada penumpang untuk menjaga keselamatan selama berada dikapal kempang, dan bagi masyarakat yang membawa BBM diimbau untuk tidak merokok di dalam kapal kempang.

Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat Hukrim
Hukrim
Jumat, 19 Desember 2025 | 22:21 WIB

Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 di halaman Kantor Polres Kepulauan Meranti, Jumat (19/12). Apel tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Apel gelar pasukan ini turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti beserta pejabat utama Polres, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Meranti, Danramil 02 Tebing Tinggi, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya. Dalam amanatnya, H Asmar menegaskan apel gelar pasukan merupakan momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. “Apel gelar pasukan ini adalah bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi, sehingga seluruh rangkaian pelayanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan optimal,” ujar H Asmar. Ia menyampaikan perayaan Natal dan Tahun Baru agenda nasional rutin yang selalu berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun berlibur. "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ulasnya. Selain lonjakan mobilitas, kata H Asmar, tantangan pengamanan Nataru tahun ini juga diperberat oleh faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. “Menghadapi situasi ini, kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan harus dilakukan secara ekstra demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya. Sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya. Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan 2.903 posko pengamanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 1.807 Pos Pengamanan (Pos Pam), 763 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 333 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difokuskan pada pengamanan 44.436 objek vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi perayaan malam tahun baru. Bupati Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pengaturan lalu lintas, pengendalian angkutan barang, serta antisipasi kepadatan penumpang di moda transportasi darat dan laut. Di sisi lain, pengamanan ibadah Natal menjadi perhatian utama dengan memastikan seluruh lokasi ibadah disterilisasi dan melibatkan unsur ormas keagamaan sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap ancaman terorisme juga diminta untuk diperkuat, khususnya di tempat ibadah dan pusat keramaian. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, stabilitas ketersediaan pangan dan BBM, serta layanan darurat kepolisian melalui call center 110 menjadi bagian penting dari rangkaian pengamanan Nataru.

Latpraops Lilin LK 2025 Digelar, Polda Riau Matangkan Pengamanan dan Kamseltibcarlantas Hukrim
Hukrim
Kamis, 18 Desember 2025 | 13:48 WIB

Latpraops Lilin LK 2025 Digelar, Polda Riau Matangkan Pengamanan dan Kamseltibcarlantas

Pekanbaru, katakabar.com – Kepolisian Daerah Riau secara resmi gelar Pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Lancang Kuning Tahun 2025, Kamis (18/12) sekitar pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau. Kegiatan Latpraops dibuka dan dipimpin oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum didampingi Wakapolda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, S.H., M.Han, serta dihadiri Irwasda, Karoops, para Pejabat Utama Polda Riau, para Pamen selaku pemateri, serta personel yang terlibat Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 dari jajaran Polres dan Polresta se-Polda Riau. Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel menghadapi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, khususnya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang dapat mempengaruhi arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi, saya bersama Dirlantas telah melakukan patroli untuk memetakan titik-titik rawan banjir dan kemacetan. Personel harus disiagakan di lokasi-lokasi tersebut agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri dan merasa aman serta nyaman menjelang Nataru,” tegasnya. Kapolda Riau menginstruksikan kepada seluruh Kasatlantas jajaran agar melakukan analisa dan menyiapkan jalur-jalur alternatif guna mengantisipasi gangguan akibat bencana alam maupun hambatan lainnya. Selain itu, Kapolda menegaskan agar pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu dioperasikan secara optimal dengan dukungan informasi terkini terkait cuaca, bencana alam, dan lokasi rawan. Sementara, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H. selaku Wakasatgasopsda, menyampaikan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 merupakan operasi rutin tahunan yang membutuhkan kesiapan dan pemahaman menyeluruh dari seluruh jajaran. “Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kami menekankan kepada seluruh jajaran untuk terus meningkatkan inovasi, khususnya dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas dan penguraian kemacetan guna mewujudkan kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Riau,” ujar Kombes Pol Taufiq. Dirlantas Polda Riau ini menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau akan mengintensifkan kegiatan Polantas Menyapa dan penerapan Green Policing sebagai pendekatan humanis dan berkelanjutan kepada masyarakat dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebagai bentuk komitmen nyata mewujudkan Kamseltibcarlantas, khususnya di Kota Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau juga membentuk Tim Raicet yang disiagakan untuk merespons cepat berbagai potensi gangguan lalu lintas. Selain itu, dilaksanakan patroli rutin di lokasi rawan bencana alam, patroli di daerah rawan curat, curas, dan curanmor (C3), serta pemasangan spanduk imbauan dan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan. Salain itu, patroli dan pengamanan juga difokuskan pada lokasi-lokasi tempat ibadah serta kawasan wisata, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Natal serta beraktivitas dan berlibur selama momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya tersebut turut diperkuat melalui kegiatan Polantas Menyapa sebagai sarana komunikasi langsung dan edukasi kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polresta Pekanbaru dan Satlantas Polres jajaran di wilayah hukum Polda Riau, guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025.

Polres Kepulauan Meranti Patroli di Gereja Jelang Natal 2025 Hukrim
Hukrim
Jumat, 12 Desember 2025 | 09:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Patroli di Gereja Jelang Natal 2025

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti siap sedia pengamanan ibadah Natal tahun 2025 di 'Bumi Sagu' dalam kegiatan sterilisasi di Gereja Kalam Kudus Jalan Kartini juga Sterilisasi di Gereja GPDI Tiberias Jalan Yos Sudarso, Kamis (11/12) sore kemarin. Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Syahrizal SE M H Msi, KBO Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Ipda Mafa Surya bersama Plt. Kasi Humas Polres Kepulauan Meranti, Ipda Dedi Santos Manulang SH bersama personel Polres Kepulauan Meranti. "Gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah gereja, Kamis (11/22) kita lakukan pengamanan, seperti Gereja Kalam Kudus Jalan Kartini Kecamatan Tebing Tinggi dan Gereja GPDI Tiberias Jalan Yos Sudarso Kecamatan Tebing Tinggi," ujar Kompol Syahrizal SE SH Msi Mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH. Menurut Kabag Ops pula, Tim sterilisasi Polres Kepulauan Meranti melakukan sterilisasi lokasi kegiatan sebelum kegiatan ibadah Natal di laksanakan. Tindakan sterilisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tidak pidana yang bisa terjadi dan menggangu ibadah yang akan dilaksanakan. "Kegiatan ibadah Natal di Gereja Kalam Kudus dihadiri lebih kurang 250 jemaat, sedang di Gereja GPDI Tiberias dihadiri lebih kurang 250 jemaat. Seluruh jemaat mengikuti kegiatan ibadah secara tertib dan kondusif," jelas. Situasi Kamtibmas di pelaksanaan ibadah Natal berada pada kategori aman dan kondusif, ditandai dengan tidak adanya temuan informasi ancaman maupun gangguan nyata selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kehadiran personel pengamanan serta sterilisasi area menjadi faktor penting dalam menekan potensi kerawanan. "Jumlah jemaat yang hadir tergolong tinggi lebih kurang 250 jemaat di masing-masing gereja, sehingga diperlukan pengawasan maksimal pada pintu masuk, area parkir, dan titik konsentrasi massa. Penempatan personel secara proporsional telah mampu menjaga kelancaran mobilitas jemaat serta mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan, pencurian kendaraan, dan gesekan antar pengunjung," terangnya. Ia mengatakan langkah sterilisasi sebelum kegiatan terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan rasa aman jemaat, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya ancaman yang bersifat teror maupun kriminalitas. Hal ini memperkuat peran Polri sebagai garda terdepan dalam memberikan jaminan keamanan kegiatan keagamaan. "Koordinasi antara pengurus gereja dan pihak kepolisian berjalan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan tepat waktu. Model kerja sama ini perlu dipertahankan sebagai pola tetap dalam pengamanan kegiatan keagamaan untuk meminimalisir potensi gangguan pada kegiatan berikutnya," sebut Kompol Syahrizal.

Ketum SEMMI Riau Apresiasi Kapolda Riau Soal Pengamanan Aksi Damai Jadi Contoh Nasional Riau
Riau
Selasa, 02 September 2025 | 10:27 WIB

Ketum SEMMI Riau Apresiasi Kapolda Riau Soal Pengamanan Aksi Damai Jadi Contoh Nasional

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia atau SEMMI Wilayah Riau, Ihkram Mulya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau atas keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban ketika aksi demonstrasi yang berlangsung damai di Provinsi Riau. "Aksi tersebut berlangsung tanpa insiden represif, mencerminkan kedewasaan masyarakat berdemokrasi, dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia," kata Ihkram. Aksi damai ini, ujarnya, menjadi bukti nyata penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara santun dan beradab, sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Melayu. "Kami sangat mengapresiasi Polda Riau yang hadir dengan pendekatan humanis, tidak represif, dan betul-betul menjunjung tinggi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya," ucapnya. Selain keberhasilan pengamanan aksi, sebut Ihkram, memberikan penghormatan khusus terhadap sikap terbuka dan rendah hati Kapolda Riau yang menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada driver ojek online, mahasiswa, dan masyarakat Provinsi Riau atas kejadian nasional yang sempat menimbulkan luka kolektif. Sikap ini dinilai sebagai wujud nyata kepemimpinan yang bijaksana dan bertanggung jawab. "Kami menilai, permohonan maaf terbuka yang disampaikan Kapolda Riau adalah langkah yang sangat bermakna. Tidak semua pemimpin memiliki keberanian moral seperti ini. Beliau telah menunjukkan keteladanan dan empati yang luar biasa. Ini adalah sosok pemimpin yang seharusnya dimiliki oleh institusi penegak hukum di seluruh Indonesia," tutur Ihkram. Kapolda Riau sendiri menyatakan, setiap aspirasi adalah suara rakyat, dan tugas Polri adalah menjaga, serta mengawal suara tersebut dengan pendekatan yang santun, dan profesional. "Kami ingin setiap masyarakat merasa aman saat menyampaikan aspirasinya. Budaya Melayu yang santun menjadi pondasi kami dalam bertugas," terangnya. Sebagai bentuk solidaritas dan empati, Polda Riau juga menginisiasi kegiatan doa bersama yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda Provinsi Riau di Masjid Raya An Nur. Doa tersebut dipanjatkan untuk almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online yang wafat saat mengikuti aksi demonstrasi beberapa waktu lalu di Jakarta. SEMMI Riau pun berharap sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat kepolisian terus terjalin dalam semangat damai dan persaudaraan.

Maksimalkan Pengamanan Aliran Sungai dengan Log Boom HDPE Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:00 WIB

Maksimalkan Pengamanan Aliran Sungai dengan Log Boom HDPE

Surabaya, katakabar.com - Log Boom HDPE dari Kubus Apung Hildan efektif menghalau sampah dan material terapung di perairan deras, dengan desain kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan. Solusi ini membantu menjaga kebersihan serta keamanan sungai dan kanal. Sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan, penggunaan Log Boom HDPE menjadi semakin penting. Inovasi ini menawarkan solusi efektif untuk menghalau sampah, ranting kayu, dan material terapung lainnya di sungai atau kanal, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki arus air cukup deras dan padat aktivitas. Kubus Apung Hildan, sebagai penyedia infrastruktur perairan terkemuka, menghadirkan Log Boom HDPE yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi ekstrem di perairan terbuka maupun tertutup. Produk ini tidak hanya kuat dan tahan lama, tapi juga ramah lingkungan serta mudah dipasang. Teknologi Log Boom HDPE telah terbukti mampu meningkatkan pengamanan sungai dengan berbagai keunggulan berikut: 1. Tahan Cuaca dan UV Terbuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) yang tahan terhadap paparan sinar UV dan perubahan cuaca ekstrem. 2. Daya Apung Tinggi Mampu menahan beban dari tumpukan sampah atau kayu besar tanpa tenggelam. 3. Modular dan Fleksibel Sistem modular memungkinkan penyesuaian panjang dan bentuk sesuai kondisi aliran sungai. 4. Mudah dalam Instalasi dan Perawatan Pemasangan cepat tanpa alat berat khusus serta minim perawatan. Implementasi Log Boom HDPE bukan hanya sebatas instalasi teknis, tapi juga menjadi bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan perairan. Sejumlah proyek besar di Indonesia kini mulai menerapkan teknologi ini untuk mendukung pengelolaan sungai yang lebih bersih dan aman.

Kapolres Kepulauan Meranti Cek Pengamanan Ibadah di Hari Kenaikan Yesus Kristus di Sejumlah Gereja Riau
Riau
Kamis, 29 Mei 2025 | 18:07 WIB

Kapolres Kepulauan Meranti Cek Pengamanan Ibadah di Hari Kenaikan Yesus Kristus di Sejumlah Gereja

Kepukauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti beserta jajarannya melaksanakan pengecekan pengamanan gereja saat ibadah kenaikan Yesus Kristus tahun 2025 di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (29/5). Kapolres Meranti AKBP Aldi A Faroqi, turut hadir didampingi Wakapolres, Kompol Maitertika, Kabag Ops Polres, Kompol Syahrizal, Kabag Ren Polres Meranti, Kompol Novia Indra, dan Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Fajri Sentosa. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi A Faroqi menyatakan, pelaksanaan pengecekan dan pengamanan peringatan hari kenaikan yesus kristus dilakukan guna memastikan kegiatan tersebut yang dilakukan berjalan aman, lancar, dan kondusif. "Kita lakukan ini untuk memastikan situasi kamtibmas terkendali dan pengamanan secara ketat untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah kenaikan Yesus Kristus," jelasnya. Menurutnya, pengamanan kegiatan dilakukan guna mengantisipasi gangguan stabilitas kamtibmas dan sebagai upaya dalam memberikan jaminan keamanan kepada jemaat dalam menjalankan kegiatan ibadah. "Perlu dilakukan upaya preventif mencegah hal yang tidak diinginkan, sebelum pelaksanaan ibadah dilaksanakan sterilisasi dari tim Sat Samapta Polres Kepulauan Meranti. Saat kegiatan personel melakukan pengamanan dan pengawasan, baik pengamanan sifatnya terbuka maupun tertutup untuk melakukan tindakan awal apabila ada kejadian yang dapat menggangu stabilitas Kamtibmas," tegasnya.