Refleksi

Sorotan terbaru dari Tag # Refleksi

Jejak Atreyu Moniaga di Art Jakarta 2025: Sebuah Perayaan Refleksi dan Regenerasi Seni Nasional
Nasional
Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Jejak Atreyu Moniaga di Art Jakarta 2025: Sebuah Perayaan Refleksi dan Regenerasi Seni

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meriahnya suasana Art Jakarta 2025, ada satu ruang yang mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi ruang yang mengajak untuk menarik napas, merenung, dan meresapi pengalaman seni dengan cara yang lebih personal. Dirancang oleh seniman visual Atreyu Moniaga dan arsitek Marcello Decaran, VIP Lounge by DESIGN:JAKARTA persembahan CASA Indonesia menjelma menjadi sebuah ruang refleksi, yang mengaburkan batas antara seni, desain, dan pengalaman batin. Ruang ini dibangun dengan konsep dualisme, menghadirkan dua zona dengan karakter desain yang saling berlawanan tapi saling melengkapi. Permainan cahaya artifisial menciptakan suasana yang dinamis, menghadirkan ilusi siang hari yang lembut di tengah ruang pameran. Atreyu Moniaga, Seniman Visual dan Pendiri Atreyu Moniaga Project (AMP) mengatakan keterlibatan saya di Art Jakarta 2025, khususnya lewat VIP Lounge, bukan semata tentang estetika. "Bagi saya, ini adalah upaya untuk menghadirkan ruang di mana seni tidak hanya dilihat, tapi dirasakan. Ruang yang mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak dan menikmati seni dengan cara yang lebih personal. Bersama Marcello, kami ingin menciptakan pengalaman yang meleburkan batas antara seni, ruang, dan kehidupan sehari-hari," ujar Moniaga. Adapun tiga karya dari Atreyu Moniaga menjadi titik fokus area ini. Lewat palet hijau dan kuning yang menenangkan, karyanya menegaskan dialog antara alam dan sentuhan manusia (artifisial), sekaligus menghadirkan keseimbangan antara keheningan dan energi. Seperti oasis di tengah hiruk-pikuk pameran, lounge ini mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak, merenungi harmoni antara seni dan ruang, antara manusia dan lingkungannya. Selain proyek kolaboratif tersebut, Atreyu juga menampilkan empat karya terbarunya bersama Ota Fine Arts, galeri internasional yang menaungi seniman besar seperti Yayoi Kusama dan Christine Ay Tjoe. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, menandai semakin kuatnya posisi Atreyu di kancah seni global. Tapi kontribusi Atreyu di dunia seni tidak berhenti pada karya pribadinya. Melalui Atreyu Moniaga Project (AMP), program inkubasi yang ia dirikan pada 2014. Atreyu membangun ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi seniman muda untuk berkembang dan menemukan arah artistik mereka. Selama lebih dari satu dekade, AMP telah menjadi wadah bagi puluhan talenta muda di bidang ilustrasi dan fotografi. Program ini menekankan pentingnya proses, empati, dan keberanian bereksperimen, nilai-nilai yang kini tercermin dalam perjalanan para alumninya.

Refleksi 17 Tahun UNISI, Tokoh Agama Inhil Serukan Persatuan dan Kepedulian Riau
Riau
Rabu, 04 Juni 2025 | 13:00 WIB

Refleksi 17 Tahun UNISI, Tokoh Agama Inhil Serukan Persatuan dan Kepedulian

Tembilahan, katakabar.com - Tujuh belas tahun bukan waktu singkat, adalah sebuah momen sakral sebuah perjalanan. Jika bercermin dari kehidupan manusia, usia 17 tahun fase di mana transisi dari remaja menuju kedewasaan, kematangan berpikir mulai tumbuh, dan tampak. Meski tidak mutlak dapat dibandingkan dengan usia sebuah institusi, usia ini tetap bisa menjadi bahan perenungan bagi semua pihak. Meski sedikit terlambat, apa yang disampaikan oleh tokoh agama ini layak menjadi pembelajaran bersama. Tokoh agama Indragiri Hilir, Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., saat berbincang dengan wartawan mengutarakan, Universitas Indragiri atau UNISI kini telah berusia 17 tahun. Berbagai dinamika telah terjadi di lembaga pendidikan tersebut. Pergantian rektorat dan pengurus yayasan merupakan hal yang wajar dalam sebuah perjalanan institusi. Tapi, belakangan ini dinamika yang terjadi dirasakan cukup berbeda. Jika tidak diselesaikan dengan arif dan bijaksana, hal ini dikhawatirkan menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indragiri Hilir. “Semua pihak harus duduk bersama, baik dari pihak rektorat maupun para dosen. Mari kita pecahkan perbedaan dengan kedepankan rasionalitas. Utamakan kemajuan Indragiri Hilir. Pikirkan nasib mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di UNISI. Jangan sampai ego masing-masing mengorbankan generasi muda Inhil,” jelasnya. Sejarah panjang UNISI tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh sentral Indragiri Hilir, seperti almarhum H. Indra M. Adnan, H.M. Rusli Zainal, dan tokoh-tokoh lainnya. Kehadiran mantan Gubernur Riau dua periode tersebut dianggap penting membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi UNISI saat ini. “Dalam situasi seperti ini, kita butuh sosok tokoh sentral yang dapat mengayomi dan dihormati semua pihak untuk menjadi penengah. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak,” tuturnya.

Luncurkan Buku 'Masinis yang Melintasi Badai', Refleksi Kepemimpinan dan Transformasi KAI di Tengah Krisis Global Nasional
Nasional
Minggu, 18 Mei 2025 | 11:03 WIB

Luncurkan Buku 'Masinis yang Melintasi Badai', Refleksi Kepemimpinan dan Transformasi KAI di Tengah Krisis Global

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kompas Gramedia resmi luncurkan buku berjudul “Masinis yang Melintasi Badai”, sebuah dokumentasi tentang perjalanan kepemimpinan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menakhodai perusahaan KAI saat melewati badai pandemi, dan mengakselerasi transformasi layanan perkeretaapian nasional. Buku ini tidak hanya merekam sisi personal seorang pemimpin, tapi menyuarakan semangat kolaboratif perubahan yang menjadikan KAI sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Acara launching ini digelar di Studio 2 Kompas TV Jumat (16/5), dihadiri oleh lebih dari 250 peserta, mulai dari pemangku kepentingan industri, komunitas literasi, hingga kalangan media. “Buku ini simbol keberanian dalam menghadapi tantangan besar. Kami ingin mengenalkan lebih dekat sosok Pak Didiek sebagai pemimpin transformasional yang hadir tidak hanya di ruang rapat, tapi juga menyatu di lapangan bersama para pegawai,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba. Didiek Hartantyo diangkat sebagai Direktur Utama KAI pada 8 Mei 2020 lalu, tepat saat pandemi Covid 19 menghantam Indonesia. Buku ini merekam bagaimana keputusan-keputusan strategis dan cepat harus diambil di tengah ketidakpastian, dengan tiga misi utama, yakni memastikan operasional tetap berjalan, melindungi karyawan lebih dari 25 ribu orang, dan menjaga kepercayaan pelanggan. “Adaptasi, transformasi, dan keberlanjutan, tiga pilar ini yang menjadikan KAI tetap relevan, tangguh, dan progresif di tengah masa sulit,” kata Anne. Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi nasional. Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM 2024 menunjukkan skor 73,52, melampaui target 71,4 dan capaian tahun sebelumnya (69,42). Ini memperkuat relevansi buku “Masinis yang Melintasi Badai” sebagai kontribusi nyata dari BUMN terhadap peningkatan literasi dan karakter bangsa.