PTPN IV Palmco
Sorotan terbaru dari Tag # PTPN IV Palmco
PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Bikin Terobosan Olah Limbah Cair 17 PKS dan Bangun 16 Pabrik CBG
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) lewat PTPN IV PalmCo, pertegas posisi salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia pimpin transisi energi baru terbarukan (EBT). Inisiasi proyek perdananya di wilayah Simalungun, di mana perusahaan bersiap melakukan ekspansi masif dengan membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) baru secara serentak yang akan mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Proyek strategis ini gandeng PT Renikola sebagai mitra pelaksana ini diproyeksikan akan dimulai (groundbreaking) di awal 2027 mendatang. Tak tanggung-tanggung, bahkan inisiatif ini digadang-gadang sebagai terobosan teknologi pemanfaatan limbah, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penciptaan ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau Green Jobs. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pembangunan 16 pabrik CBG ini bagian dari grand strategy perusahaan mewujudkan sirkular ekonomi yang berkelanjutan. "PalmCo tidak lagi hanya fokus pada produktivitas on-farm, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah dari setiap limbah yang dihasilkan," ulasnya. Menurutnya, pembangunan 16 pabrik CBG terintegrasi dengan 17 PKS kami ini bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Dengan menggandeng PT Renikola, kami mengonversi tantangan lingkungan menjadi peluang energi dan yang terpenting, peluang bagi tenaga kerja lokal,” ucap Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta. Langkah ekspansif ini eskalasi dari keberhasilan pilot project di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek tersebut, yang dikerjakan bersama PT reNIKOLA Primer Energi (anak usaha reNIKOLA), telah melakukan peletakan batu pertama pada 12 Agustus 2025 lalu. Saat ini, proyek di Tinjowan tengah dalam tahap percepatan konstruksi dengan target penyelesaian selama 14 bulan, sehingga diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2026. Lantas Jatmiko soroti dampak sosial dari proyek ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dampak lingkungan. Pembangunan infrastruktur energi hijau di 16 titik yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara dan Banten ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Kami memproyeksikan adanya penyerapan tenaga kerja yang masif. Pada fase konstruksi saja, setiap titik pabrik membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja. Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” tuturnya. Jatmiko menekankan pentingnya transfer knowledge dan peningkatan kapabilitas SDM lokal melalui proyek ini. “Ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Ini adalah Green Jobs. Setelah pabrik berdiri dan dioperasionalkan, kami membutuhkan tenaga ahli dan operator yang kompeten untuk menjalankan teknologi biometana ini. Estimasi kami, setiap pabrik akan diawaki oleh 8 hingga 10 personel tetap. Artinya, PTPN IV PalmCo turut andil dalam mencetak talenta-talenta baru yang siap bersaing di era ekonomi hijau,” jelasnya optimis. Sebaran Lokasi dan Dampak Dekarbonisasi Rencana pembangunan 16 pabrik CBG ini akan mencakup Sebagian wilayah operasional PTPN IV PalmCo yang lebih luas dengan memanfaatkan pasokan biomassa dari 17 PKS. Di Sumatera Utara, lokasi proyek tersebar di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Selatan. Sementara itu, ekspansi juga merambah ke Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak. Dari sisi teknis, setiap unit pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi gas biometana sebesar 75.000 hingga 200.000 MMBTu per tahun. Gas ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil. Jatmiko menutup penjelasannya dengan memaparkan kontribusi signifikan proyek ini terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia di tahun 2060 serta dalam pencapaian target penurunan emisi nasional sebesar -140 juta ton CO₂e pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 194 Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). “Jika ke 16 pabrik ini beroperasi penuh, kami mengestimasi potensi pengurangan emisi karbon mencapai 350.000 Ton CO2 ekuivalen (CO2e) per tahun. Ini angka yang sangat besar dan menjadi kontribusi nyata PTPN IV PalmCo untuk Indonesia yang lebih bersih,” tandasnya.
Holding PTPN Perkuat Peran PTPN IV PalmCo Relokasi Warga Batangtoru
Tapanuli Selatan, katakabar.com - Pembangunan hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program yang dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PT PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya bergerak cepat, tetapi dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak. Progres pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari BenihBaik.com, platform kolaborasi kemanusiaan. Founder BenihBaik.com, Andi F. Noya, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dan PTPN IV sebagai model penanganan pascabencana yang melampaui pola bantuan konvensional. “Yang dibangun di sini bukan sekadar tempat berteduh sementara, tetapi fondasi kehidupan yang bermartabat. Ini bisa menjadi standar baru penanganan terpadu pascabencana,” kata Andi saat tinjau lokasi pembangunan huntap di Batangtoru, awal pekan lalu. Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan, H Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa. Pada kunjungan tersebut, rombongan tinjau langsung pembangunan huntap di kawasan Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan PTPN IV untuk relokasi warga. Sebagai bentuk komitmen korporasi di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyediakan total sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara. Salah satunya berada di Afdeling II Kebun Hapesong seluas lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen. Kawasan hunian ini dirancang sebagai lingkungan terpadu dengan fasilitas pendukung, seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara itu, di Afdeling I Kebun Hapesong, PTPN IV juga menyiapkan lahan lima hektare sebagai zona huntara untuk menampung warga selama masa transisi. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi warga dari lokasi rawan bencana. “Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya. Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga salurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Target kontrak pembangunan Huntap dijadwalkan selesai pada April 2026, meskipun Pemkab Tapsel terus mendorong agar penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa komitmen perusahaan, sejalan dengan arahan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tidak berhenti pada penyediaan lahan dan rumah semata. Pemulihan sosial dan ekonomi warga menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi. “Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” jelss Jatmiko. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga.
Digitalisasi SDM Sawit PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan Nasional
Jakarta, katakabar.com - Upaya PTPN IV PalmCo melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital peroleh pengakuan di tingkat nasional. Di ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 (IHCBA 2025), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara ini meraih predikat Platinum sebagai National Champion untuk kategori The Most Brilliant Human Capital Sustainability Strategy of The Year 2025. Penghargaan tersebut diumumkan saat acara yang digelar Business Update, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Forum Human Capital Indonesia (FHCI), di Jakarta, Jumat pekan lalu. Tak hanya pada level korporasi, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinan PTPN IV PalmCo. Direktur Utama, Jatmiko K. Santosa dinobatkan sebagai The Most Brilliant CEO in Human Capital Transformation, sedang Direktur SDM dan Teknologi Informasi Suhendri meraih gelar The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year 2025. Ketua Dewan Juri IHCBA 2025 menilai PTPN IV PalmCo berhasil menunjukkan praktik pengelolaan SDM yang adaptif terhadap tantangan industri, terutama dalam konteks sektor sawit yang padat karya dan tersebar secara geografis. Mengelola 70.000 Tenaga Kerja Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri mengatakan, tantangan utama perusahaan saat ini adalah mengelola sekitar 70.000 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari 150 unit kebun dan pabrik, dengan total areal mencapai lebih dari 500.000 hektare. “Sebagai perusahaan padat karya, tantangan kami adalah memastikan jumlah tenaga kerja yang besar ini benar-benar memberikan dampak pada produktivitas, pendapatan, dan efisiensi biaya per orang,” kata Suhendri selepas menerima penghargaan. Menurut dia, pendekatan pengelolaan konvensional tidak lagi memadai untuk mengawasi aktivitas di area yang sangat luas. Lantaran itu, PTPN IV PalmCo mempercepat transformasi digital melalui pembangunan PalmCo Business Cockpit, sebuah platform berbasis Internet of Things (IoT), drone, dan sensor. Platform tersebut memungkinkan pemantauan kinerja secara real time dan terautomatisasi, dari tingkat kantor pusat hingga manajer unit di lapangan. “Perkembangan pekerjaan bisa dipantau harian secara live. Ini menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data,” tutur Suhendri. Tetapi, ia menegaskan, digitalisasi bukan semata soal teknologi. Tantangan terbesarnya justru pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. “Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengubah pola pikir. Targetnya, tenaga kerja kami mampu bekerja sebagai modern farmers yang akrab dengan teknologi,” jelasnya. SDM Mitra Strategis Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan SDM yang berorientasi pada manusia. Di PTPN IV PalmCo, cerita Ugun, karyawan tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis. “Kesehatan perusahaan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kesejahteraan SDM-nya,” ulasnya. Ia menilai, dengan wilayah operasional yang membentang dari Aceh hingga Sulawesi, pengawasan berbasis kehadiran fisik pimpinan di lapangan sudah tidak relevan. “Dulu, kinerja ditentukan oleh seberapa jauh langkah kaki pemimpin mengelilingi kebun. Hari ini, hal itu mustahil tanpa dukungan teknologi,” imbuh Ugun. Terkait kesenjangan literasi digital di kalangan pekerja lapangan, Ugun optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia mencontohkan keberhasilan adopsi teknologi di sektor informal, seperti pengemudi ojek daring. “Kami menyediakan aplikasi pembelajaran mandiri di gawai karyawan, semacam asisten digital internal. Mereka bisa bertanya soal teknis pekerjaan, termasuk perhitungan hasil panen. Proses belajar menjadi lebih cepat dan inklusif,” terangnya. Tantangan Keberlanjutan Penghargaan ini, menurut manajemen PTPN IV PalmCo, menjadi pemacu untuk terus berinovasi di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan global, serta dinamika regulasi industri sawit. Dengan digitalisasi pengelolaan SDM, perusahaan berharap puluhan ribu karyawannya dapat tumbuh bersama, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional di masa depan.
PTPN IV PalmCo Wujudkan Kepedulian di Hari Kesehatan Nasional
Jambi, katakabar.com - Di sebuah panti asuhan kecil di Jambi, tawa anak-anak difabel kini terdengar lebih nyaring. Sejak menerima kursi roda dan alat bantu dengar beberapa bulan lalu, mereka lebih leluasa bergerak, bermain, dan belajar. “Anak-anak jadi lebih percaya diri,” kata Hendra Permana, pengasuh di Panti Alyatama. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi membuat mereka benar-benar bisa menikmati masa kecilnya.” Bantuan yang dimaksud datang dari PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, anak perusahaan holding perkebunan PTPN III (Persero), dalam beberapa tahun terakhir menaruh perhatian besar pada kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan itu menyalurkan berbagai bentuk dukungan dari gizi anak hingga penyediaan air bersih. Langkah ini seolah menjadi napas baru di tengah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang setiap 12 November selalu menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga kepedulian bersama. Kesehatan Fondasi Negeri Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan program TJSL yang dijalankan perusahaan berakar dari keyakinan pertumbuhan bisnis tak akan berarti tanpa kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. “Kesehatan adalah salah satu fondasi utama kesejahteraan bangsa,” ujar Jatmiko di Jakarta, Rabu (12/11) lalu. “Kami ingin memastikan tak ada anak bangsa, utamanya yang berada di sekitar kita, yang tertinggal untuk hidup sehat dan berkualitas," jelasnya. Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo mengalokasikan bantuan melalui tiga pilar utama. Pertama pengentasan stunting lewat pemberian makanan tambahan dan gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di tujuh regional perusahaan. Total bantuan stunting terhubung kepada total 1.344 anak di 6 provinsi mulai dari di Aceh hingga Kalimantan. Kedua penyediaan sarana air bersih dan sanitasi. Diantaranya melalui pembangunan sumur bor dan kamar mandi di berbagai daerah Nusantara. Program ini, secara langsung memberikan manfaat air bersih yang layak dan berkelanjutan. Dampaknya dirasakan langsung di pelosok daerah. 800an Kepala Keluarga dapat terbebas dari kesulitan air bersih saat kemarau tiba. Masih Banyak Pekerjaan Rumah Program-program seperti ini melengkapi upaya nasional menurunkan angka stunting yang hingga 2024 masih berada di kisaran 19,8 persen, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan. Angka tersebut memang menurun dibandingkan 21,5 persen pada 2023, namun masih jauh dari target pemerintah yakni 14 persen pada 2029. Selain stunting, persoalan lain yang masih dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi layak. Data Bappenas menunjukkan, sekitar 9,3 juta rumah tangga di Indonesia masih belum memiliki sumber air bersih yang aman. Di Desa Pondok Meja, Kabupaten Muaro Jambi, langkah kecil PTPN IV PalmCo membantu menyediakan sumur bor menjadi penanda perubahan besar bagi warganya. “Kami tidak lagi risau soal air bersih,” ujar Kepala Desa Martoyo. “Dulu, kalau kemarau panjang, kami harus beli air dengan jeriken.” Sinergi untuk Indonesia Sehat Upaya perusahaan di bidang kesehatan ini bukan yang pertama. Berdasarkan laporan keberlanjutan perusahaan, sejak 2024 PTPN IV PalmCo telah menyalurkan lebih Rp 2 Milyar untuk berbagai bantuan pada sektor kesehatan, termasuk pelatihan kader posyandu, program stunting, lapangan olahraga, donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di sekitar perkebunan. Jatmiko menegaskan, program TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin menjadi mitra pembangunan pemerintah daerah. Setiap bantuan harus tepat sasaran dan punya dampak nyata,” ucapnya. Langkah itu sejalan dengan kebijakan Holding Perkebunan Nusantara (PalmCo) di bawah naungan PTPN Group yang terus memperkuat program sustainability di bidang lingkungan dan sosial, termasuk kesehatan masyarakat. Lebih dari Sekadar Seremoni Perayaan Hari Kesehatan Nasional tahun ini usung tema “Bangun Generasi Sehat, Indonesia Hebat.” Di banyak tempat, tema itu hadir dalam bentuk kegiatan simbolik enam bersama, pembagian vitamin, atau pemeriksaan gratis. Tetapi, di desa-desa seperti Pondok Meja, wujudnya jauh lebih nyata, air bersih yang mengalir dari sumur baru, anak-anak yang tumbuh sehat, dan tawa yang kembali terdengar di panti asuhan.
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp3 Miliar TJSL di Indragiri Hulu
Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus menunjukkan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui Regional III yang beroperasi di Riau, perusahaan perkebunan negara tersebut salurkan dana lebih dari Rp3 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Indragiri Hulu. Program tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama tahun ini adalah membantu pemerintah daerah dalam penanganan stunting, yang masih menjadi persoalan serius di wilayah berjuluk 'Sri Gemilang' itu. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin Angin, mengatakan pelaksanaan program TJSL bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan PalmCo. “Kami percaya, keberlanjutan perusahaan hanya bisa terwujud jika masyarakat di sekitar kami juga tumbuh dan sejahtera. Itu sebabnya, PTPN IV PalmCo berkomitmen menjalankan program sosial yang memberi manfaat langsung, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan mutu pendidikan, hingga dukungan terhadap pemerintah dalam menekan angka stunting,” ujar Irwan. Kata Irwan, program TJSL yang disalurkan tidak hanya berfokus pada kegiatan bantuan, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk membangun ekonomi masyarakat pedesaan yang lebih kuat dan berdaya saing. “Kami ingin program ini menjadi contoh bahwa dunia usaha bisa menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan perubahan sosial. TJSL bukan sekadar tanggung jawab, tetapi investasi sosial jangka panjang,” jelasnya.
TEI 2025, PTPN IV PalmCo Sita Perhatian Tampilkan Produk Sawit dan Komoditas Perkebunan
Tangerang, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sub holding perkebunan dari PTPN III (Persero) menyita perhatian di event Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Serpong, Tangerang, Banten. Sepanjang pergelaran, TEI 2025 mencatatkan transaksi tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 22,8 miliar Dolar AS atau sekitar Rp376,2 triliun. Produk kelapa sawit dan turunannya memberikan kontribusi signifikan sebesar 2,3 miliar Dolar AS dalam total nilai transaksi tersebut. Di pergelaran itu PTPN IV PalmCo menampilkan beragam produk hilir berbasis kelapa sawit serta komoditas perkebunan lain seperti kopi dan teh premium. Produk yang dipamerkan antara lain minyak goreng merek NusaKita, Salvaco, dan INL, serta teh Tobasari, Royal Aro, Kayu Aro, dan Butong, termasuk kopi Arabika Royal Aro dan minyak makan merah hasil binaan koperasi di Deli Serdang. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan keberhasilan PalmCo di pameran ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan pasar terhadap kualitas dan keberlanjutan produk Indonesia. “TEI menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa industri sawit kini bertransformasi, tidak hanya berbicara soal volume, tetapi nilai tambah dan keberlanjutan yang kami terapkan di seluruh rantai bisnis,” kata Jatmiko melalui keterangan tertulis, Selasa (21/10) kemarin, dilansir dari laman Rmol.id Rabu siang. Ditegaskan Jatmiko, respon positif dari buyer internasional tidak hanya datang dari mutu produk, melainkan juga karena konsistensi PalmCo menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ketat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Irene Felicia dari Louis Dreyfus Company, salah satu perusahaan perdagangan komoditas global yang menilai komitmen keberlanjutan dan keterlacakan produk PalmCo menjadi alasan utama mempercayakan pasokan CPO bersertifikat kepada perusahaan tersebut. Di sisi lain, Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menyoroti peluang sekaligus tantangan dalam memperluas pasar produk hilir. "Kami bangga produk teh dan kopi kami yang memiliki nilai historis dan cita rasa unik kini bisa diperkenalkan secara lebih luas. Produk seperti Kayu Aro bahkan pernah menjadi favorit keluarga kerajaan Inggris," ucap Ugun.
Insan Holding PTPN Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Upacara dan Donor Darah di PTPN IV PalmCo Regional V
Pontianak, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Kegiatan Donor Darah sebagai wujud refleksi nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan usung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, upacara berlangsung di halaman Kantor Regional V, Jalan Sultan Abdurahman Nomor 11, Pontianak, pada Rabu (1/10) lalu. Upacara dipimpin, Ihsan, SEVP Operation I PTPN IV Regional V, yang dihadiri SEVP Business Support, para Kepala Bagian, dan seluruh Karyawan Kantor Regional V. Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga dilaksanakan serentak di seluruh Kebun/Unit Regional V. Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan Ihsan, menegaskan tekad mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperkokoh keutuhan NKRI. “Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI,” tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara. Tidak hanya Upacara Peringatan, PTPN IV Regional V gelar donor darah sebagai rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Kegiatan berlangsung di Aula Utama Region Office, penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 34 pendonor berhasil menyumbangkan darahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Pontianak. Koordinator PMI Kota Pontianak, Rini, menyampaikan apresiasinya.