Pertamina NRE

Sorotan terbaru dari Tag # Pertamina NRE

Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026 Siaga Energi Bersih 24 Jam Nasional
Nasional
Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:10 WIB

Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026 Siaga Energi Bersih 24 Jam

Jakarta, katakabar.com - Bersiap akan kebutuhan energi yang melonjak di periode Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) aktifkan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih agar tetap optimal selama masa ini. Rika Gresia Wahyudi, Pjs Corporate Secretary Pertamina NRE, mengatakan dari aspek operasional Pertamina NRE selalu mengedepankan operational excellence dan HSSE excellence, baik di periode reguler maupun periode khusus seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Diketahui, equivalent availability faktor (EAF) pembangkit Listrik yang dikelola Pertamina NRE secara terkonsolidasi pada bulan Januari mencapai 99,26 persen, artinya pembangkit listrik Pertamina NRE sangat andal. Produksi listrik di Januari juga melampaui 4,6 persen dari target di bulanan atau mencapai 811.650 megawatt hours (MWh). Tetapi, khusus di masa Ramadhan dan Idulfitri Pertamina NRE meningkatkan kesiapsiagaan agar operasional tetap berjalan lancar. Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) dibentuk untuk mengawal kesiapsiagaan di lapangan. “Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital untuk memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik berbasis energi bersih selama Ramadan hingga Idulfitri,” kata Rika. Satgas RAFI Pertamina NRE bertugas melakukan pemantauan operasional secara intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta fasilitas energi rendah karbon lainnya. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan melibatkan baik dari tim operasional di berbagai wilayah kerja, ataupun melalui ruang kendali. Dengan memanfaatkan New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) yang merupakan sistem pemantauan aset operasi, Pertamina NRE dapat melakukan monitoring secara real-time dan terintegrasi langsung dari kantor pusat Pertamina NRE Jakarta. Di sisi lain, perusahaan juga memastikan pemenuhan kebutuhan personel di lapangan selama masa satgas, memastikan kesiapan operator saat menjalankan tugas, serta penerapan emergency response untuk koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan keadaan darurat dan situasi kritis. Khusus di area operasi panas bumi yang berlokasi di dataran tinggi, Pertamina NRE melalui anak usahanya yang mengelola pembangkit Listrik panas bumi (PLTP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), juga mengantisipasi apabila terjadi longsor. Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sebesar 3 gigawatt (GW) yang mencakup pembangkit listrik berbasis energi surya, panas bumi, gas alam cair (LNG), dan biogas. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 55,69 MW; pembnagkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) mencapai 1,8 GW; dan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) mencapai 2,4 MW. Sedangkan di sektor panas bumi, PGE mengelola enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dioperasikan sendiri dengan total kapasitas 727,5 MW yang berada di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara). Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE sebagai bagian dari Pertamina Group menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, saat aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan energi turut mengalami lonjakan. Hal ini menunjukkan upaya perusahaan untuk hadir bagi masyarakat di semua lini penyaluran energi hingga memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pertamina NRE Nyalakan Cahaya Baru Nelayan Cilamaya Default
Default
Jumat, 07 November 2025 | 11:11 WIB

Pertamina NRE Nyalakan Cahaya Baru Nelayan Cilamaya

Karawang, katakabar.com - Para nelayan kecil di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang sekarang tidak kesulitan lagi dengan gelapnya malam saat mencari ikan di laut. Kapal mereka sudah dilengkapi dengan lampu bertenaga surya yang merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Program ini diresmikan pada Selasa (4/11) lalu oleh CEO Pertamina NRE John Anis. Peresmian ini turut dihadiri Direktur Utama PT Jawa Satu Power (JSP), Dwi Murray, Camat Cilamaya, Wetan Ade Setiawan, Kepala Desa Muara, Iyos Rosita, Ketua kelompok nelayan Desa Muara, Budiman. Desa Muara adalah salah satu desa yang berlokasi dekat dengan area operasi JSP. Melalui program ini, 46 kapal nelayan kecil di Desa Muara kini menggunakan lampu penerangan bertenaga surya (PLTS) berkapasitas 150 Watt. Selama ini, para nelayan tersebut hanya menggunakan senter sebagai penerangan ketika melaut di malam hari. Pemanfaatan PLTS untuk penerangan ini setara dengan menghemat 1 hingga 2 liter BBM per malam, atau setara dengan lebih dari 20.000 liter BBM per tahun apabila nelayan menggunakan BBM untuk penerangan. Sehingga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 45 ton CO₂ per tahun, setara dengan menanam lebih dari 2.000 pohon baru. Menurut John Anis, CEO Pertamina NRE dalam berbisnis, tujuan utama Pertamina di seluruh lokasi operasi selalu ingin memberikan manfaat. "Semacam 'giving back', Kita tidak mungkin berbisnis sendiri-sendiri, kita tetap membutuhkan dukungan dari lokal, dan dengan harmoni itulah terjadinya sinergi,” ujar John Anis. Pertamina NRE juga memberikan edukasi dan pelatihan perawatan PLTS kepada para nelayan, agar sistem ini dapat digunakan secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis knowledge sharing ini diharapkan membuat masyarakat pesisir semakin mandiri dalam mengelola sumber energi mereka sendiri. Salah satu penerima manfaat, Rudi 45 tahun, mengungkapkan betapa besar perubahan yang ia rasakan. “Alhamdulillah, sekarang kalau berangkat melaut hanya perlu 1 Liter BBM bisa untuk 4 hari karena sudah pakai lampu dari PLTS. Semoga nanti semua nelayan di sini bisa pakai, terutama untuk kapal yang lebih besar agar bisa ditambah lampunya," ucapnya. Bagi Pertamina NRE, kisah para nelayan di Desa Muara adalah cerminan transisi energi yang inklusif dan berkeadilan di mana teknologi bersih tidak hanya dimiliki industri besar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat akar rumput. Kegiatan seremoni Aktivasi yang digelar di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Muara turut dihadiri oleh CEO Jawa Satu Power Dwi Murray, Kepala Desa Muara Iyos Rosita, para penerima manfaat, serta media lokal.

Kolaborasi Strategis Pertamina NRE dan Verso Energy Prancis Percepat Transisi Energi Global Internasional
Internasional
Rabu, 30 Juli 2025 | 20:04 WIB

Kolaborasi Strategis Pertamina NRE dan Verso Energy Prancis Percepat Transisi Energi Global

Paris, katakabar.com - Sebagai upaya mendorong masa depan rendah karbon, Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE, dan perusahaan energi asal Prancis, Verso Energy, menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU percepat pengembangan solusi energi bersih dan dekarbonisasi. Penandatanganan dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, disaksikan Mohamad Oemar, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, dan Mathilde Teruya, Deputy Director, Head of South East Asia Division, Ministry of Europe & Foreign Affairs, yang hadir mewakili Laurent Saint-Martin, Minister Delegate for Foreign Trade and French Living Abroad, yang berhalangan hadir. MoU ini menjadi tonggak penting mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis dalam bidang energi bersih, menyusul kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron dan Prabowo Subianto. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk menjadi pelopor dalam transisi energi global, melalui kerja sama berbasis inovasi, keberlanjutan, dan investasi timbal balik. John Anis, CEO Pertamina NRE menyampaikan, kemitraan ini langkah strategis penting bagi Pertamina NRE. “Bagi kami, kolaborasi ini lebih dari sekadar MoU. Ini adalah pernyataan niat bersama. Kami berkomitmen membuka ruang kerja sama baru dalam energi bersih, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah global. Kemitraan ini memungkinkan kami membawa visi dekarbonisasi Indonesia ke panggung internasional,” ujar John Anis. Kerja sama ini secara konkret mentargetkan pengembangan bahan bakar sintetis (synthetic fuel/e-fuel) berbasis green hydrogen dengan biogenic CO₂. Prancis memiliki keunggulan teknologi dalam pengembangan synthetic fuel, sementara Indonesia memiliki potensi besar untuk implementasinya secara luas. Kebutuhan akan e-fuel, terutama e-SAF (electro Sustainable Aviation Fuel), diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di sektor penerbangan. Jadi, kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tapi juga strategis dari sisi investasi dan alih teknologi. MoU ini mencakup skema investasi silang, memungkinkan Pertamina NRE untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi bersih yang dikembangkan oleh Verso Energy di Prancis, dan sebaliknya, membuka peluang investasi bagi mitra Prancis di Indonesia. Skema ini mendukung pengelolaan portofolio global dan percepatan adopsi teknologi mutakhir di kedua negara.