Startup

Sorotan terbaru dari Tag # Startup

GS Volume 28 Bahas Peluang Kolaborasi Startup dan Korporasi di PK dan CE 2026 Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 02 November 2025 | 19:00 WIB

GS Volume 28 Bahas Peluang Kolaborasi Startup dan Korporasi di PK dan CE 2026

Jakarta, katakabar.com - LindungiHutan kembali gelar Green Skilling Vol. 28 bertajuk “Carbon Innovation Landscape 2026: Peluang Startup & Corporate di Circular Economy & Carbon Market”, Kamis (30/10) lalu. Diskusi ini soroti arah baru inovasi karbon di Indonesia menjelang 2026, dengan fokus pada kolaborasi strategis antara startup hijau, dan korporasi besar dalam membangun ekonomi sirkular dan pasar karbon yang kredibel. Webinar ini menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, di antaranya LindungiHutan, PT Biro Karbon Nusantara, dan AFS Lawyer Partnership, serta Asosiasi Ahli Karbon Indonesia (Aceksi). Diskusi menyoroti potensi, tantangan, dan strategi dalam memperkuat ekosistem inovasi karbon di Indonesia, mulai dari penerapan teknologi hijau, regulasi baru, hingga model kolaborasi yang dapat mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sejak berdiri pada 2016 silam, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di berbagai daerah di Indonesia. Platform digital ini memungkinkan donatur untuk memantau pertumbuhan pohon secara real-time dan turut berpartisipasi dalam upaya penyerapan karbon melalui fitur seperti Imbangi (kalkulator karbon) dan Kolaboratory (platform kolaborasi hijau bagi brand dan korporasi). Model berbasis transparansi ini menjadi contoh nyata bagaimana startup lingkungan dapat membangun kepercayaan publik dan memperluas dampak sosial-ekologis melalui teknologi. Sementara, PT Biro Karbon Nusantara memaparkan praktik bisnis sirkular melalui proyek biogas bersertifikat Gold Standard yang mengubah limbah organik menjadi energi dan pupuk organik. Model ini tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui energi terbarukan dan kredit karbon. Pada sesi diskusi, para panelis menyoroti pentingnya regulasi baru Perpres 110 Tahun 2025 yang menggantikan Perpres 98 Nomor 2021, memperkuat pasar karbon sukarela, dan memperkenalkan registri baru untuk kredit karbon. Regulasi ini diharapkan meningkatkan transparansi dan integrasi standar internasional seperti Article 6 dari Paris Agreement. Diskusi juga membahas peluang besar bagi startup dalam mengembangkan teknologi pengukuran dan verifikasi digital (digital MRV), teknologi penghilangan karbon seperti Biochar dan Carbon Capture and Storage (CCS), serta model bisnis inovatif seperti carbon collaboration as a service yang memungkinkan startup dan korporasi berbagi peran dalam mitigasi emisi. Kolaborasi antara startup dan korporasi dinilai menjadi kunci akselerasi transisi hijau. Model co-development project dan green investment memungkinkan startup melakukan uji coba teknologi dengan dukungan dana dan jaringan korporasi, sementara korporasi memperoleh manfaat reputasi, pengurangan risiko, serta kontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission. Para narasumber menegaskan kredit karbon seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti, upaya pengurangan emisi langsung. Transparansi data, verifikasi independen, dan pelaporan terbuka menjadi syarat utama agar pasar karbon Indonesia tetap kredibel dan terhindar dari praktik greenwashing.

Green Skilling #28 Bahas Peluang Startup dan Korporasi di Circular Economy dan Pasar Karbon 2026 Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Green Skilling #28 Bahas Peluang Startup dan Korporasi di Circular Economy dan Pasar Karbon 2026

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan hadirkan lagi Green Skilling edisi ke 28 bertajuk “Carbon Innovation Landscape 2026: Peluang Startup & Corporate di Circular Economy & Carbon Market”, yang akan digelar Kamis, 30 Oktober 2025 kemarin. Webinar ini mengupas tuntas tren inovasi karbon global dan nasional, serta bagaimana startup dan korporasi dapat berkolaborasi membangun ekosistem bisnis rendah emisi yang kredibel dan berdampak. Menuju tahun 2026, isu inovasi karbon kian menjadi sorotan dunia. Data dari World Bank (2024) menunjukkan pasar karbon global telah tumbuh hingga lebih dari US$ 100 miliar dan diprediksi akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, seiring meningkatnya regulasi dan komitmen perusahaan terhadap target net zero emission. Indonesia sendiri memiliki potensi besar, terutama melalui kekayaan hutan tropis dan ekosistem karbon biru seperti mangrove yang mampu menyerap hingga 1.500 ton karbon per hektare (Kementerian KLHK, 2023). Tetapi, tantangan masih besar. Banyak perusahaan belum memahami bagaimana mengintegrasikan inovasi karbon ke dalam model bisnis mereka. Di sisi lain, startup teknologi hijau menghadapi kesulitan dalam pendanaan dan kemitraan jangka panjang. Green Skilling #28 hadir untuk menjembatani dua dunia ini, yakni antara inovasi teknologi dengan kebutuhan korporasi dan arah kebijakan nasional. “Kolaborasi antara startup dan corporate adalah kunci untuk membangun ekosistem inovasi karbon yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya mengurangi emisi; kita perlu menciptakan model bisnis baru yang memutar kembali sumber daya, mengubah limbah menjadi nilai ekonomi, dan mendukung circular economy,” ujar Dara, Event Organizer LindungiHutan melalui keterangan tertulisnya. Acara ini menampilkan dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan perspektif dari startup founder di bidang circular economy dan carbon tech, yang akan membahas potensi teknologi daur ulang, bio-material, dan platform digital dalam mendukung carbon trading. Sesi berikutnya diisi oleh corporate sustainability leader dan investor, yang akan mengulas strategi perusahaan besar dalam mendorong inovasi karbon serta peran investasi hijau dalam membangun pasar karbon Indonesia. Selain diskusi utama, peserta mendapatkan wawasan tentang peta jalan (roadmap) menuju Carbon Innovation Landscape 2026, termasuk tren regulasi, peluang pendanaan startup hijau, dan strategi pengembangan open innovation lintas sektor.

Japan Tech Indonesia 2025 Peluang Baru Bersama Startup dan Industri Jepang di Indonesia Internasional
Internasional
Kamis, 09 Oktober 2025 | 09:00 WIB

Japan Tech Indonesia 2025 Peluang Baru Bersama Startup dan Industri Jepang di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Japan Tech Indonesia 2025 bakal pertemukan startup, inovator, dan pemimpin industri Jepang dan Indonesia untuk menggali peluang kolaborasi di bidang AI, blockchain, dan transformasi digital. Japan Tech Indonesia 2025 akan menjadi konferensi teknologi yang diadakan pada 21 Oktober 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Acara ini akan mempertemukan startup, inovator, dan pemimpin industri dari Jepang dan Indonesia untuk menggali peluang kolaborasi dan mempercepat perkembangan teknologi, termasuk dalam bidang AI, blockchain, transformasi digital, dan lainnya. Acara ini ditujukan untuk para profesional di bidang IT dan Product Development yang ingin membuka peluang baru dengan startup atau industri Jepang yang sedang berkembang di Indonesia. Japan Tech Indonesia 2025 akan menyediakan peluang jaringan, presentasi produk digital terbaru, serta insights langsung dari para pemimpin industri yang memimpin inovasi global. Beberapa hal bakal ditemukan di acara ini adalah: - Sesi Keynote dari pemimpin pemikiran Jepang dan Indonesia yang berbicara tentang peluang bisnis dan teknologi terbaru - Pameran produk digital dari startup Jepang yang berinovasi di sektor AI, CRM, SaaS, dan teknologi transformasi digital lainnya - Sesi Networking yang dirancang khusus untuk perusahaan, startup, dan investor yang ingin menjalin kolaborasi di Indonesia - Workshop eksklusif yang membahas tren dan peluang teknologi terbaru dalam pengembangan bisnis Panel Discussion: 'Transforming B2B Tech through Innovation, Efficiency, and Strategic Leadership' Di acara ini, akan ada sesi Panel Discussion yang sangat dinantikan, yang akan mengupas topik terkait transformasi teknologi B2B, dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan kepemimpinan strategis. Panel ini akan diisi oleh Yuiichiro Sasaki, Founder of VRIGroup dan VP Global Business Dept at RevComm, bersama Harutoshi Tanaka, SVP Corporate Finance and Development at Mekari. Diskusi ini akan dipandu oleh Ika Sastrosoebroto, seorang Moderator dari Prominent Public Relations. “Kami membawa para pemimpin inovasi dari Jepang untuk berbagi pengalaman mereka dalam membangun startup dan ekosistem teknologi yang sukses,” kata Ferry Bayu, Co-Founder di VRIGROUP. “Acara ini adalah kesempatan langka bagi mereka yang ingin menjalin hubungan dan membuka peluang dengan perusahaan teknologi Jepang yang berkembang pesat di Indonesia,” jelasnya. Exhibitors: 1. Michiru Co., Ltd. Didirikan pada 2018, Michiru menawarkan solusi perangkat lunak seperti MICHIRU RPA dan MICHIRU OCR untuk membantu bisnis mengotomatisasi proses dan meningkatkan efisiensi. 2. Kintone Corporation Platform kolaborasi berbasis cloud yang memungkinkan tim mengelola data, tugas, dan komunikasi dalam satu tempat terpusat. 3. HENNGE K.K. Perusahaan SaaS asal Jepang yang menyediakan solusi keamanan dan produktivitas berbasis cloud untuk membantu organisasi menghadapi tantangan digital. 4. SOFTBRAIN Co., Ltd. Perusahaan CRM berbasis cloud dan otomatisasi penjualan. Dipercaya oleh lebih dari 7.500 perusahaan di Jepang, platform unggulan mereka e-Sales Manager membantu bisnis menyederhanakan proses penjualan, mengoptimalkan hubungan pelanggan, dan meningkatkan produktivitas. 5. Giftee, Inc. Platform e-gifting terdepan yang menawarkan solusi hadiah digital untuk memperkuat hubungan melalui pengalaman memberi hadiah yang praktis dan lancar. 6. Cacco, Inc. Berfokus pada solusi berbasis algoritma untuk deteksi penipuan, konsultasi pembayaran, serta layanan data science. 7. Asuene, Inc. Perusahaan teknologi yang menyediakan layanan akuntansi karbon berbasis cloud dan konsultasi ESG untuk membantu bisnis mengelola dampak lingkungan mereka. 8. Josys, Inc. Platform manajemen SaaS yang menyederhanakan operasional IT, memungkinkan bisnis mengelola perangkat dan aplikasi SaaS dengan mudah.

Muslim AI Companion Resmi Sebagai Halal Startup oleh Hasan.VC Internasional
Internasional
Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Muslim AI Companion Resmi Sebagai Halal Startup oleh Hasan.VC

keuntungan besar, meliputi Mentorship Strategis Selama lima minggu, startup akan dibimbing oleh mentor global di bidang AI, bisnis, dan etika. Refinement Produk Aplikasi akan dipoles lebih lanjut agar relevan dengan kebutuhan global dan memenuhi ekspektasi investor. Jaringan Investor Terhubung ke lebih dari 500 angel investors dan venture capital yang fokus pada solusi halal dan etis.

Mahasiswa Satu University Belajar dari Pelaku Industri Startup Digital Default
Default
Sabtu, 14 Juni 2025 | 08:20 WIB

Mahasiswa Satu University Belajar dari Pelaku Industri Startup Digital

Jakarta, katakabar.com - Industry Visit INDIGO 2025 menunjukkan Satu University terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, dan relevan dengan tantangan industri saat ini. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat wirausaha digital dan membuka jalan bagi lahirnya para founder masa depan dari lingkungan kampus. Sebagai bagian dari komitmen untuk menghubungkan dunia akademik dengan industri, Satu University gelar kegiatan Industry Visit. Kali ini membawa mahasiswa ke Indigo by Telkom Indonesia, inkubator startup digital terkemuka di Indonesia. Usung tema “From Ideas to Impact: Journey of Future Founders”, kunjungan ini diikuti mahasiswa dari tiga program studi, yakni Desain Komunikasi Visual atau DKV, Informatika, dan Sistem Informasi, yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap dunia startup dan inovasi digital. Acara yang berlangsung Senin (26/5) dari pukul 14.00 hingga 16.15 WIB lalu di Indigo Space, Bandung, menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Lusia Elsa Dika Damayanty Business and Community Lead - Indigo pada sesi pembuka. Lusia membagikan pengalaman tentang bagaimana Indigo membina berbagai startup digital dari tahap ide hingga menjadi bisnis berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya validasi pasar, kolaborasi tim, dan keberanian untuk gagal sebagai bagian dari proses bertumbuhnya seorang founder. Sedang, Nida Khairunnisa Kusumawardhani Manager of Product and Curriculum - Educourse.id Nida membagikan kisah perjalanannya membangun produk edtech dari nol. Mahasiswa mendapatkan wawasan langsung tentang product development, design thinking, hingga bagaimana menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Belajar di Lingkungan Inovatif Bertempat di Indigo Space, mahasiswa tidak hanya mengikuti sesi seminar, tetapi juga berkesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan kerja kreatif khas startup digital. Suasana kolaboratif dan teknologi yang digunakan di Indigo memberikan inspirasi bagi mahasiswa tentang bagaimana dunia kerja digital saat ini berlangsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan karier dan inovasi mahasiswa di Satu University. Dengan interaksi langsung bersama pelaku industri, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan praktis, tapi didorong untuk mulai merancang ide-ide inovatif yang bisa dikembangkan menjadi produk digital masa depan. Industry Visit Indigo 2025 menunjukkan Satu University terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan tantangan industri saat ini.

Ide Bisnis Startup di Indonesia: Panduan Buat Warga Negara Asing Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:05 WIB

Ide Bisnis Startup di Indonesia: Panduan Buat Warga Negara Asing

Jakarta, katakabar.com - Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menawarkan lingkungan dinamis untuk pertumbuhan kewirausahaan. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, penetrasi internet yang meningkat, dan kelas menengah yang berkembang, negara ini menyediakan pasar luas bagi usaha inovatif. Baik Anda tertarik pada teknologi, pertanian, layanan, atau bisnis berkelanjutan, terdapat berbagai ide bisnis startup yang menjanjikan di Indonesia. Bagi warga negara asing, Indonesia menyajikan peluang sekaligus persyaratan regulasi tertentu. Memahami iklim bisnis, kewajiban hukum, dan perilaku pasar sangat penting sebelum memulai. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu diketahui oleh warga negara asing dan menawarkan ide-ide bisnis startup yang layak dan menjanjikan di Indonesia. Memahami Pasar Indonesia Demografi dan Penetrasi Digital Indonesia memiliki populasi muda yang melek teknologi. Lebih dari 70 persen penduduk menggunakan internet, dan e-commerce berkembang pesat. Ide bisnis startup yang berfokus pada solusi mobile, e-commerce, atau logistik dapat berkembang dengan eksekusi yang tepat. Konsumen modern Indonesia menghargai kenyamanan, keterjangkauan, dan kepercayaan. Warga negara asing sebaiknya mempertimbangkan ide bisnis startup yang melokalisasi layanan atau produk untuk menyesuaikan dengan nuansa budaya, ekspektasi harga, dan perilaku digital. Memulai bisnis sebagai warga negara asing memerlukan pendaftaran hukum melalui PT PMA (Perusahaan Penanaman Modal Asing). Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam pendaftaran perusahaan di Indonesia, CPT Corporate dapat membimbing Anda melalui: 1. Mendirikan entitas PT PMA 2. Memahami batas kepemilikan asing 3. Memperoleh izin usaha yang diperlukan 4. Pendaftaran dan kepatuhan pelaporan pajak Jika Anda memiliki ide bisnis startup tetapi tidak yakin bagaimana menangani hambatan birokrasi, CPT Corporate memastikan masuk ke pasar Indonesia berjalan lancar.

Dorong Inovasi Generasi Muda, Yume Pro dan KAJI Taja Startup Competition Pelajar dan Mahasiswa Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 20 April 2025 | 20:18 WIB

Dorong Inovasi Generasi Muda, Yume Pro dan KAJI Taja Startup Competition Pelajar dan Mahasiswa

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, Yume Pro atau Dream Fulfilment Project salah satu komunitas bisnis pelajar terbesar di Asia, berkolaborasi dengan KAJI atau Komunitas Alumni Jepang di Indonesia taja World Student Pitch atau WSP oleh Yume Pro X Kaji, yakni acara Business Presentation Competition khusus untuk pelajar dan mahasiswa, pada 21 April 2025 di Kijang Function Chamber, Universitas Binus Kampus Kijang, Kemanggisan, Jakarta Barat. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat. Peserta ditantang untuk merancang dan mempresentasikan startup mereka di hadapan para juri yang berasal dari kalangan profesional, investor, dan praktisi industri. “Melalui kompetisi ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi mereka dalam menciptakan solusi kreatif bagi tantangan di masa depan,” ujar perwakilan dari Yume Pro. Kolaborasi dengan KAJI memperkuat jaringan dukungan dan inspirasi dari alumni Jepang yang telah berkiprah di berbagai bidang. Acara yang didukung Jetro, Binus University dan Marvin Foundation, ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan networking, di mana peserta akan mendapatkan pembekalan berupa workshop dan sesi mentoring dari para ahli. Salah satu perwakilan dari Tim terbaik akan berkesempatan untuk menjadi tamu pembicara di Ajang Pitching Contest bergengsi yang akan diselenggarakan di IVS Kyoto Japan pada 2 Juli 2025 selain mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp20 juta. Seluruh peserta berkesempatan mendapatkan pendampingan bisnis, dan akses ke berbagai peluang pengembangan startup mereka.

Telkom Indonesia Fasilitasi Kolaborasi Startup dan Industri Pengembangan Solusi Berbasis AI Tekno
Tekno
Jumat, 28 Maret 2025 | 20:40 WIB

Telkom Indonesia Fasilitasi Kolaborasi Startup dan Industri Pengembangan Solusi Berbasis AI

Yogyakarta, katakabar.com - Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dan bersaing di pasar global. Di antara tantangan utama saat ini adalah pemanfaatan akal imitasi (AI) untuk menyusun pesan bisnis yang tidak hanya efektif, tapi relevan dengan kebutuhan audiens. Meski potensi AI sangat besar mendukung pertumbuhan bisnis, banyak pelaku usaha di Indonesia masih menghadapi kendala mengintegrasikan teknologi ini ke dalam strategi komunikasi mereka. Melihat urgensi tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo, menghadirkan AI-Powered Writing: Crafting Impactful Messages for Business & Beyond. Acara di Yogyakarta ini dihadiri sebanyak 30 peserta dari berbagai latar belakang profesional. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha dengan keterampilan menggunakan AI dalam menyusun materi bisnis, mulai dari deskripsi produk hingga strategi pemasaran yang lebih efektif. Co-Founder DF Labs, Almer Akbar menekankan, acara ini memberikan peserta kesempatan untuk mendalami potensi AI dalam mendukung komunikasi bisnis. Peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai bagaimana AI dapat membantu menganalisis tren pasar, memprediksi preferensi audiens, dan menghasilkan narasi yang lebih tepat sasaran. "Melalui workshop interaktif, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan penggunaan tools AI menyusun salinan bisnis, pitch deck, serta deskripsi produk yang lebih profesional," ujar Akbar. Selain itu, kata Akbar, sesi networking menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar ide dan membangun kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi serupa. membuka peluang bagi peserta untuk berbagi wawasan dan membangun kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi serupa. Dengan pendekatan ini, AI diharapkan dapat diadopsi secara lebih praktis dan memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka.

Buka Akses Pendanaan Startup dan UMKM Indigo Roadshow Meet The Investor#2 di Yogyakarta Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 08 Maret 2025 | 19:58 WIB

Buka Akses Pendanaan Startup dan UMKM Indigo Roadshow Meet The Investor#2 di Yogyakarta

Yogyakarta, katakabar.com - Indigo bersama Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya dan Innovative Academy Universitas Gajah Mada fasilitasi koneksi antara startup, investor, dan pelaku bisnis dalam satu acara. Indigo, inkubator dan akselerator startup digital milik Telkom Indonesia, kembali menegaskan komitmennya mendukung perkembangan ekosistem startup Tanah Air. Bersama Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya dan Innovative Academy Universitas Gajah Mada, Indigo sukses menyelenggarakan acara Roadshow Meet The Investor#2 - Get Your First Funding di Social Village, Yogyakarta, Kamis (21/2) lalu, Kegiatan ini dihadiri lebih dari 60 pelaku startup, UMKM, dan mahasiswa yang antusias mempelajari strategi meraih pendanaan pertama. Platform Kolaborasi Lintas Sektor Acara Meet The Investor#2 dirancang sebagai platform kolaborasi lintas sektor untuk menghubungkan pelaku bisnis dengan investor potensial. Ketua Panitia, Rizky Pratama, menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemaparan teori, tapi memberikan ruang bagi peserta untuk terlibat langsung dalam diskusi interaktif. “Selain sesi presentasi dari narasumber, kami juga menyediakan sesi tanya jawab dan networking . Peserta diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli tentang tantangan yang mereka hadapi dalam mencari pendanaan,” ujarnya.

Taja Workshop AI Startup,  Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital di Aceh Nasional
Nasional
Sabtu, 08 Maret 2025 | 09:57 WIB

Taja Workshop AI Startup, Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital di Aceh

Aceh, katakabar.com - Telkom Indonesia taja workshop AI yang memberikan wawasan baru bagi pada founder startup digital di Aceh dengan menghadirkan Founder Startup Qasir.id Indigo, program inkubasi dan akselerasi startup digital milik Telkom Indonesia, sukses menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Startup dan Bisnis Digital” di IndigoSpace Aceh, Rabu (19/2) lalu Acara ini menghadirkan Novan Adrian, salah satu Founder Qasir.id, sebagai narasumber utama. Workshop ini dihadiri puluhan pelaku usaha rintisan (startup), baik yang berbasis digital maupun non-digital, dari berbagai sektor usaha di Aceh. Novan Adrian memaparkan secara mendalam bagaimana teknologi AI dapat menjadi solusi bagi tantangan operasional yang dihadapi startup, terutama dalam kondisi tech winter.