Perekeonomian

Sorotan terbaru dari Tag # Perekeonomian

Arif: Kegiatan Kelompok Tani Mangrove Ciptakan Perekonomian dan Wisata Riau
Riau
Selasa, 11 Juni 2024 | 17:11 WIB

Arif: Kegiatan Kelompok Tani Mangrove Ciptakan Perekonomian dan Wisata

Selatpanjang, katakabar.com - Kegiatan Kelompok Tani atau Poktan Mangrove menciptakan perekonomian dan destinasi wisata di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Berkolaborasi dengan PT Imbang Tata Alam atau ITA, kelompok tani mangrove melakukan penanaman mangrove. Upaya ini telah dimulai awalnya 1 kelompok hingga kini sudah menjadi 10 kelompok. Area manager PT ITA, Bonar lewat Field CSR Officer, Arif Hidayatullah saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (10/6) kemarin menjelaskan, hal paling penting proses kemandirian. "Sebelumnya mereka menanam Kita yang memberikan bibit sekarang mereka rata rata sudah bisa membibitkan hingga10.000 bibit per 6 bulan," ujar Arif. Jadi, kata Arif, bila ada kegiatan penanaman bibit mangrove seringkali dibeli dari kelompok mangrove seharga Rp3000 per bibit. Tapi, untuk polibet pemberian dari Perusahaan. Jika diperkirakan para kelompok mangrove termodal Rp500, sehinggs mereka dapat keuntungan Rp2500 per bibit. Hasil dari pembelian bibit tadi, tutur Arif, ditanam di wilayah kelompok mangrove itu sendiri. Ternyata, kegiatan kelompok petani mangrove mampu menciptakan kegiatan ekonomi bahkan pendekatan yang kedua wisata. "Wisata dibangun melalui bantuan secara bertahap tapi fokus jadi mandiri, seperti di kampung Telaga Air Merah. Keberhasilan kampung tersebut berkat Intervensi perusahaan," terangnya. Hal itu, lanjut Arif, buah dari kolaborasi BumDes, pemuda dan PT ITA dapat berkembang dengan prinsip sama, selain ekonomi ada wisatanya. Soal jenis mangrove yang ditanam, Arif menjabarkan, secara umum mangrove yang ada di Riau ada 22 jenis tapi secara mayoritas itu berbeda-beda secara kondisi "Kalau untuk kondisi di daerah Baran yang paling tepat Bakau dan Belukar kemudian sedikit Jeruju, serta waru. Sedang, Bakau siapi api untuk daerah pantai, dan sejauh ini penanaman bibit sudah dilakukan di Desa Mayangsari, Teluk Belitung dan Lukit," ulasnya. Tanaman Mangrove Di Desa Lukit luasnya 79,2 hektar, sebutnya, kini sudah memperoleh SK Menteri diteken langsung oleh Menteri KLHK. Sedang Desa Mayangsari, dan Teluk Belitung masih dalam proses tahapan Verifikasi dari wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien dan lestari atau KPH. "Mangrove yang ditanam berdiameter mencapai 80 centimeter, sudah pasti dilestarikan. Perusahaan melakukan adopsi pohon tersebut, seperti yang sudah dilakukan di desa Lukit. Total 20 batang pohon mangrove berdiameter 80 centimeter ada di desa itu. Pohon-pohon yang diadopsi dengan biaya berkisar Rp4 juta per tahun, dan sudah punya konsekuensi, yakni bila ditebang mangrove tersebut maka dana adopsi harus ditarik balik atau dipulangkan," bebernya.

Sawit Masih Berkontribusi Signifikan Bagi Perekonomian Nusantara 2023 Sawit
Sawit
Sabtu, 09 Maret 2024 | 17:10 WIB

Sawit Masih Berkontribusi Signifikan Bagi Perekonomian Nusantara 2023

Bandung, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia meski hadapi tantangan penurunan harga di tahun 2023. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun tersebut mencapai 5,05 persen. Di mana sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi Transportasi dan Pergudangan, mencapai 13,96 persen. Tapi, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, termasuk produksi kelapa sawit tumbuh positif sebesar 1,30 persen, di mana memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kabul Wijayanto menyatakan, kelapa sawit penyumbang terbesar untuk ekspor non-migas Indonesia. "Ekspor non-migas Indonesia pada tahun 2023 mencapai US$242,87 miliar, dengan sekitar US$28,45 miliar berasal dari ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk minyak kelapa sawit. Bahkan harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) cenderung stabil di tahun 2023, tidak mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Harga CPO CIF Rotterdam berkisar antara US$905/MT-US$1.019/MT, dengan rata-rata sebesar US$964/MT," ulas Kabul, dilansir dari website resmi BPDPKS, pada Sabtu (9/3). Sementara, ujar Kabul, harga patokan ekspor CPO yang ditetapkan Kementerian Perdagangan berkisar antara US$723,45-US$955,53/MT, dengan rata-rata sebesar US$832,26/MT. Begitu pula, harga tandan buah segar kelapa sawit relatif stabil, dengan penetapan Gubernur berkisar antara Rp2.180-Rp2.718 per kiligram, atau rata-rata sebesar Rp2.425 per kilogram Pemerintah, terang Kabul, terus berupaya untuk memastikan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan. “Tapi, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti masalah legalitas lahan dan rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit, terutama pada perkebunan rakyat. Produktivitas perkebunan sawit rakyat pada tahun 2023 hanya mencapai 2,58 Ton per hektar, jauh di bawah produktivitas perkebunan besar negara dan swasta,” bebernya saat buka Focus Group Discussion (FGD) yang angkat tema "Membangun Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan", di Bandung, pada Kamis lalu. Untuk meningkatkan produktivitas, pemerintah telah meluncurkan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Program Sarana dan Prasarana (Sarpras). Meski capaian dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) belum mencapai target yang ditetapkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan efektivitas program tersebut. “Program Sarana dan Prasarana (Sarpras) terus ditingkatkan, dengan alokasi dana yang telah ditetapkan untuk memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, pestisida, alat pertanian, dan infrastruktur lainnya kepada para petani kelapa sawit,” ucap Kabul. Langkah-langkah ini, harap Kabul, sektor kelapa sawit dapat terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit di seluruh nusantara.