Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta Bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh Nasional
Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 18:10 WIB

Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta Bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program PU Peduli salurkan donasi senilai lebih dari Rp600 juta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PU yang terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan pembangunan tidak hanya diukur dari kekuatan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kehadiran negara dalam melindungi dan menguatkan rakyatnya, termasuk aparatur sipil negara. "Penyaluran bantuan kepada ASN Kementerian PU merupakan wujud kehadiran negara sekaligus penguatan solidaritas internal kementerian dalam melindungi aparatur yang menjadi bagian dari sistem pelayanan publik," ujar Dody. Ia menjelaskan, penanganan pascabencana di wilayah Sumatera tersebut menjadi momentum bagi Kementerian PU untuk menerapkan filosofi Build Back Better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, tangguh, dan adaptif terhadap risiko bencana di masa depan. Filosofi tersebut tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, melainkan juga pada penguatan ketahanan kelembagaan. "Donasi ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan tersebut. Setiap ujian harus menjadi titik balik untuk menjadikan kita lebih kuat, lebih siap, dan lebih bersatu," ucapnya. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Apri Artoto, merinci dana bantuan tersebut disalurkan secara proporsional sesuai dengan tingkat kerusakan hunian para pegawai. Tercatat ada sebanyak 187 ASN terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 135 rumah pegawai mengalami rusak sedang, 38 rumah rusak ringan, dan 14 rumah rusak berat. "Selain itu, terdapat 57 ASN lainnya yang sedang dalam proses verifikasi data," beber Apri Artoto. Saat penyerahan bantuan yang langsung dilakukan Menteri PU (27/2) lalu, sebanyak 10 perwakilan ASN Kementerian PU hadir secara langsung. Sementara 177 ASN lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Apri Artoto menyampaikan program PU Peduli yang menghimpun dana hingga lebih dari Rp600 juta ini bukan sekadar pemberian dukungan material, melainkan wujud tanggung jawab institusi kepada keluarga besar Kementerian PU yang tengah menghadapi musibah. Kementerian PU berharap penyaluran donasi tersebut dapat meringankan beban para ASN Kementerian PU dan memacu kembali semangat mereka untuk melayani masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

ASRI Salurkan Bantuan Pemulihan Bencana Sumatra Lewat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Nasional
Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 17:00 WIB

ASRI Salurkan Bantuan Pemulihan Bencana Sumatra Lewat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Wujud Solidaritas Keluarga Besar ASRI dan ASRI Living Members untuk Pemulihan Sumatra lewat Yayasan Buddha Tzu chi ASRI kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyerahan bantuan pemulihan bencana banjir di Sumatra. Bantuan ini hasil kolaborasi dan kepedulian dari Keluarga Besar ASRI serta komunitas ASRI Living Members, yang disalurkan lewat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mendukung pembangunan rumah tapak bagi warga terdampak. Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga dan infrastruktur sekitar. Melihat kebutuhan mendesak akan tempat tinggal yang layak dan aman, ASRI bersama komunitasnya berinisiatif menggalang dukungan untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sebagai perusahaan pengembang properti yang berfokus pada pembangunan kawasan mixed-use dan gaya hidup berkelanjutan, ASRI memandang hunian bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi kehidupan yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan baru. Melalui inisiatif ini, ASRI ingin menghadirkan kembali rasa aman tersebut bagi keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Bantuan yang disalurkan akan difokuskan pada pembangunan rumah tapak yang dirancang untuk memberikan hunian permanen dan layak bagi para korban terdampak. Proses pembangunan dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sebuah organisasi kemanusiaan yang telah lama dikenal atas dedikasinya dalam penanganan bencana, pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan di Indonesia. Didirikan sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan global Tzu Chi Foundation, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia aktif memberikan bantuan tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang di berbagai wilayah terdampak bencana di Tanah Air. Pendekatan mereka yang terstruktur, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan menjadikan yayasan ini mitra strategis dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata. Manajemen ASRI menyampaikan inisiatif ini merupakan wujud nyata nilai kepedulian dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari budaya perusahaan. “Kami percaya membangun berarti menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Melalui kolaborasi ini, kami ingin turut mengambil bagian dalam membangun kembali harapan dan masa depan saudara-saudara kita di Sumatra,” ujar Troy Fridatama, GM Business Development and Public Relations ASRI. Partisipasi ASRI Living Members dalam penggalangan bantuan ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas komunitas yang tumbuh bersama ekosistem properti ASRI. Dukungan yang terhimpun menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan gotong royong dapat menghadirkan perubahan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ke depan, ASRI berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan ruang hidup yang tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang positif bagi masyarakat luas.

MyRepublic Air Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Sumatra Sumut
Sumut
Minggu, 22 Februari 2026 | 15:35 WIB

MyRepublic Air Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Sumatra

Medan, katakabar.com - MyRepublic Air, layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. MyRepublic Indonesia secara resmi melaksanakan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Medan. Keberhasilan ULO ini menandai kesiapan MyRepublic Air untuk beroperasi secara resmi sebagai layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. Pelaksanaan ULO MyRepublic Air di Medan dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Layanan Ekosistem Digital Komdigi, Geryantika Kurnia, Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Komdigi, Dany Suwardany A, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Jendral Kementrian Komdigi, Radita Ajie, serta Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, dan Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan. Proses Uji Laik Operasi dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai prasyarat operasional layanan FWA, guna memastikan kesiapan jaringan, kualitas layanan, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku sebelum layanan dioperasikan secara komersial. Dari hasil pengujia menunjukkan, MyRepublic Air dinyatakan lulus Uji Laik Operasi dan memenuhi standar kualitas layanan serta regulasi teknis dan operasional yang ditetapkan. Layanan ini juga mampu melampaui standar minimum kecepatan unduh yang dipersyaratkan regulator, dengan capaian hingga 100 Mbps, sehingga secara resmi berhak memperoleh lisensi operasional sebagai penyedia layanan FWA. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menyampaikan pelaksanaan ULO di Medan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Sumatra. “Kami melihat potensi besar di Pulau Sumatra, baik dari sisi masyarakat, pelaku usaha, maupun sektor pendidikan. Kehadiran MyRepublic Air di Medan menjadi langkah nyata untuk memperluas akses internet berkualitas yang dapat mendorong produktivitas dan transformasi digital di berbagai sektor,” kata Timotius. Sementara, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa Uji Laik Operasi mencakup pengujian menyeluruh terhadap performa jaringan, stabilitas koneksi, latensi, serta kualitas layanan end-to-end sesuai parameter teknis yang ditetapkan regulator. “Pelaksanaan ULO di Medan menjadi bagian dari strategi ekspansi nasional MyRepublic Air. Dengan kesiapan teknis yang telah terverifikasi, kami optimistis layanan FWA ini dapat diperluas secara terukur dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera,” jelas Hendra. MyRepublic Air hadir sebagai solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Melalui pelaksanaan ULO di Medan, MyRepublic Indonesia semakin menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet nasional. Setelah Sulawesi dan kini Sumatra, MyRepublic Air akan terus diperluas secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia guna menghadirkan konektivitas yang andal dan terjangkau bagi masyarakat. Pelaksanaan ULO ini tahapan lanjutan setelah MyRepublic Indonesia resmi membuka pra-registrasi MyRepublic Air sebagai layanan internet FWA terbaru untuk masyarakat. MyRepublic Air siap menjadi solusi konektivitas berbasis FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp100 ribuan per bulan. Layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan alternatif akses internet berkualitas, khususnya di area yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik. Cara Pra-Registrasi MyRepublic AirMasyarakat yang ingin menjadi bagian dari layanan ini dapat melakukan pra-registrasi MyRepublic Air dengan mudah: 1) Akses situs resmi myrepublic.co.id/air 2) Lengkapi data diri yang dibutuhkan 3) Lakukan verifikasi melalui OTP 4) Cek email konfirmasi sebagai tanda pendaftaran berhasil Dengan ini, MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet di Indonesia melalui kehadiran MyRepublic Air berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Dengan kesiapan jaringan, MyRepublic Air siap tersedia secara bertahap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, guna menghadirkan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di lebih banyak daerah.

Periksa 40 Saksi, Polda Riau Buru Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan Hukrim
Hukrim
Kamis, 19 Februari 2026 | 17:43 WIB

Periksa 40 Saksi, Polda Riau Buru Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan

Pekanbaru, katakabar.com - Penyelidikan kasus kematian gajah Sumatera yang ditemukan tewas di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, terus diintensifkan. Hingga saat ini, sebanyak 40 saksi telah diperiksa oleh penyidik untuk mengungkap pelaku perburuan satwa dilindungi tersebut. Peristiwa kematian gajah liar itu menyita perhatian publik setelah bangkainya ditemukan warga pada Senin (2/2) malam. Kondisi satwa dilindungi tersebut sangat mengenaskan, dengan sebagian bagian kepala hilang, mulai dari mata, belalai, hingga kedua gadingnya. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus perburuan satwa dilindungi tersebut. Ia menyebut, penanganan perkara menjadi perhatian serius dan dilakukan secara intensif oleh jajaran Polres Pelalawan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus. “Polda Riau berkomitmen penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi. Kasus ini menjadi atensi serius dan akan kami ungkap secara profesional,” ujar Pandra, Kamis (19/2). Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Ade Kuncoro dan Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara menjelaskan, puluhan saksi yang telah dimintai keterangan terdiri dari petugas keamanan perusahaan, karyawan yang bekerja di areal konsesi, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan tempat bangkai gajah ditemukan. Penyidik juga mendalami kemungkinan keterkaitan sejumlah pihak dengan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi, termasuk dugaan jaringan penjualan gading gajah. Dalam proses penyelidikan, kepolisian mengedepankan metode scientific crime investigation dengan melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan tim Laboratorium Forensik. Tim gabungan telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk memastikan penyebab kematian satwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kematian gajah dipastikan akibat tembakan senjata api yang mengenai bagian tengkorak atau batok kepala. Temuan ini sekaligus menepis dugaan awal adanya unsur keracunan atau paparan zat berbahaya di sekitar lokasi. Dari keterangan para saksi, penyidik menyebut penanganan perkara mulai menunjukkan titik terang. Polda Riau menegaskan, pelaku perburuan satwa dilindungi akan dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara serta denda ratusan juta rupiah. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah perburuan liar dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat Polri 110. Pihak kepolisian memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka dan proses pengungkapan kasus akan terus dilakukan secara bertahap hingga para pelaku berhasil ditangkap.

Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera Nasional
Nasional
Jumat, 30 Januari 2026 | 15:00 WIB

Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1). Di pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor oleh Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis guna memulihkan infrastruktur dasar dan aktivitas masyarakat. Di rapat kerja itu, Dody menyampaikan pemerintah telah bergerak cepat merespons bencana tersebut. Kementerian PU mengerahkan lebih dari 1.377 personel internal, termasuk 402 Generasi Muda PU, serta memperoleh dukungan langsung dari 1.366 personel TNI dan masyarakat. Di lapangan, Kementerian PU juga memobilisasi 1.937 alat berat, 500 unit sarana prasarana pendukung, dan 6.352 bahan material untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak. "Sejak 12 Desember 2025 lalu, kami juga telah meluncurkan program padat karya dengan melibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat," jelas Dody. Data rekapitulasi per 27 Januari 2026 menunjukkan, penanganan di bidang Bina Marga telah menunjukkan hasil positif. Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang terdampak bencana telah berhasil dipulihkan dan fungsional. Seluruh infrastruktur konektivitas tersebut tercatat telah mencapai kondisi fungsional 100 persen per 30 Desember 2025. Kondisi ini menjadi tonggak penting untuk memastikan jalur distribusi logistik ke wilayah terdampak. Pada sektor Sumber Daya Air (SDA), penanganan difokuskan pada 31 daerah irigasi kewenangan pusat dan 7 daerah irigasi kewenangan daerah. Saat ini, progres rehabilitasi irigasi mencapai 23 persen. Di sektor ini, Kementerian PU berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memprioritaskan jaringan irigasi yang mengairi sawah-sawah yang telah memasuki masa tanam. Untuk penanganan sungai, fokus utama adalah normalisasi dan pengamanan alur dari banjir susulan. Dari 77 sungai nasional yang terdampak, progres fisik telah mencapai 52 persen dengan target penyelesaian pada Oktober 2026. Rencana penanganan ini juga mencakup pembangunan pengendali sedimen seperti sabo dam dan cek dam. "Kami sudah mengidentifikasikan jika hujan masih sangat lebat di daerah hulu, baik di Aceh, Sumatera Utara atau Sumatera Barat maka sedimennya, bawa pasir maupun kayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir. Jadi kami mengusulkan pembangunan beberapa sabo dam dan cek dam yang kami targetkan selesai paling lama Oktober 2028," terangnya. Sementara di bidang Cipta Karya, prioritas utama adalah pemulihan layanan dasar. Dari 176 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, sekitar 70 persen telah berhasil dipulihkan dan ditargetkan fungsional penuh pada 15 Februari 2026. Sedangkan untuk penanganan sektor sanitasi, termasuk Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah, telah mencapai 83 persen dengan target penyelesaian pada tanggal yang sama. Sebagai dukungan tambahan air bersih, Kementerian PU juga membangun sumur bor baru. Progres pembuatan sumur bor dalam mencapai 15 persen, sedangkan sumur bor dangkal mencapai 53 persen. Seluruh sumur bor ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan untuk mendukung operasional SPAM dan kebutuhan warga. Pada Bidang Prasarana Strategis, pembersihan lumpur pada fasilitas umum dilakukan di 171 lokasi, di mana 120 lokasi di antaranya telah kembali fungsional. Pembangunan 1.217 unit hunian sementara (huntara) terus berjalan, beriringan dengan penyiapan puskesmas darurat yang ditargetkan fungsional sebelum 15 Februari 2026. Menutup laporannya, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga mutu infrastruktur pascabencana. "Kami terus mengawal pemulihan ini agar tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan, sehingga infrastruktur yang dibangun kembali lebih tangguh dan mampu mendukung pemulihan ekonomi masyarakat," kata Menteri Dody. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Kementerian PU: Pasokan Air Bersih Berkualitas Korban Bencana di Sumatera Nasional
Nasional
Senin, 19 Januari 2026 | 15:00 WIB

Kementerian PU: Pasokan Air Bersih Berkualitas Korban Bencana di Sumatera

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pascabencana dengan memprioritaskan penyediaan air baku di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total 66 titik sumur bor tengah dibangun untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih berkualitas yang memenuhi standar kesehatan. Pembangunan ini difokuskan pada area vital seperti fasilitas umum, fasilitas kesehatan, perkantoran, sekolah, hingga kawasan hunian yang terdampak kerusakan infrastruktur air akibat bencana. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan proses pemulihan pascabencana tidak semata-mata berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, pemerintah menaruh perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. “Ada 66 titik lokasi pembuatan sumur bor air baku yang tersebar di 3 provinsi terdampak sebagai support penyediaan air minum yang bersih melalui SPAM kita,” jelas Dody. Data Kementerian PU per 15 Januari 2026 menunjukkan, progres pembangunan sumur bor menunjukkan perkembangan positif. Dari total 66 lokasi, sebanyak 8 lokasi telah selesai dikerjakan dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara, 57 lokasi lainnya masih dalam tahap proses pengeboran yang terus dikebut pengerjaannya. Lokasi pembangunannya tersebar di titik-titik simpul pelayanan publik, meliputi masjid, pasar, puskesmas, rumah sakit, perkantoran pemerintah, sekolah, serta area permukiman warga. Kementerian PU menerapkan standar teknis tinggi dalam pembangunan infrastruktur ini untuk menjamin keberlanjutan sumber air. Sumur bor yang dibangun merupakan jenis sumur dalam (deep well) dengan kedalaman rata-rata sekitar 100 meter dan diameter pipa lebih dari 4 inci. Sumur ini dirancang untuk mengambil air tanah dari lapisan akuifer terkekang maupun semi-terkekang menggunakan metode pemboran teknis. Proses konstruksi juga dilengkapi dengan uji logging dan pumping test untuk memastikan debit air yang dihasilkan stabil di angka lebih dari 2 liter per detik. Guna mendukung distribusi air yang optimal, setiap unit sumur bor dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang mumpuni, yaitu pompa submersible, rumah tenaga listrik, reservoir atau toren penampung berkapasitas lebih dari 1.000 liter, dan hidran umum untuk akses warga. Penentuan titik kedalaman sumur tidak dilakukan berdasarkan survei geolistrik yang komprehensif guna memastikan mutu sumber air. Hasilnya, standar kualitas air dari sumur bor ini terbukti memenuhi parameter keamanan utama, yakni pH sekitar 7,1, kadar besi di bawah 1 mg/l, serta tingkat kekeruhan di bawah 1.000 mg/l. Dengan kualitas tersebut, air baku ini aman digunakan untuk kebutuhan dasar masyarakat dan operasional fasilitas pelayanan publik. Kementerian PU memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap namun terintegrasi dengan penanganan infrastruktur lainnya di wilayah terdampak. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan demi mempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu. Melalui pembangunan 66 sumur bor air baku ini, Kementerian PU berkomitmen penuh mendukung pemulihan kehidupan masyarakat, sekaligus meningkatkan ketahanan layanan air bersih sebagai bagian vital dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya Nusantara
Nusantara
Minggu, 18 Januari 2026 | 17:03 WIB

Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus akselerasi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 15 Januari 2026, Kementerian PU tidak hanya memfokuskan upaya pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui penerapan skema Padat Karya. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pelibatan masyarakat melalui skema Padat Karya bertujuan agar warga terdampak tetap produktif dan segera memperoleh penghasilan. Langkah ini telah diterapkan sejak pertengahan Desember 2025 bersamaan dengan dukungan personel dari TNI dan Polri. "Sejak pertengahan Desember 2025, kami menggunakan pola padat karya. Kalau masyarakat dibiarkan diam dan bersedih terlalu lama, pemulihan akan terhambat. Sehingga Kementerian PU bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat yang dipekerjakan secara padat karya mulai bekerja selama 24 jam," ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1) lalu. Kata Dody, skema ini implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi harus berbasis prinsip Build Back Better. "Kita semua berharap perekonomian segera bergulir lagi, masyarakat harus segera punya income lagi. Dan kami harap dengan program padat karya yang kita gulirkan dapat membantu masyarakat," jelasnya. Hingga 15 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, atau sekitar 52 hari sejak awal kejadian bencana, Kementerian PU memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar, terutama konektivitas jalan dan jembatan, serta dukungan layanan sumber daya air. Pada fase 30 hari pertama pascabencana yang berstatus tanggap darurat, penanganan dilakukan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama saat itu adalah membuka kembali akses logistik agar distribusi pangan, BBM, dan LPG dapat berjalan lancar. Guna mendukung percepatan penanganan tersebut, Kementerian PU telah memobilisasi sumber daya secara masif, meliputi: - Mengerahkan 1.332 personel pada tahap awal, termasuk 402 orang generasi muda Kementerian PU. Dukungan juga datang dari TNI, Polri, serta masyarakat setempat sebanyak 1.366 orang. - Menyalurkan 1.854 alat berat dan 467 sarana pendukung ke lokasi terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menerangkan kecepatan respons Kementerian PU didukung oleh keberadaan balai teknis yang tersebar di seluruh provinsi. “Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia, sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin. Balai teknis tersebut menjadi garda terdepan yang cepat tanggap ke lokasi terdampak untuk melaksanakan penanganan awal," ucapnya. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperbarui progres penanganan di lapangan dan bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI/Polri demi mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Awali 2026, Melayani dengan Sepenuh Hati IPCC Fasilitasi Kapal Kemanusiaan Sumatera Nusantara
Nusantara
Minggu, 04 Januari 2026 | 16:08 WIB

Awali 2026, Melayani dengan Sepenuh Hati IPCC Fasilitasi Kapal Kemanusiaan Sumatera

Jakarta, katakabar.com - Mengawali tahun 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan memfasilitasi pengiriman bantuan bencana ke Sumatera melalui Terminal Domestik Branch Jakarta. Bantuan hasil kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan Jusuf Kalla tersebut dikirimkan melalui jalur laut dengan tujuan Aceh dan Sumatera Utara. Acara pelepasan bantuan turut dihadiri oleh H. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI periode 2014–2019), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan RI), Kathryn Clarkson (Head of Delegation International Federation of Red Cross), Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, serta para pemangku kepentingan lainnya. Di kegiatan ini, IPCC berperan sebagai fasilitator utama pengiriman bantuan kemanusiaan yang meliputi mini excavator, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, pakaian dewasa dan bayi, peralatan dapur, genset, alat tulis, sepatu boots, serta peralatan kerja seperti gerobak dan cangkul. Total bantuan yang dikirimkan mencapai berat 2.586 ton dengan nilai bantuan yang dikeluarkan sekitar Rp65 miliar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan pelabuhan guna memastikan proses pengiriman berjalan aman dan lancar. H. Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan relawan PMI yang terlibat dalam penyaluran bantuan, sementara Menteri Kesehatan RI menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran. Sejalan dengan hal tersebut, IPCC yang merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), sebagai bagian dari Pelindo Group menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kemanusiaan melalui optimalisasi layanan kepelabuhanan, agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

MIND ID Kirim Tiga Truk Obat-obatan Bantu Jaga Imun dan Kesehatan Masyarakat Aceh dan Sumatera Nasional
Nasional
Rabu, 24 Desember 2025 | 10:43 WIB

MIND ID Kirim Tiga Truk Obat-obatan Bantu Jaga Imun dan Kesehatan Masyarakat Aceh dan Sumatera

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID salurkan tiga truk berisi vitamin, dan obat-obatan ke masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra sebagai wujud kepedulian perusahaan. Bantuan tersebut difokuskan untuk disalurkan ke tiga titik, yakni Banda Aceh, Lhoksumawe, dan Aceh Tamiang. Harapannya dapat membantu masyarakat terdampak agar tetap memiliki daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan yang baik di tengah proses pemulihan pascabencana. Meski berbagai akses bantuan bahan pangan mulai terbuka, masyarakat membutuhkan multivitamin dan obat-obatan untuk menguatkan imun dan pencegahan penyakit. Masyarakat perlu menjaga kondisi fisik yang prima untuk memulihkan kembali hidup mereka. Terlebih masyarakat masih membutuhkan tenaga untuk membersihkan lingkungan, dan memperbaiki rumah serta fasilitas umum yang rusak. Menjawab kebutuhan tersebut, MIND ID menyalurkan 100.000 bantuan vitamin, obat-obatan dan kebutuhan keseharian melalui tiga unit truk. Bantuan tersebut terdiri dari multivitamin anak, multivitamin orang dewasa, susu, madu, obat batuk, obat demam, obat maag, obat alergi, obat flu, obat diare, obat topikal, dan kebutuhan kebersihan sehari-hari seperti popok bayi dan dewasa, tisu basah dan kering. Pria Utama menegaskan bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana. “Dalam kondisi bencana, masyarakat membutuhkan kondisi fisik yang baik agar dapat bangkit dan memulihkan kehidupannya. Lantaran itu, kami menyalurkan bantuan vitamin dan obat-obatan untuk membantu menjaga kesehatan para korban, terutama di tengah aktivitas pemulihan pascabencana,” ujarnya. Tidak hanya salurkan vitamin dan obat-obatan, Grup MIND ID juga mengerahkan relawan tenaga kesehatan ahli di beberapa titik bencana. Kehadiran relawan kesehatan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan terkini para korban secara langsung, sekaligus melakukan asesmen kebutuhan medis di lapangan. Langkah ini dilakukan agar bantuan kesehatan yang diberikan ke depan dapat lebih tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, perempuan, dan anak-anak. Pria menambahkan MIND ID berkomitmen untuk tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memahami kondisi lapangan secara langsung agar respons yang diberikan benar-benar relevan sesuai kebutuhan. "Kami ingin memastikan setiap bantuan yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat bangkit. Di tengah situasi sulit ini, MIND ID akan terus hadir bersama masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” jelasnya.