Ringan
Sorotan terbaru dari Tag # Ringan
PERURI Kolaborasi Hadirkan Bestari Festival 2025 Respon Isu Sosial dan Lingkungan
(2014-2024) Retno LP Marsudi dan Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya. Zona Tumbuh (Menyiapkan perjalanan) Mewakili akar tunggang yang tumbuh kuat dan menancap dalam, zona ini menjadi fondasi bagi pengunjung untuk tak hanya menikmati hiburan, tetapi juga pulang dengan semangat bertumbuh lebih kokoh, bijak, dan siap membawa perubahan nyata.
BRI Siap Bantu Petani Sawit, KUR Suku Bunga Ringan
Bengkulu, katakabar.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, siap melayani petani kelapa sawit yang mau akses pinjaman modal dengan suku bunga ringan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI disebut jadi solusi terbaik bagi pelaku usaha ultra mikro dan pelaku usaha kecil di Mukomuko. Dengan tingkat suku bunga yang terjangkau, petani kelapa sawit bakal lebih mudah atasi tekanan inflasi yang sedang melanda masyarakat. Manajer Bisnis BRI KC Mukomuko, Srikazman menuturkan, pentingnya penawaran KUR kepada petani kelapa sawit. Apalagi, mereka pelaku usaha produktif terbanyak di wilayah ini. Kami menggencarkan KUR ini bertujuan untuk membantu petani sawit mendapatkan modal usaha," ujar Srikazman, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (28/10). Sebagai upaya membantu petani kelapa sawit, Bank BRI menawarkan tiga tipe pinjaman KUR, yakni pertama, KUR Kecil BRI, disediakan untuk pelaku usaha yang telah menjalankan usaha produktif dan layak, minimal selama 6 bulan secara aktif. Mereka yang memenuhi syarat dapat meminjam antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. "Ada tiga tipe pinjaman KUR yang bisa dimanfaatkan para petani kaelapa sawit, pertama itu KUR kecil," katanya. Kedua, terdapat KUR TKI Bank BRI diperuntukkan bagi petani kelapa sawit yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan akan berangkat bekerja ke luar negeri. Pinjaman ini dibuktikan dengan berkas perjanjian kerja pengguna jasa dan perjanjian penempatan negara tujuan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp25 juta. "Jad, petani sawit yang mau bekerja di luar negeri seperti Malaysia bisa mengajukan pinjaman KUR TKI ini," imbuhnya. Ketiga, ada KUR Mikro BRI yang ditujukan untuk petani sawit yang telah memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin lainnya. Maksimum pinjaman dalam kategori ini Rp50 juta. Jenis pinjaman yang ditawarkan mencakup Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman tiga tahun dan Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman lima tahun. "Dengan penawaran ini, kami berupaya menjadi mitra terpercaya bagi petani sawit dan pelaku usaha di Kabupaten Mukomuko. Dukungan keuangan yang mudah diakses dan bunga ringan diharapkan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan kemudahan kepada mereka yang memerlukan modal usaha," sebutnya.
Musim Kemarau Bikin Berat TBS Sawit Ringan, Kok Bisa!
Bengkulu, katakabar.com - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bengkulu, Arnop Wardin menuturkan, musim kemarau tidak cuma berdampak pada produktivitas tanaman tapi berpengaruh kepada berat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. "Sebelum musim kemarau, kita sering temukan TBS ukuran besar dengan bobot mencapai 30 hingga 40 kilogram. Tapi, bobo rata-rata itu turun di bawah 30 kilogram," ujar Arnop, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (14/10). Penurunan berat hasil tanaman kelapa sawit ini, kata Arnop, jelas sangat merugikan para petani. Untuk itu, diminta kepada pemerintah maupun pihak terkait mencari solusi persoalan ini. "Mesti ada solusi untuk mengatasi tantangan ini dan menjaga produktivitas kebun. Tidak dapat dipungkiri memang hal ini murni karena cuaca. Tapi mesti ada solusinya," harapnya. Pemerintah daerah dan pelaku industri, ulas Arnop, mesti bekerja sama mencari solusi menghadapi perubahan cuaca. Solusi itu berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit di Bengkulu. "Pemerintah daerah dan pelaku usaha mesti kerja sama mencari solusi menghadapi perubahan cuaca ini, misalnya dengan mendorong diversifikasi tanaman pangan yang tahan segala musim," jelasnya. Selain itu, petani harus melakukan pengelolaan kebun yang berkelanjutan dan efisien, agar biaya operasional bisa semakin ditekan. "Perlu fokus pada praktik-praktik terbaik dalam budidaya kelapa sawit untuk menghadapi tantangan di musim kemarau," tandasnya.
Bunga Ringan, BRI Seru Petani Sawit di Bengkulu Ikut Program KUR
Bengkulu, katakabar.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bengkulu menyeru para petani kelapa sawit manfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebab suku bunga pinjaman ringan. Pimpinan BRI Cabang Bengkulu, Tunjung Yudho Wahono menjelaskan, suku bunga yang ditawarkan program KUR ini cuma sebesar 6 persen per tahun. Menariknya lagi, pinjaman KUR sebesar Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan. "Jaminan yang digunakan saat pengajuan cuma usaha yang bakal dibiayai calon debitur," ujar Tunjung, pada Senin (25/9) dilansir dari laman elaeis.co. Tunjung Yudho Wahono memberi gambaran, bila seorang petani kelapa sawit mengajukan pinjaman Rp100 juta dengan tenor 60 bulan (5 tahun). Jumlah cicilan per bulan mesti dibayarkan hanya sekitar Rp2 juta per bulan. Angka ini sangat terjangkau dan membantu para petani kelapa sawit untuk mengembangkan usaha mereka. "Dengan pinjaman Rp100 juta, cicilan yang harus dibayar ringan dan terjangkau," ulasnya. Menurutnya, pogram KUR yang ditawarkan BRI ini langkah nyata mendukung sektor pertanian, khususnya para petani kelapa sawit di Bengkulu. BRI komitmen terus memberikan dukungan finansial kepada sektor-sektor yang berpotensi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Bengkulu. "Mari para petani kelapa sawit untuk segera mengajukan pinjaman dan manfaatkan kesempatan dan peluang ini untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka," imbaunya.