SAMADE
Sorotan terbaru dari Tag # SAMADE
BPDP BLU Kemenkeu dan Samade Gandeng Tangan Dorong Sertifikasi Halal UMKM Sawit
Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan Sawitku Masa Depanku (Samade) pacu penguatan kapasitas pelaku usaha melalui Workshop UMKM Naik Kelas di Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di pertengahan April 2026 lalu, usung tema 'Strategi Sertifikasi Halal UMKM Berbasis Bahan Turunan Sawit sebagai Bahan Pangan Potensial'. Tujuanya, fokus pada akselerasi sertifikasi halal dan inovasi produk berbasis bahan turunan sawit sebagai langkah strategis hilirisasi. Langkah tersebut sebagai upaya sistematis mendorong pelaku UMKM, koperasi, hingga petani agar mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki daya saing yang kuat di pasar domestik maupun global. Ketua DPW Samade Sumatera Selatan sekaligus Ketua Panitia Workshop, Jonli Sirait, menjelaskan kegiatan ini respons konkret untuk menjawab tantangan standarisasi produk yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Menurutnya, pemahaman mengenai legalitas dan teknologi digital sangat krusial bagi keberlanjutan usaha. "Workshop ini kami desain untuk membekali pelaku UMKM dengan kompetensi teknis, terutama dalam aspek sertifikasi halal dan inovasi produk. Sebagai salah satu wilayah dengan potensi sawit terbesar, UMKM di Sumatera Selatan harus naik kelas dan mampu mengoptimalkan bahan baku turunan sawit menjadi produk pangan berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar modern," ucap Jonli. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan posisi strategis kelapa sawit sebagai pilar devisa negara. Ia menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam ekosistem hilirisasi adalah kunci untuk memastikan perputaran ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. "Sawit adalah miracle crop yang berkontribusi masif terhadap devisa negara. Kami ingin memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menghasilkan output nyata berupa peningkatan jumlah produk UMKM sawit yang tersertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar administratif, melainkan instrumen peningkat daya saing global agar produk turunan sawit kita semakin dipercaya oleh konsumen," tegas Helmi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melalui Kepala Divisi Pusat Pelayanan Hasil dan Diseminasi (PPHD) Dinas Perkebunan, Mupakanisin, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan kolaborasi antara asosiasi dan lembaga pendukung seperti BPDP sangat membantu program percepatan pembangunan perkebunan di daerah. "Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong penguatan UMKM agar mampu naik kelas, salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal dan pemanfaatan potensi bahan turunan sawit sebagai komoditas unggulan daerah. Kami berharap melalui workshop ini, hambatan teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan dapat teratasi secara efektif," terang Mupakanisin. Melalui sinergi yang didukung oleh BPDP ini, para pelaku UMKM di Sumatera Selatan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi bahan turunan sawit serta beradaptasi dengan ekosistem digital guna memperluas pangsa pasar di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Workshop di Riau, Samade dan BPDP Gaet Gen Z Jadi Admin Pengusul Program Strategis Sawit
Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Sawitku Masa Depanku (Samade) Kabupaten Bengkalis, sekaligus Ketua pelaksana workshop, Sukanto, menjelaskan workshop ini sangat penting lantaran banyak pengurus kelompok tani (Poktan) saat ini sudah berusia lanjut sehingga kurang menguasai sistem aplikasi pengusulan terbaru. Workshop Gen Z Sawit didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), guna siapkan tenaga admin dan operator kompeten dalam proses pengusulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta Sarana dan Prasarana (Sarpras). Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi kendala teknologi dan administrasi selama ini menghambat pencapaian target percepatan peremajaan sawit rakyat di wilayah Riau. "Workshop ini diikuti 100 peserta meliputi 45 mahasiswa penerima beasiswa sawit BPDPKS dan 55 pemuda perwakilan lembaga pekebun se Provinsi Riau. Kami ingin menggaet anak muda dari lingkungan poktan agar bisa membantu proses pengajuan PSR dan Sarpras secara digital. Dengan Riau sebagai wilayah sawit terluas, keterlibatan Gen Z sangat krusial agar target dari Ditjenbun bisa tercapai," terang Sukanto, dilansir dari laman resmi BPDP, Sabtu pagi. Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dirinya menekankan seperti yang disampaikan Presiden RI, H Prabowo Subianto saat Rakornas Pemda di Sentul Jawa Barat, bahwa sawit adalah miracle crop yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor CPO dan turunannya terus meningkat dengan nilai US24,2 miliar pada 2025, atau setara kurang lebih Rp404 triliun. "Gen Z harus ambil peran perputaran ekonomi ini. Itu sebabnya, kami tidak hanya ingin kegiatan ini menjadi seremoni, tapi harus ada hasil nyata berupa peningkatan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) PSR dalam satu bulan ke depan. Selain itu, kami mendorong anak muda Riau untuk kreatif menciptakan produk turunan sawit seperti yang sudah dilakukan alumni LPDP dengan produk batik menggunakan malam dari sawit," tegas Helmi. Sementara, Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Vera Virgianti, menimpali realisasi PSR di Riau saat ini baru mencapai 40-50% dari target tahunan 10.000 hektare. Dari total 3,7 juta hektare lahan sawit di Riau, sekitar 60% kebun rakyat yang memerlukan peremajaan. "Sejak 2017 silam, Riau sudah merealisasikan 47.897 hektare dengan kucuran dana mencapai Rp1,5 triliun. Namun, kendala utama di lapangan adalah kurangnya penguasaan teknologi aplikasi oleh lembaga pekebun dalam mengunggah dokumen persyaratan," jelas Vera. Dia berharap kehadiran para admin dari kalangan Gen Z ini dapat mempercepat proses verifikasi di tingkat kabupaten, mulai dari pengunggahan legalitas kelembagaan hingga pemahaman regulasi lahan. "Legalitas lahan tidak harus SHM, bisa SKT atau SKGR selama di luar kawasan hutan. Aturan-aturan terbaru ini yang harus dipahami dan dibantu oleh anak muda agar proses di aplikasi tidak mandek," imbuhnya. Melalui kolaborasi antara Samade, BPDP, dan Disbun Riau ini, diharapkan kendala teknis pengusulan program pemerintah dapat teratasi sehingga kesejahteraan petani kelapa sawit rakyat di Riau terus meningkat di masa datang.
BPDP Dukung Samade Dorong Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Rohil
Bagansiapiapi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung Asosiasi Sawit Masa Depanku (Samade) gelar Pelatihan Penguatan UKMK Produk Sawit untuk Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Kabupaten Rokan Hilir, untuk Indonesia, di Gedung Pertemuan H Misran Rais Bagansiapiapi, Minggu (5/10) lalu. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir, Azuar, SE., yang buka kegiatan dihadiri Ketua Umum DPP Samade diwakili Sekretaris DPD Samade Rokan Hilir, Adharsam, SE, Direktur Utama BPDP diwakili Staf Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Linda Sitanandra, Fungsional Bidang Perkebunan DKPP Rokan Hilir, Hermana, SP, MMP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir diwakili Eva Diana Roza SE, MM., serta seratus orang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Rokan Hilir sekitarnya. Ketua Panitia Pelaksana, Anisa Armarosa, menjelaskan kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta dari Asosiasi Samade. Di kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman bagaimana upaya dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan Swasembada pangan khususnya dari bahan kelapa sawit. "Ada tiga narasumber kami siapkan, di antaranya dari Dinas Koperasi, DKPP, dan Asosiasi Samade. Para pelaku UMKM diberi pelatihan bagaimana mengolah dan berkreasi untuk membuat berbagai olahan produk yang berasal dari bahan kelapa sawit," ujar Anisa, dilansir dari laman EMG, Rabu (8/10). Menurut Anisa, ada banyak produk yang bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit jika dikelola dengan baik. Selain berbentuk minyak, ada produk lain bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit. "Di sini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman apa saja bahan kelapa sawit bisa menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti mengolah lidi, sabun, lilin, parfum bahkan produk kerajinan tangan lainnya, artinya sawit tidak hanya menghasilkan minyak saja melainkan banyak produk yang bisa di hasilkan melalui bahan kelapa sawit," terangnya. Staf Divisi Kerja Sama, Humas dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra berharap melalui kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku UMKM, dan petani kelapa sawit sehingga muncul berbagai inovasi mengolah bahan kelapa sawit. "Kami berharap melalui kegiatan ini bisa memberi output secara maksimal, dan bermanfaat bagi petani kelapa sawit, dan pelaku UMKM, sehingga kegiatan ke depan lebih berwarna, dan banyak inovasi dari teman UMKM," ucapnya "Kami tetap selalu mendampingi teman teman UMKM hingga sukses kedepan," tambah Linda. Sekretaris DPD Samade Rohil, Adharsam, SE, mengajak seluruh peserta UMKM untuk memanfaatkan pelatihan ini guna meningkatkan kualitas dan kuantitas berkreasi dan berinovasi mengolah bahan kelapa sawit jadi produk yang bernilai ekonomi. "Saya berpesan kepada seluruh peserta, manfaatkan momen pelatihan ini untuk mengasah kemampuan kita dalam mengolah bahan kelapa sawit menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis. Yakinlah ilmu yang didapat melalui pelatihan ini tidak hanya sebatas mengasah kemampuan namun juga bisa meningkatkan perekonomian jika diikuti dengan baik dan benar," tuturnya. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir Bidang Ekonomi, Azuar, SE., mengapresiasi pihak Samade dan BPDP yang telah menggelar kegiatan pelatihan ini. Ia berharap ini langkah kongkrit yang dilakukan oleh Samade dan BPDP dalam meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM di Rokan Hilir. "Kami mewakili dari pemerintah daerah sambut baik, dan dukung atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah menilai kelapa sawit aset bangsa memiliki multi fungsi untuk kehidupan manusia. Dengan pelatihan ini akan banyak kreatifitas, dan inovasi yang diciptakan dari bahan kelapa sawit," jelasnya. Jika pelatihan ini diikut,i dan diterapkan dengan benar, sebut Azuar, ke depan akan terbuka lapangan pekerjaan dengan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para pelaku UMKM.
BPDP dan Samade Kolaborasi Dorong Hilirisasi Sawit Skala Mikro Basis Ekonomi Hijau di Sumut
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Sawitku Masa Depanku (SAMADE) kolaborasi berupaya tingkatkan hilirisasi sawit melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru, lewat workshop Ekonomi Hijau dan Hilirisasi UKMK Perempuan Petani Sawit Naik Kelas di auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, di pekan pertama Februari 2025 lalu. Kota Medan dijadikan lokasi digelarnya workshop ekonomi hijau lantaran punya potensi sawit dan Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) cukup banyak. Direktur Utama BPDP diwakili Kepala Divisi UKMK, Helmi Muhansah hadir secara virtual menyebutkan, kelapa sawit pengaruhnya masih sangat besar. “Tahun lalu sebesar 20 miliar dolar AS disumbangkan oleh kelapa sawit. Kurang lebih Rp320 triliun devisa disumbangkan untuk negara kita,” ujar Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (27/2) siang.
Bersama Asosiasi Samade, BPDP Taja Workshop EH dan TSS di Lapas Kelas IIA Bagan Siapiapi
Bagansiapiapi, katakabar.com - Untuk mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto tentang ekonomi hijau, asosiasi Sawitku Masadepanku (SAMADE) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja workshop dan transfer soft skill serta manajemen wirausaha bagi masyarakat binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Kab. Rokan Hilir (Rohil), Jumat (31/1) lalu. Workshop ini diikuti sebanyak 100 orang peserta warga binaan Lapas ini dibuka resmi Wakil Bupati Rokan Hilir, H Sulaiman Azhar SS MH ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati terpilih Jhony Charles BBA MBA, Anggota DPR RI Komisi x Hj Karmila Sari SKom MM secara daring, Kepala Divisi UKMK BPDP, Forkompimda Rohil, Ketua Asosiasi Samade, Dirut CV Tamadun dan sejumlah kepala OPD.
Kolaborasi KUD MJ dan Samade Bahas Pupuk, Gulma dan Hama di Seminar Lapangan
Kampar, katakabar.com - Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) dan Koperasi Unit Desa (KUD) Maju Jaya taja seminar lapangan tentang pupuk, dan pengelolaan gulma, serta hama di perkebunan kelapa sawit, Sabtu (21/9) lalu. Camat Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Sofiandi yang buka acara diikuti 100 peserta dari 15 KUD dan 13 kelompok tani di wilayah Kabupaten Kampar.
Kolaborasi Asosiasi Samade dan BPDPKS Taja Workshop Olah Limbah Lidi Sawit Jadi Produk Ekonomis
Pekanbaru, katakabar.com - Kelapa Sawit komoditi unggulan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Di mana bukan buah kelapa sawit bisa menghasilkan tapi banyak turunannya yang bisa diolah bisa bernilai ekonomis. Satu diantaranya, yakni limbah lidi kelapa sawit dapat diubah menjadi produk ekonomis. Menurut Ketua DPW SAMADE Riau, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom,MM menyatakan, kelapa sawit tanaman yang menyokong perekonomian di Riau.
Wow! Tas Lidi Sawit Rumah Tamadun Binaan Samade Dibeli KBRI di Pakistan
Rokan Hilir, katakabar.com - Tas Lidi kelapa sawit Rumah Tamadun binaan Samade dibeli KBRI Pakistan. Memang, usaha dan perjuangan keras bertahun-tahun lamanya takkan pernah mengkhianati hasil. Pelan tapi pasti, prestasi bisa diraih! Ini dibuktikan Hendra Darmawan dan seluruh masyarakat pengrajin lidi sawit yang tergabung di Rumah Tamadun, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Apa prestasi dari pelaku UMKM lidi sawit binaan dari DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) pimpinan Karmila Sari? "Dengan dukungan tulis dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tas lidi sawit produksi Rumah Tamadun dipesan oleh KBRI di Pakistan," ujar Hendra Darman, dilansir dari laman elaeis.co di penghujung Mei 2024. Pimpinan Rumah Tamadun ini menyatakan, tas berbahan lidi sawit yang dipesan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pakistan nilainya puluhan juta rupiah. Tapi, Ia enggan merinci angka pasti pemesanan. Hendra Darmawan merinci, tas lidi sawit yang dipesan tersebut terdiri dari aneka ragam model. "Dipesan dari kami itu ada yang berupa tas tangan, sling bag besar, sling bag sedang, sling bag kecil," ucap Hendra Darmawan. Ada pula tas ukuran besar untuk laptop, kata Hendra Darmawan, tas ukuran kecil untuk notepad atau tablet. Dengan penuh rasa haru, Hendra Darmawan ucapkan terima kasih atas dukung penuh dari BPDPKS selama beberapa tahun terakhir. "Pak Helmi Muhansyah beserta bapak dan ibu dari Divisi UKMK BPDPKS sering support kami. Begitu BPDPKS secara kelembagaan yang memberikan dukung signifikan," jelasnya. Ia berterima kasih kepada DPP Asosiasi Samade pimpinan Tolen Ketaren dan DPW Samade Riau pimpinan Karmila Sari yang mendukung penuh Rumah Tamadun yang beralamat di Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.
Ada Apa? Puluhan Petani Samade Bertandang ke PT KTU di Siak
Siak, katakabar.com - Para petani yang tergabung dalam asosiasi petani kelapa sawit Sawitku Masa Depanku (Samade) bertandang ke kebun kelapa sawit milik PT Kimia Tirta Utama di Koto Gasib, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu kemarin. Kedatangan petani di kebun milik Group Astra Agro Lestari itu bertujuan untuk menggali wawasan mengenai pengelolaan lahan gambut untuk berbudi daya kelapa sawit. Sejatinya kunjungan ini kegiatan DPW Samade setelah sehari sebelumnya telah digelar Focus Group Discussion (FGD) usung tema 'Aspek Budidaya Terbaik dalam Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut' , di Grand Elite Hotel Pekanbaru. Kunjungan itu memakan waktu 2 jam perjalanan menggunakan bus dari Pekanbaru. Tiba di lokasi riset lahan gambut petani disambut hangat manajemen PT KTU yang dipimpin Hubbal K Sembiring. Di sana, petani diajak berkeliling kebun dengan memakai alat pelindung diri yang dipinjamkan perusahaan, seperti helm, topi hingga sepatu safety sesuai dengan aturan di perusahaan kelapa sawit. Peneliti Agronomi Div R&D PT Astra Agro Lestari, Agus Nur Hidayah menceritakan, sistem pengelolaan lahan gambut pengaturan tata air kunci utama untuk keberhasilan. Soalnya air kebutuhan hidup bagi tanaman kelapa sawit harus dikelola dengan baik. "Minimal muka air yang harus dijaga ketinggiannya 40 hingga 60 centimeter. Biar lahan gambut dalam kondisi tidak banjir dan tidak kekeringan. Ini bertujuan agar meminimalisir terjadinya kebakaran lahan," ulasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (26/11). Selain itu, PT KTU punya alat ukur level air dalam tanah, sumur pemantau, dan kolam analisis lapisan gambut. Terus, ada analisis karbon yang dihasilkan dari emisi karbon yang terjadi di kebun kelapa sawit. "Untuk penentuan PH tanah gambut, kita lakukan pengambilan sampel tanah dan dilakukan pengujian. Nah, ini membantu menentukan kebutuhan unsur hara atau pupuk yang dibutuhkan tanaman kelapa sawit. Di sini dilakukan riset isolasi bakteri yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah, maupun sebagai musuh alami OPT pada tanaman kelapa sawit," bebernya. Ketua Pelaksana FGD, Sukanto menimpali, gelaran ini sangat berguna bagi petani kelapa sawit khususnya budidaya di lahan gambut. "Pengetahuan dan pengalaman yang didapat menjadikan semangat baru bagi para peserta Field Trip FGD Samade untuk meningkatkan cara budidaya kelapa sawit agar diperoleh produksi yang optimal," sebutnya.
'Samade' Minta Perusahaan Berkontribusi Ciptakan SDM Sawit Unggul
Pekanbaru, katakabar.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade), Abdul Aziz menegaskan betapa penting membangun generasi penerus bagi industri kelapa sawit dari dini. Lantaran itu, Aziz sapaan akrab Waka Samade apresiasi hadirnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelapa Sawit Arsya Ganeeta Indonesia (AGI) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ini salah satu lembaga menciptakan generasi-generasi penerus industri kelapa sawit. Menurutnya, dengan menanamkan ilmu perkelapasawitan sejak dini menghasilkan generasi yang lebih baik ke depan. Dijelaskannya, tidak semua siswa bisa masuk ke SMK Kelapa Sawit AGI. Soalnya seleksi sangat ketat dari para praktisi kelapa sawit. Apalagi siswa yang lulus untuk menimba ilmu di sekolah gratis. "Sekolah ini gratis. Jumlah siswa terbatas ditempatkan di asrama," kata Aziz dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (30/8). Samade tutur Aziz, sudah bekerja sama dengan SMK Kelapa Sawit AGI. Di mana Samade bakal menjadi salah satu tim regulator untuk sekolah. Melihat pentingnya keberadaan SMK Kelapa Sawit AGI, Aziz ajak seluruh perusahaan kelapa sawit, khususnya yang beroperasi di Provinsi Riau turut serta memberikan kontribusi. "Kita minta perusahaan-perusahaan sawit di Riau untuk menjadi sponsor sekolah ini. Mari biayai anak-anak bersekolah di sana. Ini untuk menciptakan generasi penerus kelapa sawit yang handal di masa datang," sebutnya.