Pulihkan

Sorotan terbaru dari Tag # Pulihkan

Kementerian PU Pulihkan SPAM Langkahan, 1.500 Rumah di Aceh Utara Teraliri Air Bersih Nasional
Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 12:01 WIB

Kementerian PU Pulihkan SPAM Langkahan, 1.500 Rumah di Aceh Utara Teraliri Air Bersih

Aceh, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil pulihkan kembali 1.500 sambungan rumah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga desa terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Hasil kerja ini dipastikan langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo saat meninjau SPAM Langkahan di Kabupaten Aceh Utara. Perbaikan SPAM tersebut dilakukan oleh Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan Aceh (BPBPK) menyusul terjadinya banjir dan sedimentasi. Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan instalasi pengolahan air (IPA) mengalami kelebihan kapasitas, serta mengganggu fungsi intake dan pipa sadap akibat perubahan morfologi Sungai Krueng Jambo Aye. "Beberapa bulan lalu saya ke sini masih belum seperti ini. Untuk sekarang, intake-nya sudah mulai dibangun walaupun masih darurat. Dan air sudah mulai mengalir ke masyarakat, meskipun memang belum sempurna," kata Dody, di pekan keempat Februari 2026 lalu SPAM Langkahan eksisting yang berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, memiliki kapasitas 20 liter per detik dengan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye. Fasilitas ini ditujukan untuk melayani sekitar 3.600 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye. Pascabencana, layanan air saat ini baru kembali menjangkau sekitar 1.500 SR di tiga desa. Dalam waktu dekat, cakupan layanan ditargetkan bertambah ke tujuh desa lainnya di arah Jambo Aye, dan akan terus dipulihkan secara bertahap hingga mendekati kapasitas awal. Dody menjelaskan, pemulihan layanan tidak hanya berfokus pada infrastruktur utama SPAM, tetapi juga pada jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga yang terdampak langsung oleh material banjir. "Selain kita menangani masalah SPAM, kita juga harus menangani masalah sambungan ke rumah-rumahnya. Sebab banyak yang tertutup lumpur, ada yang bocor, ada yang harus dipotong dan diganti. Kita upayakan secepatnya supaya layanannya bisa kembali lagi seperti semula," jelas Dody. Terkait kualitas layanan, Dody secara khusus menginstruksikan Kepala Balai Cipta Karya untuk menyempurnakan proses pengolahan air. Ia menilai perlunya penambahan filter dan bahan kimia (chemical) guna mengatasi masalah kekeruhan air, sehingga aman untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat meski masih dalam kondisi tanggap darurat. Sebagai langkah strategis jangka menengah, Kementerian PU akan membangun SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik untuk memperkuat sistem eksisting yang telah melampaui kapasitas optimal. Pembangunan konstruksi ditargetkan dapat dimulai pada awal Tahun Anggaran 2026. "Sementara waktu, kita akan menambah lagi SPAM di sampingnya dengan kapasitas 50 liter per detik. Untuk yang eksisting tetap kita manfaatkan kapasitasnya 20 liter per detik. Ditambah 50 liter per detik, mudah-mudahan seluruh masyarakat di daerah ini bisa terlayani kebutuhan air bersihnya selama 24 jam," tegas Dody. Fasilitas baru tersebut akan berlokasi bersebelahan dengan SPAM eksisting dengan desain yang lebih compact, modern, dan efisien untuk memudahkan operasional oleh PDAM Tirta Pase selaku pihak operator. Pembangunan ini mencakup IPA baja, bangunan intake, jaringan pipa transmisi dan distribusi utama, reservoir beton berkapasitas 600 meter kubik, hingga rumah pompa dan bahan kimia. Melalui pemulihan SPAM Langkahan eksisting dan pembangunan SPAM Langkahan baru dengan kapasitas lebih besar, Kementerian PU memastikan layanan air minum di Aceh Utara kembali andal sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar terhadap risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Vertical Soil Health Penting Tekan Ganoderma dan Pulihkan Produktivitas Sawit Sawit
Sawit
Senin, 02 Maret 2026 | 07:08 WIB

Vertical Soil Health Penting Tekan Ganoderma dan Pulihkan Produktivitas Sawit

Medan, katakabar.com - Perbaikan praktik budidaya sawit selama bertahun-tahun belum sepenuhnya mampu menghentikan penurunan produktivitas jangka panjang. Pada 3rd ISGANO 2026, Rais Andersen dari Pascal Biotech Sdn Bhd, menjabarkan akar persoalan terletak pada cara industri memahami kesehatan tanah. Kesehatan tanah, ulas Rais, tidak hanya ditentukan parameter kimia seperti pH dan unsur hara tetapi aspek fisika dan biologi tanah. Tetapi, selama ini hampir seluruh pengukuran dan intervensi dilakukan pada lapisan 0 hingga 20 centimeter atau topsoil. “Masalahnya, performa kelapa sawit tidak ditentukan oleh 20–30 cm pertama. Ia ditentukan oleh sistem akar yang memanjang hingga 100–150 cm,” jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad sore. Kata Rais arsitektur akar sawit terbagi dalam dua zona biologis. Pertama, feeder root zone (0–20/30 cm): zona serapan hara, responsif terhadap pupuk. Kedua, structural root zone (30–100+ cm): zona kelangsungan hidup, tempat akar lignifikasi menyimpan karbohidrat, menopang pohon, mengakses kelembapan dalam, dan menentukan toleransi stres serta potensi hasil jangka panjang. Ia menyebut adanya “Hidden 80%”, sekitar 80% sistem akar sawit, 80% residu kayu, dan 80% karbon tanah berada di bawah 20 cm. Bahkan inokulum Ganoderma dapat bertahan hingga kedalaman 1,5 meter. Namun ironisnya, 95% intervensi agronomi saat ini hanya memengaruhi lapisan atas tanah. Paparan tersebut juga menyoroti fenomena soil fatigue, yaitu kelelahan tanah akibat siklus budidaya panjang. Literatur menunjukkan tiga bentuk kelelahan tanah: • Chemical fatigue – penurunan bahan organik, tanah makin asam, unsur hara kurang tersedia. • Physical fatigue – pemadatan subsoil meningkat, volume efektif perakaran menyempit, infiltrasi air menurun. • Biological fatigue – keanekaragaman mikroba lapisan dalam runtuh, subsoil menjadi anaerob dan miskin karbon. Kondisi tersebut mengubah tanah dari suppressive soil (tanah yang menekan patogen) menjadi conducive soil (tanah yang mendukung perkembangan patogen). “Jika melihat gedung tinggi, jangan hanya melihat warna catnya. Lihat pondasinya. Kalau ingin menyelesaikan masalah, kita harus memperbaiki hingga ke dasar,” analoginya. Menurut Rais, pupuk yang diaplikasikan pada TM 1–TM 2 memang merangsang akar serabut di lapisan atas sehingga kebun tampak responsif dalam beberapa tahun awal. Namun seiring waktu, akar struktural di kedalaman mengalami degradasi karena tanah padat, anaerob, dan biologinya kosong. Pada zona inilah Ganoderma hidup dan mengkolonisasi residu akar lignifikasi. Sementara mikroba permukaan seperti mikoriza dan Trichoderma tidak mampu bertahan atau berfungsi efektif di kedalaman lebih dari 30 cm. Rais memperkenalkan konsep Vertical Soil Health, yakni pendekatan perbaikan tanah hingga lapisan subsoil. Solusi biologis yang diusulkan adalah pemanfaatan Streptomyces, mikroba tanah dalam yang mampu bertahan di kondisi rendah oksigen, tanah padat, dan lingkungan miskin karbon. Aplikasi pada lubang tanam dan zona akar dalam bertujuan membangun kembali lapisan kelangsungan hidup (30–100 cm), meningkatkan porositas subsoil, memperbaiki umur akar, dan mengembalikan efisiensi pupuk. “Topsoil memberi hasil hari ini. Deep soil memberi hasil 25 tahun ke depan,” ucapnya. Ia menekankan masa depan pengelolaan Ganoderma bersifat ekologis, bukan sekadar kimiawi. Jika subsoil kembali aktif secara biologis, maka inokulum Ganoderma dapat dinetralkan, karbon tanah meningkat secara alami, akar struktural tumbuh optimal, produktivitas naik. Dengan pendekatan vertical soil health ini, industri sawit diharapkan mampu keluar dari siklus kelelahan tanah dan membangun kembali sistem pertahanan biologis kebun secara menyeluruh.

Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren Kutacane, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Gayo Lues Nasional
Nasional
Senin, 16 Februari 2026 | 17:40 WIB

Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren Kutacane, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Gayo Lues

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tegaskan komitmen untuk mendukung percepatan penanganan infrastruktur konektivitas yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah ini mencakup penanganan pada ruas jalan provinsi Blangkejeren-Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues. Keterlibatan Kementerian PU dalam penanganan jalan daerah ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, khususnya dalam situasi darurat pascabencana. Dukungan ini dilaksanakan secara sinergis tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama Kementerian dalam menjaga kemantapan konektivitas jalan nasional. Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat. Hal ini mengingat peran vital jalan dan jembatan sebagai tulang punggung aktivitas masyarakat, serta jalur distribusi logistik. “Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Dody. Guna mendukung pemulihan ruas jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah bergerak cepat dengan memobilisasi alat berat secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menangani kondisi darurat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Fokus penanganan saat ini berada di ruas Blangkejeren-Kutacane, tepatnya di kawasan Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Titik awal penanganan dimulai dari Ae Bobo, Blangkejeren, dan Tetumpun. Sebanyak empat unit alat berat telah disiagakan dan dimobilisasi dari dua arah berlawanan untuk mempercepat akses, yakni dua unit dari arah Pining dan dua unit dari arah Lokop. Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan intervensi Kementerian PU terhadap jalan provinsi dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan progres penanganan jalan nasional. “Kementerian PU memberikan bantuan penanganan jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” kata Heri. Sejalan dengan dukungan pada jalan provinsi, Kementerian PU terus mengakselerasi pemulihan jaringan jalan nasional di wilayah Gayo Lues dan sekitarnya. Hingga kini, progres di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan dengan pulihnya fungsi sejumlah ruas strategis. Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren, misalnya, telah fungsional dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sejak 21 Desember 2025 lalu. Kondisi serupa juga terlihat pada ruas Blangkejeren-Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang telah kembali fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat sejak 9 Januari 2026 pascabencana longsor. Sementara itu, konektivitas pada ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane telah terhubung kembali melalui penanganan longsor dan pemasangan Jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I, seiring dengan progres pembangunan jembatan permanen yang terus berjalan. Selain itu, pemulihan fungsi jalan juga telah dilakukan pada sejumlah ruas nasional lainnya di Aceh, mencakup koneksi Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Tenggara, hingga Takengon. Penanganan dilakukan melalui tindakan darurat, pemasangan Jembatan Bailey, serta pembangunan jembatan permanen. Kementerian PU meyakini bahwa sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana. Dukungan teknis dan alat berat di Gayo Lues diharapkan mampu membuka kembali akses masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta memulihkan denyut sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya Nusantara
Nusantara
Minggu, 18 Januari 2026 | 17:03 WIB

Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus akselerasi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 15 Januari 2026, Kementerian PU tidak hanya memfokuskan upaya pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui penerapan skema Padat Karya. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pelibatan masyarakat melalui skema Padat Karya bertujuan agar warga terdampak tetap produktif dan segera memperoleh penghasilan. Langkah ini telah diterapkan sejak pertengahan Desember 2025 bersamaan dengan dukungan personel dari TNI dan Polri. "Sejak pertengahan Desember 2025, kami menggunakan pola padat karya. Kalau masyarakat dibiarkan diam dan bersedih terlalu lama, pemulihan akan terhambat. Sehingga Kementerian PU bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat yang dipekerjakan secara padat karya mulai bekerja selama 24 jam," ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1) lalu. Kata Dody, skema ini implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi harus berbasis prinsip Build Back Better. "Kita semua berharap perekonomian segera bergulir lagi, masyarakat harus segera punya income lagi. Dan kami harap dengan program padat karya yang kita gulirkan dapat membantu masyarakat," jelasnya. Hingga 15 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, atau sekitar 52 hari sejak awal kejadian bencana, Kementerian PU memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar, terutama konektivitas jalan dan jembatan, serta dukungan layanan sumber daya air. Pada fase 30 hari pertama pascabencana yang berstatus tanggap darurat, penanganan dilakukan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama saat itu adalah membuka kembali akses logistik agar distribusi pangan, BBM, dan LPG dapat berjalan lancar. Guna mendukung percepatan penanganan tersebut, Kementerian PU telah memobilisasi sumber daya secara masif, meliputi: - Mengerahkan 1.332 personel pada tahap awal, termasuk 402 orang generasi muda Kementerian PU. Dukungan juga datang dari TNI, Polri, serta masyarakat setempat sebanyak 1.366 orang. - Menyalurkan 1.854 alat berat dan 467 sarana pendukung ke lokasi terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menerangkan kecepatan respons Kementerian PU didukung oleh keberadaan balai teknis yang tersebar di seluruh provinsi. “Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia, sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin. Balai teknis tersebut menjadi garda terdepan yang cepat tanggap ke lokasi terdampak untuk melaksanakan penanganan awal," ucapnya. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperbarui progres penanganan di lapangan dan bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI/Polri demi mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Pulihkan Konektivitas Aceh, Kementerian PU: Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir Kembali Fungsional Default
Default
Minggu, 18 Januari 2026 | 14:32 WIB

Pulihkan Konektivitas Aceh, Kementerian PU: Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir Kembali Fungsional

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus percepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah memulihkan akses pada tujuh jembatan putus di ruas vital Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon. Hingga saat ini, lima dari tujuh jembatan tersebut telah kembali fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara, dua jembatan lainnya, yakni Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung, sedang dalam proses penanganan darurat menggunakan Jembatan Bailey. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan konektivitas jalan dan jembatan merupakan prioritas utama pemerintah dalam situasi tanggap darurat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga. “Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Dody. Di jalur lintas tengah ini, akses Batas Bireuen – Takengon sudah tembus secara fungsional melalui jalan alternatif. Khusus untuk Jembatan Jamur Ujung, pemasangan Jembatan Bailey saat ini memasuki tahap pengujian beban (loading test) sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum. Selain itu, Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Bener Meriah juga telah terhubung kembali sejak 18 Desember 2025. Hal ini tercapai setelah pemasangan Jembatan Bailey di Teupin Mane dan penanganan sementara pada titik longsoran selesai dilakukan. Penanganan intensif juga dilakukan pada Ruas Geumpang – Pameue – Genting Gerbang – Simpang Uning. Segmen Geumpang hingga Genting Gerbang kini sudah dapat dilalui kendaraan. Untuk segmen Genting Gerbang – Simpang Uning, lalu lintas dialihkan sementara ke jalur alternatif via Angkup untuk menghindari Jembatan Titi Merah dan Jembatan Krueng Pelang yang rusak berat. Pemasangan Jembatan Bailey di Krueng Pelang terus dikebut dan ditargetkan fungsional pada 16 Januari 2026. Di lokasi lain, Kementerian PU mencatat sejumlah pemulihan akses signifikan: Ruas Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen: Akses fungsional total untuk semua kendaraan sejak 12 Desember 2025 setelah penimbunan oprit jembatan rampung. Ruas Kota Bireuen – Batas Aceh Utara: Konektivitas pulih menggunakan Jembatan Bailey Krueng Tingkem (kapasitas 30 ton) sejak 27 Desember 2025, serta jalur alternatif Jembatan Bailey Awe Geutah yang fungsional sejak 19 Desember 2025. Konektivitas Wilayah Gayo dan Aceh Tenggara Kementerian PU juga memastikan konektivitas di wilayah pegunungan Gayo hingga ke selatan Aceh terus terjaga. Pada Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram, kendaraan roda dua dan empat sudah dapat melintas via Jembatan Bailey Krueng Beutong sejak 9 Januari 2026. Jalur penghubung Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane pun telah terhubung kembali. Hal ini menyusul penanganan sembilan titik longsor dan pemasangan Jembatan Bailey di Lawe Mengkudu I serta Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025. Meskipun sempat terjadi longsor susulan pada 3 Januari 2026 di ruas Blangkejeren – Batas Gayo Lues, tim di lapangan berhasil menangani hambatan tersebut sehingga jalur kembali terbuka pada 9 Januari 2026. Kini, ruas Genting Gerbang – Celala hingga ke perbatasan Aceh Tenggara telah kembali fungsional. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperkuat penanganan di lapangan, baik melalui penyediaan jembatan darurat maupun persiapan konstruksi permanen, agar pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dapat berjalan berkelanjutan. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Kementerian PU Alirkan Air Bersih Lewat Sumur Bor Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:33 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Bersih Lewat Sumur Bor Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulihkan layanan dasar pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang kian menunjukkan hasil nyata. Melalui program pembangunan sumur bor di 24 titik strategis, akses terhadap air bersih yang sempat terputus kini secara bertahap telah dipulihkan, mengalirkan harapan dan kemudahan bagi masyarakat. Salah satu bukti keberhasilan program ini adalah sumur bor yang telah beroperasi dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed. Dengan kedalaman mencapai 82 meter, sumur ini telah menjadi sumber kehidupan baru, memastikan tersedianya air bersih untuk keperluan ibadah di masjid sekaligus kebutuhan sehari-hari warga sekitar. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan penyediaan akses air bersih merupakan prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. “Pemulihan tidak hanya fokus pada rehabilitasi infrastruktur fisik, tetapi yang terpenting adalah mengembalikan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Hal ini merupakan fondasi bagi kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas sosial-keagamaan masyarakat untuk bangkit kembali,” tegas Dody. Kehadiran sumur bor ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat, yang selama ini menghadapi kesulitan besar mendapatkan air bersih. Kini, aktivitas wudu, kebersihan masjid, hingga kebutuhan domestik rumah tangga dapat kembali berjalan dengan normal. “Alhamdulillah, air telah mengalir dengan lancar. Jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Warga sekitar pun turut merasakan manfaatnya, tidak lagi harus antri berpanas-panas mencari air. Semoga fasilitas ini dapat terjaga dan bermanfaat untuk waktu yang lama,” ujar Aisyah Rahmi, salah seorang warga Manyak Payed, yang merasakan langsung dampak positifnya. Progres Pemulihan di Berbagai Titik Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus mempercepat penyelesaian pengeboran sumur bor di lokasi-lokasi lainnya. Berikut adalah progres terkini: 1. Kantor Camat Kuala Simpang: Pengeboran telah mencapai 86 meter dari target 100 meter. Saat ini sedang dilakukan persiapan konstruksi pendukung setelah identifikasi potensi akuifer. 2. Masjid Al Ikhlas, Gampong Sukajadi, Banda Mulia: Telah mencapai kedalaman 76 meter dengan potensi akuifer yang baik, diproyeksikan menjadi sumber air bagi jamaah dan warga. 3. Kantor Datok Gampong Menanggini, Karang Baru: Proses pengeboran pilot hole mencapai 25 meter dan sedang dalam penanganan teknis pascakerusakan alat. 4. Pesantren Darul Mukhlisin, Karang Baru: Pilot hole telah mencapai 96 meter dengan potensi akuifer pada beberapa lapisan, menjanjikan pasokan air yang memadai untuk lingkungan pesantren. 5. TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Banda Mulia: Pilot hole selesai pada 82 meter dan memasuki tahap persiapan konstruksi sumur. 6. Desa Matang Teupah, Bendahara: Pengeboran pilot hole telah selesai sesuai target 100 meter dan sedang dilanjutkan ke tahap konstruksi sumur. 7. Desa Bandar Khalifah, Bendahara: Telah mencapai 118 meter dan tengah memasuki tahap konstruksi. 8. Desa Meurandeh, Manyak Payed: Konstruksi sumur telah selesai. Saat ini dalam proses well development dan pemasangan pompa untuk segera dapat digunakan. Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian PU telah dan akan terus melaksanakan survei geolistrik di berbagai lokasi, termasuk di wilayah Manyak Payed, Kantor Kejaksaan Negeri, serta titik-titik cadangan lainnya guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan. Program ini wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun negeri dan memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana, dimulai dari hal yang paling mendasar yaitu air bersih. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:33 WIB

WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon

Semarang, katakabar.com - Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah sebagai penopang kehidupan. Tanah fondasi dari 95 persen pangan dunia, rumah bagi seperempat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon alami yang dapat membantu menahan laju perubahan iklim. Tetapi, kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia kini berada dalam titik kritis akibat erosi, abrasi pesisir, deforestasi, hingga pencemaran. Menanggapi tantangan tersebut, LindungiHutan, platform crowdfunding dan kolaborasi penghijauan berbasis teknologi, mendorong keterlibatan publik dan korporasi untuk berkontribusi pada upaya pemulihan kesehatan tanah melalui program penanaman pohon dan restorasi ekosistem. Melalui ribuan kampanye yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, LindungiHutan telah memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam dan merawat berbagai jenis pohon yang terbukti membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mencegah erosi. “Tanah yang sehat adalah syarat utama bagi keberlanjutan pangan, air, dan kehidupan. Pemulihan tanah tidak bisa dilakukan tanpa tindakan kolektif. Melalui penanaman pohon, terutama mangrove di wilayah pesisir, kami melihat dampak nyata, termasuk abrasi berkurang, tanah kembali stabil, dan mata pencaharian warga membaik,” ujar Ben, CEO LindungiHutan. Isu kerusakan tanah memang bukan sekadar ancaman ekologis, namun juga sosial. FAO memperkirakan dunia kehilangan hingga 24 miliar ton tanah subur setiap tahun, sementara setengah dari lahan pertanian global mengalami degradasi. Di Indonesia, kawasan pesisir menjadi titik paling rentan akibat abrasi dan intrusi air laut. Akar mangrove berperan penting menahan sedimen, sehingga menjadi salah satu solusi restorasi tanah yang paling efektif. Melalui kemitraan dengan komunitas, relawan, dan perusahaan, LindungiHutan menyediakan layanan penanaman pohon, penilaian dampak lingkungan, monitoring berbasis foto, serta pendampingan jangka panjang kepada petani bibit dan warga setempat. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas tanah hingga penyerapan karbon. Peringatan World Soil Day (WSD) 2025 menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk kembali melihat tanah sebagai aset vital yang harus dijaga. Pemulihan tanah adalah investasi jangka panjang, dan setiap pohon yang ditanam hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang. Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, siapa pun dapat mengambil bagian dalam upaya memulihkan tanah Indonesia dari akar hingga kanopi.

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya Default
Default
Senin, 06 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya

Surabaya, katakabar.com - Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, program Sedekah Pohon yang digagas LindungiHutan terus berjalan sebagai salah satu inisiatif nyata menjaga ekosistem, dan memberdayakan masyarakat. Tahun ini, program tersebut melanjutkan komitmennya mendukung rehabilitasi Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Kawasan ini dikenal salah satu benteng terakhir pesisir timur Surabaya, tetapi kondisinya terus terancam abrasi dan kerusakan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan, dari total 70,4 hektare kawasan mangrove di Wonorejo, sekitar 27,26 persen telah mengalami kerusakan. Garis pantai di kawasan ini tercatat mengalami erosi dengan laju rata-rata −3,4 meter per tahun (Safitri et. al., 2021). Selain itu, penyempitan sungai akibat pendangkalan, lumpur, dan sampah memperparah degradasi ekosistem yang seharusnya menjadi pelindung alami bagi warga pesisir. Melalui Sedekah Pohon, masyarakat diajak untuk ikut serta menanam pohon mangrove jenis Rhizophora yang berfungsi menahan abrasi, memperbaiki kualitas air, serta menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Hingga saat ini, sebanyak 66 donatur telah berpartisipasi untuk mendukung pengumpulan 179 pohon dari target 500 pohon. “Sedekah Pohon bukan sekadar donasi, tapi cara nyata masyarakat dan brand berkolaborasi untuk menjaga Bumi. Transparansi, fleksibilitas, dan dampak berkelanjutan yang kami hadirkan membuat siapa pun bisa ikut terlibat tanpa batasan lokasi. Wonorejo contoh bagaimana pohon bisa menjadi pelindung hidup bagi masyarakat sekaligus investasi jangka panjang bagi lingkungan,” kata Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya berfungsi ekologis, tetapi membawa dampak sosial dan ekonomi. Masyarakat lokal terlibat langsung dalam penanaman dan pemeliharaan, sehingga tercipta sumber penghidupan baru sekaligus kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga pesisir Surabaya. Donasi pohon untuk lokasi ini terbuka hingga 31 Desember 2025, dengan rencana penanaman pada 30 September 2025. Partisipasi publik diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan Wonorejo, memastikan perlindungan bagi generasi mendatang, dan mewujudkan kota Surabaya yang lebih tangguh menghadapi krisis iklim.