Pertanian
Sorotan terbaru dari Tag # Pertanian
Indera Agri Bawa Revolusi Pertanian Presisi Indonesia ke Asia Berlin 2025
Berlin, katakabar.com - Indera Agri, perusahaan startup teknologi pertanian (Agri-Tech) dari Indonesia, berhasil menarik perhatian global setelah terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia di ajang bergengsi Asia Berlin 2025 di Jerman. Kehadiran Indera Agri di panggung internasional ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan inovasi di sektor pertanian presisi. Ubah Pertanian dengan AI dan Sensor Pintar Indera Agri berfokus pada pengembangan solusi inovatif yang didorong oleh Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor pintar untuk mendongkrak hasil panen secara signifikan. Di Berlin, Indera Agri pamerkan dua pilar teknologi andalannya: • Indera Agri Sensor: Teknologi sensor yang mampu menyediakan pemantauan kondisi lingkungan pertanian secara real-time. • Platform Manajemen Pertanian Berbasis AI: Platform ini mengolah data yang akurat untuk membantu petani mengambil keputusan yang lebih cerdas, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi hasil panen. Teknologi ini tidak hanya tentang peningkatan produktivitas, tetapi juga tentang menciptakan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan jangka panjang di sektor pertanian. Dukungan Pemerintah dan Apresiasi Global Inovasi Indera Agri mendapat sorotan tinggi dari dalam dan luar negeri: - Validasi Pemerintah: Dalam pidato pembukaan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memuji Indera Agri sebagai contoh nyata potensi besar sektor pertanian Indonesia dalam mengadopsi teknologi modern untuk mencapai produktivitas dan keberlanjutan. - Kemitraan Kunci: Indera Agri adalah salah satu delegasi yang didukung oleh inkubator seperti Habibie Innovation Incubator, bersama dengan GIZ Indonesia dan CAST Foundation. - Ketertarikan Jerman: Booth Indera Agri menjadi pusat perhatian, termasuk saat dialog dengan Barbel Kofler, Parliamentary State Secretary to the Federal Minister for Economic Cooperation and Development Jerman, yang secara khusus mengapresiasi peran teknologi Indonesia dalam mendukung sektor pertanian global. Visi untuk Masa Depan Pertanian yang Lebih Cerdas Bagoes Inderaja, Founder & CEO Indera Agri, menyampaikan visi perusahaannya. "Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam Asia Berlin 2025 dan menunjukkan bagaimana teknologi pertanian presisi Indonesia dapat memberikan dampak yang signifikan. Teknologi ini dikembangkan dengan tujuan mulia: membantu para petani di Indonesia dan dunia mencapai hasil yang lebih optimal dengan pendekatan yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk membuka jalan bagi masa depan pertanian yang lebih cerdas dan ramah lingkungan," jelasnya. Indera Agri, melalui solusi berbasis data dan layanan konsultasi agronomi teknis, bertekad mengoptimalkan potensi sektor pertanian Indonesia dan membuatnya mudah diakses oleh seluruh pelaku industri.
BU Dorong Inovasi Pertanian Lewat TDS: Wujud Komitmen Empowering Society dan Visi Binus 2035
Jakarta, katakabar.com - Di tengah tantangan global dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menjawab isu produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian. Salah satu inovasi yang kini berkembang pesat di berbagai negara adalah penggunaan drone sprayer teknologi penyemprotan otomatis yang mampu meningkatkan efektivitas, keamanan kerja petani, dan keberlanjutan lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, dua dosen Binus University, Ir. Tota Pirdo Kasih, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, dan Ir. Alfian Destha Joanda, S.T., M.T., IPM, mengambil inisiatif untuk mengembangkan, serta implementasikan teknologi mekanisasi pertanian menggunakan drone sprayer sebagai solusi nyata bagi petani di Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan visi Binus University sebagai “A world-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation,” sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs Goal 2: Tanpa Kelaparan dan Goal 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Fokus kegiatan ini berada di wilayah Jawa Barat, daerah dengan potensi pertanian yang tinggi namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi modern. Melalui pelatihan dan sosialisasi penggunaan drone sprayer, para dosen Binus berupaya memberdayakan petani dan komunitas lokal agar mampu memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan hasil panen, efisiensi kerja, serta keselamatan di lapangan. “Kami ingin menunjukkan teknologi bukan hanya milik industri besar, tapi bisa menjadi alat pemberdayaan bagi masyarakat. Lewat inisiatif ini, kami berharap petani di Jawa Barat dapat lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Ir. Tota Pirdo Kasih, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. Sementara, Ir. Alfian Destha Joanda, S.T., M.T., IPM menambahkan, “Bagi kami, peran dosen tidak berhenti di ruang kelas. Kami ingin menghadirkan impact langsung bagi masyarakat, agar teknologi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas hidup.”
Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi Jalan Menuju Ketahanan Pangan
Jakarta, katakabar.com - Rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul “Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”. Sesi ini dimoderatori oleh Sachin Gopalan, CEO dan pendiri Indonesia Economic Forum, dengan pembicara Anita Neville dari Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Peter Bakker dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Djap Tet Fa dari Astra Agro Lestari, dan Rahmad Pribadi dari Pupuk Indonesia. Kolaborasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Dalam pembukaannya, Sachin Gopalan menyoroti perubahan wajah pertanian, di mana generasi muda semakin enggan terjun ke dunia pertanian. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan teknologi untuk menjadikan sektor ini lebih efisien, berkelanjutan, dan menarik bagi generasi penerus. Djap Tet Fa menekankan pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta menjaga ketahanan pangan jangka panjang. “Ketahanan pangan tidak bisa dicapai oleh satu sektor saja. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi,” ujarnya. Ia menjelaskan berbagai inisiatif Astra Agro Lestari seperti peremajaan perkebunan, pengembangan pupuk hayati, serta dukungan bagi petani kecil melalui pelatihan, pembiayaan, dan akses teknologi. “Tidak boleh ada yang tertinggal,” ulasnya. Menguatkan Petani Kecil melalui Pertumbuhan Inklusif Anita Neville memperkuat pandangan tersebut dengan menyoroti bahwa petani kecil berkontribusi sekitar 40 persen terhadap produksi kelapa sawit di Indonesia. “Perusahaan besar seperti kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi pelaku usaha yang lebih kecil. Melalui model inclusive closed loop, kami membantu petani kecil menerapkan praktik berkelanjutan, mengakses benih unggul, dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya aksi kolektif serta kebijakan yang mendorong inovasi dan investasi berkelanjutan. Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim Peter Bakker memberikan perspektif global dengan merujuk pada temuan terbaru laporan EAT-Lancet, yang menyoroti tiga prioritas utama sektor pertanian: pertanian regeneratif, transformasi digital, dan ketahanan terhadap dampak iklim. “Perubahan iklim bukan lagi isu konseptual. Dampaknya sudah nyata, dan inovasi harus difokuskan tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga ketahanan,” ujarnya. Sementara, Rahmad Pribadi menegaskan peran penting pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian, yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap hasil panen. Ia menjelaskan bagaimana teknologi pertanian presisi berbasis satelit membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk sekaligus mengurangi limbah. “Keberlanjutan tidak hanya soal pertanian, tetapi juga ketahanan energi. Pertanian dapat berperan penting dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya. Investasi untuk Generasi Petani Berikutnya Diskusi ditutup dengan pandangan mengenai cara memperluas skala inovasi dan memberdayakan generasi muda di sektor pertanian. Neville menyoroti bahwa sebagian besar program pemberdayaan masih menargetkan petani berusia di atas 45 tahun, sementara kelompok muda kurang terlibat. “Kita perlu memikirkan kembali cara mendukung mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun dan memperlakukan mereka sebagai pelaku usaha kecil, bukan sekadar penerima manfaat,” ujarnya.
Dukung Pertanian Bali, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi di Tabanan
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi untuk sektor pertanian di Provinsi Bali. Di antaranya adalah rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungi, Kabupaten Tabanan. Tujuan proyek yang dijalankan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memastikan distribusi air ke lahan persawahan menjadi lebih efisien. “Rehabilitasi jaringan irigasi ini bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Kita bukan sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo, lewat keterangan resmi Senin siang kemarin. DAS Sungi kawasan vital yang menaungi sembilan daerah irigasi (DI) total luas area mencapai 3.885 hektar. Kesembilan daerah irigasi tersebut adalah DI Pame Palean, DI Bunyuh, DI Cangi, DI Tinjak Menjangan, DI Tungkub, DI Mudeh, DI Gadon I, DI Gadon II, dan DI Baru Kedokan. Pada tahun ini, fokus pekerjaan rehabilitasi dipusatkan pada tiga titik, yaitu DI Mudeh, DI Tinjak Menjangan, dan DI Tungkub. Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro, memberikan rincian terkait progres pekerjaan yang sedang berjalan. “Jaringan irigasi yang sedang ditangani sepanjang 1,35 km dengan luas area sekitar 84 hektar. Progres pekerjaannya saat ini sudah 91 persen, tinggal merapikan betonnya,” timpal Gunawan Suntoro. Rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan sebagai respons atas penurunan fungsi dan kerusakan sarana pengairan yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian di Bali. Program rehabilitasi yang dilakukan ubah saluran irigasi semula berupa saluran alami atau tanah menjadi saluran teknis yang lebih modern. Lingkup pekerjaannya mencakup peningkatan jaringan irigasi primer dan sekunder menggunakan material beton precast dan pasangan batu kali, serta pemasangan pintu air baru di DI Tinjak Menjangan. Dengan terselesaikannya proyek rehabilitasi ini, diharapkan tidak ada lagi air yang terbuang sia-sia, terutama saat debit air sedang tinggi. “Kami berharap dengan adanya peningkatan jaringan irigasi ini, seluruh aliran air dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan irigasi persawahan di wilayah ini, sehingga produktivitas pertaniannya juga dapat semakin meningkat,” ucap Gunawan.
Ramaikan NLP Expo 2025 Kometa, Ekosis.id, dan Prestige Indonesia Siap Hadirkan Ekosistem Pertanian Digital di ICE BSD November 2025
Jakarta, katakabar.com - Di acara Launching NLP Expo 2025 yang digelar di The Westin Jakarta oleh Debindo Global Expo, tiga pelaku utama di sektor pertanian modern, yakni Kometa, Ekosis.id, dan PT Prestige Indonesia mengonfirmasi partisipasinya dalam NLP Expo 2025 bakal digerla pada 6 hingga 9 November 2025 di ICE BSD, Tangerang. Ketiganya tampil dalam satu booth kolaboratif untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pertanian Indonesia: dari peningkatan hasil produksi, pemanfaatan teknologi, hingga distribusi langsung ke pasar tanpa perantara. Ekosistem dari Hulu ke Hilir Kometa akan perkenalkan sistem koperasi multi pihak berbasis digital yang sudah mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sistem ini tidak hanya menaungi petani, tapi mengintegrasikan mitra teknologi, pembeli, dan pembiayaan ke dalam satu rantai nilai yang efisien. “Petani kita selama ini kalah bukan karena tidak mampu, tapi karena sistemnya timpang. Kami hadir untuk membangun sistem baru koperasi digital yang kuat dari hulu ke hilir,” tegas Roy Faizal Prasetyanugraha, Ketua Kometa. “Di NLP Expo nanti, kami ingin tunjukkan koperasi bukan masa lalu ini masa depan," tegasnya. Ekosis.id akan menampilkan platform digital yang telah digunakan ratusan ribu pengguna untuk menghubungkan produsen lokal langsung ke pasar nasional dan B2B. “Distribusi produk pertanian tidak boleh lagi lewat rantai panjang yang menyulitkan petani. Ekosis adalah jalan pintas yang adil: dari petani langsung ke pembeli, tanpa mark-up berlapis,” timpal Herson Sentosa, CEO Ekosis.id. PT Prestige Indonesia membawa teknologi pupuk organik yang telah diuji coba di berbagai daerah dan terbukti meningkatkan produktivitas hingga hampir dua kali lipat. “Tanpa tanah yang sehat, tidak ada pertanian. Pupuk kami bukan cuma menumbuhkan, tapi memulihkan. Kami bawa solusi nyata hasil panen naik, tanah makin subur,” jelas Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia. NLP Expo 2025 atau Nusantara Logistics & Pangan Expo akan menjadi pameran berskala nasional yang menghadirkan pelaku logistik, agrikultur, teknologi, dan distribusi dari seluruh Indonesia.
Taja 'Gebyar Petani' di Tanggamus, PT PI bersama Kometa Edukasi Pertanian Organik dan Teknologi IoT
Tanggamus, katakabar.com - PT Prestige Indonesia atau PI bersama Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara atau Kometa sukses gelar acara 'Gebyar Petani' di Desa Sudimoro, Kelurahan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Acara ini menjadi bagian dari roadshow nasional Kometa yang menyasar berbagai daerah agraris di Indonesia untuk mempercepat adopsi pertanian cerdas dan berkelanjutan. Dihadiri oleh lebih dari 500 petani, kegiatan ini menghadirkan edukasi langsung tentang pemanfaatan pupuk organik berbasis teknologi, serta penggunaan Internet of Things atau IoT untuk analisis tanah secara digital. IoT Gratis untuk Petani Kometa sebagai bentuk nyata dukungan terhadap transformasi pertanian. Kometa memberikan fasilitas perangkat IoT untuk petani kometa wilayah tanggamus. Teknologi ini memungkinkan petani memantau pH, kelembaban, dan kandungan unsur hara tanah secara real-time mendorong efisiensi pemupukan, irigasi, dan meningkatkan produktivitas. Ketua Kometa, Roy Faizal Prasetyanugraha, menyampaikan pentingnya pertanian yang tidak hanya mengejar hasil, tapi menjaga warisan tanah untuk generasi mendatang. “Tanah adalah aset kehidupan. Kita harus merawatnya, bukan mengeksploitasinya. Kometa hadir tidak hanya sebagai koperasi, tapi sebagai gerakan untuk memastikan petani punya akses teknologi, pengetahuan, dan pasar yang adil,” ujarnya. Lonjakan Produksi Panen dan Perbaikan Tanah Dalam sesi edukasi pertanian, Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia menjelaskan, pupuk organik Prestige telah berhasil meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 ton menjadi 9 ton per hektar. Pupuk ini terbukti memperbaiki struktur dan kesehatan tanah, menjadikannya solusi jangka panjang bagi pertanian berkelanjutan. “Kami merayakan keberhasilan teknologi pupuk ini yang sudah terbukti di berbagai daerah. Kini, saatnya lebih banyak petani merasakan dampaknya,” ulas.Nendi.
Eratani Raih Pendanaan Seri A Senilai 6,2 Juta USD, Dorong Masa Depan Revolusi Pertanian Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Di tengah menurunnya pendanaan startup secara signifikan di Indonesia, Eratani berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A senilai 6,2 juta USD atau setara dengan Rp105 miliar, yang dipimpin oleh Clay Capital dengan partisipasi dari TNB Aura, SBI Ven Capital, AgFunder, Genting Ventures, dan IIX. Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan Eratani dalam mentransformasi sektor pertanian padi di Indonesia, sekaligus mendukung percepatan target swasembada pangan nasional pada tahun 2027, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2021, Eratani telah membuktikan dampak nyata melalui platform end-to-end yang dirancang khusus untuk petani kecil di sektor padi: Memberdayakan lebih dari 34.000 petani di Jawa dan Sulawesi, banyak di antaranya memperoleh akses pendanaan resmi untuk pertama kalinya. Meningkatkan proses budidaya pada lebih dari 13.000 hektar lahan pertanian padi. Meningkatkan rata-rata hasil panen sebesar 29% dan pendapatan petani hingga 25% pada tahun 2024. Memproduksi lebih dari 112.000 ton beras dan gabah, memperkuat ketahanan pangan nasional. “Di Eratani, kami membuktikan bahwa dampak ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Andrew Soeherman, Co-founder dan CEO Eratani. “Fokus kami bukan pada ekspansi yang serba cepat, melainkan pada pembangunan fondasi yang kokoh agar kami dapat tumbuh secara strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi para petani dan ekosistem pertanian, serta mendukung upaya ketahanan pangan Indonesia," ulasnya.
Pramudono Kumoro: Bawa Inovasi Pertanian Rendah Emisi Bersama Alira Alura
Bali, katakabar.com - Seorang Senior Product Head berpengalaman dengan latar belakang MBA dan sertifikasi PSPO, Pramudono Adhi Kumoro resmi bergabung dengan Alira Alura sebagai bagian dari upaya transformasi, dan inovasi produk berbasis Lerak. Dengan semangat inovasi dan kecintaan mendalam pada dunia agrikultur, Pramudono siap memberikan dampak positif bagi para petani lokal, dan ekosistem pertanian berkelanjutan di Indonesia. Sebagai sosok yang telah berkecimpung selama lebih dari 5 tahun di dunia perbankan dan 7 tahun di bidang product management lintas industri, Pramudono memiliki rekam jejak yang solid bidang pengembangan produk digital berbasis Agile dan Scrum. Pengalaman ini menjadi bekal penting mengembangkan Alira Alura, sebuah brand yang didirikan Arfiana Maulina untuk perkenalkan produk-produk alami berbahan dasar lerak sekaligus memberdayakan komunitas petani lokal. “Saya percaya inovasi di sektor agrikultur, terutama melalui produk-produk alami seperti lerak, bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para petani khususnya di Indonesia, sekaligus melestarikan lingkungan. Bersama Alira Alura, saya ingin mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap produk ramah lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan, mulai dari Indonesia dan selanjutnya mendunia,” kata Pramudono Kumoro.
Petani di Secanggang Langkat Keluhkan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET
Kios pupuk subsidi di Dusun II, Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, seolah tidak mematuhi peraturan Presiden ataupun Menteri Pertanian dan masih menjual di atas Harga Eceran Tertinggi
Eratani Sinergi dengan Distanketapang Maros Demi Masa Depan Pertanian Indonesia
Maros, katakabar.com - Eratani, perusahaan agritech yang berkomitmen untuk membangun ekosistem pertanian secara holistik, melakukan audiensi strategis dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros. Pertemuan ini bertujuan eksplorasi potensi kolaborasi memajukan sektor pertanian di Indonesia. Audiensi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, termasuk Kepala Dinas, Kepala Bagian Kepegawaian, dan Sekretaris, Perwakilan Eratani, yakni VP Operations, Region Lead Sulawesi Selatan, dan Farm Validation Sulawesi.