Tanam
Sorotan terbaru dari Tag # Tanam
Dukung Pelestarian Pesisir, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Gambesi
Jakarta, katakabar..com - Kogabwilhan III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kota Ternate, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mengurangi risiko abrasi serta bencana alam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen TNI perkuat ketahanan nasional melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, menegaskan penanaman mangrove memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendukung kedaulatan negara. Menurutnya, upaya menjaga kedaulatan tidak semata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang sehat, kata dia, merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. “Menjaga kedaulatan negara bukan hanya soal pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujar Joko saat dihubungi wartawan, Kamis (15/1) lalu. Ia menjelaskan, 1.000 bibit mangrove yang disiapkan PT Position tersebut ditanam untuk menahan abrasi pantai, meredam dampak gelombang laut, serta mengurangi risiko bencana seperti banjir rob dan tsunami. Selain itu, penanaman mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kota Ternate. Melalui kegiatan ini, Kogabwilhan III berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku Utara. “Perlu dipahami penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial. Menanam mangrove di kawasan pesisir pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang bagi anak cucu dan generasi mendatang bangsa ini,” jelas Joko. Kogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya bersama menjaga keseimbangan alam, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta mendorong peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Joko menegaskan TNI akan terus aktif dan adaptif menghadapi tantangan nonmiliter, khususnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan wilayah pesisir Indonesia. “Insya Allah, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir di tanah air sebagai wujud nyata komitmen TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus pelindung lingkungan hidup NKRI,” sebutnya.
Perkuat Ketahanan Pesisir, CGV Cinemas Indonesia Tanam Lebih dari 2.800 Mangrove di Karawang
Karawang, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan terutama di daerah pesisir Indonesia, CGV Cinemas Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Melalui dukungan para pengunjungnya, CGV bersama LindungiHutan menanam 2.857 mangrove Rhizophora di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang. Penanaman ini merupakan bagian dari target penanaman pohon yang digalang melalui partisipasi publik di jaringan bioskop CGV seluruh Indonesia, melalui pembelian paket Grow Combo yang berisi 1 Popcorn, 2 Air Mineral, serta Grow Kit yang diberikan sebagai simbolis kontribusi pengunjung dalam penanaman pohon. Lokasi penanaman ini bukan tanpa alasan. Pesisir utara Jawa, termasuk Dusun Tangkolak, telah lama berada dalam tekanan. Banjir rob yang kian sering, abrasi yang terus menggerus daratan, serta degradasi ekosistem pesisir menjadi sinyal kuat bahwa upaya adaptasi iklim tidak bisa lagi ditunda. Dusun Tangkolak, yang dikenal sebagai kawasan nelayan dengan sejarah panjang aktivitas kelautan, kini menghadapi ancaman nyata terhadap ruang hidup dan potensi wisata baharinya. Kondisi seperti ini, mangrove menjadi pertahanan alami yang sangat dibutuhkan. Rhizophora sp., jenis mangrove yang ditanam dalam program ini, mampu meredam gelombang, memperkuat tanah pesisir, menjadi habitat penting bagi biota laut, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Sejak 2019, LindungiHutan telah bekerja bersama masyarakat Tangkolak dalam memperluas sabuk hijau pesisir, dan melalui kolaborasi ini CGV berperan sebagai penggerak utama yang melibatkan publik secara langsung dalam pemulihan lingkungan. Upaya penanaman ini menjadi bukti bahwa sektor industri dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi urgensi perubahan iklim. Di tengah meningkatnya permukaan laut dan risiko kerusakan pesisir, kontribusi nyata dari perusahaan seperti CGV menunjukkan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat restorasi ekosistem di Indonesia. “Sebagai perusahaan terbuka, CGV berkomitmen untuk terus memberi kontribusi bagi masyarakat. Tahun ini, melalui partisipasi para pengunjung, kami menghadirkan aksi yang bermakna untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Lindungi Hutan dan berharap kegiatan penanaman ini dapat memberi manfaat nyata bagi ekosistem sekitar,” ucap Mr. Mark, CEO CGV Cinemas Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Partisipasi publik melalui CGV menunjukkan bahwa aksi lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Setiap paket Grow Combo yang dibeli dan setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari gerakan besar untuk memulihkan pesisir. Melalui model kolaborasi ini, CGV tidak hanya memfasilitasi penanaman mangrove, tetapi turut memperluas dampaknya bagi masyarakat nelayan, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Sebanyak 2.857 pohon telah ditanam di Tangkolak. Dalam beberapa tahun mendatang, pohon-pohon tersebut akan tumbuh menjadi benteng hijau yang melindungi garis pantai, menyediakan habitat baru bagi biota laut, dan memperkuat fondasi wisata bahari setempat. Aksi ini menjadi investasi penting bagi masa depan pesisir Indonesia, dan CGV berada di garis depan mewujudkannya. Ke depannya, CGV akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. Untuk informasi lengkap dan pembaruan terbaru, kunjungi media sosial @cgv.id, aplikasi CGV, atau situs resmi www.cgv.id
LindungiHutan Hadirkan Pohon Seduh, Merchandise Ramah Lingkungan Ajak Publik Tanam di Rumah
Semarang, katakabar.com - LindungiHutan perkenalkan Pohon Seduh, sebuah inovasi merchandise ramah lingkungan yang gabungkan kemudahan, kreativitas, dan edukasi dalam satu pengalaman menanam yang dapat dilakukan siapa saja. Terinspirasi dari konsep sederhana “menyeduh mie instan”, Pohon Seduh dirancang untuk memberikan pengalaman menanam yang intuitif dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan alternatif merchandise yang lebih berkelanjutan bagi berbagai acara dan kampanye. Pohon Seduh hadir dalam bentuk kemasan mangkuk kraft ramah lingkungan berisi media tanam rockwool, benih, dan pupuk organik cair yang sudah siap digunakan. Produk ini tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga nilai fungsional dan edukatif, sehingga cocok untuk kalangan umum, keluarga, anak-anak, hingga peserta kampanye lingkungan. Dua varian tanaman cepat tumbuh disediakan untuk pengguna, yakni Kangkung (Ipomea reptans) dan Tomat Cherry Rampai (Solanum pimpinellifolium), keduanya dipilih untuk memberikan pengalaman menanam yang mudah sekaligus memuaskan. Untuk mulai menanam, pengguna cukup membuka kemasan, merendam rockwool selama kurang lebih 30 menit hingga menyerupai proses “menyeduh”, membuat lubang-lubang kecil untuk benih, lalu menyiram tanaman secara rutin dua kali sehari. Setelah hari ketujuh, tanaman dapat diberikan nutrisi tambahan menggunakan pupuk organik cair (POC) yang telah disertakan. Pengujian internal LindungiHutan menunjukkan hasil pertumbuhan yang sangat baik. Kangkung menunjukkan tingkat tumbuh 14 dari 15 benih dan dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hari, sementara tomat cherry menunjukkan tingkat tumbuh 9 dari 9 benih dan memiliki masa panen sekitar dua hingga tiga bulan. Untuk mendukung keberhasilan ini, rockwool dipilih sebagai media tanam utama karena mampu mengikat kelembaban dengan optimal, menjaga stabilitas fase awal pertumbuhan, serta mempercepat proses perkecambahan. Karakteristik ini sekaligus menguatkan konsep unik “seduh dan tumbuhkan” yang diusung oleh Pohon Seduh. Lebih dari sekadar produk tanam, Pohon Seduh dirancang sebagai merchandise yang berdampak, menghubungkan pengalaman menanam dengan nilai keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan, komunitas, dan publik. Produk ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti aktivasi kampanye lingkungan, acara internal dan eksternal, bundling produk perusahaan, kegiatan edukasi seperti EducaTree, hingga program penghijauan massal seperti CorporaTree. Kemasan Pohon Seduh juga dapat dikustomisasi dan diintegrasikan dengan kampanye tertentu, memungkinkan pengguna terhubung dengan informasi, program, atau gerakan lingkungan yang lebih luas. Fleksibilitas ini menjadikan Pohon Seduh bukan hanya souvenir, tetapi juga medium komunikasi dan edukasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan kolaborasi. LindungiHutan sebagai platform kolaborasi lingkungan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendekatkan masyarakat pada aksi penghijauan yang mudah dan relevan di kehidupan sehari-hari. Pohon Seduh menjadi salah satu upaya untuk mengajak publik merasakan bagaimana merawat tanaman dapat menjadi aktivitas sederhana namun bermakna, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, LindungiHutan berharap Pohon Seduh dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai menanam, merawat, dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sejak dari rumah. Pihak yang ingin menjajaki kolaborasi, kerja sama kampanye, atau mengintegrasikan Pohon Seduh dalam kegiatan publik, pendidikan, maupun korporasi, dipersilakan menghubungi tim LindungiHutan untuk informasi lebih lanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan pengalaman menanam yang sederhana namun berdampak, dan menggerakkan lebih banyak langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.
Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia
Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar gerakan penanaman pohon serentak sempena memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program “PalmCo Green Movement Tanam 10.000 Pohon: Menanam Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan”, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kualitas ekosistem di wilayah operasional. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit kebun dan pabrik Regional VII, melibatkan ratusan insan perkebunan, jajaran manajemen, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang kuat sebagai dukungan terhadap agenda keberlanjutan perusahaan. Pada gelaran tahun ini, PTPN IV Regional VII menanam 2.200 pohon yang terdiri atas tanaman buah produktif dan tanaman kayu bernilai ekologis tinggi. Jenis yang ditanam meliputi durian, mangga, alpukat, rambutan, nangkadak, matoa, jambu mente, jambu jamaica, jambu madu, kedondong, mahoni, dan jenis tanaman lainnya. Pemilihan tanaman tersebut mempertimbangkan daya adaptasi, manfaat ekologis, serta potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan langkah penting perusahaan untuk meningkatkan tutupan hijau, menekan potensi erosi tanah, serta menjaga kualitas udara di kawasan perkebunan. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional VII, M. Syafi'i Ritonga, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Gerakan penanaman pohon ini adalah bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. TJSL bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis perusahaan selalu beriringan dengan keberlanjutan,” ujar Syafi'i Ritonga. Ia menambahkan kegiatan penanaman pohon akan terus dipantau secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. “Menanam bukan hanya aktivitas simbolis, tetapi investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi yang akan datang. Melalui PalmCo Green Movement, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Menanam hari ini berarti menumbuhkan masa depan,” ujar Denny. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh karyawan sebagai bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Selain insan perkebunan, kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosial. Partisipasi publik diharapkan mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Gerakan ini juga selaras dengan kampanye perusahaan #TumbuhJuaraBangunNegeri, yang menekankan kontribusi berimbang terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan terselenggaranya PalmCo Green Movement di Regional VII, PTPN IV berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan diperluas cakupannya. Perusahaan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, masyarakat, dan pemerintah, untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Sempena HGN 2025, Polres Kepulauan Meranti Gelar Green Policing Edukasi Peduli Lingkungan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bhabinkamtibmas Polres Kepulauan Meranti gelar Green Policing di dua lokasi, Selasa (25/11) pagi. Selain itu, Polres Kepulauan Meranti melakukan kegiatan sosialisasi edukasi peduli lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon Mangga di halaman SD N 24 Jalan Yossudarso Kelurahan Selatpanjang Kota, serta penanaman bibit pohon Mangga di Sekolah SMP Negeri 4 Rangsang Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa melalui Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur, Brigadir Ade Fadli, menyampaikan di kegiatan tersebut melibatkan siswa dan sisiwi SD Negeri 24 Kelurahan Selatpanjang Kota. Mereka diedukasi perihal kegiatan peduli lingkungan dari rumah dan lingkungan sekolah. "Kami nelakukan kegiatan interaktif dengan tema peduli lingkungan, Melakukan penanaman bibit pohon Mangga di lingkungan SD N 24 Selatpanjang Konsep Green Policing sebagai pendekatan strategis, dan humanis menjaga ketertiban sosial, untuk keberlanjutan lingkungan hidup," ujar Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin. Menurut Aipda Solehudin, konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan. Sementara, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Medang dan Desa Sungai Gayung Kiri, Bripka J M Pajaitan, menimpali Polres Kepualauan Meranti meneruskan program Kapolda Riau bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di halaman sekolah di wilayah Kabuapaten Kepulauan Meranti. Babinsa Desa Tanjung Medang, Koptu Masra, menyatakab kami melaksanakan Kegiatan berama unsur sekolah Melaksanakan kegiatan Edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan mulai dari rumah, sekolah,lingkungan perkantoran dan sekitarnya. "Melakukan kegiatan pemberian bibit pohon Mangga angkat tema Peduli lingkungan, dan melakukan penanaman bibit pohon Mangga di Halaman sekolah SMP N 4 Rangsang Kepulauan Meranti," ucapnya. Dalam pada itu, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bakti Sosial Penanaman Pohon Mangrove sempena HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Parit Besar Desa Kedabu Rapat Kecanatan Rangsang Pesisir Kabupetan Kepulauan Meranti.
International Day of Climate Action: Saatnya Bumi Butuh Tindakan Nyata Tanam Pohon Solusi Konkret
Jakarta, katakabar.com - Momentum International Day of Climate Action menjadi pengingat pentingnya langkah nyata untuk menghadapi krisis iklim global. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar, menghadapi tantangan serius. Kurun dua dekade terakhir, laju deforestasi dan degradasi hutan Indonesia telah menyebabkan hilangnya jutaan hektar hutan, berdampak pada karbon yang terserap, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat lokal yang bergantung pada hutan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), deforestasi netto Indonesia pada tahun 2021–2022 tercatat sebesar 104.000 hektar, yang merupakan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia mengalami kehilangan tutupan pohon primer sebesar 1,18 juta hektar, yang merupakan 65 persen dari total deforestasi di kawasan Asia Tropis. Di tengah tantangan tersebut, LindungiHutan mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam solusi nyata melalui kampanye penanaman pohon. Dengan satu pohon yang ditanam, kita berkontribusi langsung terhadap penyerapan karbon, peningkatan keanekaragaman hayati, dan perlindungan ekosistem pesisir dan daratan kritis. Program ini memberdayakan masyarakat lokal melalui pelibatan mereka dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan hasil produktif hutan, seperti buah mangrove, madu hutan, dan produk non-kayu lainnya. “Momentum ini bukan sekadar peringatan, tapi panggilan untuk bertindak. Kami mengajak seluruh individu dan perusahaan untuk ikut berpartisipasi, karena hutan yang lestari membutuhkan kita semua,” ujar Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan.
Dukung SPN, Holding PTPN Laksanakan Tanam Perdana Padi Gogo di Lahan PSR di Muara Enim
Muara Enim, katakabar.com - Sebagai bentuk dukungan nyata pada program Astacita Pemerintah Republik Indonesia, guna mewujudkan swasembada pangan nasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VII melaksanakan Tanam Perdana Padi Gogo di Lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) milik Koperasi Bina Sejahtera. Koperasi ini merupakan petani binaan Kebun Sungai Lengi, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas kontribusi di luar sektor perkebunan kelapa sawit, dengan memanfaatkan lahan potensial untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Tanam perdana ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat tani membangun kemandirian pangan Indonesia. Hadir di kegiatan tersebut Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si yang mewakili Bupati Muara Enim, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si, serta SEVP Operation PTPN IV Regional VII, Rina Tanjung. Acara ini turut dihadiri jajaran Kodim 0404 Muara Enim, Polres Muara Enim, Penanggungjawab Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertenakan Kabupaten Muara Enim, Danramil Gunung Megang, Kapolsek Gunung Megang, jajaran manajemen PTPN IV Regional VII, serta perangkat daerah, perwakilan kelompok tani dan koperasi di wilayah Muara Enim. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny, menyampaikan kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Semoga dengan adanya tanam perdana padi gogo dengan jenis bibit Inpago Fortiz 13 ini, bisa mendukung terwujudnya program Astacita Pemerintah dalam swasembada pangan. Kami terbuka jalan kolaborasi yang lebih luas antara PTPN IV Regional VII dan seluruh stakeholder yang ada,” harapnya. Ia menegaskan pentingnya kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak untuk memastikan keberhasilan program ini dari tahap penanaman hingga panen. “Kami memohon kerja sama dari seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengawal proses padi gogo ini agar dapat memberikan hasil terbaik dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si, mengungkapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi terhadap inisiatif yang dilakukan PTPN IV Regional VII. “Kami dari Dinas Pertanian siap mendampingi seluruh proses penanaman padi gogo ini, mulai dari masa tanam hingga panen. Target hasil panen kita bersama adalah 5–7 ton per hektare. Angka ini menjadi target realistis yang akan kita kawal bersama, dan tentu mendukung program Astacita Swasembada Pangan,” ucapnya. Menurutnya, sinergi dengan PTPN IV Regional VII menjadi langkah positif untuk memperluas produksi padi gogo di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki potensi lahan luas dan subur. Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan ini menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan PTPN IV Regional VII. “Program ini bisa menjadi awal dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan PTPN IV Regional VII. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dalam berbagai bidang seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penyuksesan program pemerintah di masa mendatang,” tuturnya. Ia menambahkan Muara Enim selama ini salah satu produsen utama tanaman pangan, khususnya padi, di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya program ini, potensi tersebut akan semakin diperkuat melalui dukungan sektor swasta. Keberhasilan kegiatan tanam perdana padi gogo ini tidak terlepas dari dukungan berbagai kelompok dan koperasi tani yang ikut berpartisipasi aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Beberapa pihak yang turut berkontribusi antara lain Koperasi Bina Sejahtera, Koperasi Maju Bersama, Gapoktan Maju Bersama, dan KSU Karya Tani. Keterlibatan para kelompok tani dan koperasi ini mencerminkan sinergi nyata antara perusahaan dan masyarakat lokal. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan program padi gogo, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun dampak ekonomi bagi warga sekitar. Pelaksanaan tanam perdana padi gogo ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang diterapkan oleh PTPN IV Regional VII. Melalui semangat kolaboratif, perusahaan berkomitmen untuk menggerakkan potensi sumber daya yang dimiliki guna mendukung ketahanan pangan nasional. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ini menjadi langkah awal menuju pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan petani lokal, serta penguatan posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dukung SPN, PTPN IV Regional V dan Polres Sanggau Tanam Jagung Kuartal IV Serentak di Kembayan
Kembayan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Regional V kolaborasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Sanggau melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Kebun Kembayan, Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional yang digagas pemerintah. Manager Kebun Kembayan, Didi, menyampaikan apresiasinya atas penunjukan Kebun Kembayan sebagai lokasi kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan penanaman jagung Kuartal IV ini di lahan seluas 2 hektare di Kebun Kembayan. Program ini tidak hanya memanfaatkan area yang sedang direplanting, tetapi juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat sekitar, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Didi lewat siaran pers, Kamis (16/10) kemarin. Sementara, Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, yang diwakili oleh Arry Asnawi, Group Manager (GM) Unit Group Kalimantan Barat PTPN IV Regional V, menegaskan dukungan perusahaan terhadap kegiatan ini. “PTPN IV Regional V mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan, khususnya komoditas jagung, dengan memanfaatkan lahan milik PTPN IV yang saat ini sedang dilakukan replanting,” jelas Arry. Arry menambahkan kolaborasi PTPN IV Regional V dengan Kepolisian dalam mendukung program swasembada pangan tidak hanya dilakukan di Kebun Kembayan, tetapi juga telah berjalan di beberapa kebun lain milik PTPN IV Regional V. Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, menyampaikan kegiatan ini kelanjutan program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. “Program ketahanan pangan terus berlanjut dan hari ini kita melaksanakan penanaman jagung secara serentak di seluruh Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari Kampung Cibangkong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,” ucapnya. Kata Sudarsono, program ini juga melibatkan kelompok tani di Kecamatan Kembayan. “Sebanyak 11 desa di Kecamatan Kembayan telah melakukan penanaman jagung secara serentak. Setiap desa menyediakan lahan sekitar 1,5 hektare. "Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi para petani di wilayah Kembayan dan Kabupaten Sanggau. Dalam tiga bulan ke depan, jagung unggul hibrida ini siap dipanen, dan Bulog sudah menyiapkan diri untuk menampung hasil panen petani,” harapnya. Selain penanaman jagung, kegiatan ini juga dirangkai dengan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar oleh tim medis Polres Sanggau bersama Puskesmas Kembayan, serta pasar pangan murah yang menyediakan 3,5 Ton paket sembako bagi warga setempat. Melalui kolaborasi ini, PTPN IV Regional V bersama Polres Sanggau berkomitmen terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Tanam 16.000 Bibit Mangrove, PT SPSL Perkuat Ekosistem Blue Carbon Mitigasi Perubahan Iklim
Jakarta, katakabar com - PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”) sebagai subholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhan Pelindo mempertegas komitmennya mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem pesisir yang selaras dengan target Net Zero Emission dan penguatan konsep ekosistem blue carbon (karbon biru). Di tahun 2025, PT Pelindo Solusi Logistik kembali menanam harapan baru melalui rehabilitasi mangrove seluas 10 hektare di pesisir Kabupaten Indramayu. Sejumlah 16.000 bibit Rhizophora sp. ditanam dengan pola sylvofishery, melanjutkan langkah yang telah dilakukan setahun sebelumnya di lokasi yang sama. Diketahui, ekosistem mangrove berperan besar dalam karbon biru dan mitigasi perubahan iklim dengan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar di tanah dan biomassa, serta melindungi pesisir dari bencana alam. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN) Tahun 2024 yang disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, luas ekosistem mangrove Indonesia tercatat mencapai 3.440.464 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,7 juta hektare atau 79,6 persen berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 701.326 hektare berada di luar kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL). Hingga saat ini, diketahui ekosistem karbon biru, termasuk di dalamnya ekosistem mangrove, menyerap karbon di udara 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan ekosistem karbon hijau seperti hutan dan vegetasi darat, sehingga penanaman mangrove dinilai sebagai langkah yang tepat dalam memitigasi perubahan iklim. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL, Dewi Fitriyani, menegaskan seluruh inisiatif ini merupakan kelanjutan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan dengan fokus pada pelestarian ekosistem pesisir serta pemberdayaan masyarakat. “Sejalan dengan semangat 'Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera'. Rehabilitasi mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan bagi ekosistem dan warga pesisir. Dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat, mereka tidak hanya menanam, tetapi juga diberdayakan untuk merawat hingga tumbuh optimal,” ujar Dewi. Ia menekankan rehabilitasi mangrove memberi manfaat berlapis. Selain memperbaiki ekosistem pesisir, mangrove membuka peluang ekonomi baru, seperti pengembangan ekowisata, produk olahan hasil mangrove, hingga diversifikasi usaha kelompok tani lokal. “Pelibatan masyarakat menjadi kunci agar program ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ulasnya. Langkah ini mendukung tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13) melalui penyerapan karbon dan pengurangan emisi, Pemulihan Ekosistem Daratan (Tujuan 15) melalui pelestarian biodiversitas dan perbaikan ekosistem, serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Tujuan 8) dengan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Hijaukan Pantai Oesapa, Holding PTPN Lewat PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau
Kupang, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara atau RPN, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur, di pertengahan September 2025 lalu. Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan” ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan penanaman bakau agar kawasan pesisir tetap terlindungi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar perwakilan Carlo Institute, lewat siaran pers diterima katakabar.com, Minggu kemarin. Dipilihnya program penanaman bakau ini didasarkan pada peran strategis hutan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai, habitat berbagai spesies flora dan fauna, sekaligus penyerap karbon yang penting untuk mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini melibatkan Carlo Institute cabang NTT, anak-anak muda peduli lingkungan, serta para nelayan setempat. Para peserta dibekali pendampingan teknis mulai dari pemilihan bibit, metode penanaman, hingga strategi pemeliharaan jangka panjang. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori bisnis berkelanjutan, tetapi juga pengalaman praktik konservasi ekosistem. Gamal Institute dan Carlo Institute menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi aplikatif yang ramah lingkungan. Dengan dukungan PT RPN, inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas institusi dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus ekologi.