Sejak Dini

Sorotan terbaru dari Tag # Sejak Dini

Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Jayapura Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini Riau
Riau
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:00 WIB

Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Jayapura Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Siak, katakabar.com - Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FMIPA Universitas Riau Tahun 2026 laksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan dasar bagi siswa SDN 05 Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (31/). Angkat tema “Literasi Keuangan dan Upaya Pengentasan Kemiskinan Sejak Dini” ini diikuti sekitar 20 siswa kelas VI SD umur 11 hingga 12 tahun, dengan pendampingan guru. Edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan sederhana, khususnya membiasakan perilaku menabung sejak usia dini. Literasi keuangan dipandang sebagai salah satu aspek penting pembangunan sumber daya manusia. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membentuk perilaku finansial yang sehat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan dalam jangka panjang. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 1, No Poverty, yang menekankan pentingnya upaya penghapusan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas dan edukasi masyarakat. Materi disampaikan mahasiswa Kukerta Universitas Riau dengan metode penyampaian sederhana, dan mudah dipahami anak-anak. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan lokakarya menabung kreatif, yakni praktik pembuatan celengan sebagai sarana pembelajaran aplikatif. Ketua Kelompok Kukerta Berdampak Khusus FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. “Literasi keuangan sejak dini investasi jangka panjang. Dengan membiasakan anak-anak mengelola keuangan secara sederhana, kita sedang membangun generasi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” jelasnya. Mahasiswa Kukerta berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta serta mendorong terbentuknya kebiasaan menabung di lingkungan sekolah. "Edukasi literasi keuangan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung pembangunan generasi muda yang berdaya dan berkelanjutan," terang Daffa.

TK YWKA Muara Enim Bukti Komitmen KAI Perkuat SDM Tangguh Sejak Dini Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 14 Desember 2025 | 19:20 WIB

TK YWKA Muara Enim Bukti Komitmen KAI Perkuat SDM Tangguh Sejak Dini

Palembang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat Divisi Regional III Palembang resmikan bangunan baru Taman Kanak-Kanak Yayasan Wanita Kereta Api (TK YWKA) Muara Enim. Kegiatan ini menegaskan komitmen KAI perkuat kontribusi perusahaan pada sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Januri, didampingi Executive Vice President of Project Investment PT KAI, Yudhi Hartanto, serta Ketua Umum YWKA, Sri Astuti, yang resmikan gedung baru TK YWKA. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan TK YWKA Muara Enim kini hadir dengan infrastruktur yang lebih modern, dan representatif sebagai standar layanan pendidikan usia dini. "Pembangunan baru TK YWKA Muara Enim kami siapkan dengan fasilitas yang lengkap dan sesuai prinsip keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan," ujar Aida. Fasilitas tersebut, terang Aida, meliputi ruang kelas yang luas , area bermain, toilet serta area parkir yang lebih luas. Selain peningkatan fasilitas, Aida menekankan pentingnya kualitas tenaga pendidik sebagai pilar utama pembentukan karakter, dan kompetensi anak. “Seluruh tenaga pendidik di TK YWKA merupakan guru dengan kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian yang kuat yang dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap karakter anak, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengoptimalkan potensi mereka,” jelasnya. Kata Aida, pengembangan TK YWKA ini merupakan bentuk dukungan nyata PT KAI terhadap Asta Cita Pemerintahan Presiden RI, H Prabowo yang menekankan pembangunan SDM unggul, penguatan ekonomi, dan pembangunan transportasi berkelanjutan. “Kontribusi di sektor pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. KAI tidak hanya menggerakkan transportasi, tetapi juga terlibat aktif membangun fondasi SDM masa depan,” ucap Aida.

Program Polsanak, Kasat Lantas Polres Kepulausn Meranti Ajak Anak Usia Dini Tertib Lalu Lintas Hukrim
Hukrim
Kamis, 11 Desember 2025 | 19:37 WIB

Program Polsanak, Kasat Lantas Polres Kepulausn Meranti Ajak Anak Usia Dini Tertib Lalu Lintas

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti terus perkuat edukasi keselamatan berkendara sejak usia dini. Edukasi keselamatan berkendara tersebut digelar Rabu (10/12) pukul 08.30 WIB kemarin, melalui programvPolisi Sahabat Anak (Polsanak) bersama murid TK Kemala Bhayangkari Selatpanjang di Kantor Sat Lantas Polres Kepulauan Meranti. Kegiatan ini dipimpin Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Sardianto, SE, bersama personel Satlantas lainnya. Di kegiatan tersebut, anak-anak diajak belajar mengenal fungsi polisi lalu lintas, memahami rambu-rambu jalan, serta pentingnya keselamatan berkendara. Melalui metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan, petugas memperkenalkan berbagai simbol rambu lalu lintas sekaligus memberikan contoh etika berlalu lintas yang baik. Anak-anak juga mendapat pembinaan mengenai penggunaan helm SNI, khususnya saat dibonceng sepeda motor. AKP Sardianto menjelaskan pembentukan karakter disiplin berlalu lintas perlu dilakukan sedini mungkin. “Tujuan kami untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang patuh hukum dan memiliki budaya keselamatan yang kuat,” ujarnya. Kegiatan Polsanak diharapkan mampu memberikan pemahaman awal kepada anak-anak tentang pentingnya keselamatan di jalan, sekaligus menumbuhkan kedekatan dengan institusi kepolisian. Program edukatif ini juga merupakan bagian dari upaya Polres Kepulauan Meranti untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preventif yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekolah.

Bunda PAUD Kepulauan Meranti Beri Pujian TK Aisyiyah, Panen Karya Letarikan Kuliner Lokal Sejak Dini Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 29 November 2025 | 14:26 WIB

Bunda PAUD Kepulauan Meranti Beri Pujian TK Aisyiyah, Panen Karya Letarikan Kuliner Lokal Sejak Dini

Kepulauam Meranti, katakabar.com - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun, beri apresiasi ke Aisyiyah Bustanul Athfal, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, atas suksesnya pelaksanaan kegiatan Panen Karya angkat tema pelestarian dan pengenalan warisan kuliner lokal, Sabtu (29/11). Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada pembelajaran berpusat pada anak, menyenangkan, dan bermakna. Melalui Panen Karya, peserta didik tidak hanya menampilkan hasil belajar, tetapi mengekspresikan bakat, mengasah kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini. “Kegiatan Panen Hasil Karya ini merupakan bukti nyata keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Ini bukan sekadar pameran, tetapi cerminan dari proses belajar yang memberi ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya,” ujar Hj Ismiatun. Istri Bupati Kepulauan Meranti itu sampaikan kebanggaannya kepada para pendidik dan orang tua murid yang telah berperan aktif mendukung kegiatan sekolah. Ia menilai setiap karya yang dipamerkan mencerminkan imajinasi, kemampuan motorik halus, serta kepercayaan diri anak-anak. Menurutnya, pengenalan kuliner lokal sejak dini menjadi langkah strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah. “Pelestarian warisan kuliner adalah bagian dari menjaga identitas budaya. Perkembangan dan pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya. Sementara, Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Mardani, menjelaskan Panen Karya menjadi media untuk menampilkan hasil pembelajaran siswa kepada orang tua dan masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara guru, siswa, dan wali murid. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bunda PAUD dan seluruh orang tua siswa. Sinergi dan kekompakan inilah yang membuat kegiatan Panen Karya berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya. Rangkaian kegiatan Panen Karya diisi dengan kunjungan ke bazar dan pameran karya orang tua siswa, pembagian hadiah bagi pemenang lomba, serta pemberian penghargaan kepada orang tua inspiratif yang berpartisipasi aktif dalam mendukung program sekolah.

Holding PTPN Lewat RSU Cut Meutia Ajak Masyarakat Cegah Gagal Jantung Sejak Dini Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:30 WIB

Holding PTPN Lewat RSU Cut Meutia Ajak Masyarakat Cegah Gagal Jantung Sejak Dini

Langsa, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui RSU Cut Meutia, salah satu unit layanan kesehatan di bawah PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), terus memperkuat komitmen meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kesehatan jantung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Kenali dan Cegah Gagal Jantung” yang digelar di area Poliklinik Rawat Jalan RSU Cut Meutia. Kegiatan ini berfokus pada dua kondisi umum yang sering terjadi di masyarakat, yakni Gagal Jantung dan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Dalam pemaparannya, dr. Ghazkhan Shah Ghanar, menjelaskan gagal jantung terjadi ketika otot jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Kondisi ini umumnya dipicu oleh penyempitan arteri jantung atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, sehingga membuat jantung melemah atau menjadi kaku. “Gagal jantung bukan berarti jantung berhenti bekerja, tetapi kemampuan jantung untuk memompa darah sudah menurun. Jika tidak diwaspadai sejak dini, kondisi ini bisa berujung fatal,” ujar dr. Ghazkhan. Ia menerangkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) gangguan fungsi jantung akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung, disebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah koroner. Selain memberikan pemahaman medis, dr. Ghazkhan juga mengingatkan pasien dan pengunjung untuk mengenali gejala awal serangan jantung, seperti: sesak napas yang memburuk saat beraktivitas, nyeri dada yang menjalar ke punggung, lengan, atau bahu, dan sakit kepala, pusing, atau mual yang tidak biasa. Sebagai langkah pencegahan, RSU Cut Meutia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan panduan CERDIK, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres dengan baik. Melalui kegiatan ini, RSU Cut Meutia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kronis melalui gaya hidup sehat. “Penyakit jantung bisa dicegah bila kita disiplin menjaga pola hidup sehat. Kami ingin masyarakat sadar bahwa edukasi seperti ini adalah bentuk kepedulian PTPN Group terhadap kesehatan publik,” ucap dr. Ghazkhan.

Kenali Sejak Dini Tanda-Tanda Anjing Mau Melahirkan! Kesehatan
Kesehatan
Kamis, 01 Mei 2025 | 08:10 WIB

Kenali Sejak Dini Tanda-Tanda Anjing Mau Melahirkan!

biasanya tampak turun karena anak-anak anjing sudah mulai masuk ke jalan lahir. Tips Mempersiapkan Anjing Menjelang Melahirkan - Siapkan area khusus yang tenang, bersih, dan jauh dari keramaian. - Gunakan alas yang mudah menyerap seperti Deo-Sheet dari Unicharm Pet Indonesia untuk menjaga kebersihan area melahirkan. - Pastikan ketersediaan makanan dan air di sekitar tempat melahirkan. - Sediakan nomor dokter hewan atau klinik hewan terdekat sebagai antisipasi keadaan darurat.

#SawitBaik di Bogor, Menangkal Kampanye Negatif Sawit Lewat Pendidikan Nusantara
Nusantara
Jumat, 03 November 2023 | 17:54 WIB

#SawitBaik di Bogor, Menangkal Kampanye Negatif Sawit Lewat Pendidikan

Jakarta, katakabar.com - Industri kelapa sawit punya peran penting di bidang ekonomi dan transisi energi Indonesia. Lantaran itu, dari tahun 2015 lalu mandatory biodiesel berbasis kelapa sawit telah didorong penggunaannya untuk energi baru dan terbarukan. Program itu berhasil menghemat devisa negara sebesar Rp122,65 triliun dan berkontribusi mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 27,8 juta ton CO2. Pada 2023 ini, pemerintah kembali targetkan penerapan biodiesel B35 agar dapat menghemat devisa US$10,75 miliar atau setara Rp161 triliun dan menyerap 1,65 juta tenaga kerja serta mengurangi emisi GRK sebesar 35 juta ton CO2. Sisi perekonomian, kontribusi kelapa sawit menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mata rantai distribusi dari hulu hingga hilir mencapai 6 persen hingga 7 persen ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Di mana, total produksi minyak sawit mencapai 47,4 juta ton pada 2018 lalu, dengan komposisi ekspor mencapai angka 80,7 persen dari total produksi komoditas ini. Sedang, luas kebun sawit di Indonesia telah mencapai 14,03 juta hektar dan telah meningkatkan penyerapan tenaga kerja menjadi lebih dari 16 juta orang. Komposisi itu, melipui 12 juta orang pekerja langsung dan 4 juta petani di perkebunan. Untuk ekspor kelapa sawit Indonesia secara keseluruhan, yakni Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya, biodiesel, dan oleochemical) telah dibukukan mengalami kenaikan sekitar 8 persen atau setara dari 32,18 juta ton di 2017 lalu meningkat jadi 34,71 juta ton pada 2018. Peningkatan paling signifikan secara persentase dicatatkan biodiesel Indonesia, yakni sekitar 851 persen, atau dari 164 ribu ton (2017) menjadi 1,56 juta ton (2018). Tapi, kontribusi kelapa sawit ini dinilai sejumlah pihak mengganggu eksistensi minyak nabati lainnya. Persaingan pun picu kampanye negatif dan kebijakan menghampang perdagangan untuk menahan laju perkembangan sawit. Terkait kondisi itu, melandasi pemerintah, pengusaha, dan akademisi menggelar Focus Group Discussion (FGD) #SawitBaik di Bogor, pada Kamis (2/11) kemarin. Tujuannya, untuk menyamakan persepsi kegiatan kerja sama pembentukan sikap positif masyarakat Indonesia mengenai kelapa sawit lewat sistem pendidikan yang berkelanjutan. FGD ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT DMB Global,.didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Ketua Umum Yayasan Pusat Pentaheliks Ilmuwan Pertanian Indonesia, Dr Paristiyanti Nurwardani selaku Ketua Pelaksana FGD menuturkan, kegiatan ini melibatkan 47 narasumber dan para ahli atau pakar di bidang industri kelapa sawit, ilmu sosial budaya, lingkungan, kesehatan, pendidikan, psikologi, dan komunikasi. “Peranan tenaga pendidik sangat penting guna menanamkan sikap positif kelapa sawit sejak dini. Lewat FGD, kita ingin mencari format terbaik untuk melaksanakan kampanye #Sawitbaik di kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Paristiyanti melalui keterangan resmi, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (3/11). Kampanye #SawitBaik, ujar Paristiyanti lagi, sangat diperlukan untuk menahan laju stigma negatif terhadap industri sawit di tanah air. Isu yang banyak diangkat dalam kampanye negatif saat ini mengenai lingkungan dan sosial. Kampanye negatif telah berhasil membuat stigma negatif di sebagian masyarakat Indonesia. Contoh kasus, soal ujian sekolah di Provinsi Riau tahun 2021 lalu yang dianggap telah mendiskreditkan kelapa sawit. “Kalau ini dibiarkan bakal merugikan industri kelapa sawit jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Paris, sapaan akrabnya. Peranan tenaga pendidik sangat penting, tegas Paris, untuk menanamkan sikap positif kelapa sawit sejak dini. Tenaga pendidik yang dimaksud, meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Kampanye #Sawitbaik rencananya dihelat pada 2024 mendatang, melibatkan 167 Perguruan Tinggi, satuan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Dr. Benny Bernardus, Direktur Utama PT DMB Global dan seorang ahli psikologi, menjelaskan, proses ini perlu dilakukan pada tiga kondisi utama, yakni; Pertama, pada kondisi di mana pembentukan sikap dimulai sejak usia dini, ketika pikiran masih terbuka dan belum terpengaruh kampanye negatif tentang kelapa sawit. Kedua, pada kondisi di mana seseorang sudah memiliki informasi negatif tentang kelapa sawit, dan perlu mengalami proses perubahan sikap. Ketiga pembentukan sikap positif harus dengan pendekatan holistic sehingga melibatkan berbagai ahli yang terkait. “Kita harus menjaga ketahanan industri sawit dengan melakukan berbagai program yang dapat memberikan sikap positip ke masyarakat melalui pendidikan. Kalau ini tidak terlaksana dan membiarkan serbuan kampanye negatif. Bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia diambang kehancuran," bebernya. Untuk itu, ajak Benny, mari segenap elemen bangsa turut serta sukseskan pembentukan sikap positif masyarakat Indonesia kepada industri kelapa sawit melalui sistem pendidikan yang berkelanjutan. Prof. Dr. Bustanul Arifin, selaku Komite Litbang BPDPKS dan dosen pascasarjana SB-IPB menimpali, strategi membangun reputasi kelapa sawit Indonesia ada enam, yakni terkait kecermatan keputusan dan kebijakan di dalam negeri. Adanya konsumsi biodiesel sawit Uni Eropa yang cenderung turun, kalau gugatan Indonesia ke Uni Eropa tidak dikabulkan dalam sidang WTO. Strategi lainnya, pencarian pasar CPO baru di Asia Timur, Asia Tengah dan lain-lain, pendampingan dan pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, promosi kelapa sawit sebagai investasi masa depan, benchmark untuk membangun diplomasi “sawit baik” melalui benchmark kepada Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA). “Kita mesti jaga ketahanan Industri kelapa sawit dengan melakukan berbagai program yang dapat memberikan sikap positip terhadap masayarakat melalui Pendidikan. Bila ini tidak terlaksana dan membiarkan serbuan kampanye negatif, bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia diambang kehancuran,” sebutnya pula.