Bantah Sasar Sipil, India Tegaskan Serangan ke Target Terorisme
New Delhi, katakabar.com - Pemerintah India menyatakan serangan udara yang dilakukan pada 7 Mei 2025 lalu respons atas serangan teroris di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April 2025 lalu. Di pernyataan resminya, Foreign Secretary India Vikram Misri menekankan, serangan India bersifat terukur dan hanya menargetkan infrastruktur yang diduga digunakan kelompok teror, bukan wilayah sipil atau situs keagamaan. Pernyataan ini disampaikan menyusul tuduhan dari Pakistan bahwa serangan tersebut menimbulkan korban sipil dan merusak fasilitas umum. India membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa seluruh target telah dipilih secara cermat berdasarkan informasi intelijen. Misri menyebut, kelompok The Resistance Front (TRF), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan Pahalgam, memiliki keterkaitan dengan kelompok terlarang Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan. Ia menyampaikan bahwa India akan memperbarui informasi kepada badan sanksi PBB terkait hal ini. Menanggapi usulan Pakistan untuk membentuk tim investigasi bersama, India menyatakan keraguannya. Berdasarkan pengalaman masa lalu, seperti kasus Mumbai 2008 dan Pathankot 2016, yang dinilai tidak menunjukkan kemajuan berarti penegakan hukum. India membantah telah menyerang fasilitas infrastruktur strategis seperti bendungan di wilayah Pakistan. Mengenai Perjanjian Air Indus, India menegaskan situasi keamanan dan perubahan kondisi telah mendorong perlunya evaluasi ulang terhadap kesepakatan yang sudah berlangsung lebih dari enam dekade. Pemerintah India menutup pernyataannya dengan menegaskan pihaknya tidak berniat melakukan eskalasi, namun siap merespons setiap ancaman yang muncul.