Pertahanan

Sorotan terbaru dari Tag # Pertahanan

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Kepala Staf Pertahanan India Kunjungan Resmi ke Indonesia Internasional
Internasional
Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:06 WIB

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Kepala Staf Pertahanan India Kunjungan Resmi ke Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Kepala Staf Pertahanan India (Chief of Defence Staff/CDS), Jenderal Anil Chauhan, tiba di Indonesia pada Minggu (26/10) untuk memulai kunjungan resmi selama enam hari, dari 26 hingga 31 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan memperdalam kemitraan strategis antara India dan Indonesia sebagai dua negara Mitra Strategis Komprehensif di kawasan Indo-Pasifik. Selama kunjungan, Jenderal Chauhan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto. Selain itu, ia juga akan bertemu dengan para Kepala Staf TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara untuk membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, dan pembangunan kapasitas militer. Sebagai bagian dari agenda, Jenderal Chauhan akan mengunjungi Bandung dan Surabaya untuk meninjau sejumlah industri pertahanan dan galangan kapal utama di kedua kota tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan, produksi bersama, serta pengembangan teknologi antara India dan Indonesia. Selain pertemuan resmi, Jenderal Chauhan melakukan diskusi strategis dengan para eksekutif perusahaan pertahanan Indonesia serta berinteraksi dengan lembaga kajian pertahanan dan keamanan (think tank) guna memperdalam dialog kebijakan dan memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua negara. Menurut pernyataan resmi, kunjungan ini menunjukkan peningkatan hubungan pertahanan antara India dan Indonesia serta menjadi tindak lanjut atas hasil-hasil kerja sama pertahanan yang disepakati dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Sebagai dua negara maritim yang memiliki posisi strategis di Indo-Pasifik, India dan Indonesia terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan, keamanan maritim, dan perdamaian regional.

Ketua Komis II DPR RI Sebut Perkebunan Sawit Bisa Pertahanan  Ekonomi Wilayah Perbatasan Hukrim
Hukrim
Jumat, 05 September 2025 | 12:00 WIB

Ketua Komis II DPR RI Sebut Perkebunan Sawit Bisa Pertahanan Ekonomi Wilayah Perbatasan

Jakarta, katakabar.com - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menjelaskan pentingnya pembangunan perkebunan kelapa sawit di wilayah perbatasan sebagai langkah strategis perkuat ekonomi, sekaligus menjaga kedaulatan negara kesatuan republik indonesia atau NKRI. Melalui keterangan persnya di Jakarta, Rifqinizamy mengutarakan, wilayah perbatasan punya potensi besar belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kehadiran usaha produktif seperti perkebunan sawit tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, tapi juga bisa menjadi pilar pertahanan melalui keterlibatan aktif penduduk setempat. "Sepanjang ribuan kilometer perbatasan darat kita, bisa dikembangkan perkebunan kelapa sawit atau sektor produktif lain. Tentunya dengan melibatkan pihak swasta, dan mempekerjakan warga lokal," ujar Rifqinizamy, Rabu (3/9) lalu. Legislator dari Nasdem ini menekankan, aktivitas ekonomi di perbatasan memiliki dua tujuan sekaligus, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru. Terus, memperkuat ketahanan negara karena warga yang terlibat dalam aktivitas produktif di wilayah perbatasan secara langsung menjadi “benteng kedaulatan” di daerah terluar. Selain itu, Rifqinizamy mengingatkan penegasan batas wilayah negara menjadi hal krusial untuk mengurangi potensi sengketa dengan negara tetangga. Ia mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan atau BNPP untuk meningkatkan kualitas pos-pos tapal batas dengan fasilitas memadai sebagai bentuk penguatan kedaulatan negara. "Penguatan diplomasi juga tetap harus dijalankan. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri punya peran penting menyelesaikan persoalan batas negara secara resmi," imbuhnya, dilansir laman EMG, Jumat (5/9). Dorongan legislator ini muncul di tengah perhatian publik terkait insiden penembakan warga di Nusa Tenggara Timur. Rifqinizamy menyebutkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya ketegasan dalam menjaga batas wilayah. Ia menegaskan aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas, dan jika melibatkan pihak asing, yurisdiksi hukum internasional bisa dijadikan alat menuntut keadilan.

Dubes India Bepartisipasi DRDO di ID 2025, Tampilkan Terobosan Teknologi Pertahanan Modern Internasional
Internasional
Minggu, 15 Juni 2025 | 21:00 WIB

Dubes India Bepartisipasi DRDO di ID 2025, Tampilkan Terobosan Teknologi Pertahanan Modern

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta umumkan partisipasi Defence Research and Development Organisation atau DRDO India di pameran internasional Indo Defence 2025 Expo & Forum yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Indonesia, pada 11 hingga 14 Juni 2025. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty meresmikan partisipasi DRDO pada acara tersebut. Kehadiran DRDO di ajang bergengsi ini merupakan bagian integral dari Paviliun India, yang menampilkan kapabilitas teknologi pertahanan paling canggih dari India kepada komunitas global. Indo Defence Expo & Forum salah satu pameran pertahanan terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik. Digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, ajang dua tahunan ini mempertemukan para pemangku kepentingan strategis dari sektor pertahanan, keamanan, dan industri pertahanan global, serta menjadi wadah penting untuk mempererat kerja sama pertahanan bilateral, regional, dan internasional. Melalui partisipasinya di Indo Defence 2025, India menegaskan komitmen strategisnya mendukung stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperluas peluang kerja sama industri pertahanan dengan mitra-mitra strategis, termasuk Indonesia. Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan pertahanan utama milik Pemerintah India, DRDO memanfaatkan forum Indo Defence untuk menampilkan berbagai inovasi strategis yang lahir dari ekosistem penelitian pertahanan India yang kian maju. Beberapa sistem dan teknologi unggulan yang dipamerkan oleh DRDO meliputi: • ASTRA MK-I, rudal udara-ke-udara jarak menengah berkecepatan tinggi; • Remotely Operated Vehicle – Daksh, kendaraan robotik untuk penanganan bahan peledak; • Low Frequency Dunking Sonar (LFDS-X), sistem sonar canggih untuk operasi bawah laut; • Airborne Early Warning and Control (AEW&C), sistem peringatan dini dan kendali udara berbasis platform pesawat; • Wheeled Armoured Platform (WHAP), kendaraan tempur lapis baja serbaguna; • Varunastra Heavyweight Torpedo, torpedo berat untuk pertahanan laut dalam; • Man Portable Anti-Tank Guided Missile, sistem rudal anti-tank portabel generasi baru. Keseluruhan sistem tersebut kini dipamerkan di Hall F-46, Paviliun India, JIExpo Kemayoran, Jakarta, mengundang perhatian delegasi dari berbagai negara, pengambil keputusan, serta industri pertahanan global. Partisipasi India di Indo Defence 2025 juga selaras dengan visi Atmanirbhar Bharat (India Mandiri), yang menempatkan kemandirian teknologi sebagai fondasi pertumbuhan industri pertahanan nasional. Sejalan dengan itu, DRDO melalui unit Vehicles Research & Development Establishment (VRDE) di Ahilyanagar, Maharashtra, baru-baru ini mengambil langkah signifikan dengan melakukan alih teknologi sembilan sistem pertahanan kepada sepuluh perusahaan industri pertahanan domestik, memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta India.

Kerja Sama Strategis Indonesia-India di Bidang Pertahanan dan Maritim Internasional
Internasional
Sabtu, 01 Februari 2025 | 22:30 WIB

Kerja Sama Strategis Indonesia-India di Bidang Pertahanan dan Maritim

Jakarta, katakabar.com - Hubungan bilateral antara Indonesia dan India kembali mencapai tonggak penting dalam perayaan Hari Republik India ke 76, di mana Presiden RI, H Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan. Momen bersejarah ini memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, melanjutkan tradisi yang dimulai sejak Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan pada Hari Republik pertama India. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyoroti hubungan erat kedua negara sejak era kemerdekaan Indonesia. India memainkan peran penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui tokoh seperti Biju Patnaik yang membantu perjuangan diplomasi internasional Indonesia. Kini, hubungan ini terus berkembang di berbagai bidang, termasuk pertahanan, perdagangan, dan konektivitas masyarakat. IndustriSebagai bagian dari kunjungan ini, Indonesia untuk pertama kalinya akan mengirim kontingen marching band yang terdiri dari 352 tentara dalam parade Hari Republik di Rajpath, New Delhi. Langkah ini melambangkan semakin eratnya hubungan militer antara kedua negara India juga mendukung industrialisasi pertahanan Indonesia melalui pembahasan sejumlah proyek strategis, termasuk potensi kerja sama di bidang alutsista. Ketertarikan terhadap kemampuan industri pertahanan India yang terus berkembang menunjukkan komitmen kedua negara untuk membangun kapasitas bersama.

Menhan Diserang, Pertahanan adalah Sakral Opini
Opini
Senin, 08 Januari 2024 | 12:36 WIB

Menhan Diserang, Pertahanan adalah Sakral

Oleh: Agung Marsudi Duri Institute katakabar.com - "Kalau ingin damai, siaplah berperang!" Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) ke 3, Ahad (7/1) di Istora Senayan, karena menyangkut urusan Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik. Tentu seru, asik, menarik. Karena tema debatnya menyangkut 'perang', saya memberi judul sendiri debat malam ini, yaitu 'Menhan Diserang'. Serangan itu datang bertubi-tubi dari lawannya, Paslon satu dan tiga. Serangannya tidak butuh amunisi, cukup dengan 'narasi' nakal, yang efeknya elektoral. Serangannya bahkan menghujam hingga ke jantung pertahanan paslon dua (yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan). Sebab di sesi debat segmen 5, sempat dibahas kinerja Kemenhan 5 tahun terakhir. Menurut paslon 3, kinerja Kemenhan selama 5 tahun hanya berskor 5. Sementara paslon 1 memberi skor di bawah 5. 'Ini skor 5 dari 100, atau 5 dari 10?' Dalam jumpa pers, usai debat. Prabowo tak bisa menutupi kekecewaannya terkait saling silang pendapat, terutama terkait narasi-narasi pertahanan negara. Mengomentari ada Paslon lain yang mengatakan pertahanan itu tidak ada rahasia. "Pertahanan adalah Sakral," tegas Prabowo. "Ini sangat lucu. Sangat tidak pantas sebagai seorang pemimpin. Justru masalah pertahanan keamanan itu sarat dengan hal-hal rahasia," tambahnya. Semua masalah anggaran pertahanan itu telah dibahas, diawasi, diperiksa bolak-balik, dan disetujui di Komisi I, dimana para anggota DPR RI dari partai politik pengusung paslon satu maupun tiga. "Ini tehnik-tehnik politik ingin mencari angka" jelas Prabowo. Menurut Prabowo, pertama, kalau tujuannya mengabdi, kita harus memberi data yang benar, jangan menyesatkan rakyat, jangan provokasi dan jangan menghasut. Kedua, Kita harus negarawan, "Keselamatan bangsa di atas semua". Kalimat ini yang semestinya menjadi perisai, bagi para elite, karena sistem pertahanan rakyat semesta, jantungnya adalah rakyat. Rakyat tak biasa berdebat. Rakyat biasa banting tulang, peras keringat. Pertahanan terakhir rakyat adalah urusan perut, pusat segala kemelut. Keselamatan perut, adalah pertahanan negara, keselamatan bangsa. Di situ sesungguhnya jiwa berada (sedes animae).