Senjata

Sorotan terbaru dari Tag # Senjata

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru! Internasional
Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru!

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan 1,0 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/4) ke level US$72.258. Kenaikan ini bahkan melampaui pertumbuhan total pasar kripto yang hanya naik 0,79 persen, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, khususnya sentimen global. Lonjakan harga ini terjadi di tengah kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu reli luas pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto. Sentimen Global Jadi Pemicu Utama Kenaikan Bitcoin kali ini tidak terlepas dari pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang berlangsung selama dua minggu pada awal April 2026. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko. Efeknya terlihat jelas di berbagai pasar. Indeks S&P 500 naik 1,9 persen, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi sebesar 0,88 terhadap indeks tersebut, menegaskan bahwa pergerakan kripto saat ini sangat dipengaruhi kondisi makro global. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan peran Bitcoin sebagai aset berisiko dalam ekosistem keuangan global. “Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, bukan didorong oleh faktor fundamental internal semata,” ujar Fyqieh. Likuidasi Besar dan Breakout Teknikal Perkuat Kenaikan Selain sentimen geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta, yang memicu efek domino berupa aksi beli paksa. Tekanan beli ini semakin memperkuat momentum setelah Bitcoin berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515. Secara teknikal, indikator RSI 7 hari berada di level 67,49, yang menunjukkan tren bullish namun belum memasuki kondisi jenuh beli. Fyqieh menilai kombinasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pergerakan harga. “Likuidasi di pasar derivatif menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan. Ditambah dengan breakout di level teknikal kunci, ini memberikan validasi bahwa tren naik masih memiliki kekuatan, setidaknya dalam jangka pendek,” jelasnya. Peran Data Inflasi dan Kebijakan The Fed Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8 persen secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di level 3 persen. Stabilnya inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga tidak meningkat signifikan, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel. Tetapi, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan naik menjadi 3,3 persen secara tahunan. Data ini menjadi penting karena mencerminkan dampak langsung dari konflik geopolitik terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi. “Pasar saat ini berada dalam fase yang sensitif terhadap data ekonomi. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka narasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan bisa menekan Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan,” kata Fyqieh. Outlook Jangka Pendek: Peluang Naik Masih Terbuka Tapi Rapuh Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan selama mampu bertahan di atas level US$71.500. Jika level ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500. Tetapi, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak bertahan atau ketegangan geopolitik kembali meningkat. Dalam skenario analisis Tokocrypto, Bitcoin berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700. Fyqieh menegaskan stabilitas makro menjadi kunci utama pergerakan pasar saat ini. “Tren saat ini memang bullish, tetapi sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Investor perlu tetap waspada terhadap perubahan sentimen yang bisa terjadi dengan cepat,” ujarnya. Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bagaimana aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga refleksi dari perubahan sentimen investor terhadap risiko global. Kombinasi sentimen geopolitik, tekanan derivatif, dan dukungan teknikal, Bitcoin memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. Tetapi, ketidakpastian yang masih tinggi membuat pasar tetap berada dalam kondisi yang rapuh. Pelaku pasar diharapkan tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi global.

TNI Pastikan Keamanan Intan Jaya Pasca Kontak Senjata dengan OPM Nusantara
Nusantara
Minggu, 18 Mei 2025 | 09:05 WIB

TNI Pastikan Keamanan Intan Jaya Pasca Kontak Senjata dengan OPM

Jakarta, katakabar.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi pastikan kondusifitas khususnya keamanan masyarakat di enam Desa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, paska kontak senjata yang menewaskan 18 orang anggota kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM. “Insya Allah wilayah khususnya masyarakat di Desa Bambu Kuning, Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba di Distrik Sugapa Papua Tengah, aman,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis, (15/5) lalu. Kata Bambang, insiden yang menewaskan 18 Anggota OPM, bermula saat Pasukan TNI pada Rabu pagi, 14 Mei 2025, masuk ke Desa Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba, untuk melakukan misi damai berupa pelayanan serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. TNI mensosialisasikan rencana pembangunan jalan ke Hitadipa agar tersambung dengan desa-desa lainnya, untuk mempercepat tumbuh kembang sosial ekomomi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah. “Kami bersyukur, masyarakat tidak terpengaruh fitnah yang disebar OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker, yang menyebut kedatangan TNI dapat mengancam nyawa masyarakat,” jelas Bambang. Lantaran gagal memprovokasi dan memanipulasi masyarakat, OPM menjadikan warga sebagai tameng hidup saat berhadapan dengan TNI. Itu sebabnya, Bambang memastikan tidak ada satupun masyarakat yang menjadi korban dalam upaya pemulihan kondusifitas wilayah di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, yang dilakukan TNI dengan profesional, terukur dan menjunjung tinggi HAM.